
Daniel baru sampai di AJ company melihat ramai-ramai di loby kantor
" Hey ! Ada apa ini ?" tanya daniel mendekat
" Akh kebetulan tuan muda datang,anu tuan muda ? Tuan jovanka mengamuk di ruangannya ?" ucap penjaga yg berhasil membuat daniel terkejut
" Ikut saya sekarang pak ?" ucap daniel melangkah menaiki lift di ikuti dua orang penjaga di belakang
Di depan ruangan jovanka terdengar ia mengamuk membanting apa saja
Daniel terkejut saat masuk ruangan sang ayah yyg sudah tak berbentuk lagi
" Ayah tenang ayah ?" ucap daniel mendekati jovanka berusaha mengendalikan emosi sang ayah
Jovanka tetap mengamuk seperti orang kesetanan
" Ayah,daniel mohon tenanglah ?" ucap daniel semakin mendekat
Dan .. Hap !
Daniel berhasil membekuk tangan sang ayah,kedua penjaga mendekat bergantian memegangi tangan jovanka kemudian mendudukan di kursi kebesarannya
Daniel menatap manik mata sang ayah " Ayah kenapa seperti ini,ada masalah apa ? Katakan pada daniel yah ?" ucap daniel mengkhawatirkan sang ayah,sorot matanya meneduhkan jiwa ayahnya itu
Jovanka menjadi gelagapan,tidak mungkin ia mengatakan yg sebenarnya pada daniel
jovan menghela nafas panjang mencoba mengontrol emosinya yg memuncak " Ayah tidak apa-apa daniel ?" balasnya mengalihkan pandangan tidak berani menatap manik mata daniel
Daniel mengernyit " Jangan membohongi daniel yah,daniel bukan anak kecil lagi ?"
Jovan tidak menjawab melainkan memberontak mengoba melepaskan tangannya,usaha jovan sia-sia ?
Kedua penjaga itu tenaganya sangat kuat,terpaksa jovan menendang ************ mereka
Penjaga kesakitan lalu tidak sengaja melepas genggaman tangan jovan,dan ia berhasil melarikan diri bak penjahat
Penjaga itu masih merintih kesakitan akibat tendangan keras jovan
Daniel membiarkan sang ayah pergi,dan memanggil OB untuk membereskan kekacauan yg jovan perbuat
" Ada apa dengan ayah ? Jika ayah mengamuk seperti itu pasti ada hal serius yg ayah sembunyikan dariku ?" gumam daniel lirih lalu beranjak pergi menyusul sang ayah entah kemana
Daniel mengejar mobil sang ayah yg baru saja keluar dari parkiran gedung AJ company
Namun ia kehilangan jejak di lampu merah tiba-tiba menyala membuat daniel terpaksa memberhentikan mobilnya
" Argghhh ... Kemana ayah ?" teriak daniel memukul kemudi
Jovanka menyetir dengan kecepatan tinggi membelah jalanan yg lenggang menuju rumah celline
Ia berpikir sekarang hanya celline yg bisa di ajak cerita keluh kesahnya
Mobil jovanka nemasuki halaman rumah celline,lagi-lagi ia melihat clara menyapu halaman
Jovanka di dalam mobil enggan turun tapi mobilnya sudah terlanjur terparkir,ia kemudian turun tanpa menghiraukan keberadaan clara
Anak itu tidak berhenti menatap jovan tanpa berkedip,entah apa yg dipikirkan?
__ADS_1
Sekilas ia melirik clara,wajah teduh clara membuat naluri dalam diri jovan muncul
Tidak bisa dipungkiri ia juga rindu pada anak perempuannya itu,mengingat harta yg ia punya mencoba membuang jauh-jauh perasaan rindunya
" Nggak,nggak mungkin anak perempuan tidak berharga ? Untuk apa aku merindukannya" ucap jovan dalam hati membiarkan clara
Jovan masuk ke dalam rumah mencari celline ?
Di dapur ada susi yg membuatkan minum untuk ibu celline " Ibu celline ada di kamar tuan ?" ucap susi yg mengerti tujuan kedatangan jovan
Jovan mengangguk menaiki tangga menuju kamar celline
" Emang ya orang kaya dimana-mana mah begitu,suaminya kerja eh istrinya selingkuh ?" gumam susi lirih takut didengar orang lain
Jovan memasuki kamar celline yg tidak terkunci,ia tidak sengaja melihat celline baru saja mandi hanya memakai handuk diatas lutut
Jovan susah payah meneguk ludahnya sendiri mengintip dari balik pintu,celline belum menyadari keberadaan jovan mengganti pakaiannya di dalam kamar
Jovan semakin ketir-ketir melihat celline telanjang bulat di dalam kamar " Apa yg kau pikirkan jovan ?" batinnya menepuk pipi menyadarkan imajinasinya
Selesai berganti pakaian celline keluar kamar kaget mendapati jovan berdiri di depan kamarnya
" Jovan,kapan kau datang ?" tanya celline
" I-itu .. B-baru saja kok? " jawab jovan menetralkan detak jantungnya
" Oh.. Aku kira sudah dari tadi disini melihatku habis mandi ?" ucap celline mengedipkan mata menggoda jovan
Jovan gelagapan tidak bisa menjawab " Aku mau bicara lin?" jovan mengalihkan pembicaraan celline
Celline memegang pergelangan tangan jovan " ayolah jo.. Katakan dengan jelas,kau mengintipku kan?" ucap celline memancing jovan
" Kau bisa memilikinya jo ?" celine berbisik di telinga jovan
Hembusan nafas celline menerpa leher jovan membuatnya merinding
Jovan heran celline berubah menjadi wanita genit yg mulai menggodanya
" Stop lin ! aku disini ingin mengajakmu bicara tidak seperti ini "
Susi yg hendak mengantarkan minuman mendengar jovan dan celline berbicara,susi tak menyangka ibu celline yg sudah bersuami benar-benar menginginkan suami orang berniat selingkuh
" Ya Tuhan.. Jadi benar tebakanku ? Ibu celline diam-diam menyukai tuan jovan ? Mau di kemanakan tuan harun,mentang-mentang jarang pulang seenaknya saja ibu celline ?" gerutu susi dalam hati
Ekhemm .. ! Susi berdehem melangkah kembali
Celline tetap santay di tempatnya " Lain kali jangan sembarangan nguping " ucap celline menyindir susi
__ADS_1
" M-maaf bu,saya ingin mengantarkan jus jambu yg ibu minta tidak sengaja mendengar ibu dan tuan jovan bicara,sekali lagi saya minta maaf bu,saya tidak bermaksud menguping ?" balas susi takut-takut
" Kami tidak ada hubungan apa-apa sus,jangan buat masalah menggosipkan kami,saya tau kamu hobi gosipin orang kan ? Saya tidak mau sampai harun dengar dan salah paham dengan saya dan celline " sahut jovan yg khawatir susi mengadu pada harun
Susi mengangguk meninggalkan mereka,celline mengajak jovan duduk di balkon kamarnya
" Aku berantem sama yolan lin ?" curhat jovan sebelum celline bertanya
Celline tersenyum menyeringai,kesempatan bagus untuknya mendekati jovan
Lelaki kalau ada masalah dengan istri,lari mencari wanita lain untuk menyenangkan hatinya
Jovan datang di waktu yg tepat,hatinya rapuh dengan mudah celline masuk menggantikan posisi yolan
" Tenang saja jo,masih ada aku yg setia menunggumu " balas celline mengelus paha jovan menumbuhkan hasrat pada jovan
Celline merindukan belaian karena suaminya jarang pulang,tugasnya sebagai abdi negara mengharuskan harun berpindah-pindah tempat
Jovan sangat mudah terpancing,apalagi celline cantik dan mempunyai body goals meskipun umurnya sudah menginjak empat puluh tahun
Saat jovan mendekati celline tiba-tiba clara datang membawa pakaian yg baru saja ia setrika
Clara kaget melihat tuan jovan dan ibu celline dalam posisi yg sangat intim
" M-maaf bu. ?" ucap clara takut
Jovan marah,kesekian kalinya ia kepergok berdekatan bersama celline
Ia mendekat menampar pipi clara
Plakk !!
clara jatuh tersungkur mendapat tamparan yg sangat keras,dan memegang pipinya yg terasa panas.
Mata celline membelalak tidak menyangka jovan sekejam itu pada pelayannya,harus berkata apa ia pada bian jika clara mengadu? Celline benar-benar bingung
" Hentikan jovan !" bentak celline membantu clara berdiri.
__ADS_1
"Apa yg kau lakukan pada clara,bisa habis aku sama bian jo " celline menatap marah jovan,tidak seharusnya ia bersikap kasar