Gadis Desa Bikin Candu

Gadis Desa Bikin Candu
Ban 38


__ADS_3

Yolanda memantapkan hatinya,sudah saatnya ia jujur pada mertua dan anak angkatnya


Sebelum itu yolanda menghirup nafas dalam-dalam,tidak mungkin ia berbohong mengingat kondisi sang suami harus segera mendapat pertolongan,jika tidak entah suaminya masih hidup atau tidak


" S-sebenarnya ? SEBENARNYA KAMU BUKAN ANAK KAMI DANIEL " ucap yolanda lantang


Semua mata menatap Yolanda,Ariana bertambah syok mendengar fakta baru dari menantunya


" J-jadi selama ini kalian bohongin mama yol !" tanya Ariana menatap tajam yolanda


" M-maaf ma,ini bukan kemauan Yolan? Jovan yg memaksa menukar anak kami,ia tidak mau harta papa diambil Adriel "


" Halahh bohong kamu ya !! pasti kamu kan yg memaksa Jovan,bisa jadi kamu nggak terima dan menjadi miskin kembali ?" Ariana memandang yolanda sinis


" Sumpah Demi Tuhan ma,itu kemauan Jovan,bahkan sekarang kecelakaan karena berdebat sama aku,Aku berniat memberikan kehidupan lebih layak untuk anak kandung kami? Jovan tidak terima,ia tidak mau rahasia yg selama ini ditutup rapat ketahuan oleh mama dan papa " balas yolan berbicara apa adanya


Vintcen menghela nafas,lagi-lagi ia menerima kenyataan pahit,anaknya kecelakaan,sekarang Daniel bukan cucu kandungnya


" Dimana anak itu Yolan ?" tanya vintcen


" Kalau yolan kasih tau,papa tidak berbuat nekat sama anak yolan kan " tanya Yolan memastikan


" Papa hanya ingin tau yolan,sekarang bukan waktunya untuk berdebat? Pikirkan kondisi suamimu,ia sangat membutuhkan pendonor darah yg tepat yol.


Kamu hubungi anak itu,papa tidak mau Jovan kenapa-napa,ini masalah hidup dan mati ? Jovan harus segera di tolong ?" Vintcen mengiba,hanya itu jalan satu-satunya


" Baiklah,yolan akan berusaha ? "


Sementara Daniel tetap diam,hatinya masih belum bisa menerima siapa dia sebenarnya


Tidak menyangka dirinya bukan anak dari mereka, kasih sayang mereka selama ini sangat tulus,daniel ingin membenci ayah dan ibu angkatnya tapi tidak mampu ?


Daniel menyayangi mereka,begitu juga oma dan opanya


Yolan menaiki mobil menuju rumah celline.


Memencet bel berulang kali tidak ada yg membuka pintu


Clara mengintip di balik gorden jendela,dirinya enggan membuka pintu melihat siapa yg datang


POV CLARA


Aku baru saja selesai membantu Wina beberes kamar seperti biasa


Mendengar suara bel berbunyi,gegas aku berlari mengintip di balik jendela


Ternyata tante itu,tuan Bian bilang ia istri dari tuan Jovan yg artinya ibu kandungku


Hati ini masih sakit bagai tersayat sembilu,mereka begitu tega padaku


Demi harta mereka tega menukarku dengan seorang anak lelaki yg mereka harapkan


Apalah aku?


Wanita tak berguna,mereka saja membuangku apalagi orang lain


Sakit ! Sakit sekali?


Inginku berteriak sekencang-kencangnya tapi untuk apa,aku sadar diri bahwa aku anak yg tidak diharapkan lahir dari rahim ibuku


Sumpah demi apapun aku benci mereka


Kemarin aku berpikir dengan mencari orang tua kandungku hati ini merasa bahagia dan bisa bersatu kembali dengan mereka


Tapi kenyataan tidak sesuai harapan mendengar kenyataan ada alasan di balik di buangnya aku?


Harta ! Mereka lebih mementingkan harta daripada darah dagingnya sendiri


Tidak terasa air mata ini menetes menatap ibu kandung yg begitu tega pada diriku


Ingin rasanya aku memeluknya,tapi tidak mungkin

__ADS_1


Baginya aku seperti virus saja,Ayahku pun begitu tega menyakiti


Aku tidak menyangka ayah kandungku sangat kejam dan begitu egois,hati ini terasa tercabik-cabik kala aku mengingat perlakuan ayah Jovan kemarin


" Loh clara,kenapa kau menangis ?" tanya ibu Celline membuyarkan lamunanku



" Akh tidak bu ? Hanya kelilipan saja " jawabku berbohong sambil mengusap air mata



" Sepertinya tadi bel terus bunyi,siapa ra ? "



" Tidak tahu bu,saya akan menyuruh Wina saja untuk membuka pintu ?" balas clara beranjak pergi dan tidak berhenti menangis


Ibu Celline sepertinya heran menatap kepergianku dengan penuh tanda tanya


Celline mengintip siapa yg datang,ternyata Yolanda ibu kandung clara



Celline menghela nafas panjang


Bergegas menghampiri aku memanggil Wina di dapur


" Clara ?" panggil ibu Celline


Aku mengangguk mencoba untuk tenang


Ibu Celline mendekat tiba-tiba membelai rambutku dengan lembut


" Kau yg sabar ya,ibu tahu pasti belum bisa menerima kenyataan ini ?" ucap ibu Celline menenangkanku



" Ada apa sebenarnya ?" batin wina dalam hati



" Kau bukakan pintu Win ?" ucap ibu Celline pada Wina



Ia mengangguk bergegas membuka pintu



Ceklek !


" Nyonya Yolanda?" ucap Wina



" Clara dimana mbak,cepat panggilkan dia? Cepat mbak,saya tidak punya waktu lama " ucap Yolanda sambil menangis


Wina heran,mengapa sekarang nyonya Yolanda juga menangis mencari Clara


Kemudian Wina mengingat kejadian kemarin saat Yolanda meminta untuk meminjam kunci kamar Clara,terlihat ia keluar membawa Rambut Clara yg di bungkus tissue


" Memang ada apa nyonya ?"



Yolanda tidak sabar menunggu Wina yg banyak tanya


Ia menerobos masuk mencari Clara


" Clara ! Clara ?" panggil Yolanda mencariku

__ADS_1



Aku sangat panik,ibu Yolanda nekat mencariku di dalam rumah



Ia melihatku yg masih menangis di samping Ibu Celline



" Clara,Tolong ayah nak ? Ayah kecelakaan ? Ia sangat membutuhkan darah yg sama denganmu,Kalau tidak segera di tolong entah bagaimana nasib ayahmu ? Ibu mohon nak ?" Ucap Yolanda memohon pada clara



Aku menatap benci pada ibu Yolanda


" Bukan urusanku !!" ucapku dingin tanpa ekspresi memendam amarah begitu besar pada ibu kandungku



" Ayolah nak.. Tolong ayahmu ?" Ibu yolanda mengiba



Aku terkekeh " Ayah siapa ! Aku tak punya ayah,dan tak punya ibu !! Mereka sudah mati ! MATI !!" ucapku menatap tajam ibu kandungku



Ibu Yolanda gelagapan bingung mau mengatakan apa


" Kamu tega Clara,ayahmu begitu membutuhkan kamu nak ?"



Aku tertawa keras " Oh ya ! Setelah kalian membuangku sekarang kalian mengemis-ngemis minta tolong padaku !! Orang tua macam apa kalian ! Bukankah kalian kaya raya,harusnya mencari pendonor saja tidak perlu menghampiri anak yg kau buang ini,Anak ini tidak berguna Nyonya ! Sangat tidak berguna !!" Ucapku penuh penekanan menunjuk diriku



Semua pelayan,ibu Celline dan Biantara hanya menonton perdebatanku dengan sang ibu



Mungkin pelayan ibu Celline syok mendengar kenyataan aku anak kandung dari ibu Yolanda


Aku tidak perduli



Ibu Yolanda mati kutu,ia diam dan berlari bersujud di kakiku



" Tolong ibu nak,Ibu benar-benar menyesal telah membuangmu ? Sangat menyesal,maafkan semua kesalahan ibu nak ? " Ucap ibu Yolanda begitu menyedihkan



" Apa aku harus memaafkan kalian ! Kau tau I-B-U begitu menderitanya diriku setelah kau buang ! Apa Kau tau hah !! " Bentakku menghempaskan ibu



Ibu Yolanda semakin menangis histeris memegangi dadanya,tidak menyangka aku bisa sekejam itu ?


Ibu celline pun tidak mau ikut campur,ia diam saja melihat Ibu yolanda


Rasa sakit ini membuat diriku Kehilangan kesabaran menghadapi mereka,bukan aku durhaka? Tapi merekalah yg lebih dulu tidak menginginkan kehadiranku


" Ibu mohon nak ?" ucap ibu berlinang air mata



" AKU TIDAK PERDULI !! KALIAN KEJAM AKU JUGA BISA LEBIH KEJAM,MAU AYAH MATI BUKAN URUSANKU !! KALAU MAU DARAHKU SURUH AYAH MENEMUIKU SENDIRI !!" bentaku dengan tatapan nyalang pada ibu

__ADS_1


Aku benar-benar kecewa,sangat kecewa ? Maaf saja tidak cukup menghapus rasa sakit di hati ini


__ADS_2