Gadis Desa Bikin Candu

Gadis Desa Bikin Candu
Bab 23 gunjingan dari tetangga


__ADS_3

Perilaku anak sama saja dengan ibunya.


Clara pulang melewati jalan kampung didepan rumah mak sumi dia sedang ngerumpi bersama ibu-ibu.


" Lihat bu,, orang miskin yang bermimpi menjadi tuan puteri karena kedekatannya sama cucu orang kaya,hidupnya saja lebih susah dari kita,mana mungkin dia mau ?" ucap mak sumi diiringi tawa dari ibu- ibun disana


" Mimpi kali tuh?" timpal bu jamila tertawa terbahak-bahak


" Bener tuh,calon istrinya ada dirumahnya loh? kok dia nggak ada takut-takutnya mendekati ,?" balas bu hanung


"Itu namanya pelakor !" ucap mak sumi dengan suara keras


Entah mereka ngomongin apa lagi,clara sudah tidak perduli omongan ibu-ibu julid


"Astagfirullah? cobaan apa lagi ini,setelah lepas dari bapak kini berganti dengan mereka " gumam clara sambil berjalan menggendong viona


Viona menatap intens kakaknya,dia seperti tahu saja kakaknya sedang bersedih


Viona mengelus pipi kakaknya dan menciumnya.


Clara tersenyum,tingkah adik kecilnya mampu membuatnya semangat lagi.


clara menghujani banyak kecupan dipipi sang adik sampai merasa kegelian dan mereka tertawa sepanjang perjalanan,melupakan semua gunjingan tetangganya


Sarti menyapu halaman melihat anak sulungnya menggendong adik kecilnya sambil tertawa


" Eh,, pada kenapa nih anak ibu?" tanya sarti tersenyum

__ADS_1


Viona menunjuk wajah kakaknya


"tata ,,tata edih,mo ais (kakak sedih mau nangis )?" ucap viona dengan suara cadelnya


Wajah sarti yang semula ikut tersenyum menjadi murung mendengar apa yang dikatakan si bungsu


" Kenapa nak?" tanya sarti pada clara


Clara tidak berani menatap sarti memalingkan wajahnya,memberikan viona pada sang ibu lalu masuk kedalam kamar


Sarti hatinya ikut perih merasakan kesedihan sang anak,dia sempat berbelanja di warung dan mendengar ibu-ibu sedang menggunjingkan clara yang dekat dengan cucu tuan wijaya


berbagai hinaan mereka lontarkan pada anak sulungnya?


" Ya Tuhan,, cobaan apa lagi yang menimpa kami?" gumam sarti disela-sela tangisnya


" Ara,,kamu tidak makan nak?" sarti berteriak memanggil clara dikamar


" Aku tidak lapar bu,ibu saja yang makan sama deni dan viona ?"


Deni masuk kamar clara membawa satu piring nasi dan lauk tempe oseng


" Kakak makan ya?" bujuk deni


" kakak nggak lapar dek?"


" Kalau kakak nggak makan,terus besok sakit yang cariin deni uang buat sekolah siapa,,,

__ADS_1


makanlah kak?" Deni menyuapkan satu sendok nasi


Clara tidak membuka mulut,dirinya masih memikirkan omongan tetangganya sore hari


Deni kecewa kakaknya susah dibujuk untuk mengisi perutnya


" Dek ?"


Deni mendongak " Apa kak?"


" Kamu sayang nggak sama kakak" tanya clara


" Pasti deni sayang lah,kakak kan kakaknya deni,keluarga deni? " jawab deni polos


" Tapi kan kamu dengar sendiri ibu bilang kalau kakak bukan anak kandung ibu ? "


" Terus kakak pikir itu menjadi alasan buat deni buat nggak sayang sama kakak,benci sama kakak?" tanya deni


" Kamu nggak takut kasih sayang ibu terbagi untuk kakak yang bukan kakak kandung kamu?"


" Buat apa deni takut,kan memang dari kecil kakak dirawat ibu,kita tumbuh sama-sama dirumah ini,kasih sayang deni sama seperti kasih sayang ibu pada kakak?"


Clara terharu mendengar jawaban adiknya,dipeluknya adik lelakinya itu


" Kita makan sama-sama ya dek,kakak suapi dong ?" ucap clara lalu deni menyuapkan satu sendok nasi ke mulut clara


Sarti diam-diam menguping dibalik pintu,dia tersenyum melihat anak lelakinya begitu perhatian pada sang kakak

__ADS_1


__ADS_2