
Perilaku anak sama saja dengan ibunya.
Clara pulang melewati jalan kampung didepan rumah mak sumi dia sedang ngerumpi bersama ibu-ibu.
" Lihat bu,, orang miskin yang bermimpi menjadi tuan puteri karena kedekatannya sama cucu orang kaya,hidupnya saja lebih susah dari kita,mana mungkin dia mau ?" ucap mak sumi diiringi tawa dari ibu- ibun disana
" Mimpi kali tuh?" timpal bu jamila tertawa terbahak-bahak
" Bener tuh,calon istrinya ada dirumahnya loh? kok dia nggak ada takut-takutnya mendekati ,?" balas bu hanung
"Itu namanya pelakor !" ucap mak sumi dengan suara keras
Entah mereka ngomongin apa lagi,clara sudah tidak perduli omongan ibu-ibu julid
"Astagfirullah? cobaan apa lagi ini,setelah lepas dari bapak kini berganti dengan mereka " gumam clara sambil berjalan menggendong viona
Viona menatap intens kakaknya,dia seperti tahu saja kakaknya sedang bersedih
Viona mengelus pipi kakaknya dan menciumnya.
Clara tersenyum,tingkah adik kecilnya mampu membuatnya semangat lagi.
clara menghujani banyak kecupan dipipi sang adik sampai merasa kegelian dan mereka tertawa sepanjang perjalanan,melupakan semua gunjingan tetangganya
Sarti menyapu halaman melihat anak sulungnya menggendong adik kecilnya sambil tertawa
" Eh,, pada kenapa nih anak ibu?" tanya sarti tersenyum
__ADS_1
Viona menunjuk wajah kakaknya
"tata ,,tata edih,mo ais (kakak sedih mau nangis )?" ucap viona dengan suara cadelnya
Wajah sarti yang semula ikut tersenyum menjadi murung mendengar apa yang dikatakan si bungsu
" Kenapa nak?" tanya sarti pada clara
Clara tidak berani menatap sarti memalingkan wajahnya,memberikan viona pada sang ibu lalu masuk kedalam kamar
Sarti hatinya ikut perih merasakan kesedihan sang anak,dia sempat berbelanja di warung dan mendengar ibu-ibu sedang menggunjingkan clara yang dekat dengan cucu tuan wijaya
berbagai hinaan mereka lontarkan pada anak sulungnya?
" Ya Tuhan,, cobaan apa lagi yang menimpa kami?" gumam sarti disela-sela tangisnya
" Ara,,kamu tidak makan nak?" sarti berteriak memanggil clara dikamar
" Aku tidak lapar bu,ibu saja yang makan sama deni dan viona ?"
Deni masuk kamar clara membawa satu piring nasi dan lauk tempe oseng
" Kakak makan ya?" bujuk deni
" kakak nggak lapar dek?"
" Kalau kakak nggak makan,terus besok sakit yang cariin deni uang buat sekolah siapa,,,
__ADS_1
makanlah kak?" Deni menyuapkan satu sendok nasi
Clara tidak membuka mulut,dirinya masih memikirkan omongan tetangganya sore hari
Deni kecewa kakaknya susah dibujuk untuk mengisi perutnya
" Dek ?"
Deni mendongak " Apa kak?"
" Kamu sayang nggak sama kakak" tanya clara
" Pasti deni sayang lah,kakak kan kakaknya deni,keluarga deni? " jawab deni polos
" Tapi kan kamu dengar sendiri ibu bilang kalau kakak bukan anak kandung ibu ? "
" Terus kakak pikir itu menjadi alasan buat deni buat nggak sayang sama kakak,benci sama kakak?" tanya deni
" Kamu nggak takut kasih sayang ibu terbagi untuk kakak yang bukan kakak kandung kamu?"
" Buat apa deni takut,kan memang dari kecil kakak dirawat ibu,kita tumbuh sama-sama dirumah ini,kasih sayang deni sama seperti kasih sayang ibu pada kakak?"
Clara terharu mendengar jawaban adiknya,dipeluknya adik lelakinya itu
" Kita makan sama-sama ya dek,kakak suapi dong ?" ucap clara lalu deni menyuapkan satu sendok nasi ke mulut clara
Sarti diam-diam menguping dibalik pintu,dia tersenyum melihat anak lelakinya begitu perhatian pada sang kakak
__ADS_1