
Usai meeting Clara masuk ke ruangannya,pekerjaan yg tadinya menumpuk tinggal separuh saja
" Waahhh ... Ibu hebat ?" pujinya pada sang Ibu
Ibu Yolanda tersenyum, kemampuan dalam berbisnis sang ibu jangan di tanya lagi?
" lelahnya ... ?" gumam Clara membaringkan badan di sofa
" Eh kok tiduran anak ibu ?" Tegur Ibu Yolan
" Kan udah ada ibu .. ? " Clara terkekeh
" CEO nya siapa sih,kamu atau ibu "
" Iya iya? Ibu bawel banget sih ?" gerutu Clara mendekati meja kerjanya
Ibu Yolanda geleng-geleng kepala karena tingkah sang anak
Sintia terkikik geli melihat atasannya dimarahi sang ibu.
Clara membantu Ibu Yolan menyelesaikan pekerjaannya
*
*
Di kantor Bian
Bian uring-uringan karena ada tamu tak di undang nyelonong masuk ke ruangannya
" Ngapain kamu Vania !" bentak Bian
Vania duduk santai di kursi kebesaran miliknya,Bian jijik seumur-umur baru kali ini ada wanita yg lancang duduk di sana
Vania memakai pakaian yg ketat untuk menggoda Bian,tapi Bian malah mual melihat cara berpakaian Vania yg menurutnya sangat feminim
" Tentu saja bertemu denganmu Bian,kangen rasanya beberapa bulan tidak bertemu ?" balas Vania dengan nada menggoda
" Cihhh ... alasan! "
" Jangan gitu dong sayang,Aku serius sama kamu " Vania mendekat berhadapan langsung dengan Bian
Bian melirik Vania sinis,ya memang dia seksi tapi Bian sama sekali tidak tergoda
Jika dibandingkan dengan Clara,lebih cantikan kekasihnya itu,dan Clara lebih menggoda ketimbang Vania yg badannya kaya triplek
Vania menyambar bibir Bian namun dia menghindar,Vania pura-pura jatuh
Bian cuek saja membiarkan Vania jatuh benaran
" Panggil pak satpam untuk mengusir wanita gila di ruangan saya " Ucap Bian menelfon resepsionis di loby
Vania geram tidak terima dirinya di bilang gila " Apa apaan kamu Bi.. jelas-jelas aku calon istrimu "
Bian tersenyum menyeringai " Tapi sekarang tidak ! kekasihku jauh lebih baik daripada kamu Van !!"
" A-apa ! maksud kamu Clara kampungan itu ! nggak Bian,Nggak !! dia nggak pantas sama kamu "
" Permisi Tuan ?" ucap satpam masuk
" Seret dia !" Bian menunjuk Vania
Vania semakin tidak terima seenaknya saja di usir,Awas kamu Bi ?
Vania diseret paksa pak satpam
__ADS_1
Dia menjadi tontonan para karyawan,dulu memang Vania kerap datang ke kantor Bian bersama Tuan Adrian sebagai calon menantunya
Harapan Vania pupus sudah setelah kehadiran Clara,tapi dia tak boleh menyerah sebelum janur kuning melengkung Vania harus mendapatkan hati Bian kembali
" Awass kamu Bi .. aku bakalan bikin perhitungan sama wanita kampung itu !!" Teriak Vania
Bian sama sekali tidak takut dengan ancaman Vania,gadis manja bisa apa dia ?
Clara yg sudah menyelesaikan pekerjaan pamit pada Ibu Yolanda untuk ke kantor Bian menaiki taksi online
" Aku pergi dulu Bu ?.." Ujarnya
" Iya hati-hati sayang ?"
Taksi online sampai di depan gedung milik keluarga Wijaya
Clara turun setelah membayar ongkos taksi,di depan gedung Clara menjadi pusat perhatian karyawan di sana
Clara memang cantik dan mempesona,dia berjalan dengan anggun memasuki kantor Wijaya
" Permisi Nona,ada yg bisa saya bantu ?" tanya satpam mendekat
" Oh ya,boleh tunjukan dimana ruangan Tuan Biantara ?"
" Apa Nona sudah membuat janji dengan Tuan Biantara " ujarnya
" Saya tidak perlu membuat janji,bilang saja pada Tuan kalian kalau aku kekasihnya "
Satpam itu bingung,benarkah wanita ini kekasih Tuan Bian?
Kalau di lihat-lihat wajahnya tidak asing tapi siapa ya?
Satpam itu melamun menatap wajah cantik Clara
Berita Clara cucu keluarga Vincent menyebar di seluruh awak media,siapa yg tak tahu berita viral itu.
" Apa Anda Nona Clara ?" tanya satpam itu
Clara mengangguk " Bapak kenal saya ?"
" Tentu Nona,berita anda viral waktu itu ... "
Clara tersenyum menyeringai " Jadi saya terkenal juga berkat berita viral itu ya pak ?"
Pak satpam tersenyum kecut,kemudian mengantarkan Clara sampai di ruangan Biantara
" Sayang ?" ucap Bian saat Clara masuk bersama satpam kantornya
Jadi benar wanita ini kekasih baru Tuan Biantara,pantas saja nona Vania di tendang?
rupanya kekasih Tuan Bian jauh lebih cantik dari Nona Vania
Clara masuk duduk di sofa dengan wajah cemberut
" Kamu kenapa sih,kok cemberut gitu sayang ?" tanya Bian duduk di samping kekasihnya itu
" Lagi bad mood.. "
" Diihhh jutek amat,ada apa sih ?" Bian memeluk Clara
" Capek tau seharian kerjaan numpuk terus,untung ada ibu yg bantuin ? pengen deh punya asisten biar ada yg bantuin aku ?" keluh Clara
Bian tersenyum,rupanya itu yg membuat mood kekasihnya hancur
Ya,terkadang pekerjaan menumpuk membuat mood siapa saja memburuk sih?
__ADS_1
Capek iya,kesal iya?
Bian memesan es cream dan makanan lewat aplikasi Go food di ponselnya
Dua puluh lima menit kemudian makanan pesanan Bian datang
" Lebih baik makan es cream sayang,biasanya wanita suka makan es cream kalau lagi bad mood .." ucap Bian mengeluarkan satu kotak es cream
Clara sumringah menatap es cream yg menggoda,gegas dia memakannya sampai habis
Biantara geleng-geleng kepala,tingkah Clara seperti anak kecil
" Kamu tahu dari mana kalau wanita lagi bad mood suka makan es cream ?"
" Dari Vania dulu waktu dia suka ngambek sama aku ?" balas Bian keceplosan karena dia sedang menikmati makanannya
Clara membanting wadah es cream itu,dia cemburu Bian menyebut nama Vania
Bian melihat Clara marah tersadar apa yg barusan dia katakan
" Maksud aku bukan Vania sayang,tapi mama? iya mama ... Aku jadi nggak konsen gara-gara makanan enak ini jadi ngomongnya ngelantur ?" alasan Bian agar Clara tidak marah
Clara tetap saja masih kesal,dia tahu Bian alasan saja?
Yg jelas omongan Bian tadi benar,dulu dia memang dekat sekali dengan Vania?
Wajar saja Bian tahu semua tentang Vania
Tapi nggak gitu juga kali,Bian seolah-olah masih mengingat Vania.
" Maaf sayang maaf,gimana setelah ini kita jalan-jalan ? .. "
" Terserah !" jawab Clara melipat tangan di dada
Bian meremas rambutnya frustasi,menghadapi wanita yg sedang merajuk butuh extra kesabaran
Bian mendekat lalu mengecup kening Clara
cup ... kecupan mendarat sempurna di kening
Clara mematung
Degg.. deg... deg ...
" Astaga jantungku ?" batin Clara dalam hati
Dia tersenyum senang lalu berbalik menatap manik mata Biantara
" Oke kita jalan-jalan,tapi aku mau ditemani belanja apapun nanti ?"
Biantara mengangguk pasrah,daripada kekasihnya marah lagi lebih baik temani saja lah ?
Meskipun menemani wanita belanja melelahkan rempong sana sini tetap dia lakukan demi seorang Clara pujaan hatinya.
" Kapan selesainya sih?" gerutu Clara menunggu Bian menyelesaikan pekerjaan
" Sebentar sayang,tinggal beberapa lagi ini "
" Sebentar-sebentar Mulu ? "
Clara membaringkan badannya di sofa kelelahan terlalu lama menunggu Bian sampai terlelap
Bian menoleh,tersenyum menatap Clara tertidur lelap di Sofanya
** Bersambung ...
__ADS_1