
" Kondisi anak anda kritis,benturan di kepalanya parah?
berdo'alah agar anak anda selamat nyonya ?"
Bagai tersambar petir Yolanda histeris mendengar kabar kritis Clara.
" Nggak dokter ! nggak mungkin ! dokter pasti bohong kan .."
KYAAAA !!
Yolanda berteriak lalu menangis
Biantara merasa terpukul atas musibah yg menimpa kekasihnya itu,kalau bukan karenanya Clara tidak akan begini
Dira langsung lemas,dia juga merasa bersalah atas musibah itu
Mereka masuk bersamaan ke dalam ruang rawat Clara
Wajahnya pucat,bekas jahitan terlihat jelas di kepalanya.
Biantara tak kuasa membendung air mata,dia menangis melihat kondisi sang kekasih terbaring lemah.
Suasana hening,mereka diam dengan pikirannya masing-masing
Hanya suara monitor yg terdengar
Biantara memandangi wajah sang kekasih
" Cepat sadarlah sayang ? aku minta maaf gara-gara aku,kamu jadi begini.. padahal nanti malam aku dan papa berencana ingin melamarmu untuk jadi istriku? Aku mohon sadarlah sayang,,
Aku sudah membayangkan betapa bahagianya aku saat kamu menerima lamaranku dan kita menikah?
Aku juga membayangkan setelah menikah nanti kita punya anak yg lucu dan menggemaskan kaya kamu.
Bangunlah sayang,kami semua menunggumu disini " ucap Biantara menggenggam tangan Clara
Yolanda semakin terisak mendengar semua yg dikatakan Biantara.
Kalau saja Clara tidak masuk rumah sakit pasti dia sekarang tertawa bahagia mendapat pinangan dari pria yg dicintainya.
" Maafkan saya Tante ?" ujar Dira menunduk merasa bersalah pada Yolanda
Yolanda menoleh menatap gadis cantik itu " Ini bukan salahmu nak,,mungkin sudah takdirnya anak Tante harus mengalami musibah ini ?" jawab Yolanda dengan suara seraknya karena tidak berhenti menangis
" Kalau saja bukan karena saya,pasti anak Tante sudah bahagia bersama kak Bian ?
Ini salahku Tante? ini salahku " ucap Dira
Dira benar-benar merasa bersalah dan tak tenang jika Clara belum sadar
Yolanda mengelus pundak Dira pelan
" Sudah nggak apa-apa nak,kita do'akan Clara cepat sadar ya ?
dan terimakasih kamu repot-repot meluangkan waktu untuk menunggui anak Tante ?"
Dira berkaca-kaca,Baik sekali ibu Yolanda
Andaikan dulu dia punya ibu sebaik ibu Yolanda pasti dia senang,Beruntung sekali Clara mempunyai ibu setulus ibu Yolanda.
Ya meskipun mama Celline juga baik tapi terkadang mama Celline sikapnya aneh,suka cemburu kalau dia dekat sama papa Harun ?
Selama ini Dira juga tahu kalau dia bukan anak kandung dari mama Celine dan papa Harun.
Dulu waktu kecil mereka menutupinya dari Dira,tapi setelah Dira bersekolah SMA Dira mengetahui semuanya.
Hatinya sedih mendengar kenyataan pahit itu,padahal dia sangat bahagia mempunyai orang tua kandung seperti Celline dan Harun
Tidak tahunya mereka mengadopsi Dira sejak bayi dari panti asuhan
__ADS_1
Oleh karena itu Dira memutuskan setelah lulus SMA dia Kuliah sambil bekerja di Inggris biar bisa membayar kuliahnya dengan uangnya sendiri.
Dira sangat beruntung berkuliah sampai wisuda dari uang hasil jerih payahnya sendiri?
Meskipun biaya apartemen disana dari papa Harun sih?
" Pasti saya do'akan Tante ? saya juga nggak tega lihat calon kakak ipar saya terbaring lemah? " ujar Dira
Yolanda tersenyum menatap wajah cantik Dira
***
Sore hari
Yolanda melihat Biantara tertidur disamping Clara karena kelelahan menangis
Yolanda tersenyum simpul
Betapa beruntungnya Clara mendapat pria sebaik Bian,melihat ketulusan Bian pada sang anak hatinya terenyuh
Saat dia menyia-nyiakan Clara,dengan setia Bian lah yg menjadi pelindung dari anaknya
" Bangun Bi ? " ucap Yolanda pelan membangunkan Bian yg tengah tertidur
Biantara menggeliat menatap sekeliling,dia lupa kalau masih berada di rumah sakit
Matanya terlihat sembab sama seperti Yolanda
" Tante .. maaf saya ketiduran ?" ucap Bian
" Nggak apa-apa,Tante tahu kamu kelelahan..
Makan dulu yuk,Tante udah belikan makanan " ajak Yolanda
Terlihat di meja Banyak makanan dan minuman
Biantara berdiri dan makan bersama Yolanda
" Loh Tante .. Dira kemana ya ?" tanyanya
" Oh iya Tante lupa bilang Bi,tadi dia pamit pulang katanya mau ngabarin mamanya ? kan malam ini rencana kamu melamar anak saya,jadi saya minta batalkan saja dulu menunggu Clara pulih?
maaf ya Tante memutuskan tanpa bertanya dulu,soalnya nggak enak bangunin kamu tidur kayaknya nyenyak banget " balas Yolanda
Bian langsung teringat,benar juga malam ini rencana mau melamar Clara.
Pasti papa dan Tante Celline sudah bersiap-siap
Ponsel Bian berbuunyi ada panggilan masuk dari Tante Celline
" Hallo bi? gimana keadaan Clara " tanyanya
" Masih belum sadar Tante ? Acara lamarannya di tunda dulu,bilangin papa ya Tan ? " sahut Biantara
" Iya Bi,Tante belum bisa jenguk Clara bi? soalnya masih ramai dirumah ada keluarga Om Harun " ucapnya setengah berbisik
" Iya Tante ? aku ngerti kok "
Bian paham dengan tabiat keluarga Om Harun,apalagi mama dari Om Harun yg sensitif sekali pada Tante Celline
\*\*\*
Dirumah Clara
Sarti senang mendapat kabar dari kepala pelayan yg mengatakan Clara kecelakaan dan dirawat di rumah sakit
Sarti leluasa mengobrak-abrik isi kamar Clara dan mengambil barang-barang penting dari kamarnya.
Dengan begitu Sarti bisa cepat kaya dan menendang Clara dari rumah itu.
__ADS_1
" Aku yakin banyak perhiasan yg dia simpan di brankas,kan Clara punya tambang emas,bisa jadi banyak emas batangan juga " gumam Sarti membayangkan dirinya kaya raya sebentar lagi
Sarti mencari kunci cadangan di laci kamar Yolanda,semenjak ada Yolanda semua kunci disimpan olehnya
Di laci tidak ada kunci cadangan kamar Clara,lalu dimana Yolanda menyimpan kunci itu ?
Sarti tengah kebingungan,gimana caranya dia membuka kamar Clara tanpa memakai kunci
" Sedang apa Bu ?" tanya ibu Lastri mengagetkan
Wajah Sarti langsung pucat,ketahuan juga masuk kamar Yolanda diam-diam
Apalagi yg memergoki Ibu Lastri,kepala pelayan kesayangan Yolanda
Bisa jadi dia mengadu pada Yolanda atas apa yg tengah aku lakukan dikamarnya
Semua laci berantakan karena di obrak-abrik Sarti sampai lupa membereskan dahulu
" Anu .. emm? saya sedang mencari kunci cadangan kamar saya? soalnya saya lupa naruh kuncinya dimana ?" jawab Sarti gelagapan karena gelisah
Ibu Lastri mengernyit,Masa cari kunci cadangan semua laci berantakan
Ini orang mau nyari kunci apa mau nyuri sih?
Ibu Lastri curiga ada maksud lain dibalik alasan ibu Sarti ?
jangan-jangan dia mau ngambil kunci kamar Nona Clara
Ibu Lastri tertawa dalam hati
Pasti ibu Sarti mau mencuri lagi dikamar nona Clara
Kasihan sekali kuncinya tidak ada?
" Ibu cari ini .. " Ibu Lastri mengeluarkan kunci cadangan kamar Clara
Mata Sarti mendelik sempurna
Susah payah dia mencari ternyata kunci itu disimpan ibu Lastri
" Berikan pada saya "
" Lah,mana bisa ?
Ibu katanya nyari kunci kamar ibu sendiri,kok sekarang minta kunci kamar nona Clara.
Jangan-jangan mau nyuri perhiasan dan uang lagi ya ?" tebak ibu Lastri
Wajah Sarti bertambah pucat pasi
Darimana dia tahu kalau Sarti mencuri dikamar Clara,ini gawat ?
Ibu Lastri bisa melapor pada Clara atau Yolanda
Sarti mendorong tubuh Lastri hingga jatuh tersungkur
Dengan sengaja Sarti mencekik leher Lastri kuat
Lastri memekik kesakitan,bicara saja tidak bisa.
Mau meminta tolong tidak ada siapapun yg lewat,sekuat tenaga Lastri menendang-nendang kakinya
AWww...
__ADS_1
Sarti memekik memegangi perutnya terkena tendangan Lastri
*** Bersambung ...