Gadis Desa Bikin Candu

Gadis Desa Bikin Candu
Bab 63


__ADS_3

" Selamat datang kembali nona ?" sapa pelayan menunduk hormat


Clara tersenyum diatas kursi roda


Yolanda belum memperbolehkan Clara berjalan sendiri meskipun kondisinya sudah pulih


Deni dan Viona menghambur ke pelukan Clara


" Ona kangen kak ?" ujar Viona dengan suara cadelnya


Clara gemas menghujani kecupan di pipi Viona


" Kemarin kan Viona ikut jenguk kakak,masa udah kangen lagi ?" balas Clara


Viona malah tertawa


Setelah puas main bersama Viona dan Deni,Clara melanjutkan istirahat di kamar


Clara sejak tadi menahan kantuk,namun demi sang adik Clara rela menemani mereka


" Ibu Sarti kemana Bu? kok aku nggak lihat dia dari tadi aku pulang ?" ujar Clara


Yolanda mengedikkan bahu tanda tidak tahu,Sarti kerap keluar entah kemana dan dengan siapa.


Yolanda tak ingin ikut campur urusan Sarti


Clara mengusap wajahnya kasar


Baru sebentar ditinggal banyak barang yg hilang dari kamarnya.


Clara melihat-lihat tas branded didalam etalase tempat koleksi tas dan sepatu


Ada beberapa hilang,Clara sudah menduga pasti ulah Sarti


Kalau bukan dia siapa lagi pencuri dirumah ini?


Di Bogor


Wijaya mengetahui pertunangan Biantara dengan Clara dari Celline yg semalam menelfon


Wijaya senang,Biantara mendapat jodoh sebaik Clara


Siapa yg tidak jatuh cinta pada wanita cantik seperti Clara,sifatnya lemah lembut,peyayang persis seperti mendiang istri Wijaya


Wijaya berencana membuat acara syukuran atas pertunangan cucunya itu?


Meskipun Wijaya tahu sifat ibu angkat Clara tak jadi masalah untuk menjadikan Clara sebagai cucu menantu.


Toh Sarti berstatus ibu angkat saja,yg lebih berhak atas Clara ya ibu kandungnya sekarang.


Wijaya yakin lambat laun Clara mengetahui sifat asli Sarti


Tapi siapa sangka sejak Clara mengajak Sarti tinggal bersama sudah mengetahui niat busuk Sarti dengan Darma


" Saya senang Tuan Bian sebentar lagi menikah sama Clara ? " ujar Mumun meletakan satu gelas teh hangat


Wijaya mengernyit


Mumun tahu darimana,apa dia nguping semalam?


" Kamu tahu Mun ?" tanya Wijaya


Mumun nyengir,semalam dia sengaja menguping mendengar Wijaya menyebut nama Clara saat mendapat panggilan telfon dari anak perempuannya di Jakarta


" Anu? semalam nggak sengaja dengar tuan ?" balas Mumun

__ADS_1


" Bilang saja kamu nguping Mun " ujar Wijaya tertawa


Mumun tak bisa berbohong,mana ada seorang Mumun tak sengaja mendengar pembicaraan orang lain?


Biasanya juga suka nguping dan kepo sama siapapun


Wijaya paham tabiat Mumun,pasti sebentar lagi kabar pertunangan Biantara menyebar karena Mumun


" Tahu saja Tuan ini " Balas Mumun ikut tertawa


Wijaya memperlakukan anak buahnya layaknya keluarga,oleh karena itu anak buahnya sangat dekat dengan Wijaya dan tak sungkan lagi meminta bantuan padanya jika membutuhkan


Di perkebunan heboh kabar pertunangan Biantara dan Clara


Mereka berkerumunan bergosip saat makan siang


Pengawal Wijaya sampai bosan mendengar para pekerja menggosipkan Tuan mudanya


" Sudah bubar !! bubar !! kalian niat bekerja apa ngegosip " ujar Sandy tidak suka Tuan mudanya di gosipkan lalu membubarkan para pekerja untuk bekerja kembali


Meskipun benar Tuan muda telah bertunangan tapi tidak pantas rasanya menggosipkan bosnya sendiri


Juragan Ghani lewat bersama Ucup dan Juki tak sengaja mendengar gosip pekerja Tuan Wijaya


Hatinya panas karena tidak bisa mendapatkan Clara,sekarang malah mendapat lelaki yg lebih kaya darinya


Pantas saja Darma kaya raya sekarang,anaknya saja morotin uang Tuan Biantara


" Mentang-mentang dapat lelaki kaya menolak saya yg jelas masih tampan begini ? iya nggak ?" tanya juragan Ghani pada kedua anak buahnya


Ghani tak sadar dirinya sudah tua dan keriput,berlagak bujangan


Ucup dan Juki saling menatap lalu mengangguk sambil menggaruk kepalanya yg tidak gatal,sebenarnya mereka ingin tertawa namun di tahan


Ghani melanjutkan perjalanannya untuk menagih hutang pada tetangga yg mengutang padanya


Ghani suka bertindak sesuka hati saat orang yg mengutang padanya tak menyicil uang pinjaman dan menunggak beberapa kali


Harusnya dia memaklumi warga di kampungnya yg kesulitan ekonomi,bukan malah memerasnya


Memberi bunga yg sangat besar untuk pinjamannya


Darma berpapasan dengan Ghani,mobil Darma sepertinya baru karena masih mengkilap


Darma melirik sinis juragan Ghani


" Ciihh ? punya mobil begitu saja bangga ?" gumam juragan Ghani iri melihat Mobil mewah Darma


Iri tanda tak mampu,emang benar?


Mana sanggup Ghani membeli mobil Pajero semahal itu,mobil dipakainya saja beli bekas


Ya masih untung punya mobil,daripada tetangga-tetangganya yg misquin ?


Untuk makan susah,apalagi beli mobil


**


Rumah Wijaya ramai dengan warga yg di undang acara syukuran pertunangan Biantara


Wijaya mengadakan pengajian dan membagikan sumbangan bagi orang yg tidak mampu


Anak kecil berbondong-bondong mengikuti pengajian itu,mereka senang karena ada makanan enak-enak disana


Ririn dan emaknya terkejut,syukuran yg diadakan Tuan Wijaya adalah syukuran pertunangan Tuan muda Biantara bersama Clara

__ADS_1


Ririn tak menyangka dengan mudah Clara mendapat lelaki kaya seperti Tuan Muda Biantara


Jelas-jelas Clara hanya gadis miskin tidak pantas bersanding dengan Tuan muda Biantara


" Clara pakai pelet apa sih Mak? masa tiba-tiba tunangan sama Tuan Bian,kan aneh ?


Kalau orang kaya biasanya kan nggak mau punya menantu orang miskin ? " Ujar Ririn berbisik pada emaknya ditengah keramaian


" Mana emak tahu,mungkin udah jodohnya Rin ?" balas emak Ririn



Ririn kesal emaknya tak bisa diajak kompromi,selalu saja cuek dan tak perduli gosip luaran sana



Pengajian pun di mulai dipimpin ustad Yusuf


Setelah pengajian dilanjutkan dengan membagikan sumbangan untuk warga yg membutuhkan


Sumbangan itu dibagi rata pada warga di kampungnya,tidak ada yg terlewat satupun karena sudah ada nama-nama warga di buku catatan yg diberikan Mumun


Mereka berkumpul dan berbaris mengantri untuk maju.


Wijaya tersenyum senang,acara syukuran berjalan lancar seperti apa yg Wijaya mau



" Mun,itu makanan masih banyak bagikan saja pada mereka ya ?" Wijaya menunjuk anak-anak kecil masih bermain dihalaman rumahnya


" Siap Tuan ?" balas Mumun mencari plastik untuk mengisi makanan ringan masing-masing diberikan pada anak kecil disana


Mereka senang,setelah mendapat makanan enak?


Pulang-pulang dikasih jajanan.


" Terimakasih teh Mumun " ucap mereka serentak



" Jangan sama teteh makasihnya,sama Tuan Wijaya tuh disana ?"


Anak-anak itu bergegas menghampiri Tuan Wijaya untuk berterimakasih


Wijaya mengeluarkan uang seratus ribuan dalam kantong celananya dibagikan satu persatu untuk mereka


Betapa senangnya anak kecil itu


" Rejeki nomplok ?" ceplos anak kecil sepantaran Deni adik Clara


Wijaya sontak tertawa,anak kecil itu lucu sekali ?


\*\*\*


Celline mendapat telfon dari Wijaya yg sedang mengadakan acara syukuran di rumahnya


" Lihat Lin,banyak yg datang?


mereka antusias sekali,dan senang saat mendapat kabar Bian dan Clara bertunangan ?" ujar Wijaya


" Iya pa,aku juga senang akhirnya Bian menemukan wanita yg tepat,sifat Clara persis seperti mendiang mama ?" balas Celline teringat mamanya yg telah tiada



\*\*" Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2