Gadis Desa Bikin Candu

Gadis Desa Bikin Candu
Bab 88


__ADS_3

Biantara belum berani menceritakan tentang Jasmine pada istrinya


Dia takut Clara jadi benci dan meninggalkannya setelah tahu semua kenyataan yang telah dia sembunyikan bersama Adrian selama ini


Di rumah sakit, Biantara menunggu Jasmine sendirian


Operasi Jasmine memakan waktu empat jam, Biantara sampai kelelahan


Bahkan belum sempat makan sejak pagi, di rumah dia tidak sempat sarapan


Semalaman dia tak bisa tidur memikirkan rencana Jasmine menemui Clara


Oleh karena itu Biantara mendatangi langsung rumahnya, tapi ternyata kunjungannya hanya menambah masalah keluarganya saja


Dokter selesai mengoperasi Jasmine, dan keluar bersama perawat yang mendampinginya


Biantara bergegas berdiri menghampiri dokter itu " Bagaimana dok " tanyanya


" Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar, untuk sekarang ini nyonya Jasmine belum sadarkan diri karena obat bius belum habis.


Setelah nyonya Jasmine sadar, usahakan untuk selalu mendampinginya. "


" Baik dokter, terimakasih " Balas Biantara sujud syukur


Biantara mengintip mamanya dari balik kaca jendela


Mamanya terbaring lemah di ranjang, dengan selang infus yang masih terpasang


"Maafkan Bian ma,, maafkan Bian? " lirihnya berulang kali


Biantara menyesali perbuatannya melawan Jasmine


Meskipun Biantara menyesal, tapi dia tidak membenarkan tindakan Jasmine yang ingin memisahkan Biantara dan istri

__ADS_1


Di rumah Clara


Clara menunggu Biantara dari pagi sampai sore belum pulang


" Kemana mas Bian sih? " kesal Clara menunggu kepulangan sang suami



Clara sampai keluar kamar menunggu suaminya di depan rumah sendirian


dia duduk di kursi dengan terus memegang ponsel di tangan


Nomor Biantara tidak bisa di hubungi


Clara terus mencobanya meskipun sudah tahu nomor suaminya tidak bisa di hubungi


" Nggak biasanya ponsel mas Bian mati " gumamnya lirih


Yolanda yang baru pulang dari kantor terheran melihat Clara di depan rumah sendirian


" Clara sayang,, kenapa di luar?? " tanya Yolanda menghampiri


" Mas Bian belum pulang bu,, entah kemana dari pagi, aku tidur, bangun-bangun mas Bian nggak ada.


kayaknya mas Bian ke kantor deh, ,


Tapi Clara heran, ke kantor jam segini belum pulang,ibu saja sudah pulang.


Anehnya ya bu, nomor mas Bian nggak aktif.


aku telfon berulang kali tetap saja hasilnya nihil,, " Clara berbicara sambil memantulkan bibirnya


Yolanda sampai menahan tawa, tapi tidak berani tertawa di depan anaknya langsung

__ADS_1


Yolanda takut perasaan Clara sensitif karena kehamilannya


Biasanya orang hamil mudah marah bawaan bayi


" Mungkin Bian pulang ke rumah orang tuanya sayang, sudah lama dia nggak pulang kan, pasti papanya kangen dong sama Bian,,?? " ujar Yolanda menenangkan hati sang anak agar berpikiran positif supaya tidak mengganggu pikirannya


Yolanda paham, pasti anaknya gelisah memikirkan suaminya sekarang


Apalagi dia tengah hamil muda, masih butuh perhatian dari suami


" Apa iya Bu,,


Terus, kenapa ponselnya mati?


pesan Clara pun nggak di balas " keluh Clara


" Ya bisa jadi sayang, kalau ponselnya mati terus lupa ngecas ?


Tahu sendiri Biantara bagaimana sifatnya, ngobrol sampai lupa waktu dan lupa segalanya, tapi kalau sama anak ibu nggak boleh lupa dongg??? " goda Yolanda mencubit gemas pipi Clara


" Ihh, ibu, mana ada??


Kalau mas Bian lupa aku, biarin saja, aku tinggalin baru tahu rasa " balas Clara dengan bibir mengerucut


" Ibu bercanda sayangku,,


Siapa sih yang mau ninggalin anak ibu yang cantik jelita ini "


" Ibu bisa saja deh??? " Clara tersipu malu di puji Yolanda sang ibu



Yolanda terkekeh, anaknya masih kaya anak SMP, mungil dan manjanya minta ampun

__ADS_1


Di luaran sana banyak yang tidak menyangka anak Yolanda sudah menikah, mereka mengira Clara masih gadis yang baru beranjak dewasa


__ADS_2