
Yolanda terus berdo'a untuk kesembuhan Clara
Sebelum ke kantor, Yolanda menyempatkan waktu menjenguk Clara di rumah sakit
Dia ingin tau perkembangan Clara selama masa perawatan
" Cepatlah sadar sayang,, Ibu kangen kamu, kangen kebersamaan kita.
Berjuanglah demi anak di dalam kandunganmu, cepatlah sadar sayang, Ibu mohon? " bisik Yolanda di telinga Clara
Clara meneteskan air mata mendengar bisikan sang ibu
Dia seperti sedang bermimpi, sulit untuk sekedar membuka mata
Dirinya berpetualang menyelami mimpi indahnya
Sebisa mungkin Clara menggerak-gerakan jarinya, merespon sang ibu
Satu kali tidak berhasil, Clara mencobanya berulang kali
Jari manis Clara bergerak pelan,dia punya semangat untuk bangun bertemu orang-orang yang dia sayangi, termasuk sang suami
Yolanda melihat jari Clara bergerak " Astaga sayang,, kamu sadar nak. "
Clara membuka mata, mengerjap-ngerjapkan matanya pelan
" Ibu,, ? " lirih Clara
Yolanda menggenggam tangan Clara erat-erat
" Iya sayang,, ini ibu,, ini ibu nak??" Yolanda menatap haru Clara
" Mas Bian,, "
" Bian lagi cari sarapan nak,, sebentar lagi kembali.
sabar ya,, ?? " Yolanda mengelus rambut Clara
Clara menganggukan kepala pelan
Kepalanya terasa pusing dan berat, berasa tidur sangat lama
Krek..
Bunyi pintu terbuka
Biantara datang menjinjing kantong keresek berisi sarapan pagi
Dia belum menyadari Clara sudah sadar,Biantara duduk meletakan sarapan paginya di meja
" Mas Bian,, " panggil Clara lirih
Biantara terhenyak, dia seperti mendengar suara istrinya memanggil
Dia menggeleng-gelengkan kepala dengan mata terpejam,berpikir bahwa itu halusinasinya
" Mas Bian,, Mas darimana?? " ujar Clara lirih
Biantara meremas rambutnya " Sadar Bian,, sadar. Istrimu belum sadarkan diri "
" Kata siapa? " balas Clara
Biantara terdiam, suara itu sangat nyata
Dia menoleh ke arah ranjang Clara
Dunianya serasa berhenti berputar, dirinya mematung di tempat
Rasanya tidak percaya istrinya bangun dari komanya selama berhari-hari
Clara menyunggingkan senyum menatap suaminya yang mematung di tempat
" Mas nggak kangen aku?? " Ujar Clara bersuara manja
Biantara berlari memeluk Clara " Kamu bangun sayang,, kamu bangun.
Ini nggak mimpi kan,, Ibu, ini nggak mimpi kan "
Clara dan Yolanda terkekeh melihat Biantara
__ADS_1
" Nggak Bi,, istrimu memang sudah sadar " balas Yolanda
" Ibu nggak bohong kan, coba cubit tangan aku " titah Biantara
Yolanda mencubit tangan Biantara
" Aw,, sakit Bu? " desis Biantara
" Nggak mimpi kan " tanya Yolanda
Biantara menggelengkan kepala, lalu memeluk sang istri
" Mas senang kamu sadar sayang,, ? terimakasih " Biantara mengecup pipi Clara berulang
Clara sampai kegelian di cium sang suami
" Sudah mas,, malu sama ibu " Lirih nya
" Nggak apa-apa sayang,, Ibu tau, suamimu pasti senang kamu sudah sadar dan kembali lagi sama kita " Balas Yolanda mengerti
" Benar tuh kata ibu,, Nggak usah malu-malu sayang " sahut Biantara
Clara spontan mencubit perut Biantara
" Aw,, jahil kamu ya? " Biantara kesakitan memegangi perutnya
" Biarin,, Wle? " Clara menjulurkan lidahnya
" Ih, gemes deh, pengen cium? " Ceplos Biantara menggoda Clara
Clara melempar bantal ke arah Biantara
" Bisa diam nggak mas,, " Clara mengerucutkan bibir cemberut
" Iya,, mas diam nih?? " Biantara mencubit gemas pipi Clara
Yolanda melihat adegan mesra sang anak bersama menantunya, tersenyum bahagia
Yolanda ikut senang, artinya pernikahan anaknya harmonis dan bahagia
Sudah beberapa hari ibu nggak datang ke kantor, jadi ibu pamit ya,, nanti sore ibu kesini lagi?? " pamitnya
Clara menoleh menatap ibunya
" Iya ibu,, tenang saja, ada mas Bian kan, yang jagain aku? "
" Iya bu,, ibu nggak perlu khawatir, ada aku disini " sahut Biantara
" Baiklah,, Ibu pamit ya sayang.
jangan lupa minum obat, makan dan istirahat yang cukup " Yolanda memperingatkan Clara,mengecup ke dua pipinya sebelum pergi
" Siap komandan " Canda Clara
Yolanda terkekeh, waktunya sudah tidak banyak
Dia pun bergegas ke kantor
Di kantor
Banyak yang menanyakan kondisi Clara, berita Clara tertusuk pisau heboh di kantor
Banyak yang tidak menyangka, ibu angkat bosnya tega mencelakainya
" Bagaimana kondisi Nona Clara, Nyonya?? " tanya Sintia
" Alhamdulillah Clara sudah sadar dari koma,, Do'akan anak saya segera sehat Sintia? " Balas Yolanda
" Tentu nyonya,, Saya selalu mendo'akan kesembuhan Nona Clara, beliau sangat baik kepada saya, dan ibu saya.
Kalau bukan karena Nona Clara, Ibu saya pasti belum sembuh dari penyakitnya " Ujar Sintia mengingat kebaikan Clara membiayai biaya rumah sakit ibunya
" Terimakasih Sintia,, anak saya memang baik sama siapapun,dia tetap baik sama ibu angkatnya, meskipun dia jahat.
__ADS_1
Anak saya tidak bisa membedakan mana orang yang tulus, dan mana yang tidak tulus " Balas Yolanda
Sintia merasa prihatin atas musibah yang menimpa keluarga Clara
Harta melimpah tidak menjamin hidupnya bahagia
***
Di kediaman Adrian
Naumi datang bersama Tesi mamanya, dia hendak meminta kejelasan hubungan Naumi dan Biantara
Jasmine selalu memberikan janji palsu pada mereka
Tesi dan Naumi kecewa, merasa di bohongi jasmine
Padahal harapan Naumi sangat besar untuk menjadi istri Biantara
" Jasmine,, Jasmine!! " teriak Tesi turun dari mobil
Tesi berlari menggedor pintu rumah Adrian, disusul Naumi di belakang
Pintu depan tidak terkunci, Naumi dan Tesi dengan mudahnya masuk menyelinap rumah Adrian
Mereka berdua berlari mencari Jasmine kesana, kemari
Jasmine terkejut mendengar teriakan Tesi yang menggema
" Eh, jeng Tesi..
kapan datang " Ujar Jasmine sekedar basa-basi
Jasmine merasakan sesuatu buruk menimpa dirinya
" Nggak usah basa-basi jeng Jasmine,langsung saja.
Kedatangan kami kesini meminta kejelasan untuk hubungan Naumi dan Biantara, Masih bisa di lanjutkan atau berhenti disini saja.
Kami lelah di bohongi jeng, mau sampai kapan jeng Jasmine memberi kami harapan palsu.
Tidaklah kasihan pada anak saya Naumi, Berhari-hari dirinya menangis mengharapkan kedatangan Biantara.
Tapi apa yang kami dapat selain omong kosong jeng Jasmine, nggak ada kan !
Dan setelah ini, saya akan mengeluarkan jeng Jasmine dari arisan, dan genk ibu-ibu sosialita
Saya malas mendapat anggota seperti Jeng Jasmine, pembohong dan tidak bisa memenuhi janjinya. " Ucap Tesi
Jasmine terdiam, dia tidak mau keluar dari genk sosialita nya
Artinya uang jutaan akan melayang dalam sekejap, dia belum sempat mendapat arisan itu sudah di keluarkan
Jasmine keberatan " Ya nggak bisa gitu dong jeng,, mana bisa jeng Tesi mengeluarkan saya, jeng Tesi kan cuma pengurusnya.
Lagian, saya belum dapat arisan, bisa rugi dong? "
" Saya nggak mau tau,, kami sudah berunding, dan sepakat mengeluarkan jeng Jasmine.
Mana ada sih, yang mau punya teman pembohong kaya jeng Jasmine.
Apa kurangnya Naumi sampai Biantara nggak mau menemuinya, Naumi Cantik, berkelas, pendidikannya tinggi.
Wanita seperti apa yang Biantara cari,, "
" Bukan begitu jeng,, tau sendiri anak saya belum pulang, dia masih sibuk merintis bisnisnya di luar kota.
Setelah Biantara pulang, saya janji mempertemukan Naumi dan Biantara secepatnya. " Ujar Jasmine
" Tante jangan bohong deh,,
Aku sering lihat Biantara keluar masuk kantor disini,dia bersama wanita entah siapa itu,mereka punya hubungan khusus, buktinya mereka sangat mesra.
Om Adrian pun menyambut baik wanita itu,, Jangan-jangan Tante sudah tau siapa wanita itu, lalu menutupinya dari kami " Naumi menyahut
Jasmine bertambah syok, mengapa suaminya belum cerita apa-apa
Apa suaminya diam-diam mencarikan wanita untuk Biantara
__ADS_1
" Siapa wanita itu " Batin Jasmine bertanya-tanya
***