
Biantara tidak punya semangat lagi setelah mendapat kabar clara telah pergi ke jakarta
" Jangan melamun terus nanti kesambet ?" tegur kakek wijaya
" Kenapa clara tiba-tiba kejakarta ya kek?"
Dahi wijaya berkerut,clara lagi clara lagi
Ia sampai bosan mendengar bian terus-terusan mengeluhkan clara
" Tanyakan saja pada ibu sarti bi"
Raut wajah bian langsung cerah mendengar saran dari sang kakek
" Kalau kamu mencintainya,kejarlah bian? Kakek tidak melarangmu berhubungan dengan gadis desa sperti mamamu ?"
Biantara menoleh pada kakek wijaya
" Mama tidak melarang kek,hanya saja mama mau mencarikan jodoh yang sepadan dengan kita ?"
Kakek wijaya terkekeh
" Apa kamu tidak tahu,mamamu dulu anak dari seorang petani,dia juga berasal dari desa,sebelum menikah dengan papamu rumahnya seperti gubuk yang sudah reot,waktu papamu mengenalkan jasmine pada kakek,dia hanya memakai rok panjang dan kemeja polos layaknya gadis desa ? Selama papamu senang dan mereka saling suka,kakek tidak menghalangi niat mereka untuk menikah dan memberikan restu ?"
Mulut bian menganga,hari ini dia mendapat fakta baru tentang mamanya,rasanya tidak percaya mama jasmine berasal dari desa
" Tapi kek,mama bilang dia keturunan orang kaya,dia bilang kakek dan nenek bian berasal dari singapura dan sudah meninggal " balas bian dengan keterkejutannya
Kakek wijaya tertawa renyah,tidak menyangka sang cucu mudah percaya dengan cerita mamanya
" Sini ikut kakek ,,? " kakek wijaya memperlihatkan album foto ijab kabul sang anak dengan jasmine ,difoto itu terlihat jelas rumah sang mama terbuat dari anyamam bambu dan kedua pasutri yang menggandeng lengan jasmine kanan kiri,bian sudah bisa menebak siapa itu,dia adalah nenek kakeknya dari sang mama,kakeknya memakai sarung dan kemeja lusuh,sedangkan sang nenek memakai kain jarik dan kebaya motif bunga jaman dahulu
Biantara tidak menyangka selama ini dibodohi sang mama yang terobsesi dengan kekayaan hingga rela menjadikan anaknya untuk obsesinya sendiri,memilihkan jodoh dari keluarga kaya raya.
"Kakek tidak bohong,ini bukan foto rekayasa?"
" Perhatikan baik-baik bian,kakek tidak pernah merekayasa foto itu,lagian itu foto tahun sembilan puluhan,warnanya saja sudah sedikit pudar ?" jawab santay sang kakek
Benar kata kakek,album foto orang tuanya sudah sedikit pudar,tidak mungkin kakeknya berbohong
Bian beranjak pergi
" Mau kemana bian?"
" Rumah ibu sarti kek?" jawab biantara menyambar kunci mobilnya
"Semoga kamu berjodoh dengan clara bian ?" gumam wijaya lirih
__ADS_1
Rumah ibu sarti terlihat sepi,tidak ada siapapun diluar
Tok tok tok ! bian mengetuk pintu
Tok tok tok !! Tidak ada jawaban lagi dari penghuni rumah
Namun ketika akan menaiki mobil dari arah belakang ia melihat ibu sarti menggendong viona,bian mengurungkan niatnya untuk pulang dan berbalik menghampiri ibu sarti
Ibu sarti mengucek-ngucek matanya takut salah lihat didepan ada biantara
" Ibu sarti ?" panggil biantara
" Iya tuan,, ini beneran tuan bian?" tanya sarti tidak percaya untuk apa biantara datang menemui dirinya
" Benar bu,, bisa minta waktunya sebentar"
Sarti mengangguk " silahkan masuk tuan ?"
" Disini saja bu,, " jawab bian menunjuk kursi depan rumah
Mereka duduk ,bian bingung harus memulai darimana untuk menanyakan clara ?
" Ada apa tuan?" tanya sarti memecah keheningan
" Sebenarnya kedatangan saya kemari ingin menanyakan clara bu ?"
Ibu sarti mematung ditempat,tuan biantara menanyakan anak sulungnya,apa dia mau menagih hutang suaminya,ia bingung harus menjawab apa
" Anu,, tuan,, clara sebenarnya mendatangi alamat majikan saya dulu " jawab sarti merasa resah hutangnya akan ditagih,keringat dingin membasahi pipinya
Biantara yang melihat ibu sarti seperti orang ketakutan membuat ia bingung
" Ibu kenapa,, kok kayaknya takut banget sama saya ?"
" Ehh,, ti-tidak tuan ?" sarti tergagap menjawab bian
" Tuan kesini menanyakan clara ,mau menagih hutang yang tuan berikan pada juragan ghani kan?kalau iya,maafkan saya dan anak saya tuan,, kami belum punya uang sebanyak itu ? Saya mohon jangan hukum kami tuan ?" ucap sarti mengatupkan tangannya memohon pada biantara
Tentu saja biantara kaget,ibu sarti telah salah paham pada dirinya
" Bukan bu,, saya mau mencari clara di jakarta bu,kalau bisa saya akan mencarikan pekerjaan untuk anak ibu ?" ucap biantara menatap ibu sarti
" A-apa ... Tuan mau memberikan anak saya pekerjaan ?" tanya sarti membelakan matanya tidak percaya
Biantara mengangguk
" Sebenarnya clara ke jakarta mau mencari orang tua kandungnya tuan ?" jawab sarti ragu-ragu
__ADS_1
Dahinya berkerut mendengar jawaban ibu sarti,ke jakarta mencari orang tua kandung,bukankah clara anaknya ibu sarti.
Banyak pertanyaan di kepalanya
" Bukannya clara anak ibu?" tanya biantara ingin tahu
Sarti menggelengkan kepalanya lalu menceritakan dari mana asal usul clara,sampai sarti membawa clara ke bogor tinggal bersamanya
Biantara manggut-manggut mendengarkan penjelasan ibu sarti,biantara terlihat syok
Pantas saja dari pertama kali bertemu clara seperti tidak percaya bertemu gadis blasteran di desa sang kakek
" Lalu orang tua clara dimana bu?" tanya biantara setelah mendengarkan cerita ibu sarti
" Saya tidak tahu tuan,didalam tas hanya ada petunjuk sebuah foto dan kalung liontin nama clara.?"
" Kalau boleh tahu dimana alamat ibu bekerja dulu,, ?"
" Dikawasan bukit golf pondok indah tuan ?"
" Loh rumahku kan juga di sana ?" ucap biantara dalam hati
Tidak jarang memang para pengusaha berumahkan disana,kawasan elite dengan rumah harga fantastis bukan lagi milyaran rupiah tapi ratusan milyaran hampir sama dengan harga rumah di Beverly hills california
"Boleh tau nama atasan ibu dulu ?"
" Namanya ibu celline tuan ?"
Biantara kaget,tidak menyangka ibu sarti pernah bekerja dirumah ibu celline yang ternyata adik dari papa adrian
" Apa ibu celline tidak mempunyai anak dulunya bu ?"
Deg ... ! Jantung sarti serasa berhenti berdetak
" Tu-tuan kenal ibu celline ? "
" Ya ,, dia adik dari papa saya "
Sarti bertambah panik berkali-lipat,artinya dulu ia menfitnah anak dari tuan wijaya
Sarti ketakutan dirinya akan mendapat masalah,apalagi dengan tuan wijaya yang terkenal sangat kaya raya
Andaikan dulu clara diberikan pada ibu celline,pasti sekarang hidup clara bahagia dan berkecukupan
Diam-diam sarti meneteskan air mata
" Ibu kenapa ?" tanya bian melihat sarti menangis
__ADS_1
" Sebenarnya dulu ibu celline pernah meminta clara untuk dirawat dirinya,namun saya kabur membawa clara dan saat ibu celline menyusul kami di terminal bus,saya menfitnah dia seorang penculik ? Saya minta maaf tuan,saya benar-benar tidak tahu kalau ibu celline anak dari tuan wijaya ?" ucap sarti menangis
Baintara semakin tidak menyangka,tante celline dulu berniat mengadopsi clara sebagai anaknya,dia memang belum mempunyai anak sampai sekarang dan mengadopsi anak dari panti asuhan yang bernama Dira,usianya masih sepantaran clara,dia sekarang berkuliah di inggris