
Clara bersantai di balkon kamar,tidak sengaja melihat Sarti baru pulang
Clara memperhatikan tas Sarti,tas itu mirip punyanya?
Sejak kapan Sarti berpenampilan glamour begitu,yg Clara tahu jika keluar rumah Sarti berpakaian biasa namun kali ini berbeda
Penampilan Sarti bak sosialita,beberapa perhiasan melekat di tubuhnya
" Kayaknya itu tas aku deh ?" batin Clara dalam hati terus memperhatikan Sarti
Ting
Bunyi notifikasi pesan di ponsel
" Kakek Wijaya ? tumben " gumam Clara membuka pesan
Wijaya mengirimkan video dan foto-foto pengajian semalam
Clara terharu,begitu senangnya Wijaya sampai mengadakan acara syukuran untuk pertunangannya
" Terimakasih sudah mau mendo'akan Clara dan Bian diacara syukuran itu kek ?" Clara membalas pesan Wijaya
" Sama-sama Clara ? kami semua senang sebentar lagi Bian menikah denganmu nak "
Setelah berkirim pesan Clara berniat pulang kampung ke Bogor mengajak Biantara
Pasti Wijaya senang Clara dan Bian berkunjung ke rumahnya
Clara sebenarnya ingin menikah dengan Bian di kampung saja,dia berpikiran agar orang kampungnya ikut meramaikan suasana pernikahannya
Ditambah lagi Clara teringat kampung yg kesulitan ekonomi,setidaknya Clara bisa membagikan makanan gratis setelah pernikahannya di laksanakan
Biarlah mereka merasakan makan enak dengan berbagai macam hidangan di acara pernikahan Clara
Masalah resepsi bisa di adakan di Jakarta,yg terpenting di Bogor mereka ikut merasakan kebahagiaan yg dirasakan Clara dan Biantara
Clara mengirim pesan pada Bian
**
Bian yg sedang memeriksa laporan mendengar bunyi notifikasi pesan
Clara : " Pernikahan kita di Bogor saja ya Bi? "
Biantara terheran,kenapa tiba-tiba ?
Kemarin Clara tidak bilang apapun dan mengiyakan saja ,tapi bagus juga sih?
Mama Jasmine pasti nggak tahu.
Biantara memikirkan alasan untuk mengajak papa Adrian ikut bersamanya ke Bogor
Biantara mengabari Wijaya untuk mengabarkan acara ijab Qabulnya akan dilaksanakan di Bogor
Wijaya dengan senang hati mengiyakan Bian,Wijaya bisa mengadakan pesta besar-besaran di kampungnya
Tidak perduli pada menantu yg tak menyetujui hubungan Bian yg penting ada Wijaya dan Adrian setia mendukung Bian
Bagaimanapun kebahagiaan Bian nomor satu,suka tidak suka?
Mau tidak mau Jasmine harus merestui Bian nanti
Toh Jasmine juga nggak di ajak ke Bogor oleh Adrian,biarlah Jasmine beranggapan Adrian ke Bogor untuk urusan bisnis
Wijaya mencetak banyak undangan untuk di sebarkan ke seluruh desa
Pekerja Wijaya hari ini di liburkan untuk menyebarkan undangan itu di masing-masing tempat
__ADS_1
Satu desa heboh dengan undangan itu,pasalnya Wijaya baru mengadakan acara syukuran
Sekarang undangan pernikahan Biantara dan Clara
Cepat sekali ?
Beberapa warga menduga Clara hamil duluan namun di bantah mentah-mentah oleh pengawal Wijaya
Nyali mereka langsung ciut,mana berani sama pengawal Wijaya?
Bisa-bisa keluarganya tidak makan karena di pecat dari perkebunan tempatnya bekerja
" Mak,lihat deh ?
Clara sama Tuan Biantara mau nikah di kampung kita?
Undangannya dari Tuan Wijaya yg mengadakan pesta besar-besaran"
ujar Ririn heboh
Emak Ririn membaca undangan itu,matanya membulat.
Secepat itukah Clara di nikahkan,padahal baru kemarin ada syukuran di rumah Wijaya
Tapi bagus sih,satu kampung bisa makan gratis dan sepuasnya disana?
" Ya bagus lah Rin,kita makan gratis lagi?
Lagian disana makanannya enak-enak,dan Tuan Wijaya memperbolehkan kita bawa pulang kemarin ?
Dan lihat Rin ?
Tuan Wijaya sama sekali tidak menerima sumbangan,artinya pesta itu sengaja diadakan untuk makan bersama juga ?" Balas emak Ririn antusias
Ririn mengumpat dalam hati,emaknya selalu saja membela Clara
" Dasar emak nggak peka !" batin Ririn kesal
Clara selalu beruntung dari semua gadis di desa,Ririn mengakui kecantikan Clara tak ada duanya dan tidak ada yg mampu menandingi kecantikannya?
Sekalipun gadis kemarin dari kota yg bernama Vania,meskipun orang kaya tetap saja kecantikan Vania diatas rata-rata
Wajar jika Biantara menyukai Clara yg punya sifat rendah hati dan lemah lembut
Clara tidak segan-segan membantu orang yg kesusahan sekalipun dirinya sedang susah
Ririn salut dengan Clara,namun Ririn juga iri melihat Clara suka dipuji setiap lelaki incaran Ririn
Itulah mengapa Ririn sangat membenci Clara sejak dulu?
**
" Pa,Clara bilang pernikahan dilaksanakan di Bogor saja ?
Kakek disana sudah mempersiapkan pesta besar-besaran dan mengundang banyak warga besok,aku nggak enak kalau menolak?
gimanapun juga ini demi kelancaran pernikahan aku pa " ujar Bian datang ke kantor utama menemui Adrian
Adrian terlihat berpikir sebelum menjawab Bian
* Ide bagus Bi ? papa yakin mamamu nggak akan curiga.
Tapi kita bilang apa sama mamamu kalau ke Bogor "
" Papa nggak usah khawatir,kan disana ada pabrik papa juga yg belum lama operasi ?
Bilang saja ada urusan bisnis " balas Bian
__ADS_1
" Anak papa memang pintar " puji Adrian mengacungkan jempol
Biantara mengusap wajahnya kasar,apa selama ini papa nggak sadar kecerdasan yg dia miliki
Biantara pamit pulang untuk kerumah Celline mengabari tantenya itu
" APA ! kakak nggak bercanda kan ?" Ujar Dira kaget
" Nggak lah Dir ? lagian kakek sudah mengundang banyak orang?
Kan malu kalau dibatalkan"
" Tapi kan kakak sudah bilang mau ijab Qabul disini biar Tante Jasmine nggak tahu ?" balas Dira tetap ngeyel
" Bisa saja mama tahu dir? kalau di Bogor kan aku sama papa bisa alasan urusan bisnis disana,jadi mama nggak curiga ?"
" Ada apa sih ribut-ribut ? " Ujar Celline menegur mereka
Kuping Celline sakit kalau mendengar Bian dan Dira berantem kaya tikus dan kucing
" Itu ma,kak Bian yg mulai duluan ?"
" Jangan asal nuduh bocil,lagian kan kakak ngomong baik-baik?
Mulut kamu aja yg sewot " Bian tak mau kalah
" Sudah diam ! diam " Celline melerai pertengkaran mereka
" Kuping mama sakit mendengar kalian ribut terus !"
Dira menjulurkan lidahnya kearah Bian seolah-olah mengejek
Bian mengelus dada
Dira memang menyebalkan ?
" Ada apa Bian ?" tanya Celline duduk di sofa
" Sebenarnya aku mau bilang kalau acara ijab Qabul Bian dirumah Tante di batalkan ? "
" APA !!" Mata Celline membulat karena terkejut
" Tunggu dulu Tan,aku belum selesai ngomong ?
Kakek di Bogor sudah mempersiapkan pesta dan menyebar undangan untuk pernikahan aku sama Clara Tan ?
Aku nggak bisa nolak lah, bisa-bisa kakek malu kalau acaranya dibatalkan disana,berhubung disini belum apa-apa?
Tante nggak apa-apa kan kalau Bian menikah di Bogor saja ?"
Celline menghela nafas panjang sudah mengira Bian membatalkan pernikahannya,setelah mendengar penjelasan Bian.
Celline menyetujui permintaan Biantara
Toh disana kakak iparnya nggak bakal tahu kalau anaknya menikah diam-diam
Celline mendukung apapun keputusan Biantara
Dia tahu Biantara selalu ditentang mamanya kalau mendapat wanita yg tak sesuai kriterianya
Bagi Celline asalkan keponakannya bahagia kenapa enggak ?
Bian dan Clara saling cinta,tidak ada salahnya mereka dipersatukan dengan ikatan pernikahan
Celline terus berdo'a agar Clara dan Biantara bahagia membina rumah tangga yg harmonis nantinya
*** Bersambung ..
__ADS_1