Gadis Desa Bikin Candu

Gadis Desa Bikin Candu
Bab 64


__ADS_3

Clara bersantai di balkon kamar,tidak sengaja melihat Sarti baru pulang


Clara memperhatikan tas Sarti,tas itu mirip punyanya?


Sejak kapan Sarti berpenampilan glamour begitu,yg Clara tahu jika keluar rumah Sarti berpakaian biasa namun kali ini berbeda


Penampilan Sarti bak sosialita,beberapa perhiasan melekat di tubuhnya


" Kayaknya itu tas aku deh ?" batin Clara dalam hati terus memperhatikan Sarti


Ting


Bunyi notifikasi pesan di ponsel


" Kakek Wijaya ? tumben " gumam Clara membuka pesan


Wijaya mengirimkan video dan foto-foto pengajian semalam


Clara terharu,begitu senangnya Wijaya sampai mengadakan acara syukuran untuk pertunangannya


" Terimakasih sudah mau mendo'akan Clara dan Bian diacara syukuran itu kek ?" Clara membalas pesan Wijaya


" Sama-sama Clara ? kami semua senang sebentar lagi Bian menikah denganmu nak "


Setelah berkirim pesan Clara berniat pulang kampung ke Bogor mengajak Biantara


Pasti Wijaya senang Clara dan Bian berkunjung ke rumahnya


Clara sebenarnya ingin menikah dengan Bian di kampung saja,dia berpikiran agar orang kampungnya ikut meramaikan suasana pernikahannya


Ditambah lagi Clara teringat kampung yg kesulitan ekonomi,setidaknya Clara bisa membagikan makanan gratis setelah pernikahannya di laksanakan


Biarlah mereka merasakan makan enak dengan berbagai macam hidangan di acara pernikahan Clara


Masalah resepsi bisa di adakan di Jakarta,yg terpenting di Bogor mereka ikut merasakan kebahagiaan yg dirasakan Clara dan Biantara


Clara mengirim pesan pada Bian


**


Bian yg sedang memeriksa laporan mendengar bunyi notifikasi pesan


Clara : " Pernikahan kita di Bogor saja ya Bi? "


Biantara terheran,kenapa tiba-tiba ?


Kemarin Clara tidak bilang apapun dan mengiyakan saja ,tapi bagus juga sih?


Mama Jasmine pasti nggak tahu.


Biantara memikirkan alasan untuk mengajak papa Adrian ikut bersamanya ke Bogor


Biantara mengabari Wijaya untuk mengabarkan acara ijab Qabulnya akan dilaksanakan di Bogor


Wijaya dengan senang hati mengiyakan Bian,Wijaya bisa mengadakan pesta besar-besaran di kampungnya


Tidak perduli pada menantu yg tak menyetujui hubungan Bian yg penting ada Wijaya dan Adrian setia mendukung Bian


Bagaimanapun kebahagiaan Bian nomor satu,suka tidak suka?


Mau tidak mau Jasmine harus merestui Bian nanti


Toh Jasmine juga nggak di ajak ke Bogor oleh Adrian,biarlah Jasmine beranggapan Adrian ke Bogor untuk urusan bisnis


Wijaya mencetak banyak undangan untuk di sebarkan ke seluruh desa


Pekerja Wijaya hari ini di liburkan untuk menyebarkan undangan itu di masing-masing tempat

__ADS_1


Satu desa heboh dengan undangan itu,pasalnya Wijaya baru mengadakan acara syukuran


Sekarang undangan pernikahan Biantara dan Clara


Cepat sekali ?


Beberapa warga menduga Clara hamil duluan namun di bantah mentah-mentah oleh pengawal Wijaya


Nyali mereka langsung ciut,mana berani sama pengawal Wijaya?


Bisa-bisa keluarganya tidak makan karena di pecat dari perkebunan tempatnya bekerja


" Mak,lihat deh ?


Clara sama Tuan Biantara mau nikah di kampung kita?


Undangannya dari Tuan Wijaya yg mengadakan pesta besar-besaran"


ujar Ririn heboh


Emak Ririn membaca undangan itu,matanya membulat.


Secepat itukah Clara di nikahkan,padahal baru kemarin ada syukuran di rumah Wijaya


Tapi bagus sih,satu kampung bisa makan gratis dan sepuasnya disana?


" Ya bagus lah Rin,kita makan gratis lagi?


Lagian disana makanannya enak-enak,dan Tuan Wijaya memperbolehkan kita bawa pulang kemarin ?


Dan lihat Rin ?


Tuan Wijaya sama sekali tidak menerima sumbangan,artinya pesta itu sengaja diadakan untuk makan bersama juga ?" Balas emak Ririn antusias


Ririn mengumpat dalam hati,emaknya selalu saja membela Clara


" Dasar emak nggak peka !" batin Ririn kesal


Clara selalu beruntung dari semua gadis di desa,Ririn mengakui kecantikan Clara tak ada duanya dan tidak ada yg mampu menandingi kecantikannya?


Sekalipun gadis kemarin dari kota yg bernama Vania,meskipun orang kaya tetap saja kecantikan Vania diatas rata-rata


Wajar jika Biantara menyukai Clara yg punya sifat rendah hati dan lemah lembut


Clara tidak segan-segan membantu orang yg kesusahan sekalipun dirinya sedang susah


Ririn salut dengan Clara,namun Ririn juga iri melihat Clara suka dipuji setiap lelaki incaran Ririn


Itulah mengapa Ririn sangat membenci Clara sejak dulu?


**


" Pa,Clara bilang pernikahan dilaksanakan di Bogor saja ?


Kakek disana sudah mempersiapkan pesta besar-besaran dan mengundang banyak warga besok,aku nggak enak kalau menolak?


gimanapun juga ini demi kelancaran pernikahan aku pa " ujar Bian datang ke kantor utama menemui Adrian


Adrian terlihat berpikir sebelum menjawab Bian


* Ide bagus Bi ? papa yakin mamamu nggak akan curiga.


Tapi kita bilang apa sama mamamu kalau ke Bogor "


" Papa nggak usah khawatir,kan disana ada pabrik papa juga yg belum lama operasi ?


Bilang saja ada urusan bisnis " balas Bian

__ADS_1


" Anak papa memang pintar " puji Adrian mengacungkan jempol


Biantara mengusap wajahnya kasar,apa selama ini papa nggak sadar kecerdasan yg dia miliki


Biantara pamit pulang untuk kerumah Celline mengabari tantenya itu


" APA ! kakak nggak bercanda kan ?" Ujar Dira kaget


" Nggak lah Dir ? lagian kakek sudah mengundang banyak orang?


Kan malu kalau dibatalkan"


" Tapi kan kakak sudah bilang mau ijab Qabul disini biar Tante Jasmine nggak tahu ?" balas Dira tetap ngeyel


" Bisa saja mama tahu dir? kalau di Bogor kan aku sama papa bisa alasan urusan bisnis disana,jadi mama nggak curiga ?"


" Ada apa sih ribut-ribut ? " Ujar Celline menegur mereka


Kuping Celline sakit kalau mendengar Bian dan Dira berantem kaya tikus dan kucing


" Itu ma,kak Bian yg mulai duluan ?"


" Jangan asal nuduh bocil,lagian kan kakak ngomong baik-baik?


Mulut kamu aja yg sewot " Bian tak mau kalah


" Sudah diam ! diam " Celline melerai pertengkaran mereka


" Kuping mama sakit mendengar kalian ribut terus !"


Dira menjulurkan lidahnya kearah Bian seolah-olah mengejek


Bian mengelus dada


Dira memang menyebalkan ?


" Ada apa Bian ?" tanya Celline duduk di sofa


" Sebenarnya aku mau bilang kalau acara ijab Qabul Bian dirumah Tante di batalkan ? "


" APA !!" Mata Celline membulat karena terkejut


" Tunggu dulu Tan,aku belum selesai ngomong ?


Kakek di Bogor sudah mempersiapkan pesta dan menyebar undangan untuk pernikahan aku sama Clara Tan ?


Aku nggak bisa nolak lah, bisa-bisa kakek malu kalau acaranya dibatalkan disana,berhubung disini belum apa-apa?


Tante nggak apa-apa kan kalau Bian menikah di Bogor saja ?"


Celline menghela nafas panjang sudah mengira Bian membatalkan pernikahannya,setelah mendengar penjelasan Bian.


Celline menyetujui permintaan Biantara


Toh disana kakak iparnya nggak bakal tahu kalau anaknya menikah diam-diam


Celline mendukung apapun keputusan Biantara


Dia tahu Biantara selalu ditentang mamanya kalau mendapat wanita yg tak sesuai kriterianya


Bagi Celline asalkan keponakannya bahagia kenapa enggak ?


Bian dan Clara saling cinta,tidak ada salahnya mereka dipersatukan dengan ikatan pernikahan


Celline terus berdo'a agar Clara dan Biantara bahagia membina rumah tangga yg harmonis nantinya


*** Bersambung ..

__ADS_1


__ADS_2