Gadis Desa Bikin Candu

Gadis Desa Bikin Candu
Babb73


__ADS_3

Sintia menunduk sedih


" Saya nggak punya biaya untuk pengobatan ibu,bisa membeli obat ibu saja saya sudah bersyukur nona?" balasnya


Clara terenyuh,kasihan Sintia yg menjadi tulang punggung keluarga


Menghidupi Ibunya yg sakit-sakitan dan adiknya masih duduk di bangku SMA


Clara tahu persis rasanya menjadi tulang punggung keluarga,dia pun pernah merasakannya ?


Selalu mendahului kebutuhan keluarga dahulu ketimbang kepentingannya sendiri


Mau membeli keperluan sekolahnya harus menabung dan mencari tambahan uang


Clara teringat hidupnya dulu jauh dari kata berkecukupan,kadang menahan lapar dan bekerja keras demi sesuap nasi


Clara menuliskan nominal uang dalam cek dan memberikannya pada Sintia


" Ini ambil,bawalah ibumu berobat ke rumah sakit terbaik disini ?" ucap Clara


Mata Sintia membulat melihat nominal uang yg Clara berikan


" Du-dua ratus juta ?" Sintia menatap tidak percaya,apa dia salah baca nominalnya,apa matanya sudah rabun ?


Sintia mengucek-ucek matanya berharap tidak salah baca,lalu mendekatkan cek itu


Matanya berkaca-kaca,bagi Sintia nominalnya sangat banyak.


Sintia mendongak menatap Clara "Benarkah ini untuk saya nona ?"


Clara mengangguk


" Pergunakan uang itu untuk berobat ibumu sin ?


Saya tidak tega melihat kamu banting tulang mengumpulkan uang untuk berobat ibumu "


" Terimakasih banyak nona ?" balas Sintia menghambur memeluk Clara


Clara menepuk pundaknya pelan menguatkan Sintia,bagi Clara,Sintia sudah seperti saudaranya


Sintia melepaskan pelukannya " Nona bisa potong gaji saya untuk menyicil uang ini "


Clara menghela nafas " Untuk apa memotong gajimu ?


Saya sudah punya banyak uang,ibumu sembuh itu sudah lebih dari cukup sin ?" balasnya


Sintia terharu,baru kali ini Sintia mendapat atasan sebaik Clara


Dulu waktu perusahaan Adtmaja di pimpin oleh Daniel,dia sangat pelit dan perhitungan sama karyawannya


Sedikit kesalahan potong gaji atau tidak disuruh lembur sampai malam


Sejak perusahaan Adtmaja di pimpin Clara banyak yg segan dan bekerja keras untuk perusahaan,karena atasannya sangat baik dan rendah hati


Mereka senang,meskipun ada lembur mereka mendapat bonus tambahan dan makanan gratis setiap malam


Awalnya semua karyawan mengira Clara seperti Daniel,pertama datang tidak di sambut baik para karyawan


Namun setelah mengenal dan tahu sifat atasanya,para karyawan selalu menghormati Clara


Banyak yg berkata mereka beruntung mendapat atasan pengganti sebaik Clara

__ADS_1


Sintia keluar dari ruangan Clara dengan perasaan campur aduk,rasanya ingin berteriak sekencang mungkin


Dia lega akhirnya mendapatkan uang untuk pengobatan ibunya.


Sintia menyimpan cek itu dalam tasnya,sepulang kerja nanti baru di cairkan


Dari jauh Sintia melihat CEO dari Wijaya grup,dia adalah Biantara


Kening Sintia mengernyit,pasalnya Sintia merasa atasannya tidak punya janji dengan CEO Wijaya grup


Ada apa gerangan CEO tampan yg terkenal dingin dan angkuh datang ke kantor tempatnya bekerja


" Selamat siang Tuan ?" sapa Sintia membungkuk hormat


" Siang,apa Clara ada " tanya Biantara dingin tanpa menatap lawan bicaranya


" Cih,sombong " gerutu Sintia dalam hati,Biantara tidak menolehnya.


padahal CEO itu sedang bertanya padanya.


" Kenapa diam,saya tanya.


apa Clara ad.. " Biantara tidak melanjutkan bertanya karena sang istri keluar ruangannya


" Mas bian ?" ucap Clara menyela ucapan Biantara pada sang sekretaris


" Sayang ?" Biantara mendekat mengecup kening sang istri


Clara menggandengnya masuk ke dalam ruangannya.


Sintia dibuat melongo dengan kenyataan tadi,apa dia sedang bermimpi ?


Gimana mungkin CEO sombong itu mengenal nona Clara,bahkan memanggilnya dengan sebutan sayang.


" Aw ... " pekik Sintia kesakitan


Sintia baru sadar ini bukanlah mimpi?


Dia mengintip dari luar,matanya mendelik sempurna melihat adegan mesra atasannya bersama CEO sombong itu.


Sintia bertanya dalam hati ada hubungan apa nona Clara dengan CEO sombong itu


Jangan bilang nona Clara wanita murahan dengan sukarela memberikan tubuhnya pada sembarang pria,karena adegan yg Sintia lihat sangat intim


Merasa ada yg mengintip Clara memencet tombol untuk mengatur ruangannya agar tidak transparan sebelum keluar dan membuka pintu


Clara memperbaiki baju dan penampilannya lalu keluar melihat siapa yg mengintip


" Sedang apa kamu disitu sin ?" tanya Clara


Sintia gelagapan,dia ketangkap basah mengintip atasanya bermesraan


" A-anu ? emm? saya hanya lewat nona " balasnya tergagap


Clara memincingkan alis " Lewat atau ngintip saya Sin ?"


Sintia tidak tahu menjawab apa,Sintia kebingungan takut terkena marah karena sudah lancang


" Sini ikut saya ?" ujar Clara mengajak Sintia masuk


" Kenapa sayang ?" tanya Biantara melihat Clara menarik lengan sekretarisnya

__ADS_1


" Nggak kok mas,aku mau menjelaskan siapa sebenarnya mas Bian biar Sintia nggak menganggap kita pasangan mesum di kantor " balas Clara terkekeh


Sintia semakin tak mengerti,kenapa CEO sombong itu berbicara sekalem dan selembut itu pada nona Clara ?


" Jadi begini Sintia ?


Saya dan Mas Bian sudah menikah waktu saya cuti selama dua Minggu,Mas Bian ini suami saya.


Saya sengaja belum mempublikasikan pernikahan kami karena resepsi akan di adakan satu bulan lagi,jadi tolong kalau mas Bian datang suruh langsung masuk saja dan layani suami saya dengan baik "ujar Clara menjelaskan


Sintia syok,dia tidak percaya pria arogan itu adalah suami atasannya.


Namun itulah kenyataannya.


Sintia mengangguk sebagai jawaban karena tidak tahu harus menjawab apa saking terkejutnya


" Kamu ngerti Sintia " tanya Clara


" Iya nona,saya mengerti ?


maafkan atas kelancangan saya mengintip Tuan dan nona " balas Sintia tidak enak hati


" Ya ?


kamu boleh keluar "


Sintia bergegas keluar tidak mau mengganggu atasannya bermesraan bersama sang suami


Dalam hati terus bertanya-tanya " Gimana cara Nona Clara menakhlukan pria se arogan dan sedingin Tuan Bian"


**


Clara membuka kotak bekal dari ibu Yolanda,makan siang bersama suami di kantor


Biantara sengaja datang membantu sang istri menyelesaikan pekerjaannya,karena di kantornya tidak ada jadwal dan pekerjaan tidak begitu banyak


Clara dan Biantara makan siang dengan lahap,setelah itu melanjutkan pekerjaannya kembali


Di luar Sintia ragu untuk masuk untuk meminta tanda tangan Clara,Sintia tidak mau mengganggu Clara dan Biantara


Clara membuka pintu memberikan laporan gaji pada Sintia untuk di berikan pada staff payroll


" Akh,kebetulan sekali nona datang ?" ujar Sintia girang,dia tidak perlu masuk ke ruangan atasanya meminta tanda tangan



" Jelas saya datang sin,lagian berkas laporan gajian karyawan nggak kamu ambil.


Kamu nggak mau gajian,padahal saya yakin kamu ingat tanggal berapa kalian gajian ? iya kan,biasanya masih pagi saja sudah minta laporannya ?" Clara menatap Sintia aneh


Sintia terkekeh,dia tidak mungkin terus terang mengatakan kalau tidak enak mengganggu Clara bermesraan


" Anu nona ? pagi tadi setelah mendapat uang sebanyak itu saya jadi lupa ?" balas Sintia mencari alasan



Clara manggut-manggut dan percaya alasan Sintia.


Siapa sih yg tidak senang mendapat uang sebanyak itu?


Dulu waktu Clara masih berjualan gorengan mendapat uang satu juta dari Biantara saja sudah senang,bagi Clara uang satu juta dulu sangat banyak dan dalam sekejap melupakan masalah hutang bapaknya.

__ADS_1


** Bersambung..


__ADS_2