
Clara memakai kebaya putih usai di rias MUA,lalu mematut dirinya di depan cermin
Membolak-balikan badan,Clara sangat cantik dan anggun berbalutkan kebaya putih yg pas di tubuhnya
" Cantik sekali anak ibu ?" puji Yolanda menatap kagum
Clara tidak berdandan saja sudah cantik,apalagi sekarang di rias MUA terkenal menambah aura kecantikannya berkali-kali lipat
Dekorasi pernikahan Bian dan Clara sangat mewah,hidangan makanan sangat banyak di meja
Untuk souvenir Clara menyiapkan logam emas untuk tamu laki-laki,dan cincin untuk tamu wanita masing-masing beratnya lima gram
Mata ibu-ibu melotot melihat banyaknya emas di meja sebagai souvenir tamu undangan
" Itu asli nggak tuh, jangan-jangan cuma emas imitasi ?" ujar Bu yekti yg datang bersamaan dengan emak Ririn dan CS nya
Emak Ririn menyenggol lengan bu Yekti " Kamu ini kalau ngomong asal nyerocos aja,Tuan Wijaya kan kaya raya?" bisik emak Ririn di telinga Bu Yekti
Bu Yekti menutup mulutnya karena keceplosan, bisa-bisa diamuk masa oleh warga karena menyepelekan Tuan Wijaya
" Ibu jangan mengada-ada ya,ini semua asli lah Bu,kakak Clara kan punya tambang emas? mana mungkin emasnya palsu? " Balas Dira tak terima
Dira jengkel ibu-ibu julid kaya gitu di undang kakeknya?
" Mana mungkin Mbak,Clara kan cuma penjual gorengan ? masa iya dia mampu beli emas sebanyak ini " balas Ririn
" Terserah kalian saja kalau nggak percaya ?" Dira melengos duduk kembali malas meladeni mereka
Bisik-bisik mereka terdengar
" Masa sih Clara punya tambang emas,mimpi kali ya ?" ujar Bu Yekti
Tapi Bu Nunik teringat waktu Clara menjemput Sarti memakai mobil mewah,dan sekarang hidup Darma di kampung kaya raya karena kiriman uang dari Sarti
" Bisa jadi,kalian ingat kan waktu Clara jemput Sarti pakai mobil mewah?
dan sekarang rumah Darma bagus,kemarin baru beli mobil?"
" Iya juga ya ?" sahut ibu Heni membenarkan ucapan Bu Nunik
Banyak pertanyaan di benak mereka belum mendapat jawaban
Sedangkan Biantara duduk di depan penghulu dengan tegang,keringat dingin membasahi pipi
Adrian merasakan genggaman tangan Bian yg terasa dingin
" Relaks Bian,tarik nafas buang nafas ? tarik nafas,buang nafas ?" ujar Adrian terkekeh di dengar banyak orang
Biantara tersenyum kikuk karena malu
Harun tertawa,Putranya tegang Adrian sempat-sempatnya bercanda
Berhubung Jovanka ayah dari Clara masih di penjara dan sudah di bujuk tetap saja tidak mau menikahkan anaknya,akhirnya wali nikah Clara di wakilkan oleh wali hakim
Yolanda tak mempermasalahkan asalkan ijab Qabul putrinya SAH
Untuk apa membujuk Jovanka, jelas-jelas dia tidak mau menganggap Clara sebagai anak
Biantara menjabat tangan pak penghulu
" Saya terima nikah dan kawinnya Clara chaerunnisa binti Jovanka adtmaja dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan uang tunai senilai dua puluh milyar dibayar tunai " Bian mengucapkan ijab Qabul dengan lantang
" Gimana saksi? SAH "
" SAH !"
__ADS_1
Suasana mendadak riuh dan bersorak riang setelah penghulu mengucapkan kata SAH,lalu di lanjutkan dengan do'a
Banyak warga yg bertanya-tanya,pasalnya mereka mengenal Clara sebagai anak dari pasangan Darma dan Sarti
Apalagi mas kawin Clara sangat banyak,mereka menganggap Clara matre
Banyak yg iri,baru kali ini dikampung menikah dengan mas kawin sebegitu banyak?
Biasanya paling banyak hanya emas sepuluh gram saja
Saat ijab Qabul tadi bintinya juga menjadi Jovanka adtmaja mendadak para tamu bergosip ria
Gosip itu sampai di telinga Wijaya,Wijaya naik ke atas panggung memegang mikrofon
Para tamu dan warga diam menyimak penjelasan Wijaya siapa Clara sebenarnya
Akhirnya mereka bungkam berhenti menggosipkan Clara
Tidak menyangka Clara dulunya banting tulang mencari nafkah ternyata anak dari konglomerat
Ririn semakin iri pada Clara
" Sudah anak orang kaya,punya tambang emas?
dapat lelaki tampan yg kaya pula " gerutu Ririn
" Ya berarti emang udah nasibnya Clara begitu " sahut Mumun mendengar Ririn menggerutu kesal
Mumun terkekeh geli,masih saja Ririn iri sama Clara ?
Clara dulu miskin saja selalu di puja-puja lelaki
Apalagi sekarang kaya raya,jelas kalah jauh derajatnya
" Dih? biasa aja kali neng? " balas Mumun tak kalah sinis
" Awas aja nanti kalau minta makanan lebih nggak aku kasih " Batin Mumun kesal dengan tingkah Ririn
Clara berjalan keluar di gandeng Yolanda dan Celline
Biantara melotot dengan mulut menganga menatap Clara sangat cantik memakai kebaya
" Tutup mulutmu bi ? nanti ngeces malu-maluin " ujar Adrian menyenggol lengan Bian
Semua yg disana tertawa,mereka juga mengakui kecantikan Clara
Clara mendekat lalu mencium punggung tangan Bian dengan takzim
Biantara sekarang sudah SAH menjadi suaminya
Biantara mengecup kening Clara lembut
Clara tersenyum canggung dan grogi?
Tangannya gemetar hebat,baru kali ini merasakan berdekatan dengan lelaki dan mendapat kecupan pertama dari suaminya sendiri
karena Clara sebelumnya tak pernah dekat sama lelaki manapun kecuali temannya
" Selamat ya sayang ? semoga rumah tangga kalian Sakinah,mawadah,warohmah
Jadilah istri yg penurut agar kelak rumah tangga kalian harmonis dan bahagia " ujar Yolanda tak kuasa menahan air mata
" Terimakasih ibu ?" Balas Clara memeluk erat Yolanda
Clara ikut menitikkan air mata terharu
__ADS_1
Sarti diam saja tak mengucapkan sepatah katapun
Jujur saja Sarti tidak suka Clara menikah dengan Biantara
Ibu-ibu disana banyak yg bertanya siapa wanita di sebelah Clara,wajahnya cantik dan terlihat orang kaya
Namun Celline langsung menjelaskan siapa wanita itu,Celline tidak mau Clara menjadi bahan gosip lagi dihari bahagianya
Keluarga Biantara dan keluarga Clara menaiki panggung untuk mendo'akan dan memberi selamat pada pengantin baru,lalu bergantian para tamu dan warga
Ibu Nunik CS berbondong-bondong mengambil kantong keresek hitam untuk memasukan makanan hendak dibawa pulang
" Buruan pumpung makanannya enak-enak,gratis lagi ?" ujar mereka kompak
" Dih,banyak amat Bu ?
nggak malu dulu kalian pada ngehina Clara,sekarang sudah kaya minta makanan gratis " ujar Mumun mengisi kembali tempat nasi yg kosong
Mereka terhenti mendengar ucapan Mumun,sama saja menjilat ludah sendiri
" Yg kita hina kan Sarti bukan Clara,kalau Clara mah dari dulu anak baik ? "
" Tapi anak kalian kan sukanya ngebuli Clara,iya kan ? iya kan ? nggak tahu malu " Mumun beralu pergi sebelum mendapat amukan ibu-ibu julid
" Awas aja kamu Mun ? " bu Nunik hendak melempar sandal namun mendapat pelototan orang-orang disana sehingga tak jadi melemparkan sandal itu
Wijaya terakhir naik panggung memberikan satu kotak kecil dan amplop untuk pengantin baru
" Apa ini kek ?" tanya Bian
" Kalian buka saja nanti ya ?" balas Wijaya memeluk cucu dan cucu menantunya
" Jadilah suami yg baik dan bimbinglah istrimu menjadi istri yg baik,patuh dan jadi ibu dari anak-anakmu kelak ?" ucapnya pada Bian
" Terimakasih kek ?"
Setelah itu di lanjutkan sesi foto-foto untuk kenang-kenangan
**
Malam harinya diadakan acara santunan anak yatim dan pengajian
Wijaya sengaja mengadakan acara pengajian lagi karena tidak suka dengan tradisi di kampung
Biasanya setiap orang menikah malam harinya diadakan acara orkes dangdut
Wijaya tidak mau acara menjadi ricuh karena acara seperti itu,lebih baik acara pengajian yg berfaedah membuat damai dan tentram seisi rumah
Fisiknya juga semakin tua membuat Wijaya lebih baik menghabiskan uangnya untuk beramal dan menyumbangkan pada orang yg kurang mampu
Sementara Bian dan Clara di kamar membuka kado terakhir dari kakek Wijaya
" Kira-kira isinya apa ya sayang ?" tanya Biantara
" Mana aku tahu,coba aku buka ?" Clara merebut kotak dan amplop itu
Clara terkejut,isinya kunci mobil dan tiket honeymoon ke bali
Clara memperlihatkan pada Biantara
" Lihat ini ?" ujar Clara
Biantara senang,kakeknya paling mengerti kado pengantin baru,dalam hati tersenyum-senyum membayangkan honeymoonnya nanti
\*\*\* Bersambung ...
__ADS_1