Gadis Desa Bikin Candu

Gadis Desa Bikin Candu
Bab 85


__ADS_3

Clara senang bisa menghirup udara segar


Oma Ariana terus mengajak Clara bicara, bercanda tawa


Dalam hati Clara bersyukur Oma nya mau menerima Clara sebagai cucunya sekarang


" Oma,, aku istirahat dulu ya? " pamit Clara pada Ariana


" Iya sayang, istirahatlah?? " balas Ariana lembut " Cepat sembuh sayang?? " ujar Ariana mengelus punggung Clara


" Iya oma, terimakasih "


Clara masuk ke kamar diantar Biantara


Di kamar dirinya membersihkan diri sebentar, lalu berbaring di ranjang


" Mau makan sayang " Tanya Biantara menawari


" Boleh mas,, " balas Clara


Biantara keluar kamar meminta pelayan mengantarkan makanan untuk istrinya


Di rumah Adrian


" Gimana pa,, Bisa kan " tanya Jasmine


" Nanti lah ma, kasihan Clara baru pulang dari rumah sakit, butuh istirahat yang cukup, lagian lukanya belum pulih " Tolak Adrian


" Terus kapan pa,, mama sudah nggak sabar bertemu menantu baru " Jasmine terus mendesak Adrian


" Sebentar, papa tanya Bian dulu ma "


Adrian menghubungi nomor Biantara


Berulang kali panggilannya tidak di angkat, sepertinya Biantara sedang sibuk


Adrian mengirimkan pesan untuk Biantara


" Bian,, apa boleh mamamu bertemu Clara "


send..


Adrian menunggu balasan pesan dari Biantara, saat membuka ponsel


Pesan yang dia kirimkan belum terbaca oleh Biantara


Adrian mondar-mandir mencari alasan untuk menolak keinginan Jasmine bertemu Clara sebelum waktunya


" Gimana pa,, " Tanya Jasmine mengejutkan Adrian


" Astaga mama,, ngagetin saja " Adrian mengelus dada berulang " Clara belum bisa di jenguk ma,, dia masih istirahat total memulihkan lukanya, lagi pula Clara sedang hamil "


" Halah, alasan saja, Kalau begitu biar mama kesana sendiri " Jasmine beranjak namun di ceggah Adrian


" Mama nggak bisa gitu lah,, kalau mama tetap ngotot bertemu Clara, aku tinggalkan sekarang juga " Ancam Adrian


Jasmine terdiam, Lagi-lagi dirinya harus mengalah dari sang suami


Terpaksa dia menuruti ucapan Adrian


" Ya sudah, kapan-kapan saja pa "


" Bagus,, "


Dalam hati Jasmine menggerutu kesal, suaminya benar-benar keterlaluan


Seenaknya saja mengancam demi kepentingannya sendiri


Adrian berangkat ke kantor lagi usai makan siang


Dirinya saat ini tengah di landa kebingungan, haruskah Jasmine bertemu Clara sekarang

__ADS_1


Daripada bingung sendiri, Adrian mengabari sang papa Wijaya


Dia meminta saran untuk kebaikan keluarganya


Adrian menyadari, Jasmine tidak tulus menerima Clara


Kelihatan sekali Jasmine pura-pura dan berakting seolah-olah dirinya sudah berubah


Adrian hafal sifat Jasmine yang takut kehilangan harta, dulu Jasmine tidak silau harta seperti sekarang ini


Semenjak bersuamikan Adrian, Jasmine suka memamerkan harta sang suami pada tetangganya di kampung


Sengaja Adrian berangkat ke Bogor menemui Wijaya, perjalanan ke Bogor tidak memakan waktu lama


" Assalamu'alaikum pa? " sapa Adrian mengetuk pintu rumah Wijaya


" Waalaikumsalam "


krek.. pintu terbuka


" Tuan Adrian " Mumun terkejut tiba-tiba Adrian datang


" Papa ada Mun,, " tanya Adrian nyelonong masuk


" Ada Tuan,, Tuan Wijaya sedang beristirahat di kamar " balas Mumun mengikuti Adrian dari belakang


" Ya sudah, bikinkan saya kopi ya Mun, saya mau lihat papa " Titah Adrian


" Baik tuan "


Di kamar, Wijaya duduk bersandar di ranjang sambil membuka album foto keluarganya


Sudah lama sekali tidak berkumpul


Wijaya rindu saat-saat itu, Anak-anak nya sekarang sudah besar


Punya pasangan masing-masing dan menjalani kehidupan masing-masing


Wijaya belum menyadari anaknya berada di kamarnya menatapnya sendu


Usia Wijaya semakin menua,sudah tidak sesehat dan sekuat dulu saat masih muda


" Papa,, " panggil Adrian lirih


Wijaya menoleh, tidak menyangka anak yang dia rindukan sudah ada tepat di depannya


" Adrian? "


" Ya pa,, papa apa kabar, papa sakit apa? kenapa jadi begini,, " cecar Adrian duduk di sebelah ranjang Wijaya



" Papa nggak kenapa-napa nak,, maklum lah, papa sudah tua,, wajar papa sakit-sakitan begini " balas Wijaya, matanya sudah berkaca-kaca menatap wajah Adrian



Adrian terdiam, tidak tahu harus menjawab apa


Memang benar, papanya sudah tua


Adrian jadi tidak tega menceritakan masalahnya pada sang papa


Waktunya tidak tepat, bercerita masalah yang di hadapinya hanya akan menambah beban papa Wijaya


" Papa makan ya,, biar Adrian suapi " Ujarnya


" Ya nak " Wijaya senang, disaat dia membutuhkan dan merindukan anaknya, Adrian berkunjung menemuinya tanpa di minta


Adrian bergegas mengambilkan makanan untuk Wijaya di dapur, sebelumnya dia meminum kopi terlebih dahulu


__ADS_1


Adrian lalu menyuapi sang papa sampai makanan habis tak tersisa


" Makanannya habis Tuan " tanya Mumun melihat piring kosong yang di bawa Adrian dari kamar Wijaya


Adrian mengerutkan kening " Habis mun,, kenapa "


" Syukurlah Tuan, saya kasihan sama Tuan Wijaya


Setiap makan nggak pernah habis, padahal saya sudah masak lauk kesukaannya, tetap saja Tuan Wijaya makan sedikit


Pas saya tanya kenapa, katanya kangen anak-anak nya di kota,,


Sudah lama kan, Tuan dan Nona Celline tidak menjenguk Tuan Wijaya


terakhir kali saya ingat pas pernikahan Tuan Biantara.


Oh iya Tuan, apa Tuan sudah dengar kabar orang tua angkat Clara yang di tangkap polisi.


Katanya sih hampir ngebunuh Clara,, "


Adrian menghela nafasnya berat, benarkah selama ini papanya merindukannya


" Benarkah mun, ,, kenapa tidak ada yang mengabari saya.


Saya sudah dengar, bahkan Biantara sendiri yang melaporkan mereka ke polisi.


Dengar-dengar, polisi menangkap Sarti dan Darma di Kalimantan beberapa hari yang lalu.


Mau kabur kemana pun, polisi pasti menemukan mereka.


Beruntung cucu saya tidak kenapa-napa "


Mumun terkejut " Ha-hamil?


Clara hamil Tuan " tanya mumun tidak percaya


" Ya mun,, menantu saya hamil, usia kandungannya dia bulan.


Saya senang dan mau memberikan kejutan untuk papa, tapi sepertinya waktunya tidak tepat.


Papa sedang sakit " Balas Adrian tertunduk sedih


Mumun merasa kasihan pada Adrian, sepertinya tidak hanya itu masalah yang dia hadapi


Wajah Adrian tidak seceria biasanya,dia seperti memendam banyak masalah


" Sabar Tuan,, tunggu Tuan Wijaya sehat kembali "


" Iya Mun "


Adrian kembali ke kamar Wijaya, setelah meminum obat


Wijaya terlelap dengan nyenyak nya


Adrian keluar kembali dan menutup pintu kamar Wijaya


Dia duduk di balkon belakang, menikmati segelas kopi yang masih tersisa dan menikmati pemandangan hijau di sekitarnya


Bebannya sedikit hilang melihat pemandangan seindah itu


Ponsel Adrian berbunyi,ternyata Biantara yang membalas pesannya


" Tunggu Clara sehat dulu pa,Bian takut, mama menyakiti hati Clara, apakah mama sudah benar-benar menerima Clara.


Kalau iya, segera kesini bersama mama.


Disini ada Ibu yolanda dan Oma Ariana yang menjaga Clara, jika mama menyakiti hati Clara, ada mereka yang setia membela Clara " bunyi pesan Biantara


" Kapan Ariana kembali Bian,,


Papa takut Ariana mencelakai Clara seperti Sarti " balas Adrian

__ADS_1


Adrian takut Ariana balas dendam karena suaminya di penjarakan bersama anak dan cucu angkatnya


__ADS_2