
POV CLARA
Pukul sebelas siang aku pulang,membuka pintu rumah yang tidak terkunci mencari ibu
"Bu,, ibu?" panggilku setengah berlari mencari-cari disetiap sudut ruangan namun tak kutemukan keberadaan ibu
Dari belakang rumah terdengar suara viona si kecil bersenandung riang
Ternyata ibu sedang memetik daun singkong kuhampiri ibu dan memeluknya dari belakang
"Ehh anak ibu kenapa ini ?" ucapnya berbalik mengelus punggungku pelan
Sebenarnya ragu mengatakan niatku untuk mencari orang tua kandungku dijakarta
" Bu,, ara mau ngomong serius sama ibu?" ucapku menatap manik mata ibu
Dahi ibu berkerut mungkin dia bingung tidak biasanya mengajak berbicara serius padanya
" Bicaralah nak ?" balas ibu menuntun duduk di kursi rotan
"Sebenarnya,, ? Em, bu?" ucapku ragu mengatakannya
"Tak perlu sungkan nak,katakanlah pada ibu ?"
Aku menarik nafas panjang sebelum memulai bicara pada ibu,setelah jauh lebih rileks aku menggenggam tangan ibu
" Bu,, sebenarnya ara mau mencari orang tua kandung ara dijakarta,apa ara boleh minta alamat kerja ibu dulu ?" ucapku pada ibu
Ibu sarti mematung pandangannya kosong menatap lurus ke depan setelah mendengarkan niatku untuk menemui orang tua kandungku
" Bu? ,, " panggilku namun ibu tidak bergeming
" Bu,, ?" panggilku lagi mengibas-ngibaskan tangan didepan matanya
__ADS_1
Ibu sarti tersadar dari lamunannya "Maafkan ibu nak,?"
Aku mengangguk
"Kamu yakin mau mencari mereka disana nak?"
Aku mengangguk lagi
Terdengar ibu menghela nafas berat,matanya berembun menatap wajahku
"Baiklah,ibu juga tidak bisa melarang mencari mereka yang lebih berhak memilikimu nak? Nanti ibu catat alamat majikan ibu dulu? Jangan khawatirkan ibu disini ya ? Semoga kamu bisa menemukan mereka segera ?" ucap ibu air matanya menetes deras seperti tak rela melepas kepergianku
Rasa bersalah menyeruak di dadaku " Ara janji setelah sampai jakarta,ara bakalan cari kerja buat bantu ibu,jadi ibu tidak perlu berjualan gorengan lagi ya ?" ucapku memeluk ibu
Ibu sarti mengangguk air matanya tidak berhenti menetes membasahi baju yang kukenakan,aku diam saja menunggu ibu lega menumpahkan segala kesedihannya.
Lama memeluk ibu terdengar suaranya tidak menangis lagi dan melepaskan pelukanku
"Insya allah besok bu,,? " jawabku mentap ibu
"Ya sudah sekarang istirahat ya,biar ibu yang masak ?" ucap ibu membawa daun singkong yang baru dipetik tadi
Aku mengangguk menggendong viona masuk kedalam rumah menemaninya bermain boneka
Satu jam kemudian ibu memanggil kami untuk makan
aku segera beranjak kedapur menggendong viona
Ceklek ! Pintu dibuka dari luar ternyata deni baru pulang sekolah
" Tumbenn baru pulang den?" tanyaku
" Iya kak,, tadi deni belajar kelompok disekolah ?"
__ADS_1
Aku mengangguk
Deni meletakan tasnya diatas kursi,lalu kuajak deni untuk makan bersama
" Yuk den,, ? " ajakku menggandeng deni
Sayur daun singkong terhidang dimeja makan,kami duduk mengambil nasi masing-masing dan ibu mulai menyuapi viona
"Ibu tidak makan " tanyaku pada ibu
"Nanti saja nak,, " jawabnya
Melihat nasi yang tinggal sedikit selera makanku hilang.
"ini bu,, makanlah ? " ucapku menyodorkan sepiring nasi yang kuambil tadi
Ibu mendongak menatapku lekat " Untukmu saja nak,ibu tidak lapar ?"
Ibu sarti menahan sesak didada,tidak rela rasanya melihat anak yang selama ini dia besarkan akan pergi meninggalkannya sendiri
" Apa ibu tidak mengijinkanku pergi ?" tanyaku pada ibu
Ibu sarti diam tidak menjawab sambil mengusap air matanya yang hendak menetes
" Jawablah bu,, apa ibu tidak rela,?
Kalau begitu ara tak akan pergi mencari mereka,biarlah selamanya ara tidak bertemu mereka asalkan ibu bahagia !" ucapku sedikit meninggikan suara
" Mengapa ibu egois sekali,ara berhak mendapat kasih sayang dari orang tua kandungku dan mencari mereka dimanapun mereka berada ?" gumamku beranjak pergi
Tidak perduli ibu mendengar ucapanku
__ADS_1