
Yolanda kembali ke rumah sakit membawa kekecewaan,ia menyadari kesalahannya sangat fatal
Wajar saja jika sang anak belum bisa menerima kehadiran yolan dan memaafkan semua yg Yolan perbuat di masa lalu
" Gimana Yolan,mana anak itu ?" tanya Ariana mencecar yolanda
Yolanda menggelengkan kepala
" Clara nggak mau ma,anak itu belum mau memaafkan aku dan Jovan ?"
" Gimana sih kamu yol ? Kenapa nggak di paksa saja " gerutu Ariana kesal
Vintcen menghela nafas berat
" Anak itu nggak selemah yg Yolan kira ma ?"
" Katakan dimana ia tinggal yolan " tanya Vintcen
" Di rumah Celline pa ? Papa kesana pun percuma,anak itu mau kalau Jovan sendiri yg memohon padanya "
" Apa anak itu sudah gila,bagaimana mungkin Jovan yg terbaring lemah bisa menemuinya kesana " Ariana frustasi
" Biar papa saja yg kesana ?" Vintcen berjalan keluar dengan tergesa-gesa tidak ada waktu lagi mereka harus menunggu1 mencari pendonor untuk Jovan
Vintcen diantar supir menuju rumah celline
" Celline ! Celline ?" teriak Vintcen dan berulang kali memencet bel
Entah kebetulan atau sengaja Clara yg membuka pintu
Vintcen terpaku menatap wajah gadis di depannya yg mirip sekali dengan Jovan
" Cari siapa ?" tanya Clara dengan mata sembab
" Kamu clara ?" tanya Vintcen bisa menebak siapa anak itu
Clara mengerutkan dahi merasa tidak mengenal pria paruh baya itu
Clara mengangguk
Mata vintcen berbinar menatap clara,wajahnya begitu cantik,mirip sekali dengan Jovan sang anak
Kulit putih bersih menambah kecantikan clara
Clara bingung ditatap seperti itu oleh pria tak di kenalnya
" Anda siapa ya ?" tanya clara
" A-ku opamu nak ? Kamu clara kan,opa benar kan ?" balas Vintcen dengan mata berkaca-kaca
__ADS_1
Tidak menyangka cucu yg ia telantarkan secantik itu
" Opa siapa maksudnya ?"
" Opa kandungmu nak,kamu benar-benar anak dari Jovan cucu opa? Kamu cantik sekali nak? Boleh opa memelukmu sebentar saja " ucap Vintcen haru
Wajah Clara berubah masam " Untuk apa,bukankah aku anak yg tidak diharapkan kalian,anak perempuan tidak berguna,dan kehadiranku sudah kalian tukar dengan anak laki-laki yg kalian mau? Apa belum puas menyakiti hatiku ini,apa kalian mau aku mati saja biar nggak bikin kalian malu ? Begitu hinanya aku sampai kalian tega membuangku ! Jawab opa ! JAWAB !!" bentak clara
Vintcen tidak menyangka sang cucu mempunyai watak sekeras itu,sama seperti Jovan
" Opa tidak mengerti nak,selama ini yg opa tau cuma Daniel anak kandung jovan,ternyata mereka membohongi kami ? Opa benar-benar tidak mengerti rahasia yg mereka tutupi selama ini ?"
Clara menyeringai
" Bukankah kalian yg minta ibu melahirkan anak laki-laki sebagai penerus keluarga kalian,Opa juga yg menyebabkan ibu dan ayah membuangku ! Ya kan ?
Dalam pandangan kalian anak perempuan itu tidak berguna,orang tua macam apa kalian,menuntut seseorang melebihi takdir Tuhan,kita hanya manusia biasa opa,melahirkan anak laki-laki atau perempuan tergantung kehendak yg di atas,bukan tergantung kemauan kalian,Aku tau ? Harta bagi opa adalah segalanya,tapi kalau opa mati,apa masih bisa menikmati harta itu lagi,nggak kan !! " bentak Clara tidak habis pikir dan tidak bisa menahan emosi
" Bu-bukan begitu maksud opa nak ?" niat hati ingin memohon pada sang cucu malah ia mati kutu kewalahan menghadapi sifat cucunya
Clara tertawa sinis " Sudahlah opa,berapa kali kalian membujukku nggak akan mempan ? Opa senang kan anak pungut ayah laki-laki,mintalah pada cucu kebanggaan opa untuk mencarikan pendonor buat ayah,bukan mengemis-ngemis pada anak yg telah kalian buang.. Tidak malu menjilat ludah sendiri ?"
Vintcen diam saja,entah harus menjawab apa?
Semua yg dikatakan sang cucu benar adanya
" Tolong opa sekali ini saja nak,opa janji akan memberikan apapun yg kamu mau ?"
"Benarkah? Sayangnya aku mau harta opa semuanya "
Deg ... !! Permintaan cucunya di luar dugaan Vintcen ,ia mengira Clara orang bodoh yg tidak silau harta.Vintcen bingung,haruskan ia melepas semua harta yg ia punua untuk sang cucu?
Tapi kalaupun tidak di turuti Nyawa Jovan menjadi taruhannya jika tidak segera di tolong?
" Oww ow ow. ? Opa yg baik,kenapa kamu diam ? Tidak mungkin kan menuruti apa yg aku mau? Secara kalian sama-sama penjilat harta ! Ya sudah ?? Biarkan anak kesayanganmu mati !! " clara tertawa terbahak bak orang gila
Vintcen merinding mendengar tawa Clara
Brakkkk !!! pintu di tutup keras
Clara masuk malas sekali meladeni orang gila?
" Kamu kenapa ra ? " tanya susi heran melihat Clara tersenyum sendiri
" Tuh di luar ada orang gila ?"
Susi kebingungan,mana ada orang gila masuk rumah ?
Diluar kan ada satpam yg jaga
__ADS_1
KYAAAA !!!
Teriak Vintcen frustasi
Pupus sudah harapannya kini,ia benar-benar bingung mencari cara membujuk Clara yg keras kepala
Mobil biantara memasuki pekarangan rumah Celline,seharian bekerja membuat Bian rindu pada Clara?
Entah sejak kapan munculnya perasaan itu,sehari saja tidak bertemu Bian gelisah memikirkan Clara
Vintcen melihat Bian turun dari mobil
Biantara cuek saja,Keluarga Adtmaja terkenal dengan bisnisnya yg sangat sukses ternyata tega membuang darah dagingnya sendiri.
Kebaikan yg ia perlihatkan di depan publik semuanya palsu
Media televisi selalu menyiarkan langsung kebaikan keluarga mereka,dari mulai membangun rumah untuk orang jalanan yg tak punya tempat tinggal,sampai menjadi donasi tetap panti asuhan Bunda kasih
Setiap hari jum'at mereka membagikan makanan gratis pada orang yg kelaparan
Tapi cucunya di biarkan setiap hari kelaparan?
Aneh bukan ?
Dibogor bersama sarti ia banting tulang untuk mencari sesuap nasi
" Bian ?" panggil Vintcen
" Ya " jawab Bian dingin
" Bisa antarkan saya bertemu Clara pelayan baru Celline ?"
Biantara terkekeh " Untuk apa Tuan menemui Clara ? Baru sadar sekarang kalian membutuhkan anak yg selama ini kalian sia-siakan ?"
" A-apa ? Ka-kau tau darimana Bian ?" Vintcen gelagapan
" Jelas saja saya tau Tuan Vintcen yg terhormat,bahkan yg membongkar rahasia Tuan Jovanka adalah saya ?" Ucap Bian membagakan diri
" Jadi? Kau yg mengatakan pada jovanka sampai ia kecelakaan ?"
" Ya ? Anakmu terlalu bodoh tuan,bagi saya sangat mudah untuk membantu Clara menemukan orang tua kandungnya ? Tuan Jovan terlalu meremehkan kemampuan saya ?
Cihh ... Saya jadi ikut geram melihat perlakuan Tuan jovan pada putri kandungnya,boleh saya membalas perbuatan anak anda pada kekasih saya ?" jawab Bian tersenyum sinis
" Kekasih ? Maksudmu apa bian ?" tanya Vintcen belum mengerti siapa yg Bian sebut sebagai kekasih
" Tentu saja cucumu Tuan Vintcen ! "
Mata Vintcen membulat sempurna,bagaimana mungkin kekasih Bian adalah cucu yg selama ini ia buang ? Pantas saja Bian ikut andil dalam pencarian orang tua kandung clara
__ADS_1