Gadis Desa Bikin Candu

Gadis Desa Bikin Candu
Bab 48


__ADS_3

" Wahhh ? rumah kakak bagus banget ..." ucap Deni turun dari mobil


Ibu Sarti juga takjub melihat rumah sebesar itu,apalagi viona


Bocah kecil itu berlarian saking senangnya di rumah baru


" Tata ?.. obil? Obil ..." ucap Viona menunjuk mobil terparkir rapi di garasi


Deni tersenyum,adiknya senang sekali melihat kakaknya punya banyak mobil


Clara menggendong Viona " Sudah ya,liat mobilnya besok saja,ini sudah malam ... sekarang Kita makan dulu setelah itu istirahat? Viona capek kan .." tanya Clara


Viona mengangguk " Apell,mam? Ona mau mam ayam oyeng " balas Viona sambil mengelus perutnya yg lapar


Clara,dan Ibu Sarti tertawa dengan tingkah Viona yg menggemaskan di usianya yg menginjak dua setengah tahun


Mereka masuk di sambut para pelayan


" Selamat malam Nona ?" sapa pelayan membungkuk hormat


Sarti heran,sekaya apa keluarga kandung Clara sampai makan saja di ladeni banyak pelayan


" Artinya sebentar lagi aku juga jadi nyonya di rumah mewah ini ?" ucap Sarti dalam hati merasa bangga


" Aku harus kasih tahu kang Darma ?"


Sarti diam-diam punya niat busuk pada Clara, akal liciknya tidak di ketahui siapapun kecuali Darma suaminya


Sarti juga sebenarnya punya ponsel yg ia sembunyikan untuk mengabari Darma


Mereka makan dengan lahap,sedang Bu Lastri kepala pelayan memandang aneh ibu Sarti


Seperti ada yg tidak beres pada tingkah ibu angkat Nona mudanya itu


" Aku harus hati-hati " batin Bu Lastri dalam hati


Setelah makan malam mereka istirahat di kamar masing-masing


Deni tidur dikamar terpisah,sedangkan Viona bersama Sarti


Viona sudah terlelap sejak tadi,Sarti mengambil ponsel yg selama ini ia sembunyikan di dalam tas yg dibawa dari kampung


Sarti memencet nomor darma " Hallo kang?.." sapa Sarti saat panggilan sudah terhubung


" Gimana Sarti ?" tanya Darma penasaran seperti apa kehidupan Clara di Jakarta


" Kamu tahu kang,Orang tua Clara kaya raya? pembantunya saja banyak,mobil dan rumah mewah semua Clara yg kuasai sekarang ?"


" Bagus Sarti.. manfaatkan terus Clara ?"


Panggilan telfon terputus takut Viona terbangun


..


Flashback on


Sarti buru-buru membuka pintu rumah saat turun dari mobil Clara


" Kang,bangun cepat ? Clara pulang bawa mobil kang.. akang bersembunyi saja di lemari sana ya " Sarti menunjuk lemari besar yg kosong


Darma bangkit lalu bersembunyi,mendengar Clara bawa mobil ia bersemangat sekali ingin mendengar langsung seperti apa pekerjaan Clara di Jakarta


Sarti yg gugup menetralkan jantungnya lalu keluar kembali menyusul Clara di luar seperti berdebat dengan Juragan Ghani


Sarti jadi takut,hutang suaminya masih dua puluh juta


Clara yg geram menyuruh supirnya mengambil uang di mobil


Melihat amplop coklat tebal yg di bawa supir Clara,Sarti jadi penasaran apa sebenarnya pekerjaan anak angkatnya itu?


Tiba-tiba Clara melemparkan amplop coklat itu tepat di wajah juragan Ghani

__ADS_1


Terlihat mobil Tuan Wijaya memasuki pekarangan rumah Sarti


Ia turun bersama bodyguardnya,Clara mempersilahkan mereka masuk


juragan Ghani ngacir melihat siapa yg datang,mungkin ia trauma dengan kejadian buruk yg menimpanya karena Cucu Wijaya


Clara mengajak ngobrol kakek Wijaya dan menceritakan siapa orang tua kandungnya


Tentu Sarti terkejut,orang tua kandung Clara punya tambang emas terbesar di Asia


" Aku bisa manfaatkan kekayaan yg Clara punya,setelah menjadi milikku?


Clara akan aku tendang " ucap Sarti tertawa dalam hati


sejauh ini Sarti menyimak apa yg di jelaskan Clara,Sarti senang dengan niat Clara mau membawanya ke Jakarta


" Sebentar ya Ra,kamu temani Tuan Wijaya dulu?


ibu mau ke belakang ?" ucap Sarti


Clara mengangguk


" kang,kabar bagus ? ternyata Clara anak kandung dari pengusaha tambang emas? dan setelah ini kami akan di ajak Clara ke Jakarta untuk tinggal bersama "


Mata Darma berbinar cerah " Kalau gitu kamu ikut saja ti ..? jangan lupa manfaatkan Clara terus sampai duitnya habis,lalu kirimkan padaku ya ?" Darma menggoda Sarti dengan mencolek dagunya


" Beres kang,nanti Sarti telfon kalau sudah sampai di sana ?"


Darma mengangguk,sebelum ketahuan ia keluar lewat pintu belakang


Sarti keluar lagi " loh,tuan Wijaya kemana Ra.." tanya Sarti tidak melihat tuan Wijaya


" Sudah pulang Bu,ibu beres-beres aja sebelum kita ke Jakarta ."


Sarti menuruti ucapan Clara,dan sore hari mereka berangkat


Sarti sengaja berpamitan pada tetangganya agar terlihat baik di mata Clara


Namun ia malah di hujat,Clara terus mengomel sepanjang jalan karena Sarti selalu baik pada tetangga yg suka julid


" Kasihan ya si Clara,memang sih hidupnya sudah enak ?


tapi nanti di manfaatkan lagi sama Sarti " ucap Bu Nunik yg tahu persis sifat Sarti selalu menjadikan Clara mesin pencari uang


" Betul banget Bu Nunik,lagaknya aja sok baik ? "


" Mungkin Clara belum tahu sifat aslinya,kan selama ini Sarti selalu baik di depan Clara ?


kalau di depan kita mah nyapa saja nggak mau,kalau ngutang nggak mau bayar " sahut pemilik warung


" Betul itu ?" jawab mereka kompak


mobil Clara semakin jauh meninggalkan kampung halamannya


Flashback off


..


Pagi hari Clara bangun,setelah bersiap-siap ia turun hendak berangkat ke kantor


" Loh,ibu ngapain ?" tanya Clara melihat Sarti di dapur



" Ibu masakin kamu ayam kecap kesukaanmu nak.. " jawab Sarti menghidangkan di meja makan


Bau harum masakan sarti sangat menggugah selera


Clara duduk di meja makan memakan ayam kecap buatan Sarti dengan lahap


" Bu,ini buat ibu ? nanti ibu belanja baju untuk ibu,Deni dan viona ? ajak pelayan buat temenin ibu ya ? " Clara menyodorkan uang 2 gepok sepuluh juta

__ADS_1



Mata Sarti berbinar " tau saja apa yg aku mau ?" batin sarti dalam hati



Sarti pura-pura menolak " Jangan nak,ibu masih punya baju yg ibu bawa dari kampung ? simpan saja uang itu "



" Ambilah Bu? Clara pengen lihat ibu pakai baju baru.. apalagi viona? lama sekali dia tak di belikan baju " balas Clara teringat adik kecilnya yg suka memakai baju bekas Clara saat bayi dulu


Sebenarnya hati Clara terenyuh,tapi dulu Clara tidak bisa berbuat apa-apa?


buat makan saja susah apalagi beliin baju viona ?


Karena Clara sekarang kaya raya,ia bebas membeli apapun dengan uang warisan Vintcen



Clara bergegas menaiki mobil diantar supir menuju kantor


di perjalanan Clara berpikir lebih baik ia kursus mobil saja agar bisa kemana-mana sendiri tanpa di temani supir pribadinya


" Pak,nanti setelah antar saya bapak pulang saja,antar ibu saya ke pusat perbelanjaan ya ..."



" Baik Nona ?" jawab supir itu



Sampai di AJ company supir pribadi Clara balik lagi ke rumah menjemput Ibu angkat Nona nya untuk berbelanja



" Selamat pagi nona ?" sapa para pegawai kantor membungkuk hormat



Clara menaiki lift menuju ruangannya di lantai paling atas



Di rumah


Sarti berjingkrak-jingkrak senang bak menang lotre


sejak kecil Clara mudah sekali di perdaya olehnya dengan modal berakting saja


" Permisi Bu ? ibu di tunggu supir di depan ingin mengajak ibu ke pusat perbelanjaan atas perintah Nona Clara ?"



" I-iya sebentar ?" Sarti tergagap kepergok bertingkah seperti anak kecil



Pelayan itu geleng-geleng kepala " Dasar kampungan ?" batin pelayan itu beranjak



Sarti memanggil Deni dan Viona yg sedang main di taman di temani pengasuh baru viona



" Deni,Vio ? kita jalan-jalan yuk .. "



kedua adik angkat Clara senang,sangat jarang mereka pergi jalan-jalan?

__ADS_1


sekarang bersama kakaknya yg kaya raya mereka bisa melakukan apa saja dan meminta apa saja yg mereka mau.


\*\*\* Bersambung ...


__ADS_2