Gadis Desa Bikin Candu

Gadis Desa Bikin Candu
Bab 77


__ADS_3

Ibu Sarti mencari sumber suara,tidak di temukan siapapun disana


" Suara apa barusan,kaya suara kaleng di injak ?


tapi dimana ya " gumam ibu Sarti mengelilingi sudut ruangan


Ibu Sarti teringat Deni,apa anak itu masih di kamar ?


krek


Pintu kamar Deni terbuka lebar,mata ibu Sarti membelalak kaget mendapati Deni sudah tidak ada disana?


" kemana anak itu ?" gumam ibu Sarti masuk


Ibu Sarti menemukan kain seprai dan selimut di ikat memanjang di balkon kamar Deni


" Brengsek !


anak itu kabur rupanya " ujar Ibu Sarti marah


**


Deni berlarian ke rumah utama menemui Clara


" Mbak,kak Clara kemana ?" tanya Deni pada pelayan lagi membersihkan taman belakang


" Nggak tahu saya ? " balas pelayan itu cuek


Pelayan di rumah Clara jadi membenci Deni ulah ibu Sarti yg mau membunuh kepala pelayan


Mereka semua takut menjadi korban dari kekejaman ibu Sarti,padahal para pelayan sudah protes menginginkan ibu Sarti di penjara atau di pulangkan saja ke kampung halaman


Tapi ibu Sarti malah ngamuk-ngamuk nggak jelas di rumah utama dan mengancam akan membunuh Viona dan Deni


Tentu saja Clara tidak mau,baginya Viona dan Deni sudah seperti adik kandungnya sendiri,dia nggak rela adiknya menjadi korban.


" Kak Clara,kak Clara ?" teriak Deni mencari Clara di rumah utama


Clara menghentikan makannya lalu menoleh


Deni ada di belakangnya dengan kondisi muka pucat dan ketakutan


" Kamu kenapa den ?' ujar Clara menghampiri Deni


Clara meletakan tangan di kening Deni " Astaga Deni,badan kamu panas banget dek " Clara khawatir langsung mengajak Deni ke rumah sakit tanpa melanjutkan makan


Ibu Yolanda menatap kasihan Deni,dia pun bergegas mengikuti Clara di belakang


Meskipun Deni anak dari ibu Sarti,tapi ibu Yolanda sangat menyayangi Deni seperti dirinya menyayangi Clara


" Ibu ikut sayang ?" ujar ibu Yolanda


Clara mengangguk karena khawatir akan kondisi Deni


Sementara Biantara akan menyusulnya nanti saja selesai makan


Deni di bawa ke rumah sakit terdekat,dokter berkata Deni hanya demam saja


Tidak perlu di rawat,hanya di beri obat penurun demam nanti akan sembuh


Deni di bawa pulang lagi oleh Clara dan ibu Yolanda setelah beres membayar obat di apotek


" Kenapa bisa demam Den ?" tanya Clara di perjalanan pulang


Deni tidak menjawab karena terlelap di pangkuan ibu Yolanda


Clara menghela nafas,pasti sesuatu telah terjadi sama Deni


" Deni kenapa sayang,nggak di rawat di rumah sakit saja ?" tanya Biantara menyambut istrinya pulang


" Cuma demam kok mas?


Kata dokter di kasih obat nanti demamnya turun ?" balas Clara berjalan masuk

__ADS_1


Ibu Yolanda turun bersama Deni yg diangkat oleh penjaga karena masih tertidur


Biantara menyusul istrinya di kamar " Deni biar tidur disini saja sayang,kasihan dia ?


pasti ibu Sarti nggak bisa ngurus Deni tuh sampai demam begitu ?" tuduh Biantara


Clara mengangguk setuju,dia sependapat dengan suaminya


" Deni ! Deni " Teriak ibu Sarti mencari Deni


Ibu Yolanda menghampiri " Jangan berisik,Deni lagi tidur ?


Kasihan dia demam Bu Sarti "


Ibu Sarti memutar bola matanya malas,ibu Yolanda sok perhatian sama Deni


" Biar saya bawa pulang dia " balas ibu Sarti menatap sinis ibu Yolanda


" Biarkan dia istirahat dulu Bu Sarti ?" ucap ibu Yolanda


" Heh !" Ibu Sarti mendorong ibu Yolanda " dia anak saya ! kamu nggak berhak atas Deni "


Biantara dan Clara mendengar suara ribut-ribut di bawah bergegas turun



" Kenapa ibu mendorong ibu aku hah !


apa salah ibu aku bu " marah Clara menatap tajam ibu Sarti


Ibu Sarti terdiam di tatap seperti itu oleh Clara,dia sudah cukup sabar menghadapi ibu Sarti


Gara-gara dia,Clara gagal honeymoon ke Disneyland kemarin,Ibu Sarti dengan sengaja mengelabui semua keluarganya kalau Deni kecelakaan dan masuk rumah sakit


Padahal Deni baik-baik saja,hanya luka kecil di lutut Deni akibat terkena aspal


Clara panik bukan main mendengar Deni kecelakaan hingga membatalkan penerbangannya saat itu juga.


Clara menghirup nafas dalam-dalam,pusing karena tingkah ibu Sarti semakin menjadi-jadi



sudah puas kah nyakitin ibu aku,sekarang ayo pukul aku Bu?


coba dorong seperti ibu mendorong ibu aku !" tantang Clara


Ibu Sarti yg geram langsung maju hendak mendorong Clara


Duak !


sekali tendangan Ibu Sarti jatuh tersungkur


Biantara menendang lutut ibu Sarti karena geram, berani-beraninya dia mau menyakiti Clara


" Biadab ! kau biadab ! " Biantara menunjuk wajah ibu Sarti " Kemasi barangmu! cepat pergi dari rumah ini !" usir Biantara


Ibu Sarti tersenyum sinis " Memangnya kau siapa hah !


yg berhak mengusir saya Clara bukan kamu " balas ibu Sarti dengan bodohnya


Mana ada anak yg tega melihat ibunya tersakiti ?


Clara berdiri mendekati ibu Sarti " Sama saja ! mas Bian menyuruhmu atas perintahku Bu !" bentak Clara hilang kesabaran



Ibu Sarti ternganga,dia langsung kebingungan di usir Clara sendiri



Mana mau dia pergi sementara belum dapat harta Clara seutuhnya


__ADS_1


Ibu Sarti berlari mengambil pisau dapur lalu mengarahkan pada Clara yg sedang berdiri membelakanginya



Biantara dan ibu Yolanda kaget,ibu Sarti memegang pisau



" Kamu mau mengusirku Clara,padahal dari kecil ibu yg sudah merawatmu ! bukan dia !" marah ibu Sarti menunjuk ibu Yolanda


" Lepaskan aku Bu !" bentak Clara terus berontak


Tapi percuma,sedikit saja Clara bergerak pisau dapur itu akan menembus lehernya


" Nggak bisa sayang ! serahkan dulu semua uangmu barulah ibu pergi !" ujar ibu Sarti diiringi tawanya



" Bukankah ibu yg sudah mencuri uangku di kamar ?


ya kan !


Ibu juga mengambil tas,sepatu dan perhiasan milik aku "


Ibu Sarti terdiam,darimana Clara tahu ?


jangan-jangan Deni lagi yg sudah mengadukan semuanya


Tapi mana mungkin Deni seberani itu padanya,di marahi sedikit saja Deni ketakutan



" Jangan asal nuduh Clara " balas ibu Sarti


" Aku nggak nuduh Bu.


sudahlah,akui saja ? mau menyangkal pun aku punya buktinya "


Ibu Sarti mencoba biasa,dia nggak boleh terlihat ketakutan di depan Clara dan Biantara


Bisa-bisa Ibu Sarti kalah oleh Clara dan Biantara


" Ya benar Clara ?


Ibu yg mengambil semuanya,puas kan !


Sekarang ibu minta imbalan selama merawatmu dari kecil "


" Bukankah itu sudah cukup Bu ?


dari kecil aku dimanfaatkan !


sekarang imbalan apa lagi,aku banting tulang sementara ibu dan bapak ongkang-ongkang kaki di rumah seenaknya saja minta uang !!" bentak Clara


Wajah ibu Sarti merah padam


Jleb !



" Clara ?" teriak ibu Yolanda dan Biantara histeris



Ibu Sarti menusuk perut samping Clara,darah segar mengalir di perut Clara



Biantara tidak memikirkan apapun,begitu pula ibu Yolanda


pikirannya kalut bergegas membawa Clara ke rumah sakit


Bagi mereka keselamatan Clara paling penting

__ADS_1


\*\* Bersambung ...


__ADS_2