
Ibu Sarti mencari sumber suara,tidak di temukan siapapun disana
" Suara apa barusan,kaya suara kaleng di injak ?
tapi dimana ya " gumam ibu Sarti mengelilingi sudut ruangan
Ibu Sarti teringat Deni,apa anak itu masih di kamar ?
krek
Pintu kamar Deni terbuka lebar,mata ibu Sarti membelalak kaget mendapati Deni sudah tidak ada disana?
" kemana anak itu ?" gumam ibu Sarti masuk
Ibu Sarti menemukan kain seprai dan selimut di ikat memanjang di balkon kamar Deni
" Brengsek !
anak itu kabur rupanya " ujar Ibu Sarti marah
**
Deni berlarian ke rumah utama menemui Clara
" Mbak,kak Clara kemana ?" tanya Deni pada pelayan lagi membersihkan taman belakang
" Nggak tahu saya ? " balas pelayan itu cuek
Pelayan di rumah Clara jadi membenci Deni ulah ibu Sarti yg mau membunuh kepala pelayan
Mereka semua takut menjadi korban dari kekejaman ibu Sarti,padahal para pelayan sudah protes menginginkan ibu Sarti di penjara atau di pulangkan saja ke kampung halaman
Tapi ibu Sarti malah ngamuk-ngamuk nggak jelas di rumah utama dan mengancam akan membunuh Viona dan Deni
Tentu saja Clara tidak mau,baginya Viona dan Deni sudah seperti adik kandungnya sendiri,dia nggak rela adiknya menjadi korban.
" Kak Clara,kak Clara ?" teriak Deni mencari Clara di rumah utama
Clara menghentikan makannya lalu menoleh
Deni ada di belakangnya dengan kondisi muka pucat dan ketakutan
" Kamu kenapa den ?' ujar Clara menghampiri Deni
Clara meletakan tangan di kening Deni " Astaga Deni,badan kamu panas banget dek " Clara khawatir langsung mengajak Deni ke rumah sakit tanpa melanjutkan makan
Ibu Yolanda menatap kasihan Deni,dia pun bergegas mengikuti Clara di belakang
Meskipun Deni anak dari ibu Sarti,tapi ibu Yolanda sangat menyayangi Deni seperti dirinya menyayangi Clara
" Ibu ikut sayang ?" ujar ibu Yolanda
Clara mengangguk karena khawatir akan kondisi Deni
Sementara Biantara akan menyusulnya nanti saja selesai makan
Deni di bawa ke rumah sakit terdekat,dokter berkata Deni hanya demam saja
Tidak perlu di rawat,hanya di beri obat penurun demam nanti akan sembuh
Deni di bawa pulang lagi oleh Clara dan ibu Yolanda setelah beres membayar obat di apotek
" Kenapa bisa demam Den ?" tanya Clara di perjalanan pulang
Deni tidak menjawab karena terlelap di pangkuan ibu Yolanda
Clara menghela nafas,pasti sesuatu telah terjadi sama Deni
" Deni kenapa sayang,nggak di rawat di rumah sakit saja ?" tanya Biantara menyambut istrinya pulang
" Cuma demam kok mas?
Kata dokter di kasih obat nanti demamnya turun ?" balas Clara berjalan masuk
__ADS_1
Ibu Yolanda turun bersama Deni yg diangkat oleh penjaga karena masih tertidur
Biantara menyusul istrinya di kamar " Deni biar tidur disini saja sayang,kasihan dia ?
pasti ibu Sarti nggak bisa ngurus Deni tuh sampai demam begitu ?" tuduh Biantara
Clara mengangguk setuju,dia sependapat dengan suaminya
" Deni ! Deni " Teriak ibu Sarti mencari Deni
Ibu Yolanda menghampiri " Jangan berisik,Deni lagi tidur ?
Kasihan dia demam Bu Sarti "
Ibu Sarti memutar bola matanya malas,ibu Yolanda sok perhatian sama Deni
" Biar saya bawa pulang dia " balas ibu Sarti menatap sinis ibu Yolanda
" Biarkan dia istirahat dulu Bu Sarti ?" ucap ibu Yolanda
" Heh !" Ibu Sarti mendorong ibu Yolanda " dia anak saya ! kamu nggak berhak atas Deni "
Biantara dan Clara mendengar suara ribut-ribut di bawah bergegas turun
" Kenapa ibu mendorong ibu aku hah !
apa salah ibu aku bu " marah Clara menatap tajam ibu Sarti
Ibu Sarti terdiam di tatap seperti itu oleh Clara,dia sudah cukup sabar menghadapi ibu Sarti
Gara-gara dia,Clara gagal honeymoon ke Disneyland kemarin,Ibu Sarti dengan sengaja mengelabui semua keluarganya kalau Deni kecelakaan dan masuk rumah sakit
Padahal Deni baik-baik saja,hanya luka kecil di lutut Deni akibat terkena aspal
Clara panik bukan main mendengar Deni kecelakaan hingga membatalkan penerbangannya saat itu juga.
Clara menghirup nafas dalam-dalam,pusing karena tingkah ibu Sarti semakin menjadi-jadi
sudah puas kah nyakitin ibu aku,sekarang ayo pukul aku Bu?
coba dorong seperti ibu mendorong ibu aku !" tantang Clara
Ibu Sarti yg geram langsung maju hendak mendorong Clara
Duak !
sekali tendangan Ibu Sarti jatuh tersungkur
Biantara menendang lutut ibu Sarti karena geram, berani-beraninya dia mau menyakiti Clara
" Biadab ! kau biadab ! " Biantara menunjuk wajah ibu Sarti " Kemasi barangmu! cepat pergi dari rumah ini !" usir Biantara
Ibu Sarti tersenyum sinis " Memangnya kau siapa hah !
yg berhak mengusir saya Clara bukan kamu " balas ibu Sarti dengan bodohnya
Mana ada anak yg tega melihat ibunya tersakiti ?
Clara berdiri mendekati ibu Sarti " Sama saja ! mas Bian menyuruhmu atas perintahku Bu !" bentak Clara hilang kesabaran
Ibu Sarti ternganga,dia langsung kebingungan di usir Clara sendiri
Mana mau dia pergi sementara belum dapat harta Clara seutuhnya
__ADS_1
Ibu Sarti berlari mengambil pisau dapur lalu mengarahkan pada Clara yg sedang berdiri membelakanginya
Biantara dan ibu Yolanda kaget,ibu Sarti memegang pisau
" Kamu mau mengusirku Clara,padahal dari kecil ibu yg sudah merawatmu ! bukan dia !" marah ibu Sarti menunjuk ibu Yolanda
" Lepaskan aku Bu !" bentak Clara terus berontak
Tapi percuma,sedikit saja Clara bergerak pisau dapur itu akan menembus lehernya
" Nggak bisa sayang ! serahkan dulu semua uangmu barulah ibu pergi !" ujar ibu Sarti diiringi tawanya
" Bukankah ibu yg sudah mencuri uangku di kamar ?
ya kan !
Ibu juga mengambil tas,sepatu dan perhiasan milik aku "
Ibu Sarti terdiam,darimana Clara tahu ?
jangan-jangan Deni lagi yg sudah mengadukan semuanya
Tapi mana mungkin Deni seberani itu padanya,di marahi sedikit saja Deni ketakutan
" Jangan asal nuduh Clara " balas ibu Sarti
" Aku nggak nuduh Bu.
sudahlah,akui saja ? mau menyangkal pun aku punya buktinya "
Ibu Sarti mencoba biasa,dia nggak boleh terlihat ketakutan di depan Clara dan Biantara
Bisa-bisa Ibu Sarti kalah oleh Clara dan Biantara
" Ya benar Clara ?
Ibu yg mengambil semuanya,puas kan !
Sekarang ibu minta imbalan selama merawatmu dari kecil "
" Bukankah itu sudah cukup Bu ?
dari kecil aku dimanfaatkan !
sekarang imbalan apa lagi,aku banting tulang sementara ibu dan bapak ongkang-ongkang kaki di rumah seenaknya saja minta uang !!" bentak Clara
Wajah ibu Sarti merah padam
Jleb !
" Clara ?" teriak ibu Yolanda dan Biantara histeris
Ibu Sarti menusuk perut samping Clara,darah segar mengalir di perut Clara
Biantara tidak memikirkan apapun,begitu pula ibu Yolanda
pikirannya kalut bergegas membawa Clara ke rumah sakit
Bagi mereka keselamatan Clara paling penting
__ADS_1
\*\* Bersambung ...