
Keesokan paginya clara terbangun dari tidurnya,melihat jam dinding menunjukan pukul lima pagi
Ibu sarti yang biasanya membuat gorengan hari ini dia masak ayam kecap kesukaanku
" Ibu nggak bikin gorengan ?" tanyaku menghampiri
"Loh,, kamu lupa ya? Kemarin katanya mau ke jakarta" jawab ibu tersenyum
Clara tertegun,tidak menyangka sang ibu memperbolehkan pergi
clara menghambur ke pelukan ibu sarti
" Maafin clara kemarin ya bu,, aku hanya sedikit lelah jadi mudah sekali terpancing emosi ?" ucapku,merasa bersalah pada ibu yang selama ini merawatku dengan penuh kasih sanyang,tulus dan ikhlas
Ibu sarti menggenggam tangan clara dan mencium keningnya dengan lembut
" Ibu yang seharusnya minta maaf nak,ibu terlalu egois tidak pernah memikirkan perasaanmu yang ingin bertemu orang tua kandungmu ?"
Clara tersenyum,akhirnya hati sang ibu melunak juga.
Clara masuk kamar bergegas membereskan pakaian yang hendak ia bawa
ibu sarti tiba-tiba masuk
" Ambilah nak,, untuk jaga-jaga diperjalanan?" ucapnya memberikan uang merah empat lembar
Aku kaget ibu memberikan uang sebanyak itu,darimana ibu mendapat uang. Atau jangan-jangan ibu pinjam dari tetangga.
Pikiranku tak karuan,tidak mau sampai ibu terbebani karena hutangnya
Aku menolak uang pemberian ibu " Tidak perlu bu,ara punya tabungan buat ongkos nanti,ambilah kembali untuk kebutuhan sehari-hari ibu, sebelum ara bekerja dan mendapat gaji ?"
Deni baru bangun melewati kamar clara yang terbuka ,melihat sang kakak memasukan baju-bajunya kedalam tas deni gegas masuk
__ADS_1
"Kakak mau kemana ?" tanya deni bingung
" Hari ini kakak pergi ke jakarta untuk bekerja disana,deni jaga ibu dan viona baik-baik ya dirumah? Kakak janji setelah kakak bekerja nanti bakal turutin apa yang deni mau?" ucap clara mengelus kepala deni
Deni terlihat sedih,tidak rela kakaknya pergi jauh sama seperti ibu sarti
"Hey,, anak tampan nggak boleh sedih? "
Deni mengangguk polos "Nanti kalau deni sama ibu kangen gimana kak?"
"Kalau kakkak sudah punya uang banyak pasti kakak pulang bertemu kalian,jangan khawatir ya ?" ucap clara menenangkan sang adik
Ibu dan deni keluar kamar,clara mengambil kalung inisial namanya dan memakainya,tidak lupa foto kedua orang tuanya ia masukan kedalam tas ransel miliknya
Usai beberes clara segera sarapan
"Masakan ibu memang selalu juara?" ucap clara tersenyum senang sambil menikmati ayam kecap kesukaanya
Ibu sarti tersenyum,wajah ceria clara telah kembali.
Clara mencari bus tujuan jakarta
" Hati-hati dijalan ya nak? Do'a ibu selalu menyertaimu " ucap ibu mencium kening dan memeluk clara
Buliran bening membasahi pipi sang ibu juga adiknya deni dan viona,mereka sedih melepas kepergian sang kakak yang ia sayangi
Jujur clara berat berpisah,namun mengingat tekadnya ingin mencari orang tua kandung,membuatnya tega berpisah dengan keluarga angkatnya
Sebelum menaiki bus clara memeluk ibu dan kedua adiknya.
Didalam bus clara melambai-lambaikan tanganya pada mereka,tidak terasa buliran bening pun menetes
Bus yang dinaiki clara melaju meninggalkan kota bogor,ibu sarti dan kedua anaknya pulang menaiki angkutan umum dan turun diperkampungan,mereka berjalan kaki untuk sampai dirumah
__ADS_1
Biantara dan kakek wijaya yang terbiasa berjalan-jalan di perkebunan mengernyit,dari kejauhan mereka melihat ibu sarti dan kedua anaknya menenteng tas menuruni angkutan umum
Setalah mereka berjalan mendekat,biantara tidak segan untuk bertanya
" Ibu sarti ?" panggil biantara
"Eh tuan biantara? Ada apa ya?"
" Ibu darimana,sepertinya habis pergi jauh?" tanya biantara
"Oh itu,habis mengantar ara ke terminal tuan? Hari ini dia berangkat ke jakarta " jawab ibu sarti
Biantara kaget,mulutnya menganga tidak menyangka clara pergi tanpa berpamitan padanya atau kakek.
Bian menepuk-nepuk pipinya "sadar bian,, memang kau siapa,dia siapa sampai kau berharap clara pamit denganmu,akh ini gila ? Kenapa hatiku justru tidak rela ?" ucap bian berbicara dalam hati
Kakek wijaya terkekeh melihat reaksi bian kaget,anak itu sudah biasa kalau mendengar kabar tidak mengenakan mengenai clara?
Ibu sarti kebingungan melihat biantara melamun menepuk-nepuk pipinya sendiri
" Tuan bian kenapa ?" tanya sarti membuyarkan lamunan biantara
"Tidak bu,hanya saja aku tidak percaya clara meninggalkanku tanpa pamit ? "balas biantara tanpa sadar
Ibu sarti matanya membelalak kaget mendengar ucapan biantara
"Eh ,, anu bu? Maksudku bukan begitu ?" ucapnya salah tingkah sadar akan ucapannya
__ADS_1