Gadis Desa Bikin Candu

Gadis Desa Bikin Candu
Bab 47


__ADS_3

POV CLARA


Aku senang bisa membuat juragan Ghani bungkam waktu dia tahu aku cucu pengusaha kaya raya


Berita ini akan menyebar luas di tempat dimana aku di besarkan dengan berbagai cacian,hinaan yg mereka lontarkan pada keluarga angkat


Sudah saatnya aku buktikan bahwa aku bukanlah Clara yg dulu


Clara yg mudah di tindas.


Clara yg sekarang tidak mudah di tindas dan membeli harga diri siapa saja yg berani menindas harga diri ini


Puas rasanya ?


Tuhan memang adil mendengar semua do'aku saat aku terpuruk dan tidak punya apa-apa


Sekarang hidupku sudah berubah,aku kaya raya ?


Aku berjanji membahagiakan ibu Sarti dan kedua adik angkatku


Mereka senang akan tinggal bersamaku di Jakarta,aku pun begitu?


Artinya rumah tidak sepi lagi,aku bahagia melihat mereka bahagia


" Maafkan saya Ara ?" ucap juragan Ghani pura-pura sedih


Aku diam saja sama sekali tidak menoleh,sudah cukup muak mendengar hinaan yg juragan Ghani lontarkan


Dari kejauhan terlihat mobil kakek Wijaya datang di temani yg bodyguardnya


" Kakek ? ... " ucapku memanggil kakek Wijaya


Kakek Wijaya turun dari mobil " Apa kabar Ara ?... " tanyanya dengan tersenyum


" Baik kek ?.."


juragan Ghani pergi setelah kakek Wijaya datang?


aku bisa menebak pasti dia takut


Ibu Sarti mengajak kakek Wijaya duduk


aku pamit ke belakang membuatkan minum untuknya


" Di minum kek ? " ucapku meletakan satu gelas teh hangat di meja


Kakek Wijaya mengangguk


" Bagaimana kabar Celline di Jakarta,kata Biantara kamu bekerja disana sebagai pelayan? kakek tidak menyangka alamat rumah yg kamu tuju rumah anak saya nak ?.."


Aku tersenyum,sebaiknya aku jelaskan saja niat kedatanganku ke Jakarta untuk mencari siapa kedua orang tua kandungku


" Sebenarnya saya bekerja di rumah ibu Celline hanya sebentar kek ?

__ADS_1


niat saya ke Jakarta ingin mencari ke dua orang tua kandungku di sana ... dua Minggu saya bekerja di rumah ibu Celline,Tuan Bian menemukan mereka dan akhirnya saya tahu alasan mereka dulu membuangku dan di temukan oleh ibu Sarti "


Kakek Wijaya membulatkan mata sepertinya kaget


" Ja-jadi ibu Sarti ini .. " tanya kakek Wijaya menggantung


" Ya, ibu Sarti ibu angkat yg merawat saya sejak bayi? tapi bagi saya kasih sayang ibu Sarti melebihi kasih sayang kedua orang tua kandung yg telah tega membuang saya sejak bayi ?" balasku menahan sedih


Kakek Wijaya menghela nafas panjang " Lalu siapa orang tuamu nak ?.."


" Mereka keluarga Adtmaja ? ibuku bernama Yolanda melani,dan ayahku Jovanka Adtmaja teman dari Ibu Celline? awal terbongkarnya rahasia yg selama ini mereka sembunyikan karena kedatangan Ayah Jovanka menemui Ibu Celline di rumah dan disana ada Bian kek ?


Biantara bilang kalau wajah saya mirip dengan ayah Jovanka,Lalu setelah itu Ibu Yolanda ?


Biantara menemukan gelagat aneh ibu Yolanda saat bertemu saya,apalagi setelah tahu nama saya Clara? ibu Yolanda berteriak histeris?


Diam-diam Bian menyelidiki mereka,terbongkarlah rahasia yg selama ini mereka tutupi.


awalnya saya sempat berdebat dengan mereka,aku sangat kecewa setelah ke dua orang tua saya memilih membesarkan anak laki-laki yg mereka adopsi ketimbang saya anak kandungnya?


lalu ayah Jovanka pulang setelah itu dia kecelakaan,Opa Vintcen,ibu dan Daniel anak angkatnya bergantian datang ke rumah ibu Celline untuk membujuk saya mendonorkan darah saya untuk ayah ?


tapi saya tidak mau kek...


Teringat apa yg mereka lakukan pada saya,akhirnya saya mau menjadi pendonor ayah dengan imbalan Tanda tangan Daniel untuk menyerahkan hak waris milik Opa Vintcen pada saya ?


Setelah Daniel tanda tangan,Opa Vintcen berniat menculik saya saat membuka kiriman WA bukti surat kuasa beralih atas nama saya,Tapi mereka gagal


lalu saya menyebarkan bukti rekaman CCTV waktu di buang oleh ibu dan ayah,kemudian Opa vintcen di laporkan Bian atas kasus rencana penculikan yg mereka lakukan pada saya di Media televisi maupun media cetak ?


Keluarga Adtmaja terkenal sangat baik,suka memberi makan gratis dan menjadi donatur di panti asuhan,bahkan membangun rumah susun untuk anak jalanan


Ya semua publik pasti syok,banyak yg menghujat melihat kenyataan buruk di balik kebaikan mereka


Ke dua orang tua, opa dan Daniel ditangkap polisi dan di penjara?


Oma Ariana entah tinggal dimana setelah saya menguasai harta milik Opa Vintcen " Ucapku menjelaskan panjang lebar


Kakek Wijaya manggut-manggut paham setelah menyimak penjelasanku


" Berarti kamu sekarang bisa punya mobil karena warisan Opamu ?"


Aku mengangguk " Saya tidak terima kek,ayah mengadopsi Daniel untuk menjadi pewaris opa? jelas-jelas saya anak kandungnya yg lebih berhak atas warisan itu ?


mereka saja tega pada saya,sekarang mungkin sudah waktunya saya membalas perbuatannya dengan mengambil apa yg mereka punya ? "


Kakek Wijaya mengacungkan jempol sependapat dengan aku untuk membalas perbuatan mereka


***


Sore hari


" Udah siap kan Bu ?" tanyaku pada ibu setelah kami hendak berangkat

__ADS_1


Ibu mengangguk,Deni dan Viona sudah di dalam mobil tidak sabar untuk pindah


Viona tertawa riang sambil bernyanyi


Mobil melaju meninggalkan kampung halaman tempat aku di besarkan


Ibu tidak berhenti menatap rumah yg selama ini menjadi tempat untuk berteduh


Banyak kenangan di rumah itu? ataukah ibu tidak tega meninggalkan bapak


Ibu meneteskan air mata


" Ibu nggak tega ninggalin bapak ?" tanyaku menggenggam tangannya


Ibu menggeleng


" Ibu ingat kenangan kita di rumah itu nak?" balas ibu tertunduk sedih


aku pun jadi ikut sedih


" Berhenti sebentar nak?" titah ibu berhenti di warung tempat biasa ibu belanja



di warung ibu-ibu berkumpul biasa ngegosip?


Ibu turun menghampiri mereka,akupun menemani ibu


kami menjadi pusat perhatian disana


" Ibu-ibu semuanya,hari ini saya dan anak-anak saya mau pindah ke Jakarta,mohon maaf jika selama ini ada kesalahan yg di sengaja ataupun tidak di sengaja ?" Ucap ibu pamit pada ibu-ibu tetangga kami


" Halahhh bilang aja mau pamer,modus banget sok-sokan pamit ?" balas mereka iri


Ibu mengelus dada,Niatnya mau pamit maalah di hujat?


" Astagfirullah ?... "


Aku menarik tangan ibu untuk pergi saja,karena percuma pamit pada tetangga julid macam mereka



" Sombong !" ucap mereka setelah kami beranjak menuju mobil



" Ibu ngapain juga pamit sama mereka,lihat kan tadi? mereka menghujat kita "


Ibu mengangguk " Maaf nak ?..."


Kami menaiki mobil kembali menuju Jakarta


Viona tidur di pangkuan Deni.

__ADS_1


Hati ini Lega sekali bisa membawa mereka tinggal bersama lagi ,aku janji akan membahagiakan ibu dan ke dua adik kecilku


*** Bersambung ....


__ADS_2