
Brak !
Ibu Sarti membanting pintu kamar,dia tidak terima Clara hamil dalam waktu dekat
Dia belum apa-apa dan belum berhasil merebut harta milik Clara yg sangat banyak itu
Ibu Sarti terus memaki-maki Clara di kamar
" Biantara sialan !
Bisa-bisanya Clara di buat hamil secepat ini,padahal aku belum dapat apa-apa ?
Anak tidak tahu diri itu sangat pintar mengetahui rencanaku"
" Ibu kenapa " tanya Deni melihat ibunya mengamuk di kamar
" Cerita apa saja kamu sama Clara hah !
dasar anak tukang ngadu, gara-gara kamu Clara nggak mau kasih ibu uang lagi, gara-gara kamu juga kita tinggal disini !
Ibu nggak mau tahu,kamu harus bisa mengambil semua uang milik Clara dan tinggal di rumah megah itu !" ucap Ibu Sarti meneriaki Deni
Deni menunduk ketakutan,kemarahan ibu Sarti membuat nyalinya menciut
" Sini kamu !"
Deni masih berdiri diam
Ibu Sarti jadi tidak sabar langsung menggeret tangan Deni masuk ke dalam kamar mandi lalu mengurungnya disana
" Ibu,maafin Deni Bu ? " teriak Deni sambil menangis
Brak brak brak !
Deni menggedor-gedor pintu berharap Ibu Sarti membukakan pintunya
" Deni mohon Bu,bukain pintunya.
Deni kedinginan disini Bu,Deni takut " teriaknya terus meminta di bukain pintu
Deni menggigil kedinginan setelah di kurung selama empat jam di kamar mandi
Malang sekali nasib bocah kecil itu,karena uang ibu Sarti tega menghukum anak kandungnya sendiri
Ibu Sarti tersenyum puas,berharap Deni mati saja.
Anak itu menghalangi rencana ibu Sarti untuk mendapatkan harta Clara
Di rumah utama
Biantara mengelus perut Clara yg masih rata,Biantara tidak menyangka benih cintanya tumbuh di rahim Clara sang istri
Biantara berjanji akan menjaga Clara sebaik mungkin sampai melahirkan nanti
Resepsi mereka akan dilaksanakan satu bulan lagi
Biantara memesan obat penguat kandungan agar bayi di kandungan Clara baik-baik saja
apalagi resepsi akan memakan waktu beberapa jam dan terus berdiri menyambut tamu undangan yg datang
Biantara memastikan Clara tidak kecapekan dan dalam keadaan sehat terus
" Semoga bayi kita tumbuh sehat ya mas ?" ucap Clara
" Amiin ? " balas Biantara tersenyum simpul sambil mengelus perut Clara membayangkan jika anaknya lahir nanti
Biantara ingin anak perempuan saja sebagai anak pertama,anak ke dua barulah laki-laki
Tapi tergantung pemberian Tuhan,kalau pun anak pertama laki-laki Biantara akan menjaganya sepenuh hati
__ADS_1
" kamu kenapa senyum-senyum gitu mas ?" ujar Clara
" Nggak sayang,mas lagi bayangin aja anak kita perempuan?
pasti dia cantik mirip kamu " balasnya terkekeh
Clara mengerutkan dahi,tidak sependapat dengan sang suami
Dia menginginkan anak laki-laki,baginya anak laki-laki akan sangat tampan seperti Biantara nanti
Clara sudah membayangkan betapa tampannya anaknya nanti dan menjadi idola setiap wanita
Pasti banyak wanita berebut menjadi menantunya.
Clara terkikik geli membayangkan itu semua ?
Dia terlalu takut mempunyai anak perempuan,dia juga takut anaknya bernasib sama sepertinya,terpaksa di buang karena warisan lalu di tindas mertua dan suami
Clara bergidik ngeri
" Kamu kenapa sayang ?" Tanya Biantara
" Mas Bian mau anak kita laki-laki tau perempuan ?" ucap Clara balik bertanya
Biantara heran,mengapa Clara menanyakan soal jenis kelamin anaknya ?
padahal kan Biantara sudah bilang kalau mau anak perempuan
" Kan aku udah bilang mau anak perempuan sayang " balasnya
Biantara menggelengkan kepala
" Tapi tergantung di kasihnya sih,laki atau perempuan sama saja?
sama-sama darah daging mas yg harus di jaga ?"
" Mas Bian nggak nuntut aku punya anak laki-laki "
Biantara mengerutkan dahi,sepertinya sang istri trauma dengan hidupnya di masa lalu
Sebisa mungkin Biantara menjelaskan dan menenangkan sang istri agar tidak terjadi hal buruk menimpa mereka
" Untuk apa sayang,mas nggak mau memaksakan kamu?
lagian mas juga nggak mau menyalahkan takdir Tuhan,nggak menuntutmu punya anak laki-laki
Mas menerima apa adanya anak kita nanti, laki-laki atau perempuan sama saja sayang?
meskipun anak kita perempuan dan nggak punya anak laki-laki,tapi nanti kan kalau sudah dewasa anak kita menikah ?
lalu kita mendapatkan anak laki-laki juga kan dari anak kandung kita " jelasnya
Clara manggut-manggut,kekecewaan yg Clara rasakan sangat dalam hingga meninggalkan bekas luka dan trauma berat di hatinya
" Terima kasih mas ? " ucap Clara terharu sang suami tidak menuntutnya macam-macam seperti ayah Jovanka dulu
" Sama-sama ?
Mas tahu kamu khawatir kan karena kejadian masa lalumu,tapi mas nggak kaya gitu sayang?
Mas menerima anak kita baik laki-laki ataupun perempuan "
Clara memeluk erat Biantara setelah dia menjelaskan hati Clara lega
__ADS_1
Suaminya tidak seperti ayahnya dulu,mengharuskan Ibu Yolanda melahirkan anak laki-laki
\*\*
Ibu Yolanda masih sibuk memilihkan gaun pengantin yg akan di kenakan Clara di acara resepsi nanti
Gaun pilihan ibu Yolanda harus mewah dan limited edition agar keluarga mereka tidak di pandang rendah oleh kalangan bisnis sang mertua
Ibu Yolanda juga mengundang Adriel lewat pesan singkat di handphone
Adriel akan mengusahakan kedatangannya ke Indonesia dan ijin cuti sebentar
Ibu Yolanda tidak memberi tahu ibu mertua karena belum tahu dimana keberadaannya sekarang setelah di usir dari rumah beberapa bulan lalu
" Aku usahakan datang mbak Yolan ?" balas Adriel
" Terimakasih Adriel " Ibu Yolanda membalas pesan Adriel
Setelah mengabari kerabat-kerabat nya,Ibu Yolanda beristirahat di kamar
kepalanya pusing berkunang-kunang,dia pasti kelelahan mengurus kantor dan resepsi sang anak sampai lupa makan
Tapi dia bangga bisa mengurusi pernikahan sang anak sendiri dan turun langsung memilihkan segala keperluan sang anak
Apalagi Clara sudah mengandung,Ibu Yolanda tambah semangat lagi
\*\*
Ke esokan paginya Deni di temukan dalam keadaan lemas di kamar mandi
Ibu Sarti mengira Deni sudah mati,tapi dugaannya salah?
Deni masih hidup
Terpaksa Ibu Sarti menyeret Deni ke kamar dan menguncinya dari luar
" Nih makan " ujar Sarti membuka pintu kamar Deni melemparkan satu bungkus roti dan air Aqua dalam botol
Krek krek !
Pintu di kunci kembali
Deni langsung lemas,dia sudah berniat kabur tapi pintunya di Kunci lagi
Deni memikirkan cara untuk kabur dari sana
" Duh,gimana ya ? " Deni kebingungan
Pandangan Deni mengarah ke jendela tanpa teralis,Deni bisa kabur lewat sana ?
Dengan semangat Deni memakan roti pemberian Ibu Sarti dengan lahap,Deni sudah menemukan cara untuk kabur lewat jendela
Di dalam lemari Deni mencari seprai dan kain panjang untuk di sambungkan jadi satu lalu mengikatkan pada pagar balkon kamarnya agar bisa kabur
Bluk !
Deni berhasil turun,dia tidak sengaja menginjak kaleng bekas
Ibu Sarti yg tengah duduk santai kaget
" Suara apa itu ?"
** Bersambung ...
__ADS_1