Gadis Desa Bikin Candu

Gadis Desa Bikin Candu
Bab 12 kedatangan Vania


__ADS_3

Esok pagi menyapa,suara ayam berkokok membangunkan Clara yang masih meringkuk dibawah selimut.


Hoammmmmm ?


" Nyenyaknya tidurku ?" gumam Clara mengucek ngucek matanya melihat arah jam dinding menunjukan pukul lima pagi.


Clara beranjak dari kasurnya menuju kamar mandi lalu menjalankan ibadah sholat subuh.


" Lagi goreng apa Bu?" tanya Clara keluar dari kamar


" Goreng pisang nak?" jawab Sarti sembari membolak balikan pisang gorengnya.


" Ara bantuin ya Bu ? "


Ibunya mengangguk.


" Bu,, mendingan banyakin tempe sama bakwan goreng saja deh? Biasanya pagi pagi laku banyak Bu? mungkin buat lauk makan juga ? "usul Clara pada ibunya


" Oh gitu,, ? ya sudah kamu goreng tempe ya?


takut kesiangan mengantar gorengan diwarung,terus jualan dipasar"


" iya Bu?"


Semua gorengan sudah tertata rapi didalam box,gegas Clara berpamitan pada sang ibu.


Clara mengayuh sepedanya melewati jalan perkebunan,dia berpapasan dengan mobil jazz berwarna merah.


" Sepertinya baru lihat? mobil siapa ya? " gumam Clara bertanya tanya.


" Bodo akh? nanti kesiangan mikirin mobil nggak jelas "


pukul tujuh Clara sampai dipasar.


" Kok tumben kesiangan neng ?" tanya Udin tetangga yang berjualan sayur disebelahnya.


" Iya ,, semalam habis berantem sama bapak!"


Ehhh !


Clara keceplosan


" Berantem kenapa? main judi lagi" tanya Udin kepo

__ADS_1


" Nggak kok, salah ngomong tadi maksudku semalam bantuin Deni ngerjain tugas" Clara nyengir kuda


" Halahh jangan bohong atuh neng? sudah tau Udin mah kebiasaan bapak kamu?" balas Udin yang kerap sekali melihat bapak Clara main judi di tempat milik juragan Ghani.


" Iya iya ?" Clara tidak dapat mengelak lagi


" Gorengannya lima ribu ya neng? bakwan sama tempe" ucap ibu ibu pembeli


" Iya Bu? " Clara membungkuskan sepuluh gorengan


" Ini Bu?"


" Makasih neng?"


Pembeli terus berdatangan,gorengan Clara terjual habis.


Clara menghitung hasil jualannya.


" Alhamdulillah seratus tiga puluh ribu?"


Clara menbereskan box bekas gorengan dan menaruhnya disepeda.


" Mau pulang neng ?" tanya si Udin


**


tok tok tok !!


Vania mengetuk pintu rumah kakek biantara


tok tok tok !!


"iishh kemana sih bian? mana panas begini?" gerutu Vania tak kunjung dibukakan pintu


brak brak brak !!


Pintu di gedor keras


" Siapa ya ?" tanya teh Mumun pekerja dirumah kakek


" Lama banget sih buka pintunya? mana bian !" tanya Vania ketus


" Tuan bian bersama kakeknya di belakang neng?"

__ADS_1


Vania nyelonong masuk


" bawakan koper saya !" ucapnya menyuruh teh Mumun


" Dasar tidak sopan? siaapa sih itu perempuan!" gerutu teh Mumun kesal terpaksa menyeret masuk koper milik Vania.


Biantara dan kakek Wijaya meminum teh hijau di dlbelakang sambil melihat pemandangan hamparan kebun teh yang luas dan pegunungan yang indah serta udara yang sejuk.


Tap tap tap !!


Derap langkah kaki seseorang berjalan kearah belakang tempat biantara dan kakek Wijaya duduk santai menikmati pemandangan.


Semakin dekat biantara bisa melihat siapa yang datang,dia adalah Vania wanita yang dihindarinya.


" Pagi bian ?" ucap Vania menyapa biantara


Biantara diam saja acuh dengan kedatangan Vania.


Kakek Wijaya disebelah bian mengernyit.


" Kau siapa ?" tanya kakek Wijaya yang sejak tadi penasaran


" Calon istri bian " jawab Vania ketus,dia mengira kakek didepanya orang asing melihat penampilan kakek Wijaya hanya memakai kaus oblong dan celana panjang.


Kakek Wijaya terkekeh,sombong sekali wanita didepanya? belum tentu cucunya mau menikah dengan wanita macam Vania.


" Nggak sopan banget ya tertawa,tidak ada yang lucu tau nggak ?" kesal Vania pada kakek Wijaya


" Jaga mulutmu Vania ! kau yang tak sopan ! dia kakekku ?" marah biantara


Mata Vania membulat dengan mulut menganga


" Di- dia kakekmu bian? kau tidak bohong kan? " Vania tergagap tidak percaya kakek didepanya adalah kakek biantara.


" Ya !" jawab bian cuek


" Maafkan aku kek? aku tidak tahu kalau kakek itu kakeknya bian ?" ucap Vania menyesal tidak berpikir jernih seenaknya saja dirumah orang,apalagi orang yang akan menjadi kakeknya.


" Tidak perlu minta maaf?" ucap kakek Wijaya Dingin


" Jadi kakek tidak mempermasalahkan ?"


" Tentu masalah buat kakek ? pergilah dari rumahku,saya tidak suka wanita lancang dan sombong sepertimu !" kakek Wijaya mengusir Vania

__ADS_1


Vania mematung,tidak menyangka dirinya akan diusir kakek Wijaya.


__ADS_2