
Adrian memerintahkan anak buahnya untuk mencari tahu siapa Naumi sebenarnya
Adrian membelokkan mobil menuju rumah Celline,dia malas untuk pulang bertemu Jasmine
Cintanya pada sang istri telah luntur semenjak Jasmine suka melawan dan jadi istri yg pembangkang
Adrian tidak suka itu,dia menyukai Jasmine yg dulu.
Jasmine yg lemah lembut,polos dan nggak neko-neko
Ting tong
" Siapa itu ?" gumam Celline bersantai di dekat kolam renang
Dira memasak mie instan mendengar suara bel berbunyi lalu membuka pintu
" Eh papa,masuk pa ?" ujar Dira pada Adrian menunggu di depan pintu
" Ya dir ? mamamu mana ?" tanya Adrian
" Ada tuh di belakang kayaknya pa ?"
Adrian mencari-cari keberadaan Celline " Nah itu dia?" Gumam Adrian menyusul Celline
" Lin ?"
Celline berjingkat kaget,dia tidak melihat kedatangan Adrian karena memakai masker mentimun di ke dua matanya
" Ngagetin aja sih " ucap Celline melepas masker
Celline menelisik penampilan Adrian masih mengenakan jas dan kemeja kerjanya
Kakaknya pasti belum pulang ke rumah,tumben-tumbenan kakaknya berkunjung tanpa mengabari
Celline menebak-nebak apa yg terjadi pada kakaknya itu?
Kenapa lagi kalau bukan berantem sama Jasmine.
" Kenapa ngliatin kakak kaya gitu " ujar Adrian meneliti penampilannya takut ada yg aneh
Celline menatapnya tanpa berkedip
Ekhem ekhem
Celline berdehem " Tumben kakak kesini,biasanya nggak jarang banget main ?
Ini lagi,kenapa masih pake baju kerja.
Kakak dari kantor langsung kesini ? Hmmm.. kayaknya lagi berantem sama mbak Jasmine,iya kan ?"
Adrian menonyor kening Celline " Kalau nanya satu-satu dong,nggak usah nyerocos begitu "
Celline memonyongkan bibir sambil memegangi keningnya
" Iya,iya bawel ?"
" Dih,yg bawel siapa,aku atau kamu ?" balas Adrian tak terima
" Sudah,sudah ? papa sama Mama kerjaannya ribut mulu.
Nih aku bawakan mie instan spesial telor mata sapi,ada yg mau ?" ucap Dira memincingkan alisnya
Adrian dan Celline saling berebut mengambil mie instan,Dira di buat geleng-geleng kepala dengan tingkah kakak beradik di depannya
" Mama sama papa kaya tom and Jerry " ejek Dira menjulurkan lidah
" La itu kamu sama Bian kali dir ?" balas Celline
" Ish,dosa lho sama orang tua kaya gitu " sahut Adrian
Dira terkekeh,dia seperti melihat anak kecil berperawakan tua sedang berantem
Mereka makan bersama di dekat kolam renang,rasanya nikmat sekali?
__ADS_1
Adrian sampai lupa maksud kedatangannya ke rumah Celline karena keasyikan makan
Adrian,Celline dan Dira sama-sama menghabiskan satu mangkuk mie instan
Adrian bersendawa di depan Celline dan Dira usai makan
" Alhamdulillah ?" ucap Adrian
Celline heran,sejak tadi kakaknya mengajaknya bercanda tanpa berbicara maksud kedatangannya
" Kak ?" panggil Celline
" Apa Lin " balas Adrian menoleh pada Celline
" Kakak mau ngapain datang kesini " tanyanya
Adrian teringat tujuannya ke rumah Celline
Adrian menarik nafas panjang menghembuskannya pelan sebelum menjelaskan
"Begini Lin ?
Sebenarnya aku sudah bosan sama Jasmine,setiap hari mengajakku ribut terus,tidur pun tak nyenyak terus-menerus di ganggu,makan saja tidak berselera?
Jasmine selalu menanyakan Bian,aku bosan dengarnya.
Jasmine yg dulu telah berubah " ujar Adrian tertunduk sedih
Celline menghela nafas panjang " Sabar kak ? jangan gegabah mengambil keputusan.
Siapa tahu Mbak Jasmine bisa berubah "
Adrian memijit pelipisnya,dia juga bingung bertindak bagaimana agar Jasmine mau berubah dan berhenti mencampuri urusan Biantara
" Oh iya,bagaimana resepsi Bian " tanya Adrian mengalihkan pembicaraan,dia malas membahas istrinya pada Celline
" Semuanya sudah beres kak,tinggal menunggu waktunya saja.
Dekor dan catering sudah di urus Bian sama Clara.
**
Di rumah Clara
" Kenapa mas Bian belum pulang ?" gumam Clara menunggu suaminya di depan rumah
Yolanda menghidangkan pisang goreng dan kopi untuk Clara
" Sabar sayang?
Nih makan dulu yuk " ajak Yolanda
Yolanda menatap wajah anaknya yg sedang mencemaskan Biantara,begitu besar cinta Clara pada Biantara
Belum pulang saja dia rela menunggu suaminya di luar rumah,padahal cuaca hujan deras?
Clara belum istirahat sepulang dari kantor.
Terlihat sekali gurat wajah lelah dan tidak bersemangat
Clara menggigil kedinginan sambil mengusap-usap ke dua tangan
Yolanda menyodorkan kopi hitam agar sedikit lebih hangat setelah menghabiskannya
Clara meneguknya sampai habis,dia juga tetap tidak mau di ajak masuk menunggu Biantara di dalam
Yolanda tidak tega pada sang anak gegas mengambilkan selimut dan memberikannya pada Clara
**
Di kantor
Biantara masih berkutat di depan laptopnya mengerjakan beberapa pekerjaannya yg belum terselesaikan
__ADS_1
Biantara menoleh ke arah jendela,hujan deras mengguyur ibu kota
Dia teringat istrinya,apa Clara sudah pulang kantor
Kenapa tidak mengabari untuk menjemputnya
Biantara cemas takut Clara menunggu di kantornya,lalu mengambil ponsel menghubungi nomor Clara
Panggilan terhubung namun tidak di angkat
" Kemana kamu sayang ?" gumam Biantara menghubungi nomor Clara berkali-kali
Tidak di angkat juga?
Biantara mematikan laptop menyambar kunci mobil
Tidak perduli kerjaan yg masih banyak asalkan istrinya tidak menunggunya lama
Biantara memacu mobilnya menuju kantor Clara
Disana kantornya sudah sepi,hanya ada pak satpam yg berjaga
" Pak,apa Clara sudah pulang ?" tanya Biantara turun dari mobil
" Clara siapa ya Tuan ?" tanya satpam itu
" Yg punya kantor ini pak " balasnya
" Oh,nona Clara sudah pulang sejak tadi Tuan ?
saya kira Clara siapa,soalnya banyak nama Clara di kantor ini tuan. " satpam itu terkekeh
" Ya sudah terimakasih pak ?" Balas Biantara masuk mobil kembali
Biantara memutuskan untuk pulang,tidak balik ke kantor lagi melanjutkan pekerjaannya dan lembur sampai malam
Mobil Biantara memasuki pekarangan rumah Clara
Dari kaca mobil dia melihat Clara duduk di depan rumah di temani ibu Yolanda
Biantara turun dari mobil menghampiri sang istri yg terlelap di kursi
Yolanda menyuruh Biantara untuk diam dan memindahkan Clara ke kamar tamu yg lebih dekat jaraknya
Biantara merasa bersalah,istrinya bela-belain menunggunya sampai kedinginan di luar
" Terimakasih sudah menjaga Clara Bu?" ucap Biantara pada Yolanda
Yolanda tersenyum,sudah tugasnya menjaga anaknya dalam keadaan apapun
" Sama-sama bi ?
Cepat mandi dan temani Clara,sepertinya dia kangen sekali sama kamu bi ?
padahal baru satu hari ditinggal kerja. " ujar Yolanda terkekeh mencandai Biantara
Biantara ikut terkekeh,Clara memang masih sangat manja.
Padahal statusnya sudah berubah bukan gadis lagi
Biantara memaklumi,mungkin karena dulu Clara kekurangan kasih sayang
Setelah menemukan ibunya dia masih ingin bermanja-manja dan masih ingin di perhatikan lebih
Setelah membersihkan diri Biantara berbaring di samping Clara
Lama sekali dia menatap wajah cantik sang istri yg sedang terlelap dengan damainya
Clara sama sekali tidak terganggu dengan pergerakan Biantara di sampingnya
__ADS_1
** Bersambung ...