
Bonanza kini mengangkat tubuhnya, setelah lumayan lama duduk di kursi tunggu rumahsakit. Hendak masuk ke ruang perawatan.
"Mau ku temani?" Bonanza seperti seakan terdiam menengok melihat tangan pria yang menepuk bahunya di samping, tatapan dalam terpancar jelas tatkala pandangan nya semakin naik tepat di mata berwarna hitam pria di sampingnya.
"Raksa, jujur aku sangat takut." Ucap Bonanza tertunduk. "Rasanya aku begitu takut, hati ku sangat tidak tenang."
"Itu karna kamu merasa bersalah, caranya mengatasi semua itu, dengan kamu meminta maaf." Senyuman Rasa sedikit terulas, binar kagum sangat terlihat di mata Bonanza tatkala melihat senyuman terulas untuk pertama kalinya itu, waloupun hanya sekilas.
Bonanza memasuki ruangan perawatan, di temani Raksa. Meminta maaf kepada korban yang dia tabrak, mata Bonanza berkaca-kaca tatkala mendapat maaf dari korban yang dia tabrak. Bonanza merasa tenang, lega dan haru.
***
Seulas senyuman masih tak hilang dari bibir Bonsnza, berjalan beriringan di koridor rumah sakit bersama pria yang masih menunggunya tadi, hendak menuju pintu keluar rumahsakit.
"Rasanya lega sekali." Ucap Bonanza di balik senyumnya. "Trimakasih Raksa." lanjutnya menengok ke arah pria di samping nya.
"Bukan nya tadi kamu bilang tidak perlu mengucapkan trimakasih pada ku?" Ucap Aksa tanpa melihat ke arah gadis yang berjalan beriringan di samping nya.
__ADS_1
"Mungkin aku memang jahat dan tidak punya hati." Ucap Bonanza tertunduk. "Tadi waktu mobilku tidak sengaja menabrak orang itu, aku malah menyuruh supirku untuk pergi."
"Pasti ada penyebabnya, yang menjadikan sikapmu seperti tu." langkah Raksa terhenti, berbalik melihat gadis yang muram di samping nya. "Aku memang tidak mengenal mu, tapi jangan jadikan dirimu menjadi kejam, sebagai protes pada hidupmu."
Bonanza terdiam mendengan kalimat Raksa, seperti mencerna dalam semua perkataan nya. Di akhiri satu tepukan lembut dari Raksa di bahunya.
Bonanza mengambil ponselnya di dalam tas, hendak menghubungi orang rumah untuk menjempunya. Karna mobilnya tadi langsung di bawa oleh supirnya ke bengkel.
"Sudah malam, ayo ku antar pulang!" Tawar Raksa
"Tidak perlu, aku akan menghubungi orang rumah."
"Ini ambilah," Raksa kembali dengan satu sebotol air mineral, yang dia berikan pada Bonanza. "Maaf aku tidak bisa menunggu mu sampai di jemput, disini juga masih banyak orang lewat."
"Iya, pulang lah. Terimakasih." Bonanza tersenyum, kemudian Aksa benar-benar pergi dari hadapan nya.
"Dia bukan tuan sok baik hati, dia memang benar-benar baik." Gumam Bonanza dengan tersenyum, kemudian membuka botol air mineral di tangan nya lalu meneguknya.
__ADS_1
****
Amerika,
Setelah menjalani hari yang begitu melelahkan, Niana berjalan menuju xxxxxx book store dekat kampusnya, mencari buku-buku yang dia perlukan. Tiga buku besar sudah ada di tangan nya, tapi semua itu belum cukup untuknya, masih ada satu buku yang sangat penring yang dia cari.
Niana terus mengitari jejeran rak yang begitu lengkap dengan buku-bukunya, sampai pada pilihan terakhirnya sebuah buku berwarna Abu-abu tua, tentang motivator of busines, karya seorang motivator bisnis dunia terkenal.
Tangan Niana berusaha meraih buku tersebut, walou kakinya sudah berjinjit tapi masih belum bisa meraih buku yang dia ingin kan. Sampai tangan seseorang dari belakan yang terlihat mengambil buku tersebut, Niana seketika berbalik.
"Aku yang yang melihat dan akan mengambil buku itu terlebihh dulu." ucap Niana tatkala mendapati seorang pria yang menggambil buku yang dia ingin kan akan pergi membawa buku itu.
"Tapi aku yang mengambilnya terlebih dulu," pria itu langsung pergi membawa bukunya.
Niana segera membawa buku-buku yang sudah dia pilih menuju kasir, kemudian hendak mengejar pria tadi yang sudah keluar terlebih dulu, karna sudah mengetahui buku yang di bawa pria itu sangat lemited edition dan hanya ada satu lagi di toko itu.
"Tunggu! aku mohon, aku sangat membutuhkan buku itu untuk presentasiku." Niana mengatupkan kedua tangan nya, memohon. "Aku akan membayarnya dua kali lipat."
__ADS_1
Pria itu tidak menghiroukan permohonan Niana, melirik memperhatikan Niana dari ujung atas ke ujung bawah. "Dari mana asalmu?" tanya nya "Pakai bahasa indonesia saja, kita berasal dari negara yang sama." ucapnya kemudia, dengan bahasa indonesia ( percakapan di atas ceritanya pake bahasa inggris he..)
"Kalou mau buku ini, makan malam dengan ku malam ini. Ku tunggu di kafe xxxx" Ucap pria itu kemudian berlalu, tanpa mendengar dulu jawaban dari Niana.