
Dua hari berlalu..
Mobil Raksa sudah kembali menapaki jalanan ibu kota, pagi ini di kantornya ia ada meeting dengan para agent properti. Sepak terjangnya yang berawal dari agent properti tentu saja, Raksa menjadi inspirator banyak orang yang seprofesi dengan nya dulu. Karna itu juga Raksa sangat wellcome menerima kerjasama dengan agent-agent properti dan memberikan penawaran yang sangat baik untuk mereka, karna ia juga sangat mengerti dengan sepak terjang mereka yang sangat perperan dalam penjualan.
Seperti proyek baru prusahaan Raksa perumahan Bumi Teduh, sebuah hunian masa kini dengan nuansa alam yang baru mencapai 40%, walou masih kurang sempurna 60% lagi, namun hunian yang beLum selesai itu sudah terbuking 50%, salah satunya atas peran dari para agent properti. dan semoga sesuai target hunian impian itu akan selelesai beberapa bulan lagi, dan awak taun depan bisa mulai di tempati semua pemilik barunya.
Satu tancapan gas lagi, mobil Raksa akan sampai di pelataran gedung berlantai dua yang menjadi tujuan setiap rutinitas pekerjaan menantinya. Namun yang namanya jalanan ibu kota, jarang terhindar dari kemacetan, seperti saat ini yang menghentikan laju mobilnya. Dari informasi ada perbaikan jalan, yang membuat laju jalan menjadi selambat keong.
Raksa hanya tersenyum masam, waloupun sudah terbiasa bermacet-macetan seperti itu, tetap saja siapa yang mau terjebak di tengah-tengah dereten mobil-mobil dengan waktu yang terbuang percuma.
Mobil di depan tak kunjung melaju, Raksa sedikit meregangkan otot-ototnya. Kemudian ia mengambil sebuah koran yang baru saja ia beli dari tukang asong. Barusaja Raksa membuka gulungan koran tersebut, halaman terdepan sudah tertera nama Daffin Miler Sagara.
Grand opening berdirinya prusahaan baru yang akan semakin mewarnai dunia bisnis pembangunan di negri ini Buldomer Construction. Termasuk pemberitaan tentang Daffin yang tidak jadi mengambil alih prusahaan keluarganya di Indonesia, karena ia lebih memilih untuk mendirikan prusahaan nya sediri. Yang hebatnya, prusahaan Daffin langsung mendapat kerjasama besar dari prusahaan ternama Globaltama Company, tanpa mengikuti tender. Mungkin semua itu karena nama belakangnya yang sangat berpengaruh.
Mudah sekali dia mendapat kerjasama sebesar itu. Dia beda dengan ku, memulai semuanya dengan mudah. Ini sungguh persaingan luar biasa, tapi aku tidak akan mudah di kalahkan, huph." Di akhiri tiupan napas nya, pemuda itu seakan di aliri dengan semangat yang membara saat ini, setelah beberapa hari lalu ia sedikit kehilangan kepercayaan dirinya. Seiring dengan mobil di depan mulai melaju semakin Normal, tanpa pikir panjang pemuda itu langsung tancap gas.
Pekerjaan tidak bisa menunggu...
****
"Yang penting kita memulai semuanya dengan kejujuran, jujur dalam berbisnis akan membuka jalan kalian semakin mudah kedepan. Maksudku, misalnya kalian sedang melakukan penawaran salah satu unit kepada client, kalian harus mendeskripsikan keadaan unit itu real sesuai kenyataan nya. Jangan di lebih-lebihkan yang kurang, hanya demi bisa menjual dengan mudah. Yang utama adalah kepuasan client." tutur Raksa, mengenai saran tips dan trick sebagai agent properti.
__ADS_1
"Kalian juga harus mengerti apa dan seperti apa yang di inginkan client, dan menawarkan produk kita yang sesuai dengan harapan mereka. RD Depelopment, memiliki banyak rekomendasi hunian yang bisa jadi banyak pilihan, kita juga ada klas-klas hunian yang bisa menyesuaika budget client, cicilan pertaun, bonus casecack, dan berbagai kelebihan lainya. Disini kami tidak menawarkan komisi untuk kalian, tapi kami akan menurunkan nominlnya jadi kalian bisa menetukan berapa nilai jual atou keuntunga kalian sediri. Jadi silahkan kalian manfaatkan semuanya dengan baik."
Penuturan Raksa panjang lebar. Meeting dengan agent properti pun berakhir dengan baik dan lancar. kebijakan kerjasama yang Raksa tawarkan sangat bisa di terima oleh mereka.
Siang Hari Raksa melanjutkan meeting, dengan team pembangunan proyek Bumi Teduh, dan divisi penjualan membahas pencapaian dan target penjualan mereka. Bonanza, juga ikut hadir kali ini, karena ia adalah leader team pembanguna Bumi teduh.
"Proyek pembangunan Bumi Teduh sudah mencapai 44%, Pohon-Pohon besar sudah mulai di oindahkan, pemangunan danou buatan juga sedang dalam tahap pengerjaan, dengan bantuan penambahan tenaga kerja dan alat berat semua akan selesai sebelum target, dan Bumi teduh akan siap huni tidak asampai awal tahun deoan. 50% persen sudah terbuking, sesuai ucapan bapak perumahan masa kini namun bernuansa alam akan sangat menjadi daya tarik tersendiri di tengah kota metropolitan seperti ini, dan ini bisa menjadi acuan untuk kita bisa menaikan profit kita." penuturan presetasi team divisi Bumi Teduh.
"Saya sangat berterima kasih dengan semua usaha dan kerja keras kalian, untuk sementara tahan penjualan kita cukup sampai 50%," tutur Raksa. "Saya terima saran yang baru saja masuk, etelah itu kita bisa menaikan profit kita untuk penjualan selanjutnya. Setelah semuanya siap huni, dengan reason penjeulan sebelum nya masih masa promo."
Pembahasan demi pembahasan tersampaikan di meja rapat tersebut, Termasuk program baru perusahaan Raksa untuk semakin menuju kelaster skala besar, target selanjutnya adalah membangunan salah satu perumahan modern dengan pusat perbelanjaan besar dan fasilitas mewah lain di dalam nya. Setelah Bumi Teduh, terealisasikan, program-program baru akan semakin mudah di kejar, kaarna suksesny Bumi Teduh, akan semakin menarik minar investor.
Nama Raksa Tirta Darma sudah semakin jadi perbincangan, seiring dengan wajahnya yang sudah banyak muncul di banyak media pemberitaan elektronik, online maupun cetak. Namun pria itu sangatlah low privat, dan sangat tertutup dengan pemberitaan nya selain mengenai bisnis.
***
"Di ruangan ku?"
"Aku belum sempat makan siang, bagai mana kalou sambil makan?" tanya balik Bonanza.
"Ide bagus," jawab Raksa, ia juga tidak sempat makan siang.
__ADS_1
Raksa dan Bonanza sudah berada di kafer dekat kantor mereka, karna sama-sama sudah sangat lapar keduanya memilih untuk makan terlebih dulu sebul mengatakan apa yang akan Bonanza katakan, "Harusnya kamu jangan sampai lupa makan siang," ucao Raksa.
"Kamu sendiri?" balik tanya Bonanza. "Aku kalou sudah melakukan sesuatu akan fokus sampai tujuan ku tercapai."
"Setidaknya kita punya kesamaan, fokus nelakukan sesuatu," jawab Raksa. "Apa yang mau kamu sampaikan?"
"Aku mau berhenti," ucap Bonanza. "Aku sudah cukup belajar banyak dari mu Raksa."
Raksa memang kaget mendengarnya, tapi sesuai ucapanya sebelum nya ia mempersilahkan Bonanza jika ingin keluar kapanpun dari prusahaan nya. "Tentu saja, Aku sudah sangat terbantu,"
.
.
.
. Bersambung....!
Mohon maaf karena beberapa hari ini aku nggak up, terimakasih untuk yang masuh setia menanti kelanjutan novel ini, kalou ada hehee....
Aku usahain up 3 atou 4 BAB hari ini, buat nambal hari kemarin hehe...
__ADS_1
Yukk lanjut baca.....