Gadis Impian

Gadis Impian
BAB 85


__ADS_3

Niana terbangun dari tidurnya, berusaha menyadarkan dirinya dari kantuk dan rasa lelah yang belum sepenuhnya hilang, menyadari kalau mobil yang ia naiki sudah berhenti. "Maya, kita sudah sampai?" niana sambil meregangkan sedikit ototnya, menyadari tidak ada jawaban dari pengawal wanitanya itu Niana mengerutkan dahi dan melebarkan penuh matanya mencari sosok pengawal pribadinya itu. "Dimana Maya?" Tersadar di dalam mobil itu hanya tinggal ia sendiri, melihat keluar disana ternyata bukan rumah yang yang ia tuju melainkan sebuah hotel bintang lima.


Tidak berapa seorang mengetuk kaca mobil, Niana lekas membuka pintu mobil terbuka, "Mari nona!" Dua orang wanita berseragam menyambutnya, dan mempersilahkan Niana memasuki hotel tersebut. Niana masih merasa heran dan bingung kenapa ia bisa berada di sana.


"Kenapa aku bisa di sini? Dimana Maya?" tanya Niana tergesa, ia bingung apa yang telah terjadi. Dengan segera Niana mengambil ponsel nya lalu melakukan panggilan pada Maya. Namun Maya tidak bisa di hubungi.


"Apa maksudnya ini?" Setelah keluar mobil, Niana benar-benar merasa ada yang aneh, kenapa ia bisa tiba-tiba berada di hotel dan kemana Maya dan pengawal lainya.


"Anda tidak perlu merasa takut, lagi pula hotel ini milik ayah anda Nona. Pengawal anda ada urusan yang harus mereka selesaikan mereka nanti akan kembali jika rumah yang akan anda tempati sudah siap." Setelah pikiran nya sudah negatif menerka-nerka apa yang terjadi, akhirnya Niana percaya dan mengiakan ajakan dua orang itu masuk kedalam hotel. Toh itu juga salah satu hotel milik keluarganya.


Sebuah pesan masuk dari Maya, yang akhirnya membuat Niana benar-benar bersedia memasuki hotel. "Nona, ada masalah yang harus saya urus anda untuk sementara beristirahat dulu di hotel, dan dua orang wanita yang menemui anda nanti mereka yang akan membantu anda."


"Ada apa ini, kenapa dia seenaknya seperti itu." gerutu pelan Niana.


"Nona silahkan beristirahan dan membersihkan diri," ujar seorang butler hotel yang melayani semua kebutuhan Niana.


"Tidak usah hawatir, semua keperluan anda sudah siap untuk malam ini,"


"Apa maksudnya, apa aku menginap disini malam ini? Maya seenaknya sekali!" Gerutu Niana. "Baju-baju ku masih di mobil, bisa tolong ambilkan."


"Baju ganti anda juga sudah siap Nona di lemari," jawab butler wanita itu


"Terserahlah, kalian bisa pergi." Niana menjatuhkan tubuhnya duduk di atas tempat tidur, pikiran nya masih menerka-nerka apa yang sedang di lakukan Maya. "Sudahlah, aku lebih baik mandi dulu. Perutku juga sudah lapar. Ambil sisi baiknya saja, mungkin makanan di hotel ini enak-enak."

__ADS_1


Nianan selesai membersihkan diri, keluar dari kamar mandi dengan mengenakan jubah mandi. Dengan rambut yang sudah ia keringkan dengan heredryer, Niana kini hanya tinggal mengenakan baju tidur. Namun setelah membuka lemari pakaian, Niana di buat kaget dan tidak habis pikir, hanya ada sebuah gaun di sana. "Apa maksudnya, apa aku harus memakai ini untuk tidur?"


Niana sangat bingung, bahkan ia tidak berniat keluar kamar, makan malam pun ia ingin memesan nya untuk di dalam kamar. Niana segera melakukan panggilan pada Maya, menurutnya jelas tidak lain semua itu perbuatan Maya. Namun niat Niana terhenti tatkala suara bel pintu berbunyi. ternyata dua orang pelayang hotel tadi yang menghampiri nya.


"Baguslah klian kemari. Apa maksudnya dengan gaun ini, kenapa di lemari hanya ada gaun ini?" dumal Niana dengan esal. "Kalian ingin aku tidur dengan baju seperti ini?"


"Maaf Nona kami hanya menjalankan tugas."


"Maksudnya, siapa yang menugaskan kalian. Pengawal pribadiku? ayahku? Sebenarnya atas permintaan siapa semua ini." Niana masih mendumal tiada henti, Gadis itu lanjut duduk di tepi tempat tidur dengan menangkup dagu masih tidak habis pikir.


"Maaf Nona mari kami bantu untuk bersiap,"


Niana menegakan kepala nya, jujur ia masih sangat di buat bingung. "Bersiap untuk apa? Aku mau istirahat, kalian pergi saja."


"Maaf Nona tapi makan malam sudah siap, Kami hanya di tugaskan untuk membantu anda," jelas dua orang pelayan wanita itu, "Tolonglah Nona, kami hanya seorang pelayan yang sangat menggantungkan hidup dengan pekerjaan ini."


Setelah siap balutan gaun indah dan riasan yang pas, Niana mengikuti kemana dua pelayan wanita itu menuntun nya, dan ternyata beberapa pengawal nya sudah ada di luarr kamarnya dan ikut mengikutinya. Niana hanya mendengus kesal.


Niana ternyata di bawa ke rootop hotel, "Silahkan Nona, nikmati makan malam romantis anda," ucapan pelayan yang membuat Niana kembali terheran.


"Makan malam romantis apa maksudnya," gumam pelan Niana, ia kemudian berjalan sendiri menuju area rooptop, gadis itu sungguh di buat terheran kagum mungkin juga terkesan dengan nuansa makan malam romantis di ruptop itu. Disana hanya tersedia satu meja dengan sepasang kursi, yang lasung memperlihatkan pemandangan cantiknya kota Jogja di malam hari.


"Selamat malam Dream Girl," kalimat yang membuat Niana kaget, mungkin ia hanya sedang berhalisinasi karna sedang berada di suasana romantis, sehingga pikiran nya kemana-mana. "Apa kamu tidak mau liat aku?"

__ADS_1


Niana berbalik badan, dan kenyataan nya di bukan berhayal atou bermimpi. Raksa sudah berdiri di hadapan nya sekarang. "Aksaa..."


Seakan tak mampu berkata-kata, mata Niana pun mulai menanak sungai betapa merasa bersalahnya dengan apa sudah ia lakukan pada pria di hadapan nya. "Maafkan aku.."


"Sudah lah, kita nikmati mala ini." Raksa meraih wajah Niana, mengusapnya lembut dan menghapus sedikit airmata yang terjatuh. "Jangan nangis dong, jelek dong nanti makepnya luntur."


"Jadi kalou tanpa makeup aku jelek?" Niana menahan airmatanya untuk tidak terjatuh lagi, namun masih dengan sedikit terisak.


"Ia jelek,"


Niana merengek manja tak terima, "Jahat kamu."


"Enggak lah. Kamu selalu cantik ko, dalam keadaan apapun bahkan setelah bangun tidur, dengan rambut acak-acakan bekas iler di pipi, tetep canti ko." balas Raksa dengan nada usil menggodanya


"Gombal itu nggak jujur,"


"Kamu selalu cantik dalam keadaan apapun, di mata aku. Kecuali kalou kamu sedang menangis, aku nggak suka liatnya." ucap Raksa dengan nada serius dan dalam.


"Jadi kamu gak suka aku nangis?" jawab Niana.


"Enggak," jelas Raksa


"Yaudah, kalo gitu aku bakalan ngumpet-ngumpet kalou mau nangis,"

__ADS_1


"Jangan dong," jawan Raksa tak terima, "Pokonya, aku janji akan selalu berusaha buat kamu tersenyum, jadi kamu bakalan lupa gimana caranya menangis."


"Uhhh, jadi pengen nangis aku dengernya.. Nangis bahagia." ucap Niana dengan senyum bahagianya. Lanjut diner romantis Raksa dan Niana.


__ADS_2