Gadis Impian

Gadis Impian
BAB 32


__ADS_3

Raksa sudah berada di atap gedung, gedung besar berlantai dua prusahaan nya saat ini, 10x lebih besar dari Ruko sebelum nya yang menjadi kantornya dulu. Raksa duduk setengah menyandarkan tubuhnya di bangku yang tersedia di sana, menatap kosong langit-langit.


Langit malam yang polos tidak ada bintang yang menampakan diri, kecuali satu bintang yang terlihat sangat kecil berada tak jauh dari bulan sabit yang sedikit menampakan cahaya.


Pikiran nya masih di penuhi Niana, gadis impian nya. Dulu dia pernah menyesal menyia-nyianyakan kesempatan terakhirnya bertemu dengan Niana, sebelum dia mendapat syarat dan kesempatan dari Agata Argani Wijaya ayahnya Niana, Hal itu yang membuatnya kembali menyia-nyiakan pertemuan ini. Ucapan pengusaha besar itu terus terekam jelas di kepalanya, jangan pernah menemui putrinya sebelum ia bisa membuktikan ucapan nya bisa sepadan dengan nya. Raksa hanya berusaha memegang ucapan nya sebagai seorang pria, yang dia juga yakin Agata Wijaya juga akan memegang ucapan nya.


Melihat pencpaian dirinya saat ini yang masih belum menjadi apa-apa jauh dari kata sepada itu. Saat ini ia hanya menyadari mimpinya sangat jauh sangat tinggi untuk ia gapai.


****


Hari ini Raksa mulai menyibukan diri di kantornya, berusaha mengalihkan perhatian nya agar tidak memikirkan Niana.


"Ini baju ganti mu!" Karin menyerahkan sebuah kantong plastik yang berisikan baju ganti Raksa. Pria di hadapannya nampak lusuh acak-acakan, Setelah semalam Raksa tidak pulang, berada di kantor semalaman, bahkan pria itu pun nampak tidak tidur. "Udah sana mandi ganti bajumu!"


"Aku masih sibuk. Nanti saja." Raksa tidak beralih dari berkas-berkas yang dia priksa satu persatu dengan tidak melewatkan kata demi kata di dalam nya.


"Rakew!" Bentak Karin merampas berkas-dari hadapan Raksa memindahkan agar tidak bisa di jangkou nya, "Kamu gak tidur semalam?"


"Aku atasan mu di sini!" Raksa ikut meninggikan suarnya.

__ADS_1


"Oh, iya maaf bos Raksa saya lupa." Karin menjawab. "Tapi bekerja dengan kondisi anda yang seperti ini malah akan membuat anda lebih kacou. Coba kamu baca satu berkas ini." Karin melempar 1 berkas ke hadapan Raksa. "Waloupun kamu membacanya berulang-ulang tapi taakan kamu pahami."


Karin menghela nafas, dia singguh tak tega melihat sahabat yang juga bosnya yang seperti itu, tidak ada semangat seperti biasanya. "Aku tau kisah kalian sulit, kenapa kamu tidak jujur kepadanya?"


Raksa hanya menunduk menangkup kepalanya sediri nampak frustasi. "Semua ini tidak semudah itu, siapa aku?"


"Tapi dia juga berhak tau prasaan mu!" Karin geram dengan sikap Raksa. "Apa kamu lihat seperti apa wajahnya kemarin? Dia sangat kecewa, apalagi dia melihat mu dengan Bonanza, kesalah pahaman apa lagi yang akan kamu buat Raksa, Sahabatku, Bosku? Aku perduli padamu, pada kalian!"


"Kamu tidak mengerti, jangan mendesak ku, semuanya tidak akan semudah itu!" Raksa menjawab masih denga wajah kacou nya, "Aku hanya masih menunggu."


"Kesempatan itu jarang datang dua kali, bagai mana kalou dia bisa move on, dan mendapat kan orang lain yang tepat untuknya nanti setelah pulang dari amerika?" Ucapan, pertanyaan, praduga Karin membuat Raksa mengangkat kepala nya, seakan mendapat rasa takut ajan hal itu. Karin yang dengan kesal meninggalkan nya. Raksa mengusap wajahnya frustasi.


****


Brukkk...


Karin kembali lagi menghampiri Raksa, dengan sebuah tablet yang sudah dia lempar ke atas meja tepat di hadapan Raksa. "Lihat berita hari ini."


Raksa dengan ragu melihat bablet di depan nya. Sbuah Artikel yang di buat brita gosip yang mengatakan, Pertemuan kedua keluarga pengusaha besar indonesia Agata Argani Wijaya dan Pengusahan besar asal Amerika tadi malam, bukan pertemuan biasa atou hanya untuk mempererat jalinan bisnis antara keduanya tapi ternyata untuk mempererat ikatan keluaga mereka yang akan terikat oleh pertunangan dari putri mahkota pewaris Propat jaya Mandiri dengan putra kedua pemilik prusahaan kontraktor ternama dunia asal Amerika itu.

__ADS_1


Wajah Raksa menerah seakan tersunut api, Dengan rasa amarahnya ia meremas kasar rambutnya. "Gadis mu itu akan kembali ke amerika kurang dari 60 menit lagi pesawatnya akan lepas landas." Lanjut Karin melihat Arlojinya, "Masih asa kesempatan setidaknya untuk dia mengetahui prasaan mu padanya. Jangan sesali semua ini nantinya!"


Raksa bergeming, dengan segera dia beranjak dari duduknya meraih kunci mobil nya dengan segera bergegas pergi. Sebuah senyuman tertarik dari sudut bibir gadis manis yang masih berada di ruangan itu, melihat kepergian sahabatnya. "Aku doakan yang terbaik untuk kalian, sahabatku!"


Raksa dengan bergesa-gesa keluar dariĀ  ruangan nya, dengan sebuah kontak mobil di genggaman tangan nya. "Raksa kamu mau kemana?" Sergah Manager nya yang tak lain adalah Bonanza, menahan langkah Raksa.


"Aku ada urusan!" Seru Raksa tanpa menoleh, mempercepat langkahnya. Tapi Bonanza masih berusaha mengejar sampai sedikit berlari agar bisa menahan Raksa.


"Urusan apa yang lebih penting?" Bonanza menahan pergelangan Raksa menahan pria itu dari langkahnya, "Kamu lupa, 20 menit lagi kita akan bertemu fendor baru. Ini sangat penting, target proyek pembangunan baru kita akan segera terealisasikan. Fendor baru kita ini bukan dari prusahan yang main-main Raksa!"


"Aku akan kembali tepat waktu!" Ucap tegas Raksa sebelum pergi, "Aku tidak akan mengecewakan semua usahamu." Kalimat terakhir yang terucap dari Raksa, membuat bonanza terdiam, apa Raksa juga tidak akan mengecewakan hatinya?


Perusahaan besar yang berdiri saat ini, dalam waktu yang begitu singkat jelas tidak mungkin kalou tidak tanpa perjuangan. Bonanza adalah salah satu orang yang paling berjasa, mendapat infestor-infestor besar bisa bekerja sama dengan prusahaan-prusahaan besar sedikit banyak atas perjuangan nya.


Kegigihan gadis itu sangat bisa di perhitungkan, terlebih dengan ambisinya untuk mendapat kan apapun yang yang dia mau tak terkecuali mendapat kucuran-kucuran dana dari infestor-infestor ternama.


Berasal dari keluarga dengan latar belakang pengusaha di bidang kontraktor dan perhotelan, bukan hal yang sulit bagi Bonanza bisa memdapat semua infestasi yang mau bekerja sama dengan prusahaan nya, karna infestor sudah mengetahui latar belakang gadis itu, nama ayahnya yang sangat berpengaruh di dunia bisnis.


Bonanza tidak bisa menahan langkah kaki bosnya pergi, gadis itu mulai menerka-nerka kemana Raksa akan pergi, menemui gadis impian nya. Bonanza meratap kecewa pada takdir yang mepermukan nya pada sosok pria luar biasa yang mampu mengisi hatinya, mengapa harus ada gadis lain di hatinya?.

__ADS_1


Bonanza menatap getir, "Berhenti mengharapkan nya!" karin yang sudah berada di belakang nya. Bonanza tidak mengindahkan nya, lalu pergi dari sana.


Di ruangan nya gadis itu terisak, "Aku harus mendapat apa yang ku mau, tapi dengan perjuangan ku. Semoga kamu bisa melihat semuanya." meratapi takdir, cinta yang tidak berpihak kepadanya.


__ADS_2