Gadis Impian

Gadis Impian
BAB 84


__ADS_3

"Ayah tidak bisa mengabulkan permintaan mu!" tolak ayah Aga, dengan suara yang menggema di ruangan nya, kaget dengan permintaan pitrinya untuk di mutasi ke perusahaan cabang Jogja. "Banyak orang kepercayaan ayah yang sudah berpengelaman untuk mengatasi masalah di sana!"


"Niana mohon ayah!" Niana mengatupkan kedua tangan nya, dengan memperlihatkan wajah merajuk bak meminta di belikan mainan, "Niana mohon ayah Niana hanya ingin Mencari pengalaman, Niana ingin mengukur kemampuan Niana, kalou Niana bisa menangani perusahaan yang hampir kolaps."


"Apa bekerja di prusahaan pusat tidak membuat pengelaman kerjamu semakin baik? Apa kamu tidak nyaman bekerja disini?" ayah Aga masih menolak permintaan putrinya tersebut. "Di saat orang-orang cabang berlomba-lomba bisa di mutasi ke perusahaan pusat, kamu malah ingin di mutasi ke perusahaan cabang yang bermasalah. Dan masalah nya itu tidak bisa di tangani dengan mudah olem mu."


"Ayah meragukan ku?" Niana beranjak menjauh dari ayahnya. Duduk di sofa yang berada di ruangan itu. "Jujur aku tidak nyaman bekerja di sini ayah."


"Kalau begitu tidak usah bekerja!" Sergah ayahnya.

__ADS_1


"Aku mohon yah, disini aku sangat di perlakukan dengan baik, mereka sangat hormat padaku karna aku anak ayah." Niana menatap sungguh ayahnya dari jauh. "Aku ingin orang memperlakukan ku semestinya saja, tidak melihat latae belakangaku, nama keluargaku, dan tidak melihat siapa ayahku. Aku ingin mengambil alih perisahaan jogja, dengan menyembunyikan jati diriku, aku ingin orang kenghargaiku karna diriku sendiri karena kinerja dan kerja kerasku sendiri."


Ayah Aga mendesah, nafasnya terbuang dengan berat mendengar ucapan putrinya, ia merasa tidak tega, tapi melihat Niana memohon seperti itu, ia juga tidak bisa menolak toh itu akan membuat Niana mandiri dan lebih mengerti sebuah perjuangan dan meraih sesuatu dengan kerja keras, sesuai yang ayah Aga inginkan sebenarnya, memberi pendidikan kehidupan secara nyata. Toh ia juga pernah melepas Niana ke Amerika, dengan alasan itu, waloupun membatalkan niatnya dan membawa Niana kembali, karena ada alasan tertentu yang menyangkut keselamatan putrinya itu, jika jauh dari perlindungan nya.


"Baiklah, ayah menyetujui semua permohonan mu. Asal tidak mengurangi penjagaan terhadap mu," ekpresi wajah Niana seketika berubah, senyuman mengembang dengan segera ia memeluk ayahnya, begitupun ucapan terimakasih yang bertubi tercurah.


****


Satu jam perjalan kurang lebih, pesawat landing dengan sempurna di bandara international Adisutjipto kota Jogjakarta. Paras cantik gadis berambut panjang bergelombang, penampilan nya tampak elegant dengan blous putuh lengan panjang di padukan celana casual hitam merek ternama yang melekat di seluruh tubuhnya, jelas membuat perhatian banyak orang yang tertuju padanya.

__ADS_1


Dua mobil hitam mewah merek eropa menjemput kedatangan Niana di bandara, yang akan mengantar Niana menuju rumah yang akan di tempati nya selama di Jogja. Pandangan Niana hanya tertuju pada luar kaca jendela mobil, sesekali matanya terpejam dengan sebuah desahan pelan kekuar dari mulut nya. "Aksa, maafkan aku!" batinya berucap, entah pria itu akan mengerti atou tidak, akan memaafkan nya atou tidak dengan keputusan sendiri yang dia ambil ini, satu hal yang Niana harus yangkini saat ini, dia susah memutuskan dan harus menjalani semuanya dengan baik.


Kalou ditanya, bagai mana dengan Raksa akan kepergian Niana. Jelas Niana pergi tanpa sepengatahuan pria itu, tanggal 24 kemarin, saat Raksa mengantar Niana pulang itu adalah pertemuan terakhir mereka. Setelah hari itu sampai sekarang Niana tidak ingin menemui Raksa, seberusaha apapun Raksa menghubunginya, menemuinya Niana mengabaikan nya.


Kemarin Niana hanya menitipkan sebuah surat untuk Raksa lewat Karin. Karin jelas kaget mendengar Niana yang akan menetap di jogja dan tanpa memberitahu Raksa, tapi sahabat nya itu tidak bisa berbuat lebih dan akhirnya terpaksa mengerti dengan Alasan Niana.


"Nona istirahatlah, selama di pesawat nona tidak tidur, anda pasti sangat lelah." ucap Maya, yang saat ini ikut duduk di samping Niana.


"Tidak Maya, aku ingin menikmati udara sore kota jogja selama, kota kelahiran ayahku. Dari sini juga aku berasal," jawab Niana, sambil mengirup udara segar dari jendela mobil yang ia buka. Namun nyatanya, tidak berapa lama Niana terlelap tak bisa lagi menahan rasa lelah dan kantuk nya.

__ADS_1


Sementara perjalanan masih berlangsung, dengan pengawalan eksta untuk mengantar sang Nona muda menuju tempat kediaman nua selama di kota perjuangan tersebut. Mobil yang di naiki Niana sudah berhenti, namun tidak membuat Niana yersadar dari tidurnya gadis itu nampak begitu lelah.


__ADS_2