
Setelah selesai mengantar sarapan untuk Raksa, Niana kembali pulang untuk mempersiapkan barang-barang nya selama di bandung nanti. "Maya bantu aku carikan hadiah untuk Alea dan Alia dulu." pinta Nianya yang di jawab baik oleh Maya. Mereka berdua pun mampir sebentar di sebuah toko boneka yang kebetulan mereka lewati.
Niana membeli dua boneka unicorn lucu untul dua gadis manis yang akan genap berusia 11 tahun itu, dengan ukuran sedang tidak terlalu besar agar bisa gampang membawanya. Semoga mereka suka.
Setelah sampai di rumahnya, Niana langsung mencari keberadaan Kepala asisten rumah tangga di rumahnya, untuk pamit akab pergi kebandung. Walou bagai manapun pak Danu yang selalu menjaga nya sejak kecil terlebih setelah mendiang ibu nya pergi dan Niana juga menyanginya seperti keluarga sendiri.
Niana langsung menuju rumah belakang, rumah yang terletak di bekakang rumah Niana yang di kususkan untuk tinggal para pekerja di rumah itu. Setelah mengetahui pak Danu ada di sana, lanjut pamit kepada beliou.
"Saya senang setelah kembali dari Amerika Nona lebih sering tersenyum." ucap pak Danu, yang kini mengantar Niana kembali menuju rumah utama dan untuk membantu Nona muda kesayangan nya itu mepersiapkan keperluanya selama di bandung.
"Itu karena seseorang yang sudah jujur dengan prasaan nya sekarang pada ku, pak Dan." jawab Niana.
"Saya tau siapa Nona, saya hanya mendoakan yang terbaik untuk Nona,"
Barang-barang Niana sudah terpacking rapih dalam sebuah koper, ia hanya tinggal menunggu sang pangeran menjemputnya. Seakan tak sabar untuk segera pergi, gadis itu sudah serasa bosan menuggu di kamarnya.
Setelah beberapa lama hanya memainkan ponselnya untuk mengusis rasa jenuh nya Niana beranjak dari tempat tidurnya menuju jendela kamarnya yang terdapa sofa untuk bersantai di sana. Menunggu di sana sepwrtinya lebih nyaman, Niana tak sengaja menyenggol kalender di atas meja yang kemudian ia pungut.
Melihat kalender tersebut ia mengingat tanggal berapa besok, tangal 23 Maret, hari ulang tahun Alea dan Alia, tanggalnya tepat sama dengan tanggal lahirnya, hanya berbeda bulan saja. Jantung Niana serasa tersental, ia kaget dengan tanggal itu, waloupun ulang tahunya masih beberapa bulan lagi tapi menginfat saja membuanya gelisah. Akan seperti apakah hari ulang tahunya sekarang.
Seandainya jika ia bisa mengindari satu hari di antara satu tahun, ia akan memilih menghindari hari ulang tahun nya. Hari yang memberikan luka terdalam untuknya.
Niana kemudian terlelap, dengan pikiran ketakutan nya di masa lalu, saat teringat detik-detik ia memeluk erat ibunya saat taksi yang dia tumpangi mulai pontang panting melaju tak terarah yang akhirnya, berakhir duka permanen di hati Niana. Maya membangun kan Niana yang tertidir di sofa dekan ke dela kamarnya, memberi tahukan Raksa sudah menjempunya.
Raksa sudah menunggu di depan rumah Niana dengan kedua adiknya, dan ibu Safira sudah berangkat terlebih dulu tadi pagi. Alea dan Alia tak henri mengedarkan pandangan nya, seperti melihat sebuah istana sungguhan di pean nya.
"Kenapa tidak masuk?" tanya Niana.
__ADS_1
"Tidak apa-apa di sini saja," jawab Raksa, lanjut mengambil koper Niana di tangan pak Danu, namun pak Dany menolak Raksa melakukan nya, untuk ia memasukan koper itu kedalam bagasi.
"Kamu bawaij barang Maya saja," pinta Niana, yang akan Raksa lakukan namun lagi-lagi Maya menolak, Maya menyimpan barang bawaan nya yang tidak seberapa itu di dalam bagasi sendiri.
"Aksa, ini pak Dan. Dia sudah yang menjagaku sejak kecil, pak Dan sudah seperti keluarga ku,"
"Senang bertemu anda tuan," ucap pak Danu
"Tolong jangan pangil saya tuan. Terimakasih pak Dan karena sudah menjaga gadis impian saya dengan baik." pak Danu mengangguk tersenyum hangat menanggapinya.
Raksa membukakan pintu untuk Niana tepat duduk di samping nya, namun sebalik nya Mata membukakan pintu belakang untuk Niana. "Maya aku duduk di depan saja, kamu tolong jaga Alea dan Alia."
"Susah lah Maya, biarkan Nona duduk di depan," ucap pak Danu pada Maya yang akan melarang keinginan Niana duduk di depan. Semua nya karena tadi pagi saat ayah Aga mewanti-wanti Maya untuk tidak membiarkan Niana dan Raksa dekat-dekat. Sungguh dilema, tugasnya kali ini.
Alea dan Alea tak henti menggoda Maya yang kaku untuk tersenyum selama perjalanan, Maya akhirnya bisa di buat tertawa dengan tingkah guyon kedua adik Raksa itu, jelas itu mengundang tawa juga untuk Niana.
"Kak Niana, besok kita ulang tahun loh," seru Alea pada Niana.
"Oyah," Niana pura-pura kaget. "Yah, kakak gak punya hadiah buat kalian."
"Kita gak mau barang ko kak. Kita mau hadiahnya jalan-jalan bareng kak Niana besok ke rumah mini."
"Oke, kita lihat besok ya," Niana berekting bisa tak bisa, yang pastinya dia akan bisa.
"Kalou kak Niana kapan ulang tahun nya?" tanya kedua anak kembar itu kompak.
Niana benar-benar ragu untuk menjawab, "Rahasia," ucap Niana, sebenarnya jika bisa ia tidak ingin memberi tahukan ulang tahun nya pada mereka.
__ADS_1
"Kenapa harus rahasia-rahasiaan sih kak. Tante Maya, ylang tahun Kak Niana kapan?" lanjut tanya mereka pada Maya.
"Mungkin Kan Niana ingin kalian mencari tahunya sendiri," jawab Maya, yang ia juga bingung takut berkata salah.
"Kakak sudah tau kok, kapan kak Niana ulang tahun," sela Raksa, Niana ikut melihar Raksa wajahnya sedikit dengang, apa benar Raksa tau hari ulang tahunya.
"Kapan kak?" tanya Alea dan Alia, "Kita mau siapin kado, mudah-mudahan ulang tahun kak Niana masih lama ya."
"Kakak kasih klu nya aja deh, kaliat tebak sendiri nanti," jawab Raksa. "Tanggal nya beda sehari setelah ulang tahun kalian, bulan nya setelah dua bulan ulang tahun kalian."
"Tangal berapa ya," Alia berpikir. "Kalou sehari setelah kita berarti tangfal 24."
"Iya dab kalou dua bulan setelah ulang tahun kita berarti bulan Mei?" tanggap Alea.
"24 mei," seru bersamaan Alea dan Alia.
"Pinter," puji Raksa, Niana hanya terdiam tak menanggapi apa-apa.
"Bener kak Niana?" tanya Alea dan Alia.
"I iya..." jawan Niana ragu, yang lanjut bertanya pada Raksa. "Kamu tau sari mana?"
"Dari si karto,"
"Karin?" Niana memastikan, "Karin tau dari mana?"
"Waktu itu kamu kamu kan pernah ke Royale cake & bakery, memesan kue ulang tahun di tanggal 24? Iya kan?" jelas Raksa.
__ADS_1
"I iya.." Niana bingung untuk mengatakan yang sebenarnya, ia takut di saat semua orang merayakan hari ulang tahunya, ia takan malah tak sanggup berbahagia bersama mereka.