
"Dengan lahan baru yang baru saja kita dapatkan, kita akan membangun prumahan elit pertama kita!" tutur Raksa, mengenai progres nya di dunia properti yang akan di mulai dengan sungguh-sungguh. Yang sebelum nya prusahaan nya hanya baru memiliki prumahan-prumahan yang di peruntukan untuk kalangan menengah ke bawah.
"Sebuah perumahan yang asri bernuansa alam hijou yang alami, di tumbuhi banyak pohon di sekitarnya. Kita conbine kan antara alam dan modrn, kita juga bisa membuat danou yang indah di kawasan prumahan itu," penjelasan Raksa saat sedang memimpin meeting dengan sebuah infokus yang menayangkan progres yang sedang dia bahas. "Bila sudah masuk kawasan prumahan tersebut orang akan dibuat berasa seperti berada di alam. Dan itu di tengah kota jakarta yang sibuk dengan segala aktifitasnya."
"Aku setuju! Di jakarta perumahan yang seperti itu akan menjadi hunian impian. Dan pasti sangat banyak di minati, kita bisa mendapat profit yang tinggi setiap tahun nya." tanggap Bonanza,
"Tapi akan sangat sulit pak untuk menrealisasikan nya, begitupun anggaran yang kita butuhkan!" sela salah satu annggota meeting.
"Sulit bukan berarti tidak bisa!" Tegas Raksa, "Aku ingin kita semua yakin kita bisa! Dan aku ingin kita semua berjuang keras, bekerjasama dalam menrealisasikan nya! Aku ingin pembangunan proyek baru kita ini bisa terlaksana dalam tahun ini.!"
"Kami akan berusaha keras!"
Semua mata tertuju pada raksa, sikap omptimis yang di tunjukan nya memang selalu membawa semangat untuk para karyawan nya. Hingga meeting berlajut dengan hasil kesepakatan untuk semua program yang akan di langsanakan sudah di tentukan dengan baik.
Meeting pagi ini selelesai, selalu dengan hasil dan keputusan bersama yang baik. Pembagian tugas untuk setiap anggota meeting yang hadir, dari yang di percaya mengusus disain interior yang akan di terapkan dan yang lainya. Raksa merasa bersyukur memiliki karayawan-karyawan yang sangat bisa dia andalkan. Waloupun Ricko dan Harry sudah tidak membantunya saat ini, karena Raksa sudah tidak ingin lebih merepotkan dan melibatkan bantuan cuma-cuma dari sahabat-sahabatnya. Hanya Bonanza yang masih betahan bekerja dengan Raksa, itupun atas keinginan nya sendiri. Raksa sangat mengadalkab Bonanza, yang berjabat sebagai manager di prusahaan nya.
Lanjut Raksa sudah bersiap melanjutkan meeting dengan beberapa pemilik saham, untuk membahas pembangunan prumahan impian dan progres yang akan dia lakukan. Pria muda yang masih bau kencur itu, yang awalya sangat di remehkan dan di ragukam semua kalangan juga di nilai masih berani dan gegabah dalam mengambil keputusan yang terlihat hanya ingin mendapat keuntungan yang cepat. Tapi tanpa sangka, Raksa dengan segala strategi bisnisnya itu yang tenyata selalu berhasil di setiap pencapaian nya, membuat kagum dan di perhitungkan kalangan-kalangan pembisnis lain. Tak hayal Raksa mampu menarik in benetapa investor kelas kakap untuk mengelontorkan dana investasi untuk prusahaan nya.
__ADS_1
Berawal dari agent properti yang tanpa di sanga sampai bisa melebarkan sayapnya memiliki prusahaan properti sendiri Rain Darma Developmen yang selarang di singkat menjadi RDM Develovmen. Sebuah prusahaan properti baru yang di pimpin seorang pemuda yang masih berusia genap 21 tahun, yang menuai kagum dan tidak percaya beberapa orang.
Tirta Raksa Darma, setelah selesai dengan segala aktifitasnya yang sangat menyita waktu-waktunya saat ini, belum lagi ia masih harus menyeimbangkan semua urusan nya dengan kuliah. Pria muda itu sempat berpikir akan berhenti kuliah atou akan memilih kuliah online, tapi karena ia adalah salah satu mahasiswa paling berfrestasi, jadi Raksa bisa mendapat kebijakan dari kampus untuk profesinya saat ini selama ia bisa mempertahankan prestasinya.
Hampir tengah malam, Raksa baru saja selesai membersihkan diri, badan nya lelah dengan segala aktivitas nya hari ini. Membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang nyaman, tapi pikiran nya kembali terusik, setelah seharian bisa menyibukan diri dan pikiran nya, justru di malam yang ia sudah akan terlelap pikiran nya kembali teringat pada sosok gadis impian nya.
Aku akan jadi milik orang lain... Kalimat yang masih terngiang di pikiran nya, Rakssa mempertanyakan kebenara berita pertunangan Niana yang beredar, juga sikap Aga ayahnya Niana yang mengijin kan nya menemui Niana, apa semua itu untuk mempermainkan nya? Apakah begitu tidak sukanya ayah Niana padanya?. Entahlah, semua itu membuat Raksa bingung dengan prasangkanya sendiri.
****
Pagi hari, aktifitas Raksa di mulai kembali. Pagi ini pengusaha muda itu tidak bisa langsung pergi ke kantornya, melainkan haris ke kampus nya dulu karena hari ini ada kuis yang tidak bisa ia tinggalka, ya waloupun Raksa mendapat kebijakan dari kampus dan bisa mengikuti susulan, tapi kalou dia bisa kenapa tidak.
"Raksa!" terdengar suara seorang gadis yang tak asing menghentikan langkah kaki Raksa, yang tak asing Bonanza yang sedang bersama Harry dan Ricko yang terlihat mendekati bangku Raksa. "Mau ke kantor ya, kalo gitu kita bareng!"
"Gak usah Za, kamu selesain aja mata kuliah hari ini!" jawab Raksa, "Harusnya kamu memang fokus dengan kuliah mu bukan membantuku! kamu bebas keluar kantorku kapan saja." Bonanza mengangguk dengan ucapan Raksa,
"Sibuk banget kayanya! kirain hari ini bisa kita ngopi-ngopi," timpal Ricko.
__ADS_1
"Kalou butuh bantuan, jangan segan minta bantuan kita!" lanjut Harry.
"Iya kita siap membantu broo, jangan sungkan," timpal Ricko lagi dengan nada percaya dirinya.
Raksa tersenyum mendengar tawaran dari sahabaynya, tapi semua itu saja susah cukup untiuk nya, suport saja dari mereka sudah cukup. "Suport kalian sudah sangat membantuku," jawab Raksa, "Kalou kamy kangen sama Karin, kapan pun kamu bisa datang ke kantorku!" senyum usil Raksa tersungging,
"Engga-engga, males banget emuin cewek astral itu," jawab Ricko menggidik. Bonanza dan Harry tertawa menanggapinya.
"Engga-engga, tapi diam-diam demen," tawa usil ketiga sahabatnya membuat Ricko tidak bisa mengelak dengan raut wajahnya uang memerah, Ricko yang diam-diam ternyata suka menstalker Karin diam, dan di ketahui Harry.
"Udah puasin-puasin aja kalean, puas-puasin," ucap Ricko pasrah.
"Makanya kalou suka buruan tembak, jangan so gengsi. Udah di ambil orang baru tahu emrasa, hahaa." Harry yang tak henti menggoda sahabatnya yang sudah duduk pasrah menepuk-nepuk jidatnya itu.
Raksa hanya menggeleng-geleng kepala melihat kelakuan Harry, "Katanya Karin mau di jodohon sama ibunya!" ucap Raksa, membuat Rocko terloljak berdiro menatap Raksa serius.
"Serius kamu?" tanya Ricko antusias.
__ADS_1
"Makanya buruan tembak!" Raksa ikut beranjak berdiri dengan menggedong rangsel nya, menepuk bagu Rocko kemudian pergi.
"Tuh kan, makanya buruan tembak!" timpal Bonaza yang kenudian ikut meninggal kan nya, di susul Harry menepuk bahu Ricko, "Sabar, ini ujian." ucap Harry kemudian ikut menyusul Bonanza.