Gadis Impian

Gadis Impian
BAB 78


__ADS_3

Baru kali ini Niana merasakan pergi bersama seorang teman, sungguh menyenangkan, andai dia bukan terlahir sebagai putri tunggal keluarga wijaya, mungkin hal seperti ini sudah sering dia lakukan. Niana ikut kemanapun Karin akan kembawa nya, gadis itu hanya terdiam merasakan hembusan angin yang menerpanya di atas laju sepeda motor yang membawanya.


Karin membawa Niana ke salah satu Mall terbesar di ibu kota. Niana mengedarkan pandangan nya, tentu saja ia tau kalau mall itu adalah salah satu pusat perbelanjaan milik keluarganya. Karin menggandeng lengan Niana memasuki mall tetsebut, "Ngapain dulu kita ya? Belanja atou makan dulu?" tanya Karin sembari memainkan jari nya di atas dagu.


"Kita lihat-lihat dulu aja!" Jawab Niana.


"Oke," Karin menarik tangan Niana menuju outlet-outlet yang banyak menjajakan barang-barang kebutuhan wanita.


Niana jarang sekali bisa bebas memilih-milih barang seperti sekarang, karena semua kebutuhan dari mulai pakaian dan yang lainya sudah di sediakan khusus dari yang terbaik dan yang paling baik untuknya. Sekalinya pun pergi  ke mall Niana hanya tinggal menujuk apapun yang dia mau tanpa mencoba atou memilih-milih nya terlebih dulu, selanjutnya akan di urus oleh pengawal  yang menemani nya.


Niana belum memilih satu barang pun yang dia beli, masih melihat-melihat, berbeda dengan Karin yang terlihat bar-bar memilih-milih pakaian. "Lihat ini cocok sekali untuk mu!" Seru Karin.


"Nanti saja ayo kita makan eskrim dulu," Karin menggendikan bahunya, mengantung kembali pakaian yang di pegangnya lanjut menuruti apa yang Niana mau menuju tempat eskrim. Namun perhatian Niana teralihkan kala melihat sebuah poster promosi yang memampangkan sebuah gambar gelang couple di depan outlet perhiasan. Tanpa pikir panjang Niana lagsung menarik tangan Karin memasuki outlet tersebut.


Niana memilih gelang couple dengan pilihan strap berbagai warna, sangat unik, gelang itu juga tidak hanya di peruntukan untuk oasangan kekasih tapi juga bisa jadi kado untuk sahabat atou sodara, karna terdapat pilihan tulisan BFF, soulmate, dan friendsip.


"Kami memakai emas murni dengan krat terbaik kak dengan aksen batu alam terbaik." ucap pramuniaga toko perhiasan tersebut. "Dan untuk strap nya kaka bisa beli semuanya untuk bisa ganti-ganti jadi tidak bosan."


"Saya mau sepasang yang couple. Dan satu yang tulisan nya BDF." Pinta Niana pada. "Untuk strapnya, saya mau beli semu warna."


Mendengar Niana membeli satu yang bertuliskan BFF, mata Karin langsung membulat dengan senyum sumbringah. "Apa kamu beli itu untuk ku?"


Niana hanya tersenyum, "Bukan!"


Seketika Karin langsung mengerutkan bibirnya. "Lalu itu untuk siapa? Apa ada lagi sahabat baik mu selain aku?"


"Aku membeli couple untuk ku dan untuk Aksa, sedangkan satu lagi akan ku berikan pada pria yang juga ku sayangi." jawaban Niana membuat Karin semakin memanyunkan bibirnya. "Kamu nanti akan ada yang kasi juga yang kouple!"


"Bener?" tanya Karin berharap, "Dari siapa?" Karin masih bersemangat kalou Niana juga akan memberinya wadrope couple BFF sama dengan nya.


"Dari Ricko," ucap Niana terkekeh. Dan Karin melah menatap sinis sahabatnya itu.


Niana akan memberi wadrope couple yang bertuliskan soulmate nanti malam pada Raksa, yang sama pula dengan nya. Sedangkan satu lagi yang betuliskan BFF untuk dia berikan pada Daffin, ya Daffin karna Niana juga menganggap pria itu penting dan juga menyayangi peria itu, sayang sebagai seorang sodara dan sahabat.


"Berapa semuanya?" Setelah pix dengan pilihan nya, ketiga bracelet tersebut, Niana hendak membayar.

__ADS_1


"Total nya 60juta kak." Mendengar nominal yang di sebutkan, Karin membulatkan penuh mulut nya. "Mau debit atou cas kak?"


"Kamu bawa uang  cas 60 juta nggak Rin? Atou aku pinjam debit kamu dulu!" Ekspresi Karin masih menganga.


"Mana bawa aku uang segitu, di atm ku aja cuma ada 20 juta," itupun hasil tabungan ku beberapa bulan.


"Yah gimana dong! Kalo pake kartu aku, pasti ayah langsung tau aku di sini!" Niana tampak berpikir sejenak. "Gak papa lah, ni mbak!" Niana mengasongkan salah satu kartu milik nya.


"Kamu gak sayang apa uangnya Na?" tanya Karin menggeleng pelan "Sekali beli barang sampe 60juta." Sungguh jalan bersama Niana membuat jiwa anak kos Karin meronta-ronta.


"Ayo Rin kita langsung pergi dari sini!" Niana kembali menarik lengan Karin. "Kita harus segera pergi dari mall ini."


"Nggak makan dulu?" Tanya Karin dengan pasrah mengikuti tarikan tangan Niana. "Aku laperr. Mau eskrim juga." Rengeknya.


"Nanti kita cari tempat lain!"


*


Karin dan Niana sudah berada di sebuah Kafe, karna tidak sempat makan siang juga tadi. Mereka memilih sebuah kafe yang jarak nya tentu saja jauh dari Mall tadi. Makanan yang mereka pesan sudah tersaji di atas meja di depan nya masing-masing yang duduk berhadapan.


"Bagus lah! Orang harganya 20juta." tanggap Karing sambil melahap makanan nya.


"Kamu tau nggak BFF itu artinya apa?" tanya Niana lagi.


"Best friend forever!" jawab Karin cepat.


"Bukan!" bantah Niana, yang tentu saja membuat Karin memoertanyakan nya. "BFF itu artinya, Brother firien forever!"


"Mana bisa kaya gitu?"


"Bisa lah! Sekalian ya Rin aku mau ajak orang yang mau aku kasih bracelet ini ketemuan."


"Cowok?" tanya Karin, Niana pun mengangguk sembari menempelkan ponselnya di telinga hendak menghubungi Daffin. "Ganteng nggak?" lanjut tanya Karin.


"Bule," jawab Niana setelah mengakhiri panggilan nya dengan Daffin, memasukan kembali ponsel nya kedalam tas yang terselemoang di badan nya. Niana meminta Daffin untuk menemuinya di sana, juga sudah memberi pria itu share locatin yang terhubung langsung dengan GPS di ponsel nya. Dan tentu saja dengan melarang pria itu untuk memberitau ayahnya akan keberadaan nya.

__ADS_1


Karin antusias sekali mendengar jawaban Niana, "Bisa dong kenalin ke aku!"


"Eh Ricko gimana?" goda Niana.


"Tau ah." Niana hanya tersenyum melihat ekspresi Karin. "Terus kenapa Raksa nggak sekalian kamu ajak kesini, sekalian kasih gelang nya!"


"Kalo buat Raksa surprise dong, nanti malem kan dia mau kerumah." jawab Niana tersenyum senang.


"Oh iya, mau di apelin kan ya!"


"Sebenernya cowok yang mau aku kasih gelang BFF ini, aku sudah menyakitinya membuatnya kecewa. Dengan gelang ini aku ingin mengungkapkan kalou dia juga sangat penting untuk ku, dia sudah seperti kakaku juga sahabat ku," mata Niana memancarkan ketulusan saat mengucapkan nya. "Waloupun hubungan kami tidak bisa lebih, setidak nya aku ingin dia tau kalou dia juga berharga untuk ku."


"Beruntung banget cowok itu, aku aja nggak di kasi!" ucap Karin belaga kecewa.


"Ya ampun Rin, nanti aku kasi lebih dari ini buat kamu!"


"Becanda ko, gak di beliin gelang 20 juta juga gak papa. Tapi nanti trakti aku beli eskrim legendaris di depan ya!" Niana hanya menggeleng dengan ucapan Karin.


"Pesan sebanyak yang kamu mau, sama pramuniaga juga sekalian kalou kamu!"


.


.


.


.


.


.


Flashback lanjut BAB selanjutnya ya, maaf kalo di tulis di BAB ini semua kepanjangan..


Maaf nya aku emang penulis yang menceritakan isi cerita secara detail, takut nya pembaca kebingungan. Tapi kalou yang nggak penting-penting banget pasti aku skip.

__ADS_1


__ADS_2