
"Apa dia mati?" panik pria yang sudah berhasil mengeluarkan Bonanza, ia membaringkan Bonanza di bawah pohon dengan menyandarkan tubuhnya di pohon tersebut. Pria itu segera memeriksa nafas Bonanza, yang syukurnya masih berhembus, pria tersebut pun ikut bernapas lega.
Kondisi Bonanza terlihat nampak baik, tidak sedikitpun nampak terdapat luka di luar. Pria itu menepuk-nepuk pipi Boananza, berusaha menyadarkan nya.
"Bangun lah, jangan membuatku susah," gumam pria itu. "Dia telihat tidak terluka, apa dia terluka dalam? Jangan-jangan dia gegar otak atou bisa saja lumpuh."
Pria yang menolong Bonanza itu semakin di buat bingung dengan situasi ini, sudah berapa lama ia berusaha menyadarkan Bonanza, akhirnya ia mengendong Bonanza untuk membawanya segera menuju rumah sakit. Setelah Bonanza berada di pangkuan pria tersebut, Bonanza tiba-tiba tersadar, memberontak mengumpat dari gendongan pria tersebut.
Yang dengan segera pria penolongnya menurunkannya. "Aku mau menolong mu, akan membawamu ke rumah sakit." uca pria itu.
"Aku tidak minta kamu menolongku, biarkan aku mati saja tadi!" Teriak Bonanza.
"Heh cewek gila, bukan berterimakasih. Kalou mau bunuh diri jangan sampai membahayakan banyak orang-orang, ugal-ugalan di jalan. Kalou mau bunuh diri jangan bikin orang susah." teriak pria itu. Bonanza terdiam, ia malah menjatuhkan diri kemudian menangis keras.
"Sekarang apa lagi," ucap kesal pria di depan Bonanza. "Lihat mobilmu rusak parah, kamu masih beruntung karna air bag di dalam mobil mu yang bekerja dengan baik kamu masih selamat. Dan untungnya aku mengikuti mu, kalou tidak sampai kapan kamu akan terjebak di dalam mobilmu dengan tidak sadarkam diri?"
"Untuk apa kamu mengikutiku?" Bonanza tak kalah meninggikan suara nya.
"Cewek gila. Tadi kamu menyerempet mobilku, sepionku patah. Aku mengejarmu untuk meminta ganti rugi dan memperingatimu karna sudah ugal-ugalan seperti orang gila di jalan," ucap kesal pria itu. "Aku pergi, maaf menggaggu rencana bunuh diri mu. Lebih baik minum racun, biar tidak menyusahkan orang lain."
Pria itu pun berlalu menuju mobilnya, masih dengan mulutnya yang tak henti menggerutu kesal.
"Tunggu," pinta Bonanza menahan tangan pria itu saat sudah akan membuka pintu mobilnya. "Antarkan aku pulang, aku tidak tau ini dimana."
"Apa?" pria itu berbalik menghadap Bonanza. "Kenapa tidak lanjutkan saja rencana bunuh diri mu?"
"Maafkan aku, aku belum mau mati," ucap Bonanza tertunduk. "Aku takut di tinggal sendiri disini."
Pria itu hanya terdiam, menghela nafas kasar, tak mengerti, harus sampai di buat susah seperti ini. "Kalou tidak mau menolongku, ya sudah pergi sana. Biarkan aku mati di makanĀ hariou di sini."
"Mana ada harimou di sini. Yasudah masuk,"
__ADS_1
Bonanza sudah berada di dalam mobil bersama pria asing penolong nya, yang masih memperlihatkan wajah kesal nya. "Jangan menekuk wajah mu sepeeti itu, aku akan membayar semuanya, anggap saja aku punya balas budi padamu," ucap Bonanza.
"Sebentar lagi sampai di rumah sakit, tahan mulut mu untuk tidak berbicara." ucap kesal pria itu.
"Aku tidak mau ke rumahsakit, antar aku pulang!" ucap Bonanza penuh printah, pria di samping nya hanya berdecak kesal menuruti maunya Bonanza.
"Aku akan bayar sepion mu dan juga akan membayarmu karna sudah menolongku?" ucap Bonanza.
"Uang ku sudah banyak!" jawab pria di samping nya. "Lupakan masalah spion aku lebih tidak ingin berurusan lagi dengan mu, cewek gila."
"Orang kaya tetap butuh uang, kalou tidak untuk apa mereka tetap bekerja. Katakan saja berapa penghasilan mu perbulan?" ucap Bonanza, "Aku ingin semuanya selesai hari ini, tidak ingin punya hutang balas budi pada pria menyebalkan yang tidak menolongku dengan iklas."
Pria di samping Bonanza kembali berdecak kesal. "Dua Milyar per bulan,"
"Apa," Bonanza kaget, "Dua M?" lanjut gumamnya, bilang apa aku ke papa minta uang dua M?
"Sanggup?" tanya Daffin mengerut kan daginya memastikan reaksi da jawaban Bonanza.
"Bagus lah, berikan kartu namamu. Nanti aku akan menagihnya, dan jangan coba-coba kabur!" Bonanza langsung memberikan kartu Nama.
"Bonanza Clarissa... Jelek sekali namamu!" cebik pria itu.
"Namaku unik, bukan jelek!" protes Bonanza, "Memang namamu bagus, siapa namamu?"
"Tidak penting ku beri tahu, nanti kamu akan mengetahuinya saat mentransfer uang padaku." pria itu semakin membuat Bonanza kesal.
"Aku jadi penasaran namamu pasti sangat pasaran, berikan kartu namamu!" ucap Bonanza dengan nada printah.
"Baca saja sendiri!" pria itu menunjuk sebuah majalah forbes di depan Bonanza, Bonaza terheran namun ia segera mengambil majalah itu, dan terlihat gambar pria di samping nya terpapang di sampul majala tersebut.
"Daffin Miler Sagara, siap mengambil alih prusahaan King Construction Corporation indonesia. Putra kedua pengusaha ternama dunia Bayu Tio Sagara yang kini sudah menetap di Amerika itu kini sudah di tetapkan menjadi CEO king Construction indonesia menggantikan sang Ayah yang akan fokus dengan prusahaan utama mereka di Amerika."
__ADS_1
Bonanza di buat melonggo dengan pria di samping nya yang ternyata ia adalah putra dari salah satu pemilik perusahaan kontraktor terbesar dunia, Bodohnya, kenapa aku menawarinya uang?.
"Sudah cukup kaget nya?" tanya Daffin. "Namau memang keren!"
"Aku tidak kaget, biasa saja," bantah Bonanza
Namamu memang keren tapi lebih keren lagi latar belakang kekuargamu. batin Bonanza "Turunkan saja aku di sini!"
"Kamu tidak ingin aku tau rumah mu? Sudah jelas kalou kamu akan kabur." tolak Daffin.
"Siapa yang akan kabur, aku akan tetap membayar mu karna sudah mengantarku pulang dua milyar,"jelas Bonanza, lanjut memberitahukan alamatnya dengan jelas untuk Daffin mengantarnya ke tujuan.
Mobil Daffin memasuki kawasan elit perumahan Bonanza, "Ternyata kamu kaya juga punya rumah disini, pantas berani membayarku dua milyar."
"Aku pembantu di sini!" ucap bohong Bonanza.
"Kamu kira aku bodoh, mobil mu tadi saja itu bukan mobil murah." bantah Daffin.
"Terserah kalou tidak percaya?" ucap acuh Bonanaza.
"Lalu kenapa percaya diri sekali mau membayarku dua milyar?" tanya Daffin tak percaya.
"Jadi orang itu harus optimis, uang berapapun bisa di cari. Sudah turunkan aku disini!" pinta Bonanza, yang kemudian ia di turunkan di depan sebuah rumah megah.
"Itu rumah majikan mu?" tanya Daffin tersenyum meledek, ia sudah sangat tau kalou Bonanza hanya sedang berlelucon mengatakan dia adalah pembantu.
"Iya," Bonanza setengah beryeriak. "Mau masuk, majikan ku sangat baik!" Bonanza memaksakan senyumnya. lanjut keluar dari mobil.
"Tidak trimakasih, mulai besok aku akan menagih uang dua milyarku!" Daffin tersenyum melambaikan tangan, Bonanza dengan kesal membanting pintu mobilnya. Daffin belum beranjak pergi, ia menurunkan kaca mobilnya, "Hati-hati mobilku mahal, hutang mu bisa bertambah."
"Dasar aji mungpung," Bonanza berteriak kesal setelah mobil Daffin pergi, "Aku kira pendapatan nya bukan 2 milyar." rintih Bonanza, menyesali kebodohan nya.
__ADS_1
"Dasar pria gila...."