Gadis Impian

Gadis Impian
BAB 34


__ADS_3

"Kamu sedang berbohong?" Niana masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Tidak untuk kali ini! Maafkan kebohongan dan kebodohan ku waktu itu yang mengantarmu pergi," Raksa terlihat sungguh-sungguh dengan ucapan nya, namun Niana masih sulit mempercayainya.


"Aku harus pergi!" Niana berbalik akan meninggalkan Raksa.


"Aku memang tidak butuh jawaban! dan aku tidak berharap lebih," ucapan Raksa menahan langkah Niana. "Setidaknya, kejujuran yang mengantarmu pergi kali ini."


Kalimat terakhir Raksa, membuat Niana berbalik kembali menghadapnya. "Aku.." ucapan Niana tertahan, seperti sulit untuk berucap hanya satu tetes air mata yang keluar dari dua sudut matanya.


"Pergilah! jangan katakan apapun. Aku akan menunggumu kembali!" Raksa melangkahkam kakinya mendekat, meraih wajah Niana, mengusap caairan bening yang membasahi pipi Niana dengan ibu jarinya. Niana mengangguk, masih dengan air mata yang menetes keluar, gadis itupun sungguh belum sepenuhnya percaya dengan apa yang dia dengar.


"Ucapan mu sama sekali sudah tidak berguna!" tatapan Niana menajam melihat pria di hadapan nya. "Semuanya terlabat!"


"Aku pergi!" Raksa terdiam mendengar ucapan gadis cantik di hadapan nya yang kini mulai menjauh darinya, namun sebelum gadis cantik di hadapan nya semakin menjauh Raksa dengan segera menahan pergelangan tangan nya.


"Jangan pergi dengan meninggalkan penyesalan untuk ku lagi!" Raksa menatap sendu seakan mengiba pada gadis berparas cantik di hadapan nya yang membuang muka tidak melihat ke arahnya. "Tolong lihat aku Niana!"


"Tolong jangan katakan apapun lagi!" Niana masih membuang muka melihat ke sembarang arah, seperti tak berani melihat mata pria yang masih memegang pergelangan tangan nya. "Biarkan aku pergi, aku tidak berharap lebih lagi dari hubungan kita!"

__ADS_1


Raksa tidak mengindahkan semua ucapan gadis yang masih menyembunyikan wajahnya, ia melepaskan pergelangan tangan Gadis itu, tangan nya beralih mengelus rambut Niana lalu ia meraih wajahnya membalikan wajah gadis itu utuk menghadap melihat nya, namun gadis cantik yang berada tepat di depan matanya masih mengalihkan pandangan nya. Raksa seakan tak menyerah beralih meraih dagu Niana yang kemudian ia sedikit mengangkatnya utuk melihat wajahnya lekat semakin jelas. "Lihat mataku!"


Niana dengan sekejap mata mengikuti permintaan pria di hadapan nya, mata mereka saling bertemu berselisih tatap, pandangan mereka saling memiliki arti seakan menemukan pemiliknya masing-masing. "Aku mencintaimu! begitupum sebaliknya kita punya perasaan yang sama!"


Dengan segera Raksa membenamkan Niana kedalam pelukan nya, mendekap nya erat. "Maafkam aku, aku mohon aku tidak ingin menyesal lagi dengan kebodohan ku!"


"Tapi aku akan menjadi milik orang lain sekarang!" bibir Niana bergetar mengucapkan nya, dengan berat ia melepaslan diri dari dekapan pria yang dulu pernah menolongnya, pria yang selalu ingin ia temui pria yang yang mampu merebut hatinya.


Sementara Raksa terdiam seakan tak sanggup berucap lagi, dengan tatapan sendu nan berair namun tak sampai menetes keluar. "Baiklah... Tapi aku tidak perduli, dalam waktu tiga tahun aku akan berjuang mendapatkan mu.. Aku akan tetap menunggu mu!"


Niana terdiam dengan segera ia berbalik, melangkah menjauh meninggalkan tempat Raksa berdiri, ia berbalik sesaat melihat kearah pria yang masih berdiri tidak beranjak dari tempat yang sama.


Perasaan gadis itu sungguh tidak menentu, jujur ada rasa bahagia mendapat kejujuran mengakuan perasaan Raksa terhadapnya, namun di susul dengan sebuah rasa kecewa. Kenapa kamu tidak jujur dari awal Raksa!


Melihat putrinya yang sepeeti habis menangis Aga sudah bisa menebak apa yang ter jadi. Aga menatap sendu kedatangan putrinya seakan ikut merasakan kesedihan putrinya. Seperti selama ini karna keegoisan nya ia begitu kejam pada putrinya. Niana dengan segera memeluk sang Ayah, "Kita pergi ayah!"


"Maafkan ayah, semua ini karna ayah!" Ucapan Aga membuat Niana tersenyum melihat sang ayah saat melepaskan pelukan nya.


"Tapi aku bahagia ayah, dia mau menunggu ku! tapi aku bingung dengam semua ini." Niana tersenyum bahagia mengucapkan nya namum senyuman Niana menurun, ia melirik sosok pemuda yang berada tak jauh dari sana yang saat ini sudah menjadi pacar Niana. Pemuda yang merasakan perasaan sebaliknya dari senyum bahagia Niana. Pemuda yang di gosipkan bertunangan dengan Niana itu mersa kecewa dengan apa yang dia dengar, seakan menyadari akan lebih sulit lagi untuk mendapatkan hati Niana. Pemuda itu melangkahkan kakinya lebih dulu meninggalkan Niana.

__ADS_1


Degg.. Niana baru menyadari pria yang tengah berjalan mejauh darinya, dengan langkah cepat Niana mengejarnya. "Tunggu aku kak!" Saking bahagia dengan ucapan Raksa, dia kembali lupa kalou semua yang di ucapkan Raksa sudah terlambat, karena ia sudah resmi memiliki hubungan dengan pria lain.


Daffin Miler Dominic, pemuda berwajah blasteran indonesia Amerika itu dengan gigih mengejar sosok Niana. Sampai ia bisa beberapa langkah mendekati Niana, waloupun Niana tak kunjung membuka hati untuk nya. Suatu kebetulan orang tua mereka juga memiliki hubungan kerja sama bisnis yang sangat erat, membuat Daffin semakin bisa lebih mengenal Niana dan keluarganya.


Kenapa Niana dan Daffin bisa berpacaran?


Flasback On..


Niana di minta oleh sang ayah untuk pulang ke tanah air. Niana sudah mengira alasan sang Ayah menintanya untuk pulanh, karna keluarga Daffin juga akan berkunjung kerumahnya. Niana sudah sangat menduga ayahnya mengharapkan lebih dari hubungan nya dan Daffin. Apakah akan ada perjodohan? Niana sungguh di tambah bingung memikirkan hal itu


Awalnya Niana menolak permintaan sang ayah, memiliki kenangan sakit membuat Niana masih enggan untuk menginjakan kaki di tanah air, itu akan membuatnya kembali teringat dengan sosok Raksa yang tidak mengharapkan nya. Yang Niana sadari saat ini, sebuah rasa Cinta, persaan cinta untuk pria itu yang tidak terbalaskan.


Daffin Miller, seorang pria yang menurut Niana adalah sosok pengganggu yang senan tiasa selalu sengaja membuat masalah dengan nya. Namun sialnya, Niana tidak pernah bisa menghindar dari pria itu yang kebetulan keluarga mereka memiliki hubungan dekat selain hubungan bisnis Ayah Niana dengan Ayah dan Ibunya Daffin adalah sahabat dekat.


Selama di Amerika Niana sering ikut Ayahnya untuk sekedar makan malam dengan keluarga Daffin, mau tidak mau ia memang harus ikut ajakan sang ayah. Ayah Niana juga menitipkan Niana pada keluarga itu selama di sana membuat Daffin bisa dengan leluasa menemui Niana.


Setelah Niana mengiyakan permintaan Ayahnya untuk pulang ke indonesia, gadis itu masih duduk merenung di kamarnya. "Maya rasanya aku enggan untuk pulang!" Keluh Niana pada Maya.


"Tapi anda sudah mengiayakan permintaan tuan Noana!" jawab Maya.

__ADS_1


"Iya... dan aku juga harus mengembalikan barang pemberian Raksa, aku tidak ingin menyimpan nya lagi." Niana mengambil gelang pemberian Raksa, menatapnya sendu. "Dulu aku selalu tersenyum melihatnya, tapi sekarang sebalinya." Air mata keluar dari mata Niana.


Next.....


__ADS_2