
Hari ini sekembar Alea dan Alia genap berusia 11 tahun, dua anak yang beranjak remaja itu sangat antusias saar Raksa mengajak mereka berlibur ke Ko*ta M*in*i yang berlokasi di daera Lembang-Bandung.
Tempat wisana yang sangat menarik, kota kembang itu sekan tak pernah kehabisan ide menawarkan tempat-tenpat menarik yang membuat orang tertarik untuk datang. Destinasi cantik bernuansa Eropa.
Niana dan Raksa punya kesempatan jalan berdua di tempat wisata menarik yang masih dekat dengan tempat wisata lain yang tak kalah menarik Flo*ting Market. Mereka berdua serasa benar-benar menyusuri desa-desa di Eropa. Tak jarang mereka mengabadikan moment berdua itu dengan berpoto selfi dengan beground kota mini Erofa yang lekap dengan fasilitas umum seperti kantor polisi, salon, rumah sakit, dan bangunan klasik lainya.
"Tempat ini menarik sekali, kita seperti sedang pacaran di Eropa," ucap Niana.
"Jadi sekarang kita sedang pacaran?" tanya Raksa memicing dengan dahi yang berkerut, memastikan ucapan gadis di sampingnya.
Niana hanya tersenyum, "Enggak," jawabnya mengelak, lanjut menari tang Raksa menyusuri tempat menarik yang ia lihat.
"Anggap saja sekarang kita sedang simulasi," ucapan Raksa membuat Niana melirik pria di samping nya itu, raut wajahnya mempertanyakan apa yang di ucapkan nya. "Anggap saja kita sedang latihan untuk bulan madu kita di Erofa yang sesungguhnya nanti."
"Bulan madu ke Erofa?"
"Iya,"
"Kapan itu?" tanya Niana lagi.
"Setelah kita menikah," jawab Raksa.
"Iya kapan kita menikah?"
"Nanti Aku ngumpulin dulu uang yang banyak supaya aku bisa mengajak kamu pergi keliling Eropa," jawab Raksa, membuat gadis di depan nya itu baru mendengar niatan Raksa saja sudah tertawa bahagia, apalagi saat semua itu sungguh teralisakian nanti.
__ADS_1
"Aku akan menunggu," ucap Niana. "Aku tidak sabar bernostalgia di tempat kelahiran ku."
"Apa kamu lahir di Erofa?" tanya Raksa.
"Iya aku lahir di paris. Waloupun lahir di sana tapi aku tidak berdarah Eropa, hanya kebetulan kakeku dari ayah tinggal di sana," tutur Niana.
"Waw, aku lupa kalau gadis di sampingku ini adalah tuan putri berdarah biru,"ucap Raksa yang membuat gelak tawa Niana. "Apa kamu tidak malu jalan dengan seorang pemuda misquin sepeti aku?"
"Benarkah? tapi saat aku teluka darahku berwana merah," balas candanya. "Jangan berkata seperti itu, aku sungguh sangat bersyukur bisa bertemu dengan mu. Lagi pula yang keturunan bangsawan dari lahir itu Ayahku, aku tetap punya darah rakyat jelata dari ibuku."
"Asal usul tuan putri ini sangat menarik sekali, aku penasaran sekali ingin tau lebih banyak," ucapan Raksa kembali menuai gelak tawa Niana.
"Asal usul keluargaku panjang sekali, Bisa-bisa menginap di sini jika aku ceritakan."
"Kalou menginap di sini mendengar ceritamu, bagai mana dengan ulang tahun Alea dan Alia, tidak mungkin di perpanjang sampai besok kan?" Niana sungguh di buat tertawa lepas lagi oleh pemuda yang penuh guyon di samping nya itu. Tidak berapa lama Raksa langsung meneruma panggilan dari ibu Safira, mereka tengah berkumpul menunggu Raksa dan Niana.
Mengingat nya saja, bayangan kecelakaan beberapa tahun silam yang di alaminya kembali terlihat di ingatan nya. Ketegangan detik-detik ia memeluk erat sang ibu tercinta, rintihan sakit ibunya namun tetap memaksakan tersenyum untuknya "Ibu sangat menyayagimu," ucapan terakhir yang dia dengar dari ibunya.
"Sayang kamu baik-baik saja?" Tanya ibu Safira yang melihat Niana nampak begitu tegang, etah apa yang ada di pikiran nya. Pandangan semua orang ikut tertuju padanya, saat Alea dan Alia akan meniup lilin mereka.
Raksa segera memberikan air minum pada Niana, "Kamu sakit?" Niana ikut melihat Raksa dan pandangan nya mengedar pada orang-orang yang tengah menatapnya.
Melihat wajah Alea dan Alia yang tampak hawatir, Niana berusaha tersenyum kemudian ia menggeleng tidak ingin mematahkan kebahagiaan dua anak itu, "Aku tidak apa-apa, ayo kita lanjut tiup lilin nya."
"Nona, apa lebih baik kita pulang saja. Nona tampa tidak baik," ucap Maya, sepertinya wanita itu yang paling mengerti yang di alami Niana saat ini.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja Maya, Aku hanya sedikit lelah. Lagi pula ini hari spesial nya dua adik kembar kesayangan ku, mana mungkin kakak pulang," Niana memaksakan senyum nya pada Alea dan Alia, yang mereka semua pun ikut tersenyum lega melanjurkan acara mereka.
****
Niana tengah membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya, dengan selimut menutupi sebagian tubuhnya posisinya yang miring sambil memeluk boneka kucing. Seharian ini sungguh sangat melelagkan untuk nya.
Raksa dan keluarga nya mengantar Niana pulang tadi sore. Alea, Alia dan ibu Safira ikut mampir dan bertemu kake Romi, Alea dan Alia sudah sangat akrab dengan kake Romi. Begitupun Kake Romi yang terlihat sangat terhibur dengan ke guyonan dua anak kembar itu. Niana senang melihat itu semua, andai ayahnya juga bisa seakrab itu dengan keluarga Raksa.
Setelah Raksa dan keluarganya kembali menuju vila yang mereka sewa, Niana langsung beristirahat dan tidak keluar-keluar lagi dari kamarnya.
"Aku sangat hawatir, apa kamu benar-benar baik saja?" sebuah persan dari Raksa yang baru Niana buka. Sepertinya pria itu sangat mengerti memang ada hal yang membuat perasaan dan pikiran Niana tadi terganggu, namun tidak mengerti ada masalah apa dengan gadis impian nya itu.
"Aku hanya lelah, seharian ini di buat kamu tertawa habis-habisan."
"Bebarkah, mungkin lain kali aku tidak akan membuat mu tertawa lagi," balas Raksa.
"Kenapa seperti itu, jadi kamu lebih suka melihatku cemberut seperti Squidward?" balas Niana.
"Haha. Mulai sekarang jangan simpan beban mu sendiri jika ada masalah," balas Raksa. Niana tersenyum, namun juga membuat matanya nanar tergenangi cairan bening, terharu dengan setiap perhatian Raksa. Ia sangat bersyukur tuhan mengirimkan pria luar biasa itu untuk nya.
"Aku tidak apa-apa, maaf membuat mu hawatir."
"Baiklah, kalou begitu istirahat ya. Besok setelah urusan ibu selesai aku pulung, kalou kamu mau pulang ke jakarta nanti Aku jemput." blas Raksa.
"Ia kamu juga istirahat, besok hati-hati nyetirnya. Aku mau disini dulu sama kake, nanti aku kabarin kalou mau pulang. Good night, have a nice dream Aksa."
__ADS_1
"Oke sayang, Good night and have a nice dream too, my dream girl," semua pesan dari Raksa sangat cukup untuk membuat Niana tersenyum dan tidur nyenyak malam ini.