
Niana dan Karin sudah berada di area outdoor, suasana sejuk pegunungan dengan pemandangan yang sangat asri. "Malam hari pasti akan lebih indah!" ucap Niana sembari merasakan, menghirup udara sejuk di sekitarnya.
"Tentu saja! dan kita akan di sin sampai malam!" suara seorang pria yang mengagetkan Niana, tak lain itu adalah suara Raksa. Niana sontak berbalik.
"Karin mana?" Niana mencari-cari keberadaan Karin mengedarkan pandangan nya ke seluruh area.
"Karin bukanya tadi dengan mu!" elak Raksa, ia sebenarnya mengetahui kalou Karin pergi diam-diam dari sana, agar Raksa bisa menemui Niana.
"Kalou begitu, aku akan mencari Karin dulu!" Niana melangkah melewati Raksa di depan nya, namun tangan Raksa lekas menahan pergelangan tangan nya, hingga langkah gadis itu tertahan.
__ADS_1
"Aku hanya ingin bicara!" seru Raksa, Niana terdiam tidak berkutik. "Jangan menghindar lagi dari ku, karna aku akan mengikuti mu kemanapun mulai sekarang!"
"Apa kamu kurang kerjaan!" protes Niana, ikut berbalik mengahadap pria yang masih memengang tangan nya, yang kemudian ia kibaskan hingga tangan Raksa terlepas dari pergelangan tangan nya.
"Aku tidak akan berbuat bodoh lagi! dan aku tidak akan berbohong lagi, apapun yang terjadi, sekalipun ayahmu yang menyuruhku!" tegas Raksa, ucapan nya sangat serius.
Air mata Niana tanpa sadar menetes, jujur ia sangat bahagia dengan apa yang Raksa lakukan ia merasa sangat di cintai oleh pria yang juga sangat ia cintai. "Jangan menangis!" Raksa meraih wajah Niana mengapus airmata yang terjatuh dengan kedua ibu jarinya.
"Setiap hari aku menangisimu!" seru Niana, menatap sendu ke arah wajah Raksa. "Aksaku, pahlawan kecilku yang memberikan gelang kebahagiaan padaku, setiap hari aku merindukan mu aku selalu ingin betemu dengan mu! berharap kamu juga mengingatku, ingin bertemu dengan ku. Dan setelah aku bertemu dengan mu kamu membuat ku kecewa dengan mengatakan tidak pernah mengharapkan ku atou mengingatku. Jujur aku sangat kecewa waloupun aku merasa tidak pantas untuk itu. Lalu sekarang di saat aku akan mencoba melupakan mu dan sudah menerima perasaan orang lain, Kamu datang padaku mengatakan hal sebalik nya!" keluh Niana panjang lebar
"Apa dia baik?" tanya Raksa.
__ADS_1
Niana mengangkat kepalanya melihat Raksa. "Siapa?"
"Pria yang sudah kamu terima perasaan nya! apa dia baik? Apa dia benar-benar mencintaimu?" jelas Raksa, "Jika kamu ingin aku berhenti memperjuangan mu, dengan memenuhi semua syarat dari ayah mu, aku akan berhenti! Asal aku tidak membuatmu menangis lagi!"
Raksa terdiiam, sebelum melanjutkan ucapan nya, untuk mengatakan hal yang sangat sulit ia ucapkan, "Jika aku mengusik hidup mu sekarang, aku akan pergi."
"Jangan," sentak Niana, jujur dari hatinya walou ia sudah berusaha melupakan pria fi hadapan nya saat ini, namun nyatanya sia-sia. "Jangan, tolong jangan berhenti. Maafkan aku, aku yang bodoh. Harusnya aku tau kamu juga mengharapkan ku, kamu punya perasaan yang sama untuku ku. Dan aku harusnya tidak menerima pria lain, aku sangat merasa bersalah pada mu!"
Ucapan gadis itu seakan labil, tapi dia jujur.
"Semua nya sudah terjadi," jawab Raksa. Tangan Raksa kembali menghapus air mata yang masih menetes keluar dari mata Niana. "Jangan menangis lagi!"
__ADS_1
"Apa kamu kecewa padaku?" tanya Niana sendu, "Maafkan ayahku, sebenarnya maksudnya dari semua ini baik!"
"Iya aku mengerti," Raksa tersenyum, Niana juga membalas senyuman Raksa.