
Raksa nampak sudah memakai stelan jas berwarna hitam membalut tubuh tinggi idealnya berusaha berpenampilan sebaik mungkin karena hendak mendatangi undangan dari CEO Propat Jaya Mandiri. Sebenarnya entah apa yang ingin di sampaikan tuan Aga, sampai mengundang Raksa ke perusahaan nya.
Mobil yang Raksa kendarai sudah memasuki bestment sebuah gedung pencakar langit, prusahaan properti terbesar di negri ini.
Raksa sudah sampai di lantai 14, dimana kehadiran nya sudah di tunggu sang CEO. Raksa menarik nafas dalam dan membuang nya kasar, ia lakukan itu berkali-kali untuk mengatasi kegugupan nya.
Raksa berjalan menapaki lantai koridor yang menuju sebuah ruangan utapa petinggi perusahaan tersebut. Di depan pintu nampak sudah ada beberapa orang berjas, nampak seperti bodyguard, "Silahkan, tuan aga sudah menunggu di dalam." serunya yang kemudain membukakan pintu untuk Raksa, Raksa hanya mengangguk lanjut memasuki ruangan itu.
Pandangan Raksa langsung tertuju pada sang pemilik prusahaan yakni Agata Argani Wijaya, yang langsung berdiri dari duduk nya menyambut kedatangan Raksa, Raksa segera menganggukan salam lanjut menjabat tangan sang CEO tersebut yang langsung mempersilahkan Raksa untuk duduk di meja meeting bundar yang terdapat di ruangan besar itu. Namun pandangan Raksa mempertanyakan seseorang yang sudah duduk disana terlebih dahulu.
"Kita sudah beberapa kali bertemu, tapi belum sempat berkenalan. Aku Daffin," Daffin yang sudah berada di sana terlebih dahulu, mengasongkan tangan kanannya untuk berjabat dengan Raksa.
Raksa menunjukan sikap bijaknya, dan rasa sopan santunya menerima salam perkenalam dari Daffin, ya waloupun Daffin adalan sosok pria yang sangat membuat nya cemburu.
"Ayo duduk!" Seru Aga. "Raksa, kamu pasti banyak mempertanyakan kenapa saya memintamu datang ke sini. Terlebih ada Daffin di sini."
Raksa hanya sedikit mengangguk, menanti Aga melanjutkan apa yan akan di tuturkan. "Apa kamu masih ingat dengan ucapan ku beberapa waktu lalu, memintamu mewujudkan perkataanmu untuk bisa sepadan dengan putriku?"
Degg.. Jantung Raksa seakan memompa lebih cepat, pikiran-pikiran tak jelas mulai menyelimuti nya. "Iya saya sangat mengingatnya, dan saya sedang berusaha untuk mewujudkan nya."
__ADS_1
"Dan sekarangan saya akan memberikan mu Syarat baru untuk bisa mendapatkan putriku," ucapan Aga membuat Raksa mengangkat wajahnya, berani menatap pria paruh baya yang duduk menghadapnya di samping nya. "Apa kamu masih menginginkan putriku?"
"Iya, sangat."jawab Raksa teguh. "Apapun syarat nya saya akan berusaha menyanggupinya."
"Aku hanya menginginkan yang terbaik untuk putriku," Aga menghela nafasnya, berganti melihat Raksa dan Daffin sebelum melanjautkan ucapan nya. "Melihat perkembangan prusahaan mu, aku yakin akan dengan mudah kamu mewujudkan syarat dari ku. Kali ini mungkin aku akan membuatnya lebih sulit. Aku tidak hanya memberikan syarat itu pada mu tapi pada Daffin juga."
Wajah Raksa tampak kaget, ia berganti melihat Daffin. Permainan apa ini, kenapa Aga dengan mudah mengubah keputusan nya. "Kenapa harus seperti itu? Apa anda tidak mengerti putri anda, perasaan puti anda. Kami saling memiliku perasaan yang sama, kenapa anda harus membuat nya sulit?"
"Jangan berpikir buruk dulu tentang ku Raksa. Aku hanya seorang ayah yang menginginkan yang terbaik untuk putriku. Kalian sama-sama pemuda yang baik, bertanggung jawab dan pekerja keras. Raksa kamu adalah pria yang inginkan putriku, sedangkan Daffin kamu adalah putra dari sahabat baiku, aku hanya berusaha mencari jalan tengah, karna aku juga tidak bisa memberikan penolakan pada orang tua mu Daffin. Raksa apa kamu bisa menerima semua ini?" Aga lanjut bertanya pada Raksa
"Saya akan berjuang sampai akhir." jelas Raksa menerima tantangan dari Aga, Raksa menatap tajam Daffin. "Jadi apa ini sebuah kompetisi?"
Raksa sebenarnya tak yakin ia tak sepenuhnya ingin menerima syarat ini, terlebih dia sangat memikirkan perasaan Niana. Gadis Impian nya itu di jadikan ajang kompetisi oleh ayahnya. Tapi satu hal Raksa ingin membuktikan kepada ayah Niana kalou dia sangat lah pantas untuk mendapatkan putrinya kelak.
"Satu lagi, selama kalian berusaha memngembangkan prusahaan kalian, tolong jaga jarak dengan putriku." tegas Aga.
"Saya mengerti,"jawab Raksa. "Apa tidak ada perjanjian hitam di atas putih, sebagai pegangan syarat dari anda tidak akan berubah lagi?" Raksa menatap Aga lantang, yang di jawan dengan senyman oleh pria paruh baya itu.
"Aku sangat menyukai sikapmu Raksa," tanggap Aga. "Aku sudah mempersiapkan nya, dan kamu sangat bisa memegang ucapan ku. Aku sangat berharap yang terbaik satu di antara kalian."
__ADS_1
Perjuangan sesungguhnya di mulai sekarang, Raksa berusaha meyakin kan dirinya bisa. Senyuman gadis impian nya adalah tujuan utama nya, untuk sama-sama mewujudkan mimpi mereka kelak.
Perjuangan Raksa selama ini tentunya tidak mudah, membangun usahanya sediri yang hanya bermula sebagai agent properti.
Dengan modal komisi hasil penjualan rumah apartemen dan tanah, Raksa memulai bisnis nya sendiri.
Setatusnya yang masih seorang mahasiswa yang baru bau kencur memulai bisnis, tentu saja membuatnya banyak di anggap remeh. Kendala biaaya, sulitnya mendapat investor. Namun satu tekat kuat Raksa bisa mematahkan semua anggapan remeh orang-orang yang melihatnya, begitu pun ia bisa keluar dari semia kesulitan.
Menjadi orang yang cerdas jelas membuatnya belajar dengan cepat. Pemuda itu mulai dengan strategi bisnisnya, menentukan produk yang bisa dia jual, ide bisnis, planing, membentuk team awal yang berawal dengan sahabat-sahabatnya, tanpa di duga investor sudah banyak tetarik beinvestasi.
Raksa sudah berada di dalam mobil nya kembali, semua ucapan Aga masih terngiang di kepalanya. Perasaan nya kini sedang sangat tidak percaya diri, bisa mengalahkan seorang Daffin, yang sudah jelas anak dari pemilik prusahaan kontraktor dunia.
Tujuan utama Raksa kantor RD Depelopment, yakni perusahaan nya sendiri. Sesuai prinsip nya bekerja, Pekerjaan tidak bisa menunggu, menyibukan diri dengan bekerjaan yang akan menyita waktunya, akan membuat nya sedikit lupa dengan pikiran negativ dan kehawatiran nya.
****
Berbeda dengan Raksa, Daffin terlihat lebih percaya diri, nama besar ayahnya tentu saja membuat nya tak memiliki rasa hawatir. Ini memang taun pertama ia terjun di dunia bisnis, dan kini ia harus membangun prusahaan nya dari awal, Daffin memilih mendirikan prusahaan yang sama dengan prusahaan ayahnya, yakni prusahaan kontraktor atou perusahaan pembangunan, ber lainan dengan Raksa.
Mencari tau semua tentang Raksa, hal utama yang Daffin lakukan. Daffin sudah berada di sebuah coffe shop, menikmati secangkir cofee latte sambil mendengarkan penuturan dari orang di depan nya, laporan tentang Raksa dari orang lepercayaan nya yang Daffin suruh untuk mencari tau semia tentang Raksa.
__ADS_1
"Jadi perusahaan nya hanya baru berdiri kurang dari tiga tahun?" tanya Daffin, mendengar perkembangan RD Dapelopment Daffin menggeleng tak percaya, terlebih Raksa benar-benar mendirikan nya sendiri, bukan seperti dirinya yang sudah punya nama besar di balik nya.