Gadis Impian

Gadis Impian
BAB 41


__ADS_3

Pertemuan Tanpa Di Sengaja..


Happy readin!!!


Hari minggu, Raksa memanfaatkan hari liburnya pergi ke bandung untuk membeli lahan yang sudah cocok untuk ia beli, mengingat keinginan sang ibu yang ingin membuka cabang toko nya di Bandung. Tanpa sepengetahuan ibunya, Raksa mencari lokasi yang cocok sendiri, berniat untuk memberi hadiah kejutan kecil pada sang ibu.


Raksa sudah mendapat lahan yang cocok untuk didirikan nya cabang baru Royale Jace & Bakery. Raksa hanya tinggal melakukan transaksi jual beli dengan pemilik lahan, Raksa berangkat sangat pagi-pagi sekali ke bandung untuk menghindari macet dan juga agar proses jual belinya bisa selesai lebih cepat.


Raksa berangkat kebandung mengajak Ricko dan Karin, untuk menjadi saksi transaksi jual beli dari pihak pembeli. Awalnya Raksa mengajak Harry juga, karna ia tidak bisa akhirnya Raksa mengajak Karin, tentu saja dengan tidak memberi tahunya kalou ia juga mengajak Ricko, yang ada Karin akan menolak.


"Kita sekalian aja liburan di di villa keluargaku di lembang, loKasinya deket juga!" tawar Rocko.


"Lain kali saja, kalou urusan kita sudah selesai kita cepat pulang. Aku ingin segera tidur!" tolak Raksa. Tidur, ya memang itu lah yang Raksa ingin kan, tidur seharian di kamarnya.


Karin yang duduk di belakang, hanya diam saja menekuk wajahnya. Pergi bersama dua pria membosankan yang duduk di depan, terlebih ada Ricko yang selalu membuat mut nya yang tidak baik.


"Heh cewek di belakang diem aja, ngomong dong! lagi sariawan?" Goda Ricko melirik Karin di belakamlng yang tidak di tanggapi, Karin hanyamencebikan bibirnya tanpa mejawab Ricko.


Ricko kembali menengok ke belakang melihat Karin yang masih membuang muka melihat ke luar jendela, "Jangan liat- liat!" sentak Karin.


Ricko so kaget dengan ucapan Karin, "Galak amat, siapa yang liat-liat cewek astral super galak. Orang lagi liatin ke belakang tuh, cewek cantik yang pake motor d belakang," Karin seakan penasaran, ikut melihat ke belakang.


"Cantik kan? beda banget sama yang ada di mobil ini," ledek Ricko yang langsung mendapat hunusan tajam mata Karin.


Raksa hanya menggeleng dengan pertikaian yang ada di dalam mobilnya, dengan tetap fokus di balik kemudi. Kurang lebih empat jam perjalan, tepat pukul 9 pagi akhirnya mobil Raksa sudah berhenti tepat tujuan, kota lembang Bandung. Mobil Raksa memasuki sebuah halaman rumah luas pemilik lahan yang akan ia beli.

__ADS_1


Raksa sudah sangat cocok dengan tanah yang akan ia beli yang lokasinya sangat strategis dekat tempat-tempat wisata lembang, ia hanya tinggal melakukan transaksi dengan penjual, yang kebetulan hari ini sudah membuat janji dengan nya.


Setelah turun dari mobilnya Raksa langsung menyapa seorang pria yang tampak sudah sedikit berumur yang sedang sibuk dengan burung-burung peliharaan yang sedang di jemur nya, nampak setelah di mandikan, yang tak lain pria itu adalah sang pemilik rumah yang ingin Raksa temui.


Raksa, Karin dan Ricko sudah duduk di kursi ruang tamu rumah pemilik lahan yang akan Raksa beli. "Cepat sekali sampai! saya bahkan belum mandi."


"Tidak apa-apa pak, lebih cepat urusan kita selesai lebih baik," jawab Raksa.


"Baik-baik, kalou begitu sebentar saya panggilkan cucu saya untuk membuatkan minum, kalian pasti haus setelah perjalan jauh!" tawar Sang pemilik rumah.


"Tidak usah repot-repot," jawab Raksa basa-basi, suara burung yang berkicou tak henti terdengar membuat suasana rumah itu terasa sangat hangat. "Bapak terlihat sangat suka burung!"


"Iya, ya untuk mengusir rasa bosan saya, utuk menemabi saya yang sering kesepian sendiri!" jawab sang pelik rumah di iringi tawanya.


"Bukan nya bapak tidak tinggal sendiri?" tanya Raksa lagi basa-basi sambil menunggu berkas-berkas yang sedang di siapakan Karin.


Raksa yang sedang sibuk melihat surat-surat jual beli di tangan nya, memastikan tidak ada kesalahan. Sebuah suara cangkir yang mendarat di atas meja, menandakan minuman sudah tersaji untuknya. "Silahkan!" suara seorang gadi terdengar di telinga Raksa, Raksa terdiam dalam hati seakan mengenali suara itu.


"Terim---" Raksa terkejut, meliaht sosok gadis yang baru saja berdiri dengan nampan yang iya pegang. Gadis itu sedikit tersenyum kemudian kembali ke belakang.


"Sambil menunggu pak RT, yang akan jadi saksi dari pikah saya, Silahkan di minum dulu dan di nikmati makanan kecil yang seadanya," ujar tuan Rumah yang Raksa abaikan, ia masih terdiam, menatap ke arak kepergian gadis yang baru saja membawakan mereka minuman.


"Raksa!" seru Karin, membuat Raksa tersentak. "Kagetnya biasa aja!"


"Yang tadi itu cucu bapak?" tanya Raksa.

__ADS_1


"Iya dia cucu saya, cantik bukan?" jawab sang pemilik rumah.


"Iya, sangat cantik!" Raksa tersenyum dengan ucapan nya.


Akad jual beli sudah selesai, begitupun dengan surat-surat yang sudah resmi berpindah tangan.


"Kenapa tanah nya bapak jual?" tanya Raksa, "Saya yakin bapak tidak perlu uang!"


"Iya karna tanah itu tidak tau harus saya apakan, anak saya dan cucu saya juga tidak membutuhkan nya. Waktu saya dengar kamu sedang mencari lahan untuk membuat toko kue, ya saya hanya berpikir kalou di sana di buat toko kue menurut saya akan sangan cocok, dan entah kenapa saya ingin menjualnya pada mu!" ucap Pria di hadapan Raksa, yang mengingat pertemun mereka yang tidak sengaja beberapa tempo lalu.


"Terimakasih banyak karana sudah mempercayakan lahan itu pada saya. Saya sangat bersyukur, saya juga tidak terlalu sulit menego!"


"Kalou begitu urusan kita sudah selesai, kita pulang sekarang Rak!" seru Ricko, yang Raksa sontak tersental dan sedikit menggeleng.


"Kenpa buru-buru, perjlan ke jakarta itu sangat jauh. Setidaknya istirahat sebrntar dan makan siang lah dulu di sini!" tawar sang pemilik Rumah.


"Iya sebenarnya saya sangat lelah, dan sepertinya butuh sedikit istirahat sebelum menyetir lagi!" jawab Raksa,


"Bukan nya tadi kamu bilang pengen cepet balik lagi ke rumah, penget tidur!" bantah Rocko. Karin hanya tersenyum menggeleng, mengerti apa yang di ingin kan Raksa.


"Tapi aku sangat lelah, bukan nya kita akan menginap di villa kekuargamu!" seru Raksa dengan isyarat pada Ricko agar di iyakan nya, yang penting saat ini ia todak langsung pulang.


"Boleh saya menumpang ke toilet?" pinta Raksa pada tuan rumah.


Sementara itu, gadis yang sedang duduk terdiam di kursi meja makan memeluk nampan yang untuk membawa minuman untuk tamu tadi. Gadis itu nampak kaget, terlebih tadi saat ia melihat tamu kakenya saat akan menyuguhkan minuman, beruntung nampan yang terdapan beberapa minuman yang dia bawa tidak terjatuh tadi.

__ADS_1


"Niana!" panggil seseorang yang tak asing di telinga gadis itu. ia sontak berdiri lalu berbalik melihat sumbumer suara.


Raksa yang kini berdiri berhadapan dengan nya, "Aksa," ia bergetar menyebut suara itu. Begitupun Raksa yang tidak menyangkan tanpa di duga bisa bertemu dengan Niana di sana.


__ADS_2