
Di kediaman Niana terjadi sedikit keributan, beberapa security perumahan elit itu datang dengan membawa kabar bahwa ada orang yang menghubunginya melihat dua orang mencurigakan masuk menyelinap rumah kediaman wijaya itu dengan memanjat tembok samping.
Otomatis terjadi kepanikan saat itu, para security rumah Niana body guard dan security komplek menyusuri dan menggeledah rumah itu. "Perika semua CCTV!" intruksi pak Danu.
Setelah memeriksa selurus CCTV yang menampaka seluruh bagian luar rumah, namun tidak ada hal atou orang yang mencurigakan sedikitpun yang nampak dari layar monitor. "Mungkin hanya orang asing." ujar seorang yang memegang kendali komputer yang menayangkan reka ulang yang tertangkap oleh CCTV.
Semua orang pun keluar, dari ruang kendali CCTV dengan bernapas lega bahkan beberapa security dengan tampak kesal karna sudah di permainkan. Semua orang kembali dalam aktifitasnya masing-masing.
*
"Apa Nona sudah makan siang?" tanya pak Danu pada salah satu pelayan.
"Sepertinya belum pak, tadi Nona hanya baru minta di antar cemilan buah." Pak Danu hanya menggeleng, gara-gara orang iseng hingga membuat nya tidak sempat memastikan Nona mudanya untuk makan siang.
Pak Danu kemuduan menuju lantai dua hendak menuju kamar Niana, untuk menanyakan Nona mudanya itu ingin di masakan apa? Namun setelah benerapa lama pak Danu di depan pintu memanggil Niana, tidak ada jawaban sedikit pun dari dalam. Pak Danu memutar gagang pintu kaman dan ternyata tidak di kunci, mungkin Niana sedang di kamar Mandi hingga pak Danu menutup lagi pintu kamar itu memutuskan untuk menunggu beberapa saat di depan pintu, menunggun Niana keluar dari kamar mandi.
Selah menunggu cukup lama, pak Danu kembali mengetuk pintu kamar Niana tapi kembali tidak ada jawaban. Pak Danu meraih handytalky yang menggantung di sabuk nya memanggi pelayan wanita untuk memeriksa keberadaan Niana di kamarnya.
"Nona tidak ada!" Seru salah satu pelayan setelah memeriksa kamar mandi dan walk in closet di kamar Niana.
"Cari Nona!" perintah pak Danu kemudian, entah kenapa setelah kejadian orang iseng yanv mengatakan ada orang masuk ke rumah itu pirasatnya tidak baik.
"Nona tidak ada dimana-mana!" Seru salah satu pelayan wanita di kediaman wijaya. Melaporkan pencarian nya bersama pelayan lain dengan nafas tersegal-segal, yang telah mencari keberadaan Niana seluruh tempat di rumah megah itu.
"Kalian sudah memastikan nya ke semua tempat?" Suara panik pak Danu, bagai mana tidak Niana tidak pernah menghilang begitu saja tanpa sepengetahuan nya, Maya atou seorang pun di rumah itu, bahkan ponsel Niana pun tertinggal di kamarnya.
"Tadi nona sempat mengambil air minum dan kami tidak melihatnya lagi!" Ucap para pelayang dengan kepala tertunduk.
"Panggil Maya!" titah pak Danu masih dengan raut wajah panik.
__ADS_1
"Maya tidak ada pak, di pinta nona membeli kebutuhan nya di mini market belum kembali,"
Pak Danu sedari tadi pergi modar-mandir kesana kemari dengan memegang handy talky memberikan intruksi kepada seluruh penghuni rumah untuk mencari Niana. Tanggung jawab nya sebagai kepala pelayan di rumah itu, tentu saja membuatnya tidak tenang mengingat kembali saat kejadian 13 tahun lalu, saat Niana dan mendiang ibunya kekuar diam-diam dari rumah itu yang berakhir tragis.
Maya pun kena semprot pak Danu saat sudah kembali dari supermarket membeli pembalut dan strawberry korea permintaan Niana, Niana sengaja menyuruh Maya membelikan alat oribadinya iru karena alu bila harus menyuruh orang lain, dan Maya jelas tidak bisa menolak.
Seluruh CCTV di rumah itu di cek, untuk memastikan keberadaan Nona muda yang kini membuat kembali gempar seisi rumah.
"Putar lagi, putar lagi!" Seru pak Danu, ketika melihat saat-saat terakhir keberadaan Niana keluar dari kamarnya yang terekam CCTV.
"Nona keluar kamar pukul 11 siang. Dan itu pun masih memakai pakaian santai nya, tidak memperlihat kan kalo Noana akan pergi ke luar." ucap seorang yang memegang kendali komputer yang tengan memperlihatkan tayangan ulang keberadaan Niana.
"Lanjutkan!" intruksi pak Danu dan Maya yang tengan mengawasi monitor dengan benerapa orang lain.
"Nona ternyata memang diam-diam keluar rumah lewat pintu gerbang depan."
"Nona hanya memakai pakaian santai dan sendal rumah. Sebenarnya dia mau kemana?" ucap panik Maya. "Bahkan dia tidak membawa hp nya. Tunggu-tunggu coba putar kembali saat Nona keluar gerbang!"
"Nona membawa sebuah tas, ada kemungkinan dia membawa dimpetnya!" terka Maya. Yang menemukan sedikit akses untuk bisa menemukan Niana. "Semoga Noma memakai kaetu kreditnya, kita bisa mudah melacaknya!"
"Kenapa penjangaan pintu gerbang bisa sangat lengah!" Teriak pak Danu, tampak emosi. Lalu ia membuang nafas kasarnya saat mengingat kejadian sebelum nya yang membut perhatian semua orang teralihkan.
"Sepertinya itu semua bagian dari rencana Nona. Ia mengelebaui kita semua."
"Lacak nomor yang menghububungi sexuruty komplek!" titah Pak Danu.
"Apa kita harus melapor pada tuan Aga?" tanya Maya.
"Tentu saja!" teriak pak Danu. "Tanpa di sadari siapapun tuan selalu mengutus pengawal bayangan untuk menjaga Nona. Semoga tuan tau keberadaan Nona."
__ADS_1
Ketika pak Danu berkata akan melaporkan perginya Niana dari rumah pada ayahnya, wajah pucat terlihat jelas dari seluruh pekerja rumah itu, tentu saja mereka semua akan terkena dampak buruk setelah itu.
"Apa mungkin Nona pergi bersama Raksa?" tanya Maya mengira-ngira.
"Tuan aga pasti akan memastikan nya, termasuk mencari keberadaam Nona pada selurus orang yang di kenalnya." jawab pak Danu setelah membuat laporan pada bos besar nya.
Nomor telpon iseng yang menghubungi security komplek dati pun tidak bisa di hubungi san tidak bisa di lacak keberadaan ny. Sepertinya semua itu sudah di rencanakan dengan baik.
Pencarian di kerahkan. Pengawal bayangan yang sangat profesional yang biasa diutus untuk mengawal Niana diam-diam pun kehilangan keberadaan Niana. Kepanikan terjadi cukup lama. Hingga larut malam keberadaan Niana belum di ketahui. Ayah Aga pun terlihat sangat hawatir akan keberadaan putrinya yang belum ada kabar. Sekertaris bastian sudah mengerahkan semua orang-orang nya, hanya belum meminta bantuan polosi karena belum 2x 24 jam.
"Tuan ada teman Nona di depan," lapor seorang pelayan pada ayah Aga.
Raksa yang datang dengan mengendarai si jagoan merah nya, yakni motor kesayangan nya, pria itu juga ikut panik. Setelah ikut mencari keberadaan Niana menyusuri beberapa tempat yang pernah mereka kunjungi.
"Belum ada kabar!" ucap ayah Aga saat menemui Raksa. "Niana bahkan tidak sama sekali tidak menghubungi mu, aku sungguh takut terjadi sesuatu."
Kehawatiran ayah jelas sngat beralasan, mengingat Niana ridak owrnah lepas dari pengawasan. Begitupun Raksa wajahnya jelas menapakan kepanikan, pria itu menangkup wajahnya dengan kedua tangan nya, bingung harus mencari kemana Niana, malam semakin larut pikiran nya sudah berlarian kemana-mana saking hawatirnya.
"Tadi pagi aku sempat mengirimi nya pesan, membuat janji akan menemuinya malam ini," ucap Raksa dengan nada sendu penub hawatir. "Kita bisa melihat riwayat panggilan nya!"
"Sudah di hapus," jawab ayah Aga. "Riwayat panggilan nya kosong. Yang tetsisa hanya pesan-pesan dari mu."
"Apa Niana punya kenalan yang tidak aku ketahui?" tanya ayah Aga kemudia.. Raksa mencoba berpikir, satu nama di yang keluar di oikiran nya.
"Karin! Niana sangat dekat dengan Karin," Raksa mengeluarkan ponsel dari saku celanya, mencoba menghubungi Karin. Namun tidak mendapat jawaban. "Kalou begitu saya akan mencoba mencarinya di rumah Karin." Setelah pamit Raksa bergegas pergi untuk menuju rumah Karin.
Belum jauh dari komplek perumahan elit itu, Raksa berpapasan dengan mobil Daffin yang kemudia berhenti. Setelah membunyikan klakson mengisyaratkan Raksa untuk berhenti. "Kamu mencari Niana?" tanya Daffin setelah keluar dari mobilnya.
Tanpa di sangka Niana kemudian keluar dari mobil Daffin. Raksa kaget melihat kondisi Niana terlihat kacou, sedikit berantakan dan tampak habis menangis. Tubuh Raksa seakam tersunut hawa panas, matanya menapakan kemarahan dengan sigap ia mencekal kerah baju Daffin, "Kau yang membawa Niana pergi!" teriak Raksa penuh amarah. Kemudian melayangkan bogem mentah pada Daffin. Hingga membuatnya tersungkur.
__ADS_1
...Flash Back akan di mulai dari BAB selanjurnya.....