
Mobil Daffin sudah sampai di depan pintu gerbang Bonanza. Ointu gerbang yang mulanya tertutup langsung di buka oleh satpam yang berjaga setelang mengetahui anak majikan nya dayang, dengan segera Daffi membelokan stir nya mengemudukan mobil Binanza masuk ke pelatran rumah megah gadis itu.
Tidak banyak percakapan selama perjalan, keduanya hanya sibuk masing-mading. Daffin hanya fokus melajukan kemudi sementara Bonanza fikus pada ponselnya tak banyak bicara seperti biasanya.
"Masuk dulu?" ajak Bonan sembari melepaskan siet belt yang mengunci tubuhnya. "Nanti supirku bisa mengantar mu!"
"Tunggu," setelah hanya terdiam, Daffin menahan Bonanza tang sudah akan membuka pintu mobilnya.
"Ada apa?"
"Aku ingin bicara sebentar," ucap Daffin.
"Bicara di dalam saja, nanti ku buatkan kopi." jawab Bonanza.
"Aku minta maag jika sikap ku selama ini kurang baik pada mu. Ternyata kamu gadis yang baik waloupun menyebalkan."
"Tidak hanya kamu yang bilang aku menyebalkan, jadi aku sudah biasa dengan kata itu. Entahlah kenapa aku bisa membuat orang-orang kesa, tapi kadang aku begitu hanya untuk mencari perhatian mereka, aku memang bukan orang yang gampang bersosialisasi." Bibir Bonanza menyiratkan senyuman kala mengucapakan nya. "Jadi aku juga minta maaf selamu bersikap menyebalkan dan membuat mu kesal."
"Ya aku mengerti sekarang," jawab Daffi sedikit mengangguk.
"Lalu mau langsung pulang atou masuk dulu?"
"Ehhh," ucapan Daffin tertahan, seakan ragu untuk menjawan. "Bagai mana perasaan mu sekarang terhadap mantan bos mu itu?"
Keduat alis Bonaza hampir bertautan, tidak habis pikir dengan pertanyaan yang terlontar dari bosnya itu. Ya Bonanza memang pernah mengatakan dia menyukai bosnya yang dulu tak lain adalah Raksa pada Daffin, saat di kaffe waktu sebelum Daffin menawarinya pekerjaan. "Kenapa bertanya seperti itu?"
"Aku hanya ingin tau, apakah orang lain bisa dengan mudah melupakan orang yang dia sukai karena perasaan nya hanya berteouk sebelah tangan."
"Jadi itu yang ingin kau tanyaka!" Bonanza terdiam sebentar sebelum melanjutkan ucapan nya, gadis itu mengerti kalou Dafgin tau perasaan nya tidak berbalas. Dan Apakah Daffi juga sama dengan nya, memiliki perasaan pada seseirang yang tidak terbalas sama sepertinya? Sampai Daffin bisa bertanya seperti itu. "Aku sedang berusaha melupakan nya,"
"Lalu apa kau sudah melupakan nya sekarang?"
"Itu tidak mudah, tapi aku sadar ucapan orang-orang itu benar, kalou perasaan itu tidak bisa di paksakan. Dan aku sudah lelah, bersembunyi di dalam perasaanku padanya tanpa tau akan ada kepastian." ucap Bonanza dengan memaksakan sebuah senyuman yang seakan memperlihatkan bahwa gadis itu berusaha kuat dan tidak ingin mengingat kesedihan nya. "Dan sekararang aku merasa lebih tenang, aku yakin perlahan bisa menghapus perasaan ku dan bisa mengiklaskan myabahagia dengan perasaan nya."
__ADS_1
"Baiklah terimakasih sudah mau menjawab," ucap Daffin tetsenyum. "Bisa aku menunggu di rumah mu? Menunggu supirku menjemput?"
****
Daffin sudah berada dalam perjalan pulang, pria itu hanya menatap ke luar jendela dengan pikiran nya yang tidak pada tempatnya, nyatanya ia tidak menjawab saat supir nya bertanya beberapa kali. "Tuan muda mau langsung pulang?" pertanyaan yang sudah ke tiga kaliny di ucapkan supirnya di depan, namun Daffin tidak menjawab seakam sibuk dengan pikiran nya hingga tidak menyadari sekitarnya.
"Tuan muda?" kali ini supienya berucap lebih keras, hinggan bisa membuat Daffin terhenyak dari pikiran nya kemana-kemana.
"Apa?" jawab Daffin singkat.
"Kita langsung pulang?" pertanyaan yang di ulangi nya lagi.
"Langsung pulang!" seru Daffin.
Daffin tampaknya masih memikirkan semua ucapan Bonanza. Melihat Bonanza yang mencoba untuk move on, sedikit terbesit juga di pikiran nya untuk menyerah memperjuangkan Niana. Tapi tidak akan mudah begitu saja untuk menyerah di awal, bukan hanya tentang perasaan nya saja, tapi ia sudah menyetujui kesapakatan dengan ayah Niana untuk bersaing dengan Raksa, dan Daffin adalah pria yang sangat nerkomitmen dengan keputusan nya. juga orang tuanya yang sangat berharap dia bisa menang, dan membawa Niana untuk menjadi menantu keluarga Sagara suatu saat.
Tapi Bonanza sedikit memberinya pencerahan, Daffin memang tidak akan menyerah begitu saja sebelum bersaing. Tapi pria itu akan lebih netral dan akan lebih fer dalam persaingan nya, yang pastinya tidak lagi berusaha menjatuhkan Raksa. Seperti sebelum nya ia merekrut Bonanza bekerja untuk nya melainkan untuk membuat prusahaan Raksa down, karna Bonanza adalah salah satu tombak perusahaan Raksa. Juga untuk menggali informasi lebih tentang kelemahan Raksa.
Dan rencana nya sudah sedikit berhasil, alhasil beberapa waktu lalu perusahaan Raksa yang mengalami penurunan seperti investasi yang ditarik, beberapa proyeknya yang tidak bisa lanjut, dan penurunan harga saham. Tapi tidak lagi, Daffin hanya akan fokus mengembangkan perusahaan nya, tanpa akan harus berpikir menjaruhkan pesaing nya.
*
Tidak berapa lama mobil yang di naiki Daffin sampai di pelataran rumah mewah bak istana milik nya, tepatnya itu adalah kediaman utama keluarga nya di jakarta yang dulu dia tinggali semasa kecilnya sebelum ikut kedua orang tuanya menetap di Amerika.
"Oh my boy," Saat sudah memasuki rumahnya, Daffin di huat kaget dengan seorang wanita yang memburunya.
Yang ternyata ibunya. Suara ibunya langsung pecah di pendengaran Daffin yang kemudian memeluk anak keduanya itu. Daffin memang bukan anak tunggal, dia anak kedua dari dua bersodara, sedangkan kakak nya adalah seorang perempuan yang sekarang masih meniti karir memegang beberapa perusahaan keluarganya di luar negri.
"Momy?" Daffin masih kaget dengan keberadaan momy nya yang tiba-tiba sudah ada di rumahnya, tanpa mengabarinya terlebih dulu ia akan datang. "Momy kenapa ngak ngabarin mau kesini?"
"Memang harus, momy sudah terlalu kangen sama kamu!" jawab Cintya ibunya Daffin, yang sama seperti Daffin berwajah campuran Indo Amerika, masih terlihat sangat cantik dan muda di usianya yang sudah lebih dari kepala empat.
"Momy nggak sama Dady?"
__ADS_1
"Momy sendiri, Dady kamu sibuk begitu pula kakak mu. Momy kesepian, satu-satunya putra momy sekarang jauh dengan momy," gerutuan panjang ibu Daffin begitu menampakan kekecewaan nya. "Pokonya Momy mau tinggal disini biar bisa deket sama kamu dan Niana."
Daffin terhenyak dengan ucapan momy mya itu. Bagai mana tidak beliou yang paling bersemangat berharap hubungan nya dengan Niana. "Tapi di sini Daffin juga sibuk Mom, Daffin takut gak bisa merhatiin momy."
"Ya gak papa lah dari pada di Amrik, momy kesel banget sama Dady kamu." ucap momy Cintya memperlihatkan guratan kekesalan di wajahnya. "Ngomong-ngomong soal Niana, bagai mana hubungan kalian? Sudah sejauh mana?"
Melihat raut wajah momy Cintya yang berubah semangat saat membicarakan Niana yang mulanya kesal membicarakan Dady nya, Daffin menghela nafas berat sebelum menjawab nya kemudian berusaha tetap menampakan senyum nya. "Sepertinya Momy jangan terlalu betharap pada Niana."
"Loh kenapa kamu bicara seperti itu?"
"Mom, dulu aku sudah pernah bilang kan kalou pria yang menyukain Niana itu tidak hanya aku. Dan om Aga sudah lebih dulu memberikan pria itu syarat untuk mendapatkan putrinya? Dan aku juga harus bersaing dengan nya."
"Lalu kenapa, Momy yakin kamu akan menang. Kalian itu pasangan yang sangat cocok."
"Iya tapi bisa saja bukan aku yang menang kan?" ucap Daffin lembut pada wanita yang sudah melagirkan nya itu. Walou pun tampak jelas ada raut kecewa di wajah momy nya, tapi Daffin harus memberinya pengertian secara perlahan. Kalou keingan nya untuk menjadikan Niana sebagai menantunya itu akan sangat sulit, terlebih ia juga melihat om Aga ayhanya Niana seperti lebih memigak pada Raksa.
.
.
.
Niana beruntung banget ya di sukai oleh dua pria yang penyanyang banget. Daffin dan Raksa sama-sama anak yang berbakti dan sangat menyayangi ibu mereka. Akuh pernah dengan sebuah ungkapan atou pepatah gak tau lah ya🤔
kurang lebih kaya gini, Jila mencari calon suami lihatlah seperti apa perlakuan nya terhadap ibunya maka seperti itu pula lah dia akan memperlakukan mu.
Sedikit Info
Sudah sampai di episode-episode terakhir ya.. Buat pembaca setia Gadis Impian, yang sangat berharga dan berarti untuk kuh yah waloupun masih sedikit dan bisa di itung jari hehee..
Nanti akan ada sedikit kejutan-kejutan di Bab-bab terakhir.. Jadi jangan lewatkan ya kelanjutan cerita nya.
Makasih banget buat kalian semua, mohon maaf masih banyaknya kekurangan..
__ADS_1
Jangan lupa buat share cerita ini, tentang cerita ini ke teman, sodara dan ke lebih banyak orang lagi, lewat media sosial kalian kalou bisa hee, tapi gak maksa. Supaya lebih banyak lagi yang menikmati cerita ini. Supaya akuh nya juga bisa lebih semangat lagi nulisnya..
Maacii maacii maacii❤️❤️❤️❤️❤️