Gadis Impian

Gadis Impian
BAB 39


__ADS_3

Mendengar cerita ayahnya, ia sangat tidak sabar untuk bertemu dengan sang kake, ayah dari mendiang ibunya. Kake Niana tinggal di bandung bersama tante Niana, adik dari ibunya. Waktu kecil Niana sangat sering berkunjung ke rumah kakenya, tetapi saat ibunya sudah tiada, Niana sudah sangat jarang ke bandung hanya di hari raya saja Niana berkunjung ke sana.


Niana bingung akan melanjutkan atou tidak pendidikan nya di Amerika, setelah mendengar apa yang di lakukan Raksa untuknya, Niana rasanya tidak punya semangat lagi untuk tetap berada di negara paman Sam itu. Satu hal yang Niana butuhkan saat ini ialah menenangkan diri, rasanya ia memang ingin sembunyi dari siapapun untuk sementara, dan rumah kake nya sepertinya adalah pilihan yang tepat.


Setelah semua barang bawaan nya sudah terpacking rapih, dan Niana sudah siap untuk perjalanan jauh. Stelan casual celana jeans biru dengan atasan turtlenect berwarna hitam, tak lupa dengan sebuah mantel rajut tipis yang mebalut tubuh tinggi ideal nya.


"Jangan pikirkan Daffin, ayah sudah mengurusnya," ucap ayah Aga, saat melihat putrinya nampak sedang memikirkan sesuatu.


"Apa tidak apa-apa aku pergi tidak memberi tahunya ayah?" tanya Niana bimbang, ya walou bagai manpun Daffin masih berstatus sebagai pacarnya.

__ADS_1


"Bukan nya kamu memang ingin menenangkan diri? Percayakan saja pada ayah!"


"Aku bingung ayah, sekarang aku menyesal menerima Daffin, tapi tidak mungkin aku harus menyakitinya!" keluh kesah Niana yang terucap pada ayahnya, Agapun terseyum menanggapinya. "Apa aku bisa mencintai Daffin ayah, aku mungkin memang harus menerima nya."


"Tapi di hati mu sudah ada pria lain, akan sangat sulit menerima seseorang tapi hati kita sudah terisi oleh orang lain," ucapan ayah Aga, yang di cerna dalam oleh Niana, matanya kali ini fokus pada sang ayah, telinganya sudah siap untuk mendengar. "Dan pria yang sudah ada di hati mu itu juga sedang berjuang untuk mendapatkan gadis impian nya. Ayah akan jadi orang yang paling bersalah jika kalian tidak bersama."


 "Ayah sangat dekat dengan keluarga Daffin, waktu kita pergi ke rumah Daffin aku mendengar kalou orang tua Daffin ingin menjodohkan ku dengan Daffin, aku kira ayah juga. Itu jadi alasku menerima Daffin, karena tidak ingin mengecewakan ayah," ucap Niana menurunkan tatapan nya.


Niana melepaskan pelukan nya dari sang ayah. "Apa ayah tidak takut hubungan pertemanan dan bisnis ayah dengan keluarga Daffin tidak baik nantinya."

__ADS_1


Ayah Aga terlihat menarik nafas dan membuanf nya kasar, "Mungkin saja mereka akan kecewa, tapi ayah juga tidak ingin mengorbankan mun untuk ayah, apalagi kalou hanya untuk bisnis ayah."


"Apa yang ayah katakan pada Daffin," tanya Niana lagi.


"Ayah hanya memintanya untuk menemui rekan bisnis ayah di mexico," ucap ayah Aga di itingi tawa usilnya.


"Ayah!," Niana memicing. "Benarkah ayah melakukan itu?"


"Iya, dengan begitu kita bisa pergi tanpa sepengetahuan nya!" jelas Aga.

__ADS_1


"Bagai mana kalou dia kembali nanti?"


"Kita pikirkan nanti, kita harus segera berangkat sekarang!" Niana menganggukan kepalanya dengan mantap. Mereka pun pulang ke tanag air, yang akan langsung menuju kediaman sang kake yang sedang sangat Niana rindukan saat ini.


__ADS_2