Gaun Pengantin Buat Ellena.

Gaun Pengantin Buat Ellena.
bab 1 E L L E N A


__ADS_3

Alam di Gunung Putri masih di baluti kabut dan udara dingin begitu menggoda untuk tetap bercumbu dengan guling dan selimut tapi di saat itu ada Seorang gadis cantik keluar dari rumah dengan membawa ransel di punggungnya.


Gadis itu bernama Ellena.. cantik mulus dan mungil.


Ellena bekerja sebagai seorang Cleaning service di sebuah hotel ternama di Ibu Kota Jakarta.


Ellena tinggal bersama dengan orang-tua nya di sebuah desa kecil pinggiran kota itu..


setiap jam 5 subuh dengan langkah yang pasti ia berjalan menyusuri sepanjang kampung itu untuk mencapai kampung lain nya dimana disitu jam segitu sudah ada angkot yang beroperasi.


Untung nya waktu itu dia tidak sendiri, karena masih banyak juga orang lain seperti dirinya yang harus bekerja jauh di kota.


Di bawah sebatang pohon kemuning yang rindang Elena berdiri menunggu angkot yang datang.


Dan hanya sebentar dia menunggu, sudah ada angkot yang datang dari arah simpang tiga, Lalu berhenti pas di depan nya.


Ayo Neng...Stasiun " ajak sopir angkot


dan Ellena pun tanpa menjawab langsung masuk ke dalam angkot.


di dalam angkot sudah ada beberapa penumpang yang juga mau ke tempat kerjanya masing-masing.


Ellena lalu mengambil tempat duduk paling pojok.


Ellena tak pernah mengeluh menjalani rutinitasnya setiap hari, karena ia ingin meringan kan beban orang-tua nya.


Ayah nya bekerja sebagai seorang Sekurity di Komplex Salah satu Perumahan dan ibu nya selain mengurus rumah, juga membuat kueh-kueh untuk di titip nya di kios-kios setiap hari.


Ellena masih mempunyai seorang kakak-laki-laki yang bekerja pada sebuah Mini Market.dan juga seorang adik perempuan yang masih bersekolah di Sekolah Menengah Tingkat Pertama.


Ellena sangat memahami keadaan orang tua nya, Walau pun orang-tua nya tak mampu untuk membiayai sekolah nya ke perguruan tinggi.


Namun Ellena sangat pengertian walau pun sebenarnya Dia mempunyai cita-cita untuk bisa menjadi seorang Dokter.


Namun cita-cita nya.dia pendam kan dulu dan selalu berusaha untuk tidak mengecewa kan dan membebani kedua orang-tua nya.


Atas kebaikan seorang kenalan Ayah nya,, Ellena bisa bekerja di Hotel itu.


walau pun jauh ia tetap menjalaninya


Kini sudah berjalan hampir setahun Ellena bekerja dan ia tetap senang pada pekerjaannya.


Uang gajinya tiap bulan ia beri kan buat Ibu nya untuk membantu biaya hidup dan sebagiannya dia nabung untuk biaya kuliah nanti kalau uang nya sudah cukup.


Perjalanan dari Gunung Putri ke Stasiun KRL, cukup memakan waktu yang lama..


" Stasiun bang... " kata Ellena sambil cepat turun dari angkot dan membayar ongkos nya.


" makasih ya Neng.. " Ucap sopir angkot itu pun sambil tersenyum.


"sama-sama bang.. " Ellena pun segera melangkah cepat karena takut ketinggalan kereta..


karena bila pagi begini, banyak sekali orang berebutan untuk bisa segera tiba di tempat kerjanya. Tapi hal ini sudah biasa bagi Ellena karena ini sudah merupa kan rutinitasnya tiap hari dan Dia selalu menjalani nya dengan penuh iklas dan bahagia.


Sejak Ellena dan Kakak nya bekerja, kehidupan keluarga mereka menjadi mulai lebih membaik dan dapat di kata kan tidak lagi kekurangan.


kira-kira seperempat jam menunggu, kereta pun datang dan Elena bersama penumpang lainnya pun berebutan naik ke dalam kereta ..ternyata kalau masih pagi begini, belum terlalu padat penumpang nya sehingga Elena mendapat tempat untuk duduk.


Perjalanan yang panjang dari satu stasiun ke stasiun yang lain akhirnya Kereta pun tiba juga di stasiun Tebet.


Ellena pun bergegas turun, untuk mencari angkot menuju Hotel tempatnya bekerja.


Perjalanan yang cukup lama dan melelah kan, akhirnya sampai juga di Pelataran Hotel.


Ellena menyapa Sekurity Hotel.


" Pagi Pak Diro.. " Ellena memberi salam sambil membungkuk.

__ADS_1


" Eehh neng Ellena.. pagi Neng.. " balas pak Diro sambil tersenyum.


Ellena pun bergegas menuju ke dalam Hotel melalui pintu belakang.


Dia melihat juga temannya Gendhis baru datang. lalu Elena pun menuju toilet untuk mengganti kan bajunya dengan baju seragam Cleaning Service.


Sesudah itu, Ellena pun menyimpan tas dan pakaiannya ke dalam loker lalu dia mulai melaku kan pekerjaannya.


Ellena tetap semangat, walau pun dia tahu teman-teman yang lain masih belum datang.


Ketika Ellena sedang membersih kan di bagian Lobby, ia mendengar ada seseorang yang menyapanya.


" Pagi Neng. .." sapa orang itu.


" Pagi.. " Ellena membalas sambil menengok ke belakang ia seakan tak percaya.


" Paman... Paman Gunawan ya... " tanya Ellena seakan tak percaya. Namun Ellena yakin benar, itu adalah Paman nya, kakak dari ibu nya.


Walau pun Ellena baru sekali bertemu, ketika itu dia masih duduk di bangku SMP.


Laki-laki paruh baya itu merasa heran sambil menatap wajah Ellena lama..


" Aku Ellena, Keponakan Paman.. " Ellena meyakinkan Pamannya.


" kamu Ellena .. anaknya Erinna adik ku?? " sudah segede ini kamu ...? " tanya Pak Gunawan seakan tak percaya..


Ellena mengangguk sambil menghampiri Paman nya dan memberi salam sambil mencium tangan Pak Gunawan.


" Iya Paman, Aku Ellena.. dulu ketemu Paman Waktu aku masih di bangku SMP.. " kata Ellena sambil tersenyum.


" iya dulu kamu belum segede ini.. maka Paman jadi nggak kenal lagi. ." Pak Gunawan membelai rambut Ellena.. Ellena tertawa..


" Apa kabar ibu mu Ellena ? " tanya Pak Gunawan.


" Ibu sehat-sehat Paman.. " jawab Ellena


" Tadi malam Ellena.. " jawab Pak Gunawan sambil duduk.


Pak Gunawan ada lah seorang Pengusaha Properti yang sukses dan sangat berpengaruh di kota Surabaya..


Erinna ibu nya Ellena ada lah adik kandung dari Pak Gunawan, Pengusaha kaya itu..


Kehidupan yang mereka jalani bagai kan langit dan bumi.


Pak Gunawan mempunyai 3 orang anak 2 putra dan 1 putri anaknya yang tertua, Anthony seorang Pengacara dan yang kedua Andhika Seorang Dokter Spesialis Jantung.


Mereka berdua lulusan dari Universitas Ternama di Amerika.


sedang kan anak nya yang ke 3 Angela masih menyelesai kan kuliah nya di Jerman.


" Sudah lama kerja disini Ellena.. " tanya Pak Gunawan sambil duduk di sofa dekat jendela.


" Hampir setahun Paman.. " jawab Ellena sambil terus mengepel lantai.


" Ellena coba tanya Ibu mu kapan ibu mu mau pulang ke Surabaya nengok Opa dan Oma mu.. Opa dan Oma mu sudah tua, suka sakit-sakitan dan selalu kangen sama ibu mu. " kata Pak Gunawan.


Pak Gunawan mengambil hand phonenya lalu memperlihat kan foto Oma dan Opa nya pada Alena.


Hati Alena terharu melihat foto Opa dan Oma nya..walau pun sebenar nya Ellena sendiri belum pernah bertemu.


Pernikahan Ayah dan Ibu nya yang tidak di restui oleh kedua orang-tua nya membuat jarak diantara mereka sehingga Ayah dan ibu nya Ellena memilih untuk pergi jauh dari keluarga mereka.


Namun begitu setelah Ellena SMP. dia pernah sekali bertemu dengan Paman nya ketika Paman nya sekeluarga berlibur ke Jakarta dan tidak di sangka bisa bertemu ketika Ellena dan ibu nya sedang berada di sebuah Mall.


Pak Gunawan memang sempat marah ketika adik nya yang sangat di sayanginya itu, Erinna memilih menikah dengan Bryan, Anak dari Sopir pribadi Papa nya.


Walau pun sudah di larang namun demikian Erinna tetap lebih memilih cinta nya dan mereka pun kawin lari.

__ADS_1


" Ellena.. Paman minta nomor hand phone mu ya.. " kata Pak Gunawan


Elena merasa malu karena hand phonenya hanya lah hand phone murahan dan bukan hand phone android tapi ia segera mengambil hand phonenya dan memberi nomor hand phonenya buat Pak Gunawan dan Pak Gunawan pun mencoba untuk miscall..


" Itu nomor Paman.. klo ada apa-apa telpon Paman ya.. " kata pak Gunawan.


"baiklah Paman.. " Kata Ellena


" Kapan Paman balik ke Surabaya..? "


" Belum pasti, tapi bila besok urusan Paman selesai, malam nya Paman langsung pulang "


" Oohh ..!.baiklah Paman, Ellena lanjut kerja dulu ya.. " ujar Ellena.


" baiklah.. kamu kerja nya sampai sore ya. " Pak Gunawan kembali bertanya.


" Iya Paman, jam 5 sore aku pulang. " jawab Ellena sambil menerus kan ngepel nya.


sesudah itu Elena pamit pada Paman nya dan pindah ngepel bagian tempat yang lain.


Pak Gunawan melihat jamnya lalu dia pun berdiri dan melangkah menuju pantry untuk Breakfast.


Pada jam makan siang Ellena dan teman-teman nya ber-kumpul di ruang belakang untuk makan.


Pada saat makan siang mereka selalu berkumpul bersama sambil makan dan menceritakan pengalaman masing-masing.


Sesudah selasai makan Ellena pun ke pantry untuk mencuci piring bekas makan nya.


Bos di Hotel ini sangat baik sampai makanan karyawan nya pun sangat di perhati kan nya. Bedanya dengan di tempat kerja lainnya, Temannya pernah bilang bila di tempat kerjanya itu tidak di siap kan makan siang, dan terpaksa bagi karyawan kecil seperti mereka harus membawa makanan sendiri dari rumah atau beli nasi uduk saja yang murah.


Ketika selesai cuci piring nya, Ellena lalu mengering kan tangannya di serbet,, tiba-tiba Hand phonenya berdering.


Ellena segera mengangkat hand phonenya dan melihat..ternyata dari Paman Gunawan.


" Haloo Paman.. " Sapa Ellena


" Ellena kamu sudah makan.. ? " tanya Pak Gunawan.


" Sudah Paman " jawab Ellena.


" Ellena nanti kalau sudah selesai kerja kamu telpon Paman ya.. " kata Pak Gunawan.


" Okey baiklah Paman.. "jawab Ellena..


Tepat jam 5 sore ketika selesai bertugas Ellena cepat-cepat ganti bajunya dan mengambil Ranselnya lalu menuju Lobby hotel, dan dia menelpon Pak Gunawan.


tak beberapa lama Pak Gunawan datang menghampirinya..


"Paman mau ajak kamu temani Paman keluar bisa kan? .. Nggak apa kan kamu pulangnya agak malam sedikit ? " tanya Pak Gunawan.


" Bisa Paman,, nggak apa Paman, nanti aku telpon Ibu beritahu" jawab Ellena.


lalu merekapun keluar dengan memakai mobil rental yang di pakai Paman nya sejak pagi tadi.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


πŸ‘‰ bersambung ke Bab 2


mdo Des 2020


πŸ’•πŸ’–πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ


Jangan lupa ya Vote and Like ya....... biar tambah seru ceritanya..


baca juga Novelku yang berjudul


Melangkah di Tengah Badai

__ADS_1


__ADS_2