
Dalam heningnya malam, Semua insan telah terlelap dalam tidurnya, hanya terdengar suara jangkrik, yang sedang bersenandung ria menghiasi keheningan malam. Di selingi dengan suara Tokek, yang tak mau ketinggalan, mengisi irama nya mengusik ketenangan di sepi nya malam ini.
Ellena pun, akhirnya terlelap dalam tidur nya.
Dalam tidur nya Ellena bermimpi.
ππππ
Ketika itu lagi duduk sambil membaca buku, diatas sebuah batu di pinggiran Danau Kemuning, Di samping-samping nya terlihat ada rumput-rumput hijau, indah bagai kan hamparan permadani yang menghiasi tepian Danau yang membiru. Ada pula Burung bangau putih, yang hinggap diatas ranting kering yang hanyut di tengah danau, sehingga mencipta kan suatu pemandangan yang begitu indah dan semua ini hanya dapat di rasa kan, dan di lihat oleh hati dan mata seorang pujangga.
Tiba-tiba dari arah samping datang lah seseorang dengan membawa Sekuntum Bugenvile Merah, dan di selip kan diatas rambut di samping telinga kanan nya Ellena. Ellena terkejut, dan membalik kan tubuh nya memandang ke arah Orang tersebut.
" Mathew ! " Ucap Ellena sambil tersenyum, Melihat Pangeran hati nya yang berdiri di samping nya, Sambil mengulur kan tangan nya...
" Ellena !!" ucap Mathew...
" Mathew.. !! " kembali Ellena hanya dapat memanggil nama Mathew.
" Ellena..., Mari ikut lah aku ! aku akan membawa mu ke suatu tempat yang sangat indah, yang penuh dengan bunga-bunga menghiasi pelataran taman itu. Kau pasti akan bahagia. " Ucap Mathew.
Lalu Mathew pun menarik tangan Ellena dan mereka pun berlari dan berlari terus menyusuri sepanjang danau itu, menuju ke suatu tempat yang di kata kan oleh Mathew.
Dan benar apa yang di kata kan oleh Mathew, Mereka memasuki suatu Taman bunga yang sangat indah, di penuhi dengan bunga-bunga yang sedang bermekaran dan berwarna-warni, Menyerbak kan aroma nya yang harum mewangi, memenuhi seluruh taman itu.
Mathew Lalu memetik setangkai Mawar merah dan memberi kan pada Ellena.
" Ellena, Aku mencintai mu dengan setulus hati ku ! " Ucap Mathew. Ellena lalu menerima bunga itu.
" Aku juga Mathew, Aku juga mencintai mu dengan setulus hati ku. " ucap Ellena, sambil merekah kan senyum nya dan menatap mata Mathew. Lalu padangan mata mereka beradu dalam diam.
" Ellena.. ! Andaikan suatu saat nanti kita berpisah, mau kah Engkau menunggu ku sayang ? " tanya Mathew, memandang wajah Ellena.
" Aku Mau Mathew ! Aku akan selalu menunggu diri mu, sampai saat nya kau datang untuk menjemput ku. " Ucap Ellena dengan penuh perasaan
" Kau berjanji Ellena ? " tanya Mathew tersenyum.
" Aku berjanji Sayang.. ! biar lah bunga-bunga ini menjadi saksi, meski pun suatu hari nanti, bunga-bunga ini akan menjadi layu, namun cinta ku pada mu tak akan pernah menjadi layu, dan tetap akan mekar di sepanjang masa. " Ucap Ellena lalu menjatuh kan diri dalam pelukan Mathew. Mathew pun lalu membelai rambut Ellena dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Namun, Entah dari mana datang nya, di Hadapan mereka telah berdiri Ayah dan Ibu nya Mathew.
" Mathew.. !! " panggil Ayah dan Ibu nya bareng.
Mereka terkejut, dan Ellena pun melepas kan pelukan nya.
" Ayo kita Pergi Mathew !! " ucap Ayah nya, Lalu menarik tangan nya Mathew untuk pergi.
" Aku tak mau Ayah.. ! aku tak mau meninggal kan Ellena sendiri, Ayah.. !!" Kata Mathew, sambil memegang tangan Ellena.
Tapi Ayah dan Ibu nya tetap menarik nya untuk pergi meninggal kan Ellena.
Semakin kuat dia menggenggam tangan Ellena, semakin kuat Ayah nya menarik tangan nya.
Dan akhir nya, penggangan tangan nya pada Ellena terlepas.
Lalu Ayah dan Ibu nya membawa nya pergi dari Ellena.
Ellena terkejut dan berlari mengejar MAthew, sambil memanggil-manggil nama Mathew.
" Mathew...! Mathew.. ! Jangan tinggal kan Aku, Mathew.. ! " teriak Elenna,
Namun Mathew telah jauh, jauh dari pandangan nya. Akhir nya Ellena jatuh terjerembab di atas hamparan rumput hijau, sambil menangis dia memanggil.
" Mathew.. ! Mathew.. ! jangan tinggal kan aku.. !" Ellena pun menangis dengan tersedu-sedu, sambil menutup mata nya.
Dan Entah dari mana datang nya, Seorang pria menghampiri nya dan berkata..
__ADS_1
" Berdiri lah Ellena, aku datang untuk menjemput diri mu sayang ! " ucap Pria tersebut.
Ellena menghenti kan tangis nya dan perlahan-lahan dia membuka mata nya, lalu melihat ke arah Suara Pria tersebut.
" Angelo ?? " Ellena terkejut ketika melihat Angelo yang berada di depan nya.
" Iya Ellena, Biarkan lah dia pergi, aku akan selalu ada untuk diri mu. ! " ucap Angelo.
" Angelo.. ! " Hanya itu yang bisa Ellena ucap kan.
Lalu Ellena pun berdiri dan mengikuti Angelo...
Angelo memegang tangan nya dan mereka berdua pun berjalan Keluar dari taman bunga tersebut.
Dan ketika melewati Gerbang nya Taman bunga, tiba-tiba Ada sebuah bayangan hitam datang menghampiri mereka, dan menarik Angelo, Ellena memegang tangan Angelo Erat-erat, tetapi dia tak sanggup, Karena bayangan hitam itu lebih kuat, dan akhirnya pegangan mereka terlepas, Lalu Angelo pun menghilang bersama bayangan Hitam itu..
Ellena menangis dan berteriak memangil-manggil Angelo...
" Angelo... !! Angelo...!!!! dimana kamu Angelo ??" teriak Ellena sambil menangis.
" angelo.... !!!!" teriak nya lagi, Dia pun terhenyak dan bangun duduk. Dia sadar, dia berada di atas ranjang nya.
Napas nya masih tersengal-sengal, Air matanya masih membasahi wajahnya, baru lah Ellena tau, kalau dia hanya terhanyut dalam sebuah mimpi.
" Oohh Aku hanya bermimpi ! " ucap Ellena.
" Ya Tuhan, Apa arti mimpi ku itu ?" tanya Ellena dalam hati.
Ellena mengambil Air minum nya di atas nakas, lalu meminum nya.
Dia pun duduk di tepi ranjang nya, dan Halusinasi nya masih mengulang kembali ke mimpi nya tadi.
Akhir nya untuk menenang kan hati nya, dia pun berdoa. Sesudah berdoa, dia kembali membaring kan tubuh nya di ranjang dan tidur kembali.
πΏπΏπΏ
Ellena melangkah keluar dari mobil nya, tak lupa dia mengunci pintu mobil nya dan berjalan menuju ke pintu masuk Rumah-sakit.
Dia segera membuka pintu Ruang praktek nya dan berjalan masuk.
Dia melihat di atas meja kerja nya telah ada Sebuket Mawar merah disana. Seperti biasa nya, dia lalu mengambil nya dan mencium bunga tersebut, bau nya yang harum semerbak menusuk di relung-relung hati nya.
" Sampai kapan kah, kamu dapat melupa kan diri ku, Mathew ??" ucap Ellena dalam hati nya.
Lalu Ellena mengambil secarik kertas yang berwarna pink yang ada terselip di antara Bunga-bunga Mawar merah itu. Dia pun membaca tulisan yang ada di kertas itu.
ππ
Ellena, Mungkin ini adalah kiriman bunga ku yang terakhir, aku akan pergi jauh, Ellena !! akan ku rangkul semua kenangan kita dan ku bawa pergi.
Aku selalu berdoa untuk kebahagiaan mu.
Mathew.
ππ
Air mata Ellena menetes, dan dia terhanyut dalam perasaan.
" Mathew.., Kemana lagi kau akan pergi ? " Tanya Ellena dalam hatinya, dengan wajah yang sedih.
Ellena mengambil Vas bunga dan mengeluarkan bunga yang telah layu dan membuangkan nya di tempat sampah, lalu mengganti kan dengan bunga yang baru. Lalu dia meletak kan nya di atas Kulkas.
Ellena duduk di kursi nya, dan memeriksa berkas-berkas yang ada di atas meja kerja nya.
Tiba-tiba Hand-phone nya berdering, Ellena segera mengambil Hand-phone nya dari dalam tas nya dan melihat, ternyata Angelo yang menelpon nya.
__ADS_1
" Haloo Yank ! " sapa Ellena.
" iya Yank, Aku cuma mau beritahu, bagaimana siang nanti, kita makan bareng ? " tanya Angelo.
" hmm baik lah Yank ." ucap Ellena.
" kalau begitu, tunggu ya, nanti aku menjemput mu ! " kata Angelo.
" Iya, baik lah aku akan menunggu mu. " ucap Ellena.
" Kalau begitu, sekarang aku kerja dulu ya, sampai ketemu nanti siang ya ! " Kata Angelo.
" Baiklah Yank !" ucap Ellena Lalu meletak kan Hand-phone nya di atas meja kerja nya.
Ellena kembali memeriksa Status pasien-pasien nya, Tidak ada Keluhan, juga tidak ada Pasien baru, selain yang kemarin, dan saat ini masih di Ruangan ICU.
Seperti biasanya Ellena melaku kan Aktifitas nya untuk mengunjungi pasien-pasien nya di Kamar inap, sesudah itu dia ke Ruangan ICU.
Dia berjalan masuk kedalan ruangan ICU. ,
" Selamat-Pagi Pak Tonny, Bagai mana keadaan nya sekarang ?" Ucap Ellena ketika Dia melihat Pasien nya telah bangun, Lalu Dia mendekati Pasien nya yang di Ruang ICU.
" Pagi Dokter ! Rasa nya sudah agak membaik Dok. " ucap Pak Tonny. Istri nya yang berdiri di samping- tempat tidur, tersenyum melihat Suami nya yang mulai membaik.
" Bagus lah Pak, Yang penting ingat, minum obat nya yang teratur, makan yang teratur, Hindari lah makanan yang banyak garam nya dan juga hindari makanan yang berlemak." kata Ellena.
" Iya Dokter ." kata Pak Tonny.
" Juga ada lagi Pak, Jangan lagi merokok ! karena itu sangat membahaya kan Jantung Bapak.
merokok itu tidak sehat buat Jantung, maka sebaik nya di hindari Pak ! Sekarang kita Masih tunggu hasil dari Lab, dan juga jangan Lupa Nanti Ibu mendaftar untuk di bagian Admin, untuk Kateterisasi Jantung, Supaya saya ingin melihat sejauh mana penyumbatan di pembuluh darah yang ke jantung Bapak. " kata Ellena memberi penjelasan.
" Baik lah Dokter. " Kata Istri nya Pak Tonny.
" Sekarang Bapak harus istirahat yang banyak, agar bisa cepat sembuh. " kata Ellena sambil tersenyum.
" Iya Dokter. " jawab Pak Tonny
" Baik lah kalau begitu, saya pamit dulu ya pak Tonny, Ibu ! " Ucap Ellena
" Iya, Terima-kasih Dokter. " ucap Pak Tonny dan Istri nya bareng.
Lalu Ellena pun berjalan keluar dari Ruang ICU dan kembali Ke Ruang Praktek nya.
Dia Masuk ke dalam Ruang Praktek nya, lalu duduk di kursi nya.
Dia melihat, diatas meja nya telah tersedia Segelas teh dan sepiring kecil Snack, mungkin tadi OG yang telah menyiap kan.
Ellena lalu mengambil gelas yang berisi teh itu, lalu meminum nya.
Lalu Dia duduk untuk menenang kan hati nya, sambil menikmati Teh dan Snack.
π Bersambung ke Bab 44.
Mdo29032021
ππΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Readers tercinta, Like dan Vote mu adalah Pemicu semangat ku.
Author sangat berterima-kasih untuk Anda yang setia mengikuti cerita ku ini. jangan lupa pula, tekan Bintang nya ya.
Baca juga Novelku yang lainnya.
Melangkah di Tengah Badai
__ADS_1
Misi Rahasia Psikolog Cantik.
*******