
Elena telah selesai membuat Surat pengunduran diri dari tempat kerjanya tinggal siang ini dia kekantor dan menyampaikannya. Erinna dan Ernny sedang kesekolah Ernny untuk mengurus surat pindah. Erinna tahu karena prosesnya nanti agak lama maka lebih dahulu diurusnya.
Randy menolong Ayahnya untuk merapikan dan memilih barang barang yang akan dijualnya seperti Kulkas,lemari lemari dan lain lainnya. barang barang yang sudah kurang bagus ditinggalkan atau nanti diberikan buat tetangga jadi nanti mereka cukup membawa pakaian secukupnya saja.
Randy memasukkan iklan penjualan rumahnya di Face booknya. begitu juga Elena dan Ernny..
Siang itu Ketika sedang makan bersama telponnya Randy berdering dan Randy melihatnya, dari nomor tak dikenal. Randy coba untuk menerimanya..
" Hallo.. selamat siang ,apa ini dengan Bang Randy ya ? " terdengar suara disebrang sana.
" iya benar Pa, maaf ini dengan siapa ya.. ? "" tanya Randy.
" saya dengan Ivan. saya baca iklan penjualan Rumahnya kalau bisa saya minta alamatnya yang jelas biar sore nanti saya kesana untuk lihat. " kata Ivan.
" baik Pak, tolong kirim no WAnya nanti saya share alamatnya." jawab Randy.
Lalu Ivan mengirim no WAnya dan Randypun mengirim alamat rumahnya dengan jelas.
sesudah itu diapun melanjutkan makan bersama sama .
Sorenya ada mobil yang berhenti didepan rumahnya. Bryan keluar dan melihat ada seorang pria dan wanita berpakaian rapih turun dari mobil dan datang menhampirinya.
" Selamat sore Pak.. " sapa mereka
" selamat sore " balas Bryan
" benar disini rumahnya bang Randy Pa. " tanya laki laki itu.
" benar Pa, Randy anak saya. ada apa ya Pak?" ucap Bryan
" saya Ivan dan ini istri saya Vanny, .. begini Pa, saya baca iklannya bang Randy katanya rumah ini mau dijual ? " tanya Ivan
" Iya betul Pa Ivan, " ucap Bryan
"kebetulan istri saya sangat ingin punya rumah didaerah sini,makanya saya rencana mau beli kalau harganya cocok. " kata Ivan sambil melihat istrinya.
" bisa kita melihat lihat kedalam ? " tanya Vanny Istrinya Ivan.
' boleh bu.. silahkan! tapi maaf lagi berantakan nih.. ! "ucap Bryan
Erinna keluar dari kamar dan melihat ada tamu lalu dia ikut menemani mereka melihat lihat didalam rumah.
" kenapa mau dijual bu ? " tanya Vanny
" kebetulan kami mau pindah keSurabaya bu,
nggak ada yang jaga makanya terpaksa kami jual " ucap Erinna
disini udaranya dingin ya bu ? " tanya Vanny lagi.
" iya bu, disini udaranya masih bersih,segar dan sejuk.. " ucap Erina
" aku tertarik bu " ucap Vanny. lalu mereka saling menawarkan harga dan Ivan menyetujuinya.
" baiklah Pa Ivan, kami tunggu dalam waktu 3 hari kalau nggak ada kabar maka kami akan jualkan pada peminat lainnya. soalnya kami mau pulang kesurabaya secepatnya karena orang tua kami sakit. " kata Bryan
dan setelah berbincang bincang sebentar Ivan dan Vannypun pamit pulang.
Dilain tempat Elena sedang membersih bersihkan dibagian pantry diHoteil tempat dia bekerja. temannya yatty memanggilnya.
" Elena, kamu dipanggil Manager tuh.. " kata Yatty.
" makasih Yatty, aku segera kesana.. " ucap Elenna. lalu Elena segera menyelesaikan kerjaannya dan menyimpan semua peralatan dan dia segera menemui managernya .
Elena masuk kedalam lift khusus karyawan dan menekan tombol 8 lift berhenti, Elenapun keluar dan berjalan kearah ruang kerja Pa Andra Manager diHotel itu.
__ADS_1
Sampai didepan pintu Elena mengetuk pintu
" masuk ! " suara Andra dari dalam. Elena membuka pintu dan masuk
" selamat sore Pa.. Bapak panggil saya ? " tanya Elena.
" selamat sore Elena, iya silahkan masuk " ucap Andra. Elena merasa sedikit gugup
tapi dia usahakan tenang dan melangkah masuk.
" duduk Elena " ucap Andra mempersilahkan Elena untuk duduk. Elena menarik kursi dan duduk.
" Elena, saya sudah membaca surat resign kamu, apakah kamu benar benar sudah pikirkan untuk mau berhenti kerja ? padahal saya baru saja rencana untuk memindahkan kamu keResepsionis. " ucap Andra. Elena tersenyum.
"maaf Pa, bukan saya nggak betah kerja lagi disini, saya senang ko.. tapi saya harus ikut orang tua saya untuk pindah keSurabaya makanya terpaksa saya harus berhenti kerja. " cerita Alena.
" ohh begitu ya.. baiklah kalau begitu. tapi nanti suatu waktu kalau kamu mau kerja lagi, jangan ragu ya untuk datang kesini. "kata Pa Andra.
" terima kasih Pak. aku minta maaf kalau ada kesalahan ya Pak.. aku pamit ya " ucap Elena sambil menjabat tangan Andra. lalu Andra.
" tunggu dulu Elena, " kata Andra sambil
mengambil sebuah amplop dari dalam laci mejanya dan memberikan sama Elena.
Elena menerimanya.
" ini Bonus untuk kamu Elena. " ucap Andra
" Sekali lagi Terima kasih Pak. " ucap Elena sambil memandang Andra lalu dia membalik badan dan menjalan keluar.
Elena mengambil Ranselnya diloker dan pamit pada semua temannya, teman temannya pada sedih dan memeluk Elena ada yang sampai menangis.,Elenapun sedih dan mengeluarkan air matanya.
kubiarkan tangan Tuhan yang menuliskan semua perjalanan hidupku yang masih belum ku tahu kedepannya bagaimana. baru sebagian cerita aku lalui dan kini ada air mata yang memisahkan suatu pertemuan. tapi aku akan tetap terus melangkah untuk mengikuti alur cerita yang telah ditulis oleh tangan Tuhan dalam catatan hidupku semoga hari hari yang akan datang lebih ceria dari sekarang. ***batin Elena
Elena melangkah dengan pasti keluar dari hotel yang hampir setahun memberi dia kehidupan yang lebih layak. dia menghapus air matanya, perasaan sedih karena harus berpisah dengan teman temannya yang selama ini telah menghiasi kehidupannya dengan warna warna yang indah.
kapan lagi ya aku akan kesini. batinnya terharu.
sampai diStasiun Elena ikut antri untuk membeli ticket kereta. begitu kereta datang
diapun naik dan bergabung dengan penumpang lainnya. dia mencari tempat duduk dekat pintu masuk biar ada pegangan.
tiba diStasiun BG hari sudah mulai remang remang.. perjalanan yang jauh membuat waktu banyak terbuang. dia melangkah keluar dari stasiun dan masuk kedalam angkot.
sampai dirumah sudah jam setengah delapan malam.
" selamat malam semua ! " seru Elena
" malam ! " balas Ayahnya
Elena menuju dapur dan mendapatkan ibunya sedang menimba soup dari dalam panci. Elena merapat dekat Ibunya.
" hmm makan enak ya bu.. " Elena menggoda Ibunya. Erinna hanya tersenyum. Elena membantu ibunya untuk menyiapkan makanan dimeja makan lalu dia masuk kekamarnya dan keluar membawa handuk serta kimononya dan diapun masuk kedalam kamar mandi untuk mandi.
Sesudah selesai mandi, Elena memakai baju rumah dan keluar temui Ayah dan Ibunya yang sedang duduk diruang keluarga bersama Ernny dan Randy. mereka menunggunya untuk makan malam.
" bagaimana Elen, urusanmu sudah selesai ?" tanya Erinna.
"sudah bu.. " jawab Elena
" bagus kalau begitu. kalau Ayah sich dari kemarin sudah lapor kalau mau pindah supaya mereka segera mencari gantinya dan tadi Ayah kesana untuk memgambil gaji dan katanya mereka sudah mendapat gantinya " ucap Bryan.
" ya semuanya sudah beres tinggal surat pindah Ernny dua hari lagi baru diambil. " ucap Erinna.
' klo begitu ayo deh kita makan.. Randy sudah lapar bu. " ucap Randy. Erinna tersenyum dan mereka semua berdiri dan berjalan kemeja makan.
__ADS_1
Besoknya...
Hari telah pagi ketika mereka bangun, Erinna melangkah kedapur untuk menyiapkan sarapan buat Suami dan anak anaknya. dia membuat nasi goreng pakai telur urek dan ditambahkan ayam suwir dan sosis yang sudah diiris tipis, dan juga daun bawang yang diris kecil kecil. Erinna memang pandai masak makanya suami dan anak anaknya sangat menyukai masakannya. Bryan keluar dari kamar dan kebelakang rumah untuk berolah raga. bodynya yang tinggi dan padat membuat dirinya kelihatan awet muda.
Elena dan Ernypun bangun lalu mereka ketuk pintu kamar Randy membangunkan Randy karena semalam mereka sudah kompak mau joging pagi ini. Erinna bahagia melihat keluarganya berkumpul karena jarang mereka punya kesempatan seperti ini.
Randy bangun dan bersiap siap, lalu merekapun pamit sama Ibunya untuk keluar joging.. mereka berlari lari kecil menyusuri sepanjang jalan kalisuren digunung putri itu.
ketika sampai diDanau Kemuning hari mulai terang dan mereka beristirahat sebentar sambil menikmati pemandangan alam sepanjang Danau Kemuning, mereka melihat bunga bunga kemuning yang jatuh berguguran menghiasi sepanjang jalan.ada burung burung kecil yang berkicau diatas dahan kering yang ada ditepi danau itu.
beristirahat sebentar lalu merekapun lari lagi balik kerumah.. sampai dirumah Ibu dan Ayahnya telah selesai mandi dan duduk didepan rumah lagi berbincang bincang sambil menunggu mereka pulang.
sampai dirumah merekapun satu persatu mandi dan berkumpul bersama Ayah dan Ibunya dimeja makan lalu merekapun makan pagi bersama.
Erinna lagi bersih bersih didepan rumah, ketika telpon berdering dia mengangkatnya.
" Hallo selamat pagi bu. " sapa Erinna
" selamat pagi Erin.. " balas bu Lilani. " Erin.. coba kamu cek rekeningmu, tadi ibu sudah
transfer kamu uang untuk beli ticket. kalian naik pesawat saja ya jangan naik kereta, kasihan anak anakmu itu. " ucap ibunya.
" baiklah bu terima kasih bu. " ucap Erin
" sudah ya nak, ini ibu lagi dijalan mau kepasar membeli stock makanan. " ucap ibunya.
" baik bu.. hati hati dijalan bu. " ucap Erinna lalu mematikan hpnya. anak anaknya lagi menolong Bryan untuk mengeluarkan barang barang dari kamar dan mau ditaruh diluar karena ada yang sudah dibeli tetangganya. hanya tinggal beberapa saja seperti tempat tidur dan lemari pakaian.
mereka juga memilah milah barang yang mau diberikan untuk tetangganya dan segera Randy dan Elena mengantarkannya.
akhirnya satu demi satu barang barang terjual lega karena rumah mulai kosong dari kepadatan barang barang. setelah selesai berbenah, mereka pun kumpul diteras sambil bertukar pengalaman..
Seorang ibu berjalan masuk menghampiri mereka dengan membawa sebakul nasi uduk dan satu susun rantang.
' wahh pada santai semuanya nihh.. " ucap bu Idah tetangga sebelah.
Erinna berdiri menyambut kedatangannya.
" kok tumben bu Idah bawa apaan tuh..!" seru Erinna.
" ini bu Erin, aku antar ini ,biar untuk makan siang nanti. " kata bu Idah sambil memberi Erinna 1 bakul nasi uduk dan 1 susun rantang.
" yah Bu Idah ini, nggak usah repot bu.! " ucap Erinna sambil menerima dan meletakkan bakul nasinya diatas meja dan Erinna coba membuka rantang..
" aduh Enak nih.., renndang jengkol, ayam opor dan tempe orek. anak anak paling doyan nihh ! " ucap Erinna lalu menyuruh Elena membawa masuk kedalam.
" makasih banyak ya bu Idah sudah repot repot masak buat kita. "ucap Erinna
" oalah nggak papalah bu, ibu juga banyak menolong saya. " ucap bu Idah
" aku pasti kangen dengan rendang jengkolnya bu Ida klo udah disurabaya nanti. " Enak dan rasanya beda dengan yang lain" kata Erinna
" ah bu Erin nih bisa aja.. ibu sendiri juga pintar masak kok. " ucap bu Ida sambil tertawa. lalu diapun pamit pulang.
disaat itu gerimispun jatuh satu satu membasahi bumi.
14122020
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Thanks ya buat pembaca setia...
jangan lupa di Like , Vote dan komentarnya ya
jangan luoa juga untuk membaca Novelku yang lainnya..
__ADS_1
Melangkah ditengah Badai
Raja Ampat In Love💘💘