Gaun Pengantin Buat Ellena.

Gaun Pengantin Buat Ellena.
Bab 72 Menuju Jerman.


__ADS_3

Kekuatan cinta lebih besar dari segalanya, ' Walau kadang tanpa kita menyadarinya.


Sering cinta itu dapat membuat kita tertawa, tapi kadang pula dapat membuat kita menangis.


Bagi seorang pemuja Cinta, Cinta berada di atas segala-galanya.Meski dia harus melalui berbagai rintangan dan cobaan. tapi dengan kekuatan cinta, Semua itu dapat di lalui nya.


Dan Cinta itu tak akan pernah dapat mendustai rasa, Karena Cinta itu selalu bergejolak dalam rasa di lubuk hati yang paling dalam.


Meskipun, semua itu sulit untuk di ungkap kan dengan kata-kata, Namun rasa cinta itu bisa terungkap dengan sendirinya dalam sikap dan perbuatan.


Sang Surya memicu semangat untuk memulai aktifitas yang baru, Serta memberi kesegaran bagi semua mahluk yang membutuh kan sinarnya.


****


Angelo telah siap untuk berangkat ke Jerman bersama dengan Ibunya dan juga Leon, Nanti pada jam 19.00 malam ini.


Di pagi ini Angelo masih menyempat kan diri bersama dengan Leon untuk membeli oleh-oleh buat Ellena.


Leon menyetor Mobil, bersama Angelo Mereka menuju ke salah satu Mall yang terbesar di Jakarta.


Tiba di Mall Tersebut, Leon pun memarkir kan Mobilnya di Parkiran di Basement, Lalu mereka berdua pun keluar dari mobil, Lalu memasuki Mall tersebut lewat pintu masuk di Basement.


Ketika mereka berkeliling di lantai bawah, Angelo melihat Ayah dan Ibunya Ellena juga sedang berada di Mall tersebut, di salah satu Toko Emas yang berada di Lantai bawah itu.


Angelo pun menghampiri Mereka.


" Selamat Pagi Pak, Ibu !" Sapa Angelo.


Erinna dan Bryan terkejut, Lalu melihat ke arah suara Angelo.


" Angelo ?! " Ucap Erinna dan Bryan serentak.


" Sedang belanja ya Bu ?!" tanya Angelo, basa-basi pada calon mertuanya.


" Iya! ini lagi lihat Hadiah yang Cocok untuk Ellena nanti !" kata Erinna, tersenyum.


" Tante dan Om mau ke Jerman ? " tanya Angelo.


" Iya.. ! Nanti malam kita berangkat. " Ucap Erinna.


" Ohh.., Kalau begitu kita sama-sama donk! Aku dengan Ibu dan Leon juga malam ini berangkat !" Kata Angelo.


" Sama donk ! Kalau begitu nanti kita ketemu di Bandara. " ucap Erinna.


" Iya Bu, Sampai ketemu nanti di Bandara. " ucap Angelo.


Lalu setelah pamit, Angelo dan Leon pun meninggal kan Erinna dan Bryan.


Angelo dan Leon naik Eskalator menuju ke lantai atas.


Di Lantai 3, Angelo mengajak Leon untuk mampir pada salah satu Toko Emas. dan Setelah melihat-lihat, Dan memilih, Akhirnya Angelo memilih membeli satu set Perhiasan Emas, yang terdiri dari Sebuah gelang tangan, Kalung, Anting, cincin dengan model yang sangat indah, di hiasi dengan batu permata berwarna merah Fanta. Setelah membayar, Angelo dan Leon pun segera meninggalkan tempat itu dan kembali ke Mobil, Lalu mereka pulang ke rumah.

__ADS_1


🌿🌿🌿


Jarum jam menunjuk kan Pukul18.00.


" Ayah dan Ibu sudah siap ? " Tanya Erinna pada (Bu Lilani dan Pak Hendra, Ketika melihat mereka menutup pintu kamar )nya.


" Sudah.. kami sudah siap !" Ucap Bu Lilani.


" Nggak ada yang lupa kan Bu !?" tanya Erinna pula.


" Nggak ada ! " ucap Bu Lilani.


" Kalau begitu kita berangkat sekarang, Bi Onah, Titip rumah yah.. ! " Kata Erinna pada bi Onah yang berada di dekat Mereka.


" Iya Non Erin ! hati-hati di jalan ya. " ucap Bi Onah.


" Iya Bi ! " Ucap Bu Lilani.


Lalu mereka semua masuk ke Mobil yang di setir oleh Randy.


" Randy, jangan lupa pulang tidur di rumah ya. Kasihan Bi Onah sendiri. " kata Erinna pada Randy.


" Iya Bu, Randi pasti pulang ke rumah. " ucap Randy.


Tak lama kemudian, Mobil mereka pun memasuki area Bandara Juanda.


Randy memarkir kan Mobil di depan Pintu Masuk Keberangkatan, Lalu Bryan, Erinna serta Pak Hendra dan Bu Lilani keluar dari mobil. Randy segera mengambil Troly dan Bryan mengeluar kan barang-barang bawaan mereka dari bagasi dan meletak kan di atas Trolly.


" Iya Ayah ! hati-hati di jalan ya." ucap Randy.


" Kamu juga Jaga diri baik-baik, hati-hati bila sedang nyetir ! " kata Erinna pada Randy.


" Iya bu. " Ucap Randy, Lalu mencium tangan Ayah dan Ibunya, juga mencium tangan Opa dan Omanya.


" Oma dan Opa, jaga kesehatannya ya." kata Randy.


" Iya sayang ! " Ucap Ibu Lilani.


Sesudah itu Bryan dan Erinna pun mendorong Trolly masuk ke dalam Ruang keberangkatan, di ikuti oleh Bu Lilani dan Pak Hendra.


Setelah Melalui X-ray mereka pun ke Counter untuk melaporkan Ticket.


dan sesudah melalui pemeriksaan Paspor dan Visa di Imigrasi, Mereka pun masuk ke Ruang Tunggu Keberangkatan.


Sampai di Dalam. Ruang tunggu, Erinna. Melihat Angelo dan Bu Lilani serta Leon, telah duluan berada disana.


Angelo yang melihat kedatangan Calon Mertuanya, Segera menghampiri Mereka dan menyalami nya.


Erinna pun mendatangi Tempat duduk Bu Sesilia.


" Selamat Malam Bu, Apa kabar ? " Sapa Erinna pada Bu Lilani sambil tersenyum dan menyalami nya.

__ADS_1


" Ehh Bu Erinna, kabar baik Bu ! senang ya, Kita bisa berangkat bersama-sama. " Ucap Bu Sesilia juga tersenyum.


" Iya Bu Sesil, nggak nyangka kita bisa berangkat bareng! " kata Erinna. Lalu Bryan juga menyalami Bu Sesilia dan Bu Sesilia pun menyalami Bu Lilani dan Pak Hendra. Sesudah itu, Mereka pun duduk bersama-sama.


Tak lama kemudian, Waktunya untuk Boarding pun tiba, Mereka lalu Antri untuk boarding.


Setelah masuk ke Pesawat, Erinna duduk bersama Bryan sedangkan Pak Hendra bersama Bu Lilani.


Tepat pada pukul 19.00, Pesawat yang mereka tumpangi. meninggal kan Landasan bandara Juanda, menuju ke Munchen Internasional Air Port.


Erinna merasa bahagia, Karena ini adalah pertama Kali nya dia melakukan perjalanan ke Luar Negeri bersama dengan Bryan.


Bryan juga merasa senang, karena akan bertemu dengan kedua Putrinya yang selama ini sangat di rindukan nya.


Setelah berada di udara sekitar 20 menit, Pramugari pun menghidang kan makan malam buat Penumpang. Mereka lalu menyantapnya bersama.


Sesudah kotak makan di bersih kan, Pramugari lalu Membagi kan Selimut.


Erinna dan Bryan pun memenjam kan mata dan berusaha untuk bisa tertidur. begitu pula Pak Hendra dan Bu Lilani. dan akhir nya mereka pun tertidur.


Mereka terbangun di saat matahari telah bersinar di kaca Jendela Pesawat.


Erinn segera melipat selimut nya, dan meletak kan pada tempat yang tersedia.


Ketika Pramugari menyaji kan Sarapan pagi, Erinna memilih minum teh hangat, sedangkan Bryan memilih minum kopi.


Mereka pun sarapan dan menikmati perjalanan nya.


Perjalanan yang cukup panjang dan melelah kan, Akhirnya Pesawat yang mereka tumpangi pun mendarat dengan selamat di Munchen International Air Port.


Erinna Bersyukur karena telah tiba dengan Selamat di Jerman. sebentar lagi Mereka bisa berjumpa dengan kedua putrinya.


Setelah Pesawatnya berhenti dengan sempurna, dan Pintu pesawat nya di buka, Mereka pun antri sambil membawa Ransel. Erinna dan Bryan mengawasi Ayah dan Ibu nya. Lalu Mereka pun berjalan perlahan-lahan menuju ke pintu dan segera keluar dari dalam Pesawat.


Erinna Dan Ibunya serta Bu Lilani menuju ke Toilet. Sesudah keluar dari Toilet, Mereka pun Jalan bareng Bu Sesilia dan Angelo menuju ke Ruang pengambilan bagasi.


Tidak lama menunggu, Mereka pun mengambil Bagasinya. Lalu berjalan menuju ke pintu keluar.


******


πŸ‘‰ Bersambung ke Bab 73.


Md 02062021


πŸ’•πŸ’–πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ


Thank's ya Readers, Bagi yang sudah mampir hari ini. jangan lupa bagi-bagi berkahnya dengan Like, Vote serta Komen. juga Rate Bintang 5 ya. πŸ™πŸ™


DukunganMu, memicu semangatku untuk lebih rajin menulis. 🌹🌹


-

__ADS_1


__ADS_2