
Hari ini Matahari menyembunyi kan wajahnya di balik Awan putih, sedangkan di sebelah barat, tampak sang Rembulan yang kesiangan, walau pun hampir pudar tertutup Awan, Burung-burung pun bernyanyi, bersahut-sahutan di atas dahan pohon. karena merasa suasana.pagi yang terus berlangsung. Sedangkan sang bayu yang bertambah pelit, Menghembus nafasnya untuk menyejuk kan semesta.
Rasa gerah menguasai tubuh, membuat Ellena mempercepat kan langkahnya, menuju ke dalam Ruang Kerjanya.
Setelah sampai di dalam Ruang kerjanya, barulah Ellena merasa puas, karena udara dari AC membuat dia merasa nyaman dan sejuk.
Ellena langsung memeriksa kembali data-data pasien yang berada di atas meja kerjanya. Hari ini rupanya tak ada hal yang membutuh kan penanganan khusus pada Pasienmya.
Kembali seperti biasanya, Ellena mengunjungi Pasiennya yang berada di Kamar Rawat Inap, Setelah semuanya Dia kunjungi dan memeriksa serta menanya kan keluhan-keluhan Mereka, Lalu Ellena pun kembali ke Ruang Kerjanya untuk menulis resep obat, Dan memberikan pada Perawat yang bertugas. Lalu berikan buat keluarga Pasien untuk menebusnya.
Ellena duduk sendiri sambil melamun.
Tinggal 2 minggu lagi dia akan mengambil Cuti, dan mepersiapkan dirinya untuk saat Pernikahannya nanti.
Ellena.berpikir Tak lama lagi dia akan meninggal kan masa lajangnya dan memasuki kehidupan yang baru bersama dengan Angelo.
Ellena merasa bahagia bila dia berada bersama dengan Angelo. Ellena berjanji dalam hatinya, agar dapat selalu membahagia kan Angelo dan dia ingin menemani Angelo sampai mereka menua nanti
πΏπΏπΏπΏ
Bryan dan Erinna menginjak kan kakinya kembali di Bandara Soekarno-Hatta. dengan di dampingi Sekretaris dan Manager nya.
Besok Jam 10 pagi nanti, Mereka akan mengadakan Acara Lauching Produk Perdana Mereka, Yaitu Produk Makanan Tradional dalam kemasan.
Mereka memilih untuk ikut Pesawat pagi, Agar dapat mempersiap kan semua keperluan pada acara tersebut nanti.
Juga masih ada kesempatan buat Erinna untuk berkunjung ke Gunung Putri.
Tiba Di Hotel tempat mereka nginap, dan juga tempat dimana Acara akan di adakan, Mereka pun segera Cek In dan Setelah itu, Bryan bersama Sekretarisnya dan Manager nya pun segera mengurus segala keperluan untuk acara besok nanti. Karena sejak di Surabaya, Mereka telah menghubungi pihak Hotel, untuk Masalah penyewaan Ballroom dan lain-lain keperluannya. Dan juga semua biaya telah di kirim, jadi tinggal menunggu Kedatangan Bryan untuk mengkonfirmasi kembali, serta menyesuai kan dekorasi Ruangan dengan Tema yang mereka gunakan.
setelah Mereka makan Siang bersama, Bryan lalu memberi kepercayaan pada Sekretaris dan Managernya untuk menyelesaikan Pekerjaan yang tersisa, Karena Dia dan Erinna akan pergi ke Gunung Putri, mengunjungi Tetangganya dulu, selain Silahturahmi, juga mengundang mereka untuk Acara Pernikahan Ellena nanti.
Dengan mengguna kan Mobil Rental, Bryan dan Erinna pun berangkat menuju ke Gunung Putri. Dengan membawa beberapa Paper Bag yang berisi Produk baru Mereka, yaitu Makanan dalam kemasan. Mereka bawa sebagai oleh-oleh untuk Mantan tetangganya.
Ketika Mobil yang Mereka tumpangi memasuki Gunung Putri, Erinna merasa gembira bisa mengunjungi kembali tempat dimana.mereka pernah tinggal ini, tempat yang penuh dengan kenangan, disaat pertama mereka memulai hidup baru, banyak suka dan dukanya di tempat ini.
Erinna menjadi sadar ketika Bryan mengagetkan nya.
" Udah sampai Bu ! " Ujar Bryan.
" Eeh..Ooh..iya..Pak !" ujar Erinna sambil memandang ke samping di jendela mobil.
" Semuanya tak berubah, masih seperti dulu ya Pak...!" Kata Erinna.
__ADS_1
Bryan menyuruh Sopirmya untuk parkir di Samping bekas Rumah mereka dulu.
Lalu Mereka segera keluar dari mobil dan berjalan Menuju ke Rumah Keluarga Pak Ivan dan Bu Vanny.
Bu Vanny sangat terkejut melihat kedatangan Erinna dan Bryan, Lalu Bu Vanny mengajak mereka masuk ke dalam rumah, kebetulan Pak Ivan tidak dirumah, karena tugas keluar kota.
Setelah berbincang-bincang sebentar Lalu Erinna dan Bryan pun memberi Undangan serta Oleh-oleh. Dan Mereka pun Pamit untuk ke Rumah Bu Riris dan mantan tetangga lainnya.
Bu Riris serta yang lain nya pun terkejut menyambut kedatangan Erinna dan Bryan.
Cukup lama mereka berada di antara Sahabat-sahabat masa lalu mereka. Setelah menyerah kan oleh-olehnya serta mengundang Mereka untuk hadir pada acara Nikahan Ellena nanti.Lalu Erinna dan Bryan pun pamit untuk kembali ke Jakarta, ke Hotel tempat Mereka nginap.
πΏπΏπΏπΏ
Untuk Persiapan Pernikahan Mereka seminggu Sebelumnya, Ellena telah mengambil cuti dari pekerjaannya, Begitu juga dengan Angelo, Segala urusan Kantornya, Di tangani oleh Leon dan Sekretarisnya.
Waktu Seminggu sebelum hari H tiba, Ellena dan Angelo sibuk menghabis kan hari-hari, untuk Memanjakan diri mereka dengan menjalani paket Pra Wedding di Ing Queen Bridal and Salon.
Mereka berdua merasa bahagia, karena semuanya berjalan dengan lancar, sesuai dengan apa yang mereka rencana kan.
Hari ini sepulangnya dari salon, Angelo mengajak Ellena untuk makan malam pada salah satu Restoran langganan Mereka, yang kebetulan letaknya tak jauh dari Ing Queen Bridal and Salon.
Tanpa setahu Ellenna, Angelo telah memesan Ruangan khusus buat mereka berdua. Ruangan yang sangat luas, di dekorasi Khusus buat mereka berdua, dengan hiasan bunga-bunga Mawar Putih dan Lilin -lilin yang bernyala, juga terhias balon- balon yang berbentuk Love . sehingga menciptakan Suasana yang begitu Romantisnya.
Tak lama kemudian, Beberapa orang Maids pun keluar dengan membawa nampan -nampan yang berisikan berbagai jenis masakan Chinese food , Kesukaan Mereka berdua.
" Sayang, Terima-kasih ya untuk Surprise ini. Aku bahagia. " Kata Ellena pada Angelo. "
" Memang Aku sengaja membuat Suprise untukMu ..., Nikmatilah Sayang, Hari ini kita merayakan hari terakhir masa lajang kita. Dan menurut Ibu, mulai Besok, kita tidak lagi bertemu hingga pada saat acara Pernikahan nanti, istilahnya, ya ..kita memasuki acara pingitan. Dan pada Saat itu kita tak boleh saling bertemu." Ujar Angelo, Sambil tersenyum memandang wajah Ellena.
" Iya, menurut Oma juga demikian, tidak terasa ya ..., tinggal 3 hari lagi Kita akan menikah ." Kata Ellena tersenyum juga.
" Iya..dan sesudah itu, kita akan selalu bersama- sama. " Ucap Angelo.
" Iya sayang, Bahagia rasanya. " ujar Ellena.
" Aku juga paling bahagia sayang ! Percayalah padaku, Sampai kapan pun, hanya diri Mu seorang yang aku cintai. " Ucap Angelo Lalu memegang kedua tangan Ellena.
" Aku percaya pada Mu, Seperti Kau percaya pada diri ku. " Ucap Ellena. sambil memandang Angelo, dan Mereka berdua saling menatap dalam diam.
" Ayo lah kita makan Sayang, mumpung makanannya masih panas." Ajak Angelo.
" Baiklah, Kebetulah perutku pun sudah mulai konser ! " Kata Ellena.
__ADS_1
Lalu mereka berdua makan dengan mesra, Saling menyuap dan menikmati kelezatan makanan yang tersaji di atas meja makan.
Sementara itu lilin yang sedang bernyala, memancar kan sinarnya yang berpijar. Di tengah meja makan. seakan menjadi saksi bisu akan kata-kata cinta yang mengalir dari bibir Angelo dan Ellena.
πΊ
Bunyi instrumental dari lagu I can stop Loving You... terdengar lembut mengiringi langkah-langkah mereka berdua yang berdiri berdansa. Ellena pasrah dalam dekapan Angelo yang dengan lembut membimbing langkah kaki Ellena berdansa mengikuti Irama Musik.
" Aku mencintai Mu Sayang! dan itu tak bosan bagiku untuk berulang kali mengucapkan nya." bisik Angelo di telinga Ellena.
" Aku juga mencintaMu sayang ! " bisik Ellena pula.
Dan ketika lagunya berhenti, Mereka pun kembali ke tempat duduk.
Tadi setelah Mereka berdua telah selesai makan, Mereka pun berpindah tempat duduk di Sofa yang ada disitu.
Sebenarnya, Sehari sebelumnya Angelo telah menyuruh Leon untuk memesan tempat ini dan mendekorasinya sesuai dengan keinginan Angelo.
Setelah puas berdansa, Mereka lalu duduk santai di sofa sambil Karaoke...
Rasanya Malam itu seakan hanyalah milik mereka.berdua.
Mereka menikmati Malam itu sampai Jam 11 malam, barulah mereka pun meninggal kan Restoran tersebut.
πΏπΏπΏπΏ
Besok harinya, Mereka pun mulai memasuki masa Pingintan, Walau Sebenarnya sudah bukan Jamannya lagi Tradisi Pingitan sebelum menikah, Namun Orang tua kedua belah pihak ingin untuk tetap mempertahan kan adat istiadat, maka Mereka jalani saja untuk menyenang kan hati Orang tua keduanya.
Untunglah Mereka hanya menjalan kan pantangan untuk bertemu, tidak seperti Jaman dahulu, harus di kurung dalam kamar selama 3 hari sampai tiba acara Pernikahan Mereka tiba.
Namun Orang tua Mereka lupa, bila pada Jaman sekarang, meski pun Mereka di kurung, Tapi masih ada Hand Phone, sehingga Mereka dapat saling bertatap muka lewat Video Call . dan itu yang di laku kan oleh Ellena dan Angelo, selama masa pingitan, untuk melepas kan rasa rindu mereeka
Dan Mereka berdua tetap bertahan sampai 3 hari berlalu, dan mereka pun menyudahi masa Pingit nya, Dan mempersiap kan diri untuk memasuki acara Pernikahan. mereka.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
π Bersambung ke Bab 104
Mdo.10082021/20.55
πππΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Readers tercinta, tinggal 2 bab lagi, Cerita Ellena Akan Tamat...Selamat membaca sampai Akhirnya.
__ADS_1