Gaun Pengantin Buat Ellena.

Gaun Pengantin Buat Ellena.
Bab 35 Lamaran


__ADS_3

Di Restoran ZIPP 🌸🌸


Angelo beserta Ibu nya Keluar dari mobil yang di kemudi kan oleh Leon.


Menyusul Angela serta Suaminya dengan mobil mereka sendiri.


Setelah memarkir kan mobil nya dengan benar, mereka semua pun berjalan masuk menuju ke dalam Restoran.


Angelo terpaku dengan dekorasi VIP Room yang akan mereka guna kan untuk makan malam mereka bersama keluarga Ellena nanti.


Nuansa Cream sesuai dengan permintaan nya mengisi semua ruangan hanya di meja yang terdapat vas bunga yang berisi bunga Mawar berwarna Emas, sungguh begitu serasi dengan perpaduan warna Cream dan Emas.


Mereka pun masuk dan duduk di kursi yang telah di sediakan.


Tak lama kemudian keluarga Ellena pun tiba di Pelataran Restoran Zipp.


Leon telah siap di gerbang pintu Restoran untuk menyambut keluarga Ellena untuk di antar kan ke ruang makan yang telah mereka siap kan.


Ellena sekeluarga yang terdiri dari Ayah


dan Ibu nya juga Opa dan Oma nya serta Kedua saudaranya.


Mereka pun melangkah masuk di Pintu Restoran dan di sambut oleh Leon lalu mereka di antar ke ruang makan yang mana telah berkumpul keluarga Angelo.


Tak lama kemudian, menyusul keluarga Pak Gunawan dan keluarga nya.


Donny dan Istri serta anak-anak nya.


Setelah semua nya ber-kumpul, sebelum makan ber-sama, Ibu Sesilia berdiri dan berbicara.


" Selamat malam semua, terutama untuk keluarga besar Pak Hendra. Perkenal kan saya adalah Sesilia, Ibu dari Angelo yang juga hadir bersama disini,


Pada malam yang bahagia ini, dalam acara silahturahmi kedua keluarga besar kami, Maka Saya ingin menyampai kan kepada keluarga besar Pak Hendra, bahwa pada malam hari ini, secara resmi kami Melamar Ellena untuk Putra kami Angelo.


Bagaimana pun jawaban dari keluarga Pak Hendra, kami menunggu malam ini juga. " Ucap Bu Sesilia.


Semua yang tadinya tenang mendengar kan penyampaian Bu Sesilia, kembali menjadi riuh.


Pak Gunawan pun Ber-diri dan ber-bicara. karena tadi di Rumah Ellena telah menjelas kan pada keluarga nya yang mana tujuan Angelo mengundang mereka adalah untuk acara Lamaran.


Jadi Mereka telah berunding dan telah sepakat agar Pak Gunawan saja yang akan mewakili keluarga untuk memberi jawaban pada keluarga Angelo.


" terima kasih Ibu Sesilia sebagai Ibu nya Angelo, kami keluarga besar dari Ellena telah sepakat yang mana, saya ada lah Gunawan, Kakak tertua dari ibu Erinna, dan saya mewakili kedua orang tua dari dari Ellena yaitu Pak Bryan dan Bu Erinna, untuk memberi jawaban atas lamaran Nak Angelo pada Putri kami Ellena, Mengingat mereka berdua telah cukup lama menjalinkan hubungan, maka tidak ada alasan bagi kami untuk menolak Lamaran dari Nak Angelo, Dan jawaban Kami ada lah, Kami menerima Lamaran Angelo pada Ellena. " Demikian lah kata-kata dari Pak Gunawan


Lalu ruangan itu menjadi riuh dengan tepukan tangan. ibu Sesilia pun ber-diri kembali.


"Saya atas nama Orang tua Angelo dan juga anak kami Angelo, mengucap kan Terima-kasih atas sambutan dari niat baik kami ini, untuk itu kami dan anak Angelo ingin memberi kan suatu cindera mata sebagai tanda ikatan pada anak Ellena.!" kembali ucapan dari bu Sesilia.


Angelo berdiri dan menganguk pada Ellena. lalu Ellena pun ber-diri, mereka pun maju ke tengah-tengah di depan semua keluarga.


Angelo mengambil sebuah kotak kecil berwarna merah dari sakunya dan dia pun membuka lalu mengeluar kan seuntai kalung Berlian dan langsung di pakai kan pada leher Ellena.


Setelah Kalung terpakai di leher Ellena. semuanya kembali tepuk tangan.


Lalu ibu Sesilia kembali ber-bicara.


" Jadi Acara lamaran sudah selesai, sekarang kami ingin memberitahu kan tentang Acara Pertunangan mereka rencana kami yaitu sebulan dari hari ini, bagaimana, apakah semua setuju ? " tanya Bu Sesilia.


mereka semua serentak menjawab .

__ADS_1


" Setuju.. !!" ucap semua nya.


Sesudah acara lamaran selesai mereka pun melanjut kan dengan acara makan bersama.


Disitu telah tersedia sebuah meja yang panjang di kelilingi kursi-kursi mewah


Dan di atas meja telah ter-tata rapi piring -piring makan dari porselin dan gelas-gelas kristal serta sendok dan Garpu yang terbuat dari Stainless Stell asli menghiasi meja makan.


Mereka dua keluarga itu pun Menyatu mengelilingi meja makan dan Makan ber-sama. dengan menikmati makanan yang di hidang kan dengan penuh sukacita.


Acara malam itu pun ber-akhir dengan penuh kebahagiaan dari keluarga kedua belah pihak.


🌸🌸🌸


Siang ini seperti biasa nya, Ellena berserta 3 orang sahabat nya, Dokter Mourinho, Dokter Virly dan Dokter Mayoshi, mereka ber-empat baru saja selesai makan di Janne Cafe yang tak jauh dari Rumah-sakit tempat kerja Mereka.


Mereka ber-jalan keluar dari Restoran menuju ke tempat Parkiran tanpa mereka sadar ada sepasang mata yang mengawasi mereka..


Seorang pria dengan mengenakan kaos hitam dengan dengan topi dan kaca mata hitam berada dalam sebuah mobil Feroza hitam. matanya mengikuti terus ke arah Ellena dan kawan-kawan nya.


Ketika Mourinho mengemudi kan mobilnya berjalan keiuar dari halaman Cafe ter-sebut, Mobil yang di kendarai oleh pria berkaos hitam itu pun ikut meluncur keluar dan mengatur posisi nya tak jauh di belakang mobil nya Mourinho.


Setiba nya di lampu merah, mobil Mourinho dan kawan-kawan nya pun berhenti dan mobil orang itu pun ikut berhenti agak jauh sedikit dari mobil Mourinho dan teman-teman nya.


Setelah lampu hijau menyala, Mourinho pun segera meluncur kan mobil nya, dan orang itu pun tetap berada di belakang mobil mereka.


" Seperti nya ada yang mengikuti kita dari belakang. jangan menengok ke belakang, kita jalan saja terus !" kata Mourinho.


" siapa sich yang mengikuti kita ? " tanya Virly.


" Rasa nya kita kan nggak punya musuh ? " ucap Mayoshi.


" aneh Yah.. ! " ucap Virly.


Setibanya di parkiran Rumah sakit mereka pun turun dari mobil, tapi mereka tak lagi melihat mobil yang tadi mengikuti mereka. pikir mereka mungkin cuma perasaan mereka saja.


Mereka berempat pun ber-jajan masuk menuju ke ruang kerja mereka.


Setelah Ellena dan teman teman nya berjalan masuk ke dalam rumah-sakit, masuk lah sebuah mobil Pazero hitam dan parkir di parkiran di depan Rumah-sakit.


Ellena membuka pintu ruang kerja nya dan melangkah masuk. dia terkejut karena di atas meja kerja nya ter-dapat lagi sebuket bunga mawar merah yang masih segar. dengan sebuah pesan di kertas berwarna pink seperti 2 hari yang lalu.


dengan tulisan :


* aku selalu mengikutimu kemana pun kau pergi. dari aku yang selalu mencintai mu. *


Ellena jadi takut sendiri, siapa kah dia ? apa kah dia yang tadi mengikuti mereka ? tanya Ellena dalam hati.


Ellena jadi bingung sendiri, dia segera mengambil buket Mawar itu dan meletak kan di atas meja kecil di depan sofa.


Lalu Ellena pun membuka kan Laptop nya dan menyelesai kan laporan-laporan nya.


🌱


Sore itu Ellena pulang agak cepat, karena rencananya dia akan mampir ke Toko Emas untuk membeli kado buat Oma nya yang akan ber ulang-tahun besok nanti.


Setelah Ellena menyelesai kan semua perkerjaan nya , dia pun merapi kan meja kerja nya lalu dia ke kamar mandi untuk membasuh kan wajah nya di wastafel dan dia memoles kembali bedak di wajah nya lalu tak lupa memakai lipstik,


Ellena segera keluar dari ruang kerja nya dan tak lupa menutup kembali pintu nya dan ber-jalan keluar dari Rumah-sakit.

__ADS_1


Ellena meluncur kan mobil nya menuju ke sebuah Mall di kota itu,


Dia memarkir kan mobil nya lalu berjalan masuk kedalam Mall ter-sebut.


tiba di depan sebuah toko Emas, Ellena ber-henti untuk melihat-lihat. dia bingung, apa baik nya yang cocok buat Oma nya ?


Akhir nya Ellena memilih sebuah gelang Platinum, yang cantik dengan hiasan Apple dan ber-hias kan Berlian, Ellena pikir ini sangat cantik dan sangat cocok buat Oma.


" Aku membeli yang ini. berapa harganya ? " tanya Ellena.


" yang ini 25 gram bu, kali 550 ribu jadi semua nya 13.750 ribu. mau Cash atau ? " kata pelayan toko.


" aku pakai Debit Cart saja ! " kata Ellena.


" Baik lah bu. " kata pelayan itu.


Ellena lalu mengeluar kan Debit cart dan beri kan pada Pelayan nya.


Lalu pelayan itu pun menggesek nya dan sesudah berhasil, dia pun mengembali kan kartu debit nya pada Ellena.


" sudah bu, Terima-kasih. ! " ucap pelayan itu.


" Nanti tolong di masuk kan dalam kotak merah ya. ! " kata Ellena.


baik lah bu ! " kata pelayan ter-sebut lalu memasuk kan gelang nya ke dalam kotak perhiasan yang ber-warna merah, lalu di masuk kan dalam sebuah dompet yang cantik dan di masuk kan pula ke dalam paper bag kecil, dan di beri kan pada Ellena dan Ellena pun memasuk kan nya ke dalam tas nya.


" Terima- kasih dek ! " ucap Ellena


" sama-sama bu. ! " ucap pelayannya.


Ellena pun ber-jalan keluar dari Mall tersebut.


🌱


Ellena tiba di rumah sudah agak sore. dia langsung naik ke lantai dua dan menuju ke kamar nya.


Setelah istirahat sebentar, dia pun segera mandi. sesudah mandi, dia pun mengena kan baju rumah dan setelah memoles Baby talk di wajah nya, dia pun naik ke ranjang nya untuk ber-istirahat sebentar.


Tanpa di sadari Ellena pun ter-tidur. dan dia ter-kejut bangun di saat ibu nya mengetuk pintu kamar nya, membangun kan dia untuk makan malam.


Ellena merapi kan rambut nya lalu dia pun keluar dari kamar nya dan turun ke lantai bawah.


Ellena lalu ber-jalan menuju ke ruang makan, disana semua nya telah menunggu nya untuk makan malam.


" selamat malam semuanya, maaf aku ketiduran. " ucap Ellena sambil tersenyum.


Ellena pun menarik kursi dan duduk dekat Oma nya, lalu mereka pun menikmati makan malam dengan penuh rasa Syukur.


πŸ‘‰ Bersambung ke Bab 36


Mdo 10032021


🌺🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Author mengucapkan terima kasih buat pembaca setia Novelku ini, jangan lupa meninggalkan jejak nya ya. Like Vote. Komen dan juga. Rate bintang 5 πŸ™πŸ™


Baca juga Novelku yang lainnya.


__ADS_1



__ADS_2