
Hari ini Seperti hari-hari yang lalu, Tak ada lagi kiriman mawar merah.
Dan Mawar merah yang berada di Vas bunga di atas kulkas itu telah rontok, Dan berjatuhan memenuhi di atas Kulkas. Namun Ellena membiarkan nya, Walau hanya tinggal Batang dan daun nya saja. kelopak-kelopak bunga yang rontok lalu di buang nya.
Tinggal beberapa hari lagi, Ellena akan Bertunangan dengan Angelo, Laki- laki yang telah di pilih nya untuk menjadi Pendamping nya di masa depan.
Pagi ini Ellena berjalan memasuki Rumah-Sakit dengan perasaan tenang, Karena dalam beberapa hari ini, Dia berusaha untuk fokus pada Acara Pertunangan nya bersama Angelo.
Dia membuka pintu Ruang Praktek nya, Lalu berjalan masuk dan duduk di Belakang meja kerja nya, Lalu mengeluar kan Laptop nya dan membuka nya.
Setelah dia membuka Email nya dan memeriksa Email yang masuk, Serta membaca nya.
Telpon berdering, Ellena segera mengambil Hand-phone dari dalam tas nya dan melihat nya, Ternyata dari Ibu Sesilia, Calon Mertuanya.
" Haloo, Selamat pagi Bu. " Ucap Ellena.
" Selamat pagi Ellena. Maaf, Ibu hanya mau beritahu, Kalau Nanti sore bisa nggak mau fitting baju ? " Tanya Bu Sesilia.
" Aku akan Usaha Bu ! Bagaimana kalau dari Rumah-Sakit, Aku langsung ke Butik nya ? " kata Ellena.
" Bisa juga, Nanti Ibu beritahu Angelo, Biar kalian ketemu nya di Butik saja ya ! " Kata Bu Sesilia.
" Iya Bu ! " ucap Ellena.
" Baik lah, Ibu tutup dulu ya. !" kata Bu Sesilia kembali.
" Baik lah Bu ! " kata Ellena. Lalu Ellena pun meletak kan Hand-phone nya di atas meja nya, Setelah Bu Sesilia mengakhiri pembicaraannya.
πΏπΏπΏ
Sepulang nya dari Kantor, Ellena pun mampir ke Aneshen Butik.
Setiba nya di Aneshen, Ellena melihat Mobil Angelo telah parkir di halaman Aneshen Butik.
Perlahan-lahan, Ellena pun memarkirkan mobil nya di Samping mobil nya Angelo, yang kebetulan kosong tempat nya.
Elenna segera keluar dari mobil nya dan berjalan masuk ke dalam Butik tersebut, Ellena tau kalau Angelo telah duluan berada di dalam sana.
Dan benar saja, Ketika telah berada di dalam, Ellena melihat Angelo telah menunggu nya sambil membaca Majalah.
" Haii Yank ! maaf ya, Aku terlambat. " Ucap Ellena.
" Nggak papa Yank, Aku juga belum lama kok !" jawab Angelo.
" Ayo, Kita ke Lantai 3 yuk ! " Ajak Ellena. Lalu mereka berdua pun melangkah masuk ke dalam ke lift, Dan naik ke lantai 3
Sampai di lantai 3, Lift pun berdenting, Dan pintu lift pun terbuka, Lalu mereka berdua pun melangkah keluar dari lift dan menuju ke Ruang kerja nya
Ibu Siska.
" Haloo Pasangan yang Serasi !! " Sapa Bu Siska yang telah duluan melihat mereka berdua, Sebelum Angelo dan Ellena memberi salam.
" Selamat Sore Bu Siska ! " Sapa Angelo dan Ellena bareng, sambil mengatub kan kedua tangan di dada.
" Selamat Sore ! Kebetulan sudah selesai Baju nya. " Kata Bu Siska.
" Ohh Syukur lah Bu ! " ucap Ellena.
" Sekarang di Fitting dulu ya. " kata Bu Siska.
" Baik lah Bu. " ucap Ellena.
Bu Siska lalu menyuruh Asisten nya,
untuk mengambil Baju Ellena dan Angelo dari dalam Lemari pajang.
" Wow..Sangat indah. ! ucap Angelo dan Ellena bareng.
__ADS_1
" Nah Silahkan ngepas dulu, Di kamar pas. " Kata Bu Siska.
Lalu Asisten Bu Siska menolong Ellena, Dan membawa Baju nya ke Kamar Pas serta menolong Ellena untuk memakai nya.
" Ibu cantik banget, Pas lagi di badan nya ! " Seru Mey, Asisten Bu Siska itu.
" Iya, Cocok ya. " Kata Ellena.
" Iya Bu, sangat Cocok !" kata Mey.
Sesudah mutar-mutar, Ellena merasa sudah pas, Maka dia menyuruh Mey menolong nya untuk melepas kan Baju nya, Dan Sesudah itu mereka pun kembali ke tempat Bu Siska.
" Bagaimana, ada yang kurang ? " Tanya Bu Siska.
" Nggak Bu. sudah Pas !" Ucap Ellena.
" Bagus lah kalau begitu. Nanti Mey tolong packing sekalian ya !"kata Bu Siska.
" Baik Bu ! " Ucap Mey, Lalu mengambil baju nya untuk di packing.
Sementara itu Angelo, Di bantu oleh asisten Pria untuk Ngepas Stelan Jas nya.
" Rupa nya semuanya udah pas ya ?" Tanya Angelo pada Asisten nya Bu Siska.
" Iya Pak. Sangat cocok dengan Postur Tubuh nya Pak. " kata Handy asisten nya Bu Siska itu.
Lalu Angelo pun melepas kan Stelan Jas nya dan memberi kan pada Handy, Lalu Handy pun membawa nya untuk di Packing dan di masuk kan ke dalam Paper Bag.
" Jadi dua-dua nya udah cocok ? " Tanya Bu Siska.
" Iya Bu ! " Jawab Handy.
Lalu Angelo pun meminta nota pembayaran dari kasir, dan Angelo pun segera membayar nya.
" Kami Pamit dulu ya Bu Siska. " Kata Angelo pada Bu Siska.
" Okey baik lah, Terima-kasih ya, Sudah mempercayai Kami untuk menangani Baju Pertunangan Kalian berdua. " kata Bu Siska, Sambil tersenyum.
Lalu mereka pun menjabat tangan Bu Siska dan sesudah itu, Mereka pun keluar dari Ruangan Bu Siska, Untuk turun ke lantai bawah, Dengan membawa Paper bag yang berisi kan baju mereka masing-masing.
" Kamu Langsung pulang ? " Tanya Angelo pada Ellena.
" Iya, Memang mau kemana lagi ? " Tanya Ellena pada Angelo.
" Bagaimana kalau kita mampir untuk minum kopi ? " Tanya Angelo.
" Hmm, Bagaimana bila besok aja Yank ? Soal nya Aku ada janji sama Ibu, sebentar nanti mau keluar. " Jelas Ellena.
" Ohh, Baik lah, Kalau gitu besok ya, Nanti pagi nya Aku jemput kamu ke Rumah-Sakit. " kata Angelo.
" Okey, Besok pagi aku menunggu mu ! " Kata Ellena.
" Baik lah sampai besok pagi ! " kata Angelo. Lalu masuk ke dalam mobil nya, Dan Ellena pun segera masuk juga ke dalam Mobil nya.
Lalu mereka berpisah, Dan mereka pun masing-masing menjalan kan mobil nya meninggal kan tempat itu.
πΏπΏπΏ
Sementara itu di tempat lain tempat, Mathew berjalan menyusuri tepian
Lea River, Di kota London.
Dia sengaja pergi jauh-jauh, untuk meninggal kan Indonesia, Agar bisa melupa kan semua kenangan indah nya bersama Ellena, Orang yang sangat di Cintai nya, Dan Ia sangat ingin melihat Kebahagiaan dari Orang yang paling di kasihi nya itu, Meski pun bukan diri nya sendiri yang mendampingi Ellena. Bagi diri nya, Cinta itu tak selamanya harus Memiliki, Tapi Cinta yang Suci harus rela berkorban demi kebahagiaan Orang yang Di Cintai nya.
Hati nya berusaha untuk tenang, Setenang nya air di Lea River.
π
__ADS_1
Flash Back On
Ketika menyelesai kan SMA nya di Lampung, Dia pun melanjut kan kuliah nya ke London.
Dia mengambil Jurusan Criminology and Psychology. Karena itu merupa kan Cita-cita nya sejak di bangku SMP. Dan syukur lah, Orang tua nya sangat mendukung nya.
Dia kuliah sampai menyelesai kan S2 nya, Karena Ia mau benar- benar Sukses, Baru lah dia kembali untuk menjemput Ellena, Seperti apa yang dia janji kan pada Ellena.
Dan seperti Rencana nya, setelah selesai mencapai S2 nya, Dia pun segera pulang ke Indonesia dan segera Ia ke Gunung Putri untuk menemui Ellena, tapi rupa nya Ellena telah pindah ke Surabaya, Akhir nya Dia pun ke Surabaya, Walau pun dia tak tau dimana Ellena tinggal.
Di Surabaya, Setiap hari dia berjalan mondar-mandir untuk mencari keberadaan Ellena. Dan pada Suatu hari, Ketika sedang makan di sebuah Restoran, Disitu lah Ia melihat Ellena. Tetapi saat itu, Ada seorang Pria menemani Ellena, Mereka makan siang bersama sambil bercanda dengan mesra nya.
Mathew menyadari. Dia telah terlambat datang !
Akhir nya untuk jelas, Mathew mengikuti mobil yang membawa Ellena dan kekasih nya itu, Sampai tiba di Rumah- Sakit tempat Elenna kerja, dan Ellena pun keluar dari mobil itu. Akhir nya Mathew tau bila Ellena juga telah Sukses mencapai cita-cita nya sebagai Seorang Dokter. Sejak saat itu tiap hari Mathew pun mengirim Buket Mawar merah untuk Ellena.
Flash Back Off
π
Mathew Sadar dari Lamunan nya, Dan saat itu diri nya sedang duduk di pinggir Jembatan di atas Lea River.
Bagi nya, Sebenar nya tidak mudah untuk dapat melupa kan Ellena, Selain harus mengiklaskan nya bersama Kekasih nya yang baru.
Dan untuk semua ini hanya ada jalan satu-satu nya, Yaitu dia akan Bekerja sambil Kuliah lagi untuk mengambil S3 nya. untuk itu lah, membuat nya kembali lagi ke Kota London ini.
Mathew segera berdiri dan berjalan perlahan-lahan meninggal kan Lea River.
Mathew pun tiba di Apartemen nya, Membuka pintu, Lalu masuk ke dalam.
Apartemen nya yang type Studio itu, Namun selalu membuat Mathew merasa nyaman berada di dalam nya.
Setelah di dalam, Perut nya terasa lapar, Lalu dia ke bagian dapur dan segera membuat Sandwis untuk mengisi perut nya.
Dia duduk di sofa, sambil makan Sandwis dan mendengar Musik.
Tiba-tiba Pintu Apartemen nya di ketuk dari luar, Mathew mengintip di kaca kecil yang ada di pintu, Ternyata yang datang ada lah Sahabat nya Marion yang juga dari Indonesia.
Mathew pun segera membuka kan pintu nya, Dan Marion pun melangkah masuk.
" Apa kabar Marion ? " Tanya Mathew
" Bagaimana kalau kita keluar jalan-jalan Mathew ? " Ajak Marion.
" Kita mau Kemana, Marion ? " tanya Mathew.
" Ke Cofee House MX, Sambil menikmati kopi nya yang terkenal itu !" kata Marion.
" Baik lah Marion, Aku ambil Jacket ku dulu ya !" kata Mathew, Sambil melangkah untuk mengambil kan Jacket nya.
Lalu Mereka berdua pun keluar dan memasuki lift untuk turun ke lantai bawah.
Lalu Mathew dan Marion melangkah menyusuri sepanjang jalan, menuju ke Cofee House tujuan mereka.
Setiba nya di Cofee House MX, Marion pun memilih tempat duduk di bagian sudud, Udara malam yang dingin, Dengan minum kopi dapat Membuat tubuh mereka menjadi hangat kembali.
πBersambung ke Bab 46
Mdo 02042021
ππΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Author mengucapkan terima kasih buat pembaca setia Novelku ini, jangan lupa meninggalkan jejak nya ya. Like Vote. Komen dan juga. Rate bintang 5 ππ
Baca juga Novelku yang lainnya.
__ADS_1
Melangkah di Tengah Badai
Misi Rahasia Psikolog Cantik