Gaun Pengantin Buat Ellena.

Gaun Pengantin Buat Ellena.
Bab 90 Ulang Tahun Virlly.


__ADS_3

Hari-hari yang berlalu, semakin mendekat kan mereka berdua, Dalam perasaan mereka, ingin selalu bersama melalui hari-hari yang penuh dengan canda dan tawa.


Seakan tak ingin lagi untuk berpisah.


Seperti di Pagi ini, Angelo menjemput Elena di Rumahnya, Dan mengantar Elena ke Rumah Sakit tempat Elena bekerja.


Angelo rasanya ingin selalu bersama dengan Elena, Dia Ingin agar Elena dapat menemani dirinya. Dia Ingin dapat membahagiakan Elena di sepanjang waktu, dengan melalui hari-hari yang indah bersama dengan dirinya.


Di sela-sela kesibukan nya Angelo selalu merindu kan Elena, dia ingin agar Elena dapat selalu menemani dirinya.


Padahal kalau di pikir, tak lama lagi mereka akan melangsung kan Pernikahan.


Begitu pun dengan Elena. Merasa sangat bahagia bila melihat Angelo telah datang untuk menjemput dirinya. Bagi Elena saat ini, Angelo adalah segalanya bagi dia.


Matahari yang mulai menampakkan wujud nya di balik pepohonan yang menghijau. Angelo menjalan kan mobil nya dengan kecepatan standar menuju ke rumah sakit, Tangan kirinya melingkar di atas pundak Elena yang sedang duduk di sampingnya.


" Sayang, Aku ingin biar Hari-hari cepat berlalu, agar Hari Pernikahan kita segera tiba. Aku ingin bisa selalu bersama diri Mu di setiap saat. " Ucap Angelo sambil memandang Elena. Elena tersenyum penuh arti.


" Nggak bisa gitu Lho sayang?! " Ujar Elena juga menatap Angelo.


" Kenapa Nggak bisa Sayang? " tanya Angelo.


" Ya iyalah! kita kan harus kerja! " Ujar Elena sambil tertawa kecil.


" Iya, maksud ku bila telah pulang dari kerja. Aku mau kau selalu menemani diriku. " ujar Angelo dengan manja dan terdengar agak kekanak-kanakan.


" Pastilah sayang, bila kita telah menikah nanti. Aku pasti bersama dirimu selalu. " ucap Elena masih tersenyum.


Ketika mobil memasuki area Rumah- Sakit. Angelo pun melambat kan jalan mobilnya dan parkir di depan Lobby Rumah Sakit.


Elena membuka kan pintu dan keluar dari mobil,


" Aku kerja dulu ya sayang. " Ujar Elena. Sambil menutup pintu mobilnya.


" Iya sayang, Siang nanti aku jemput untuk makan siang ya?! " Kata Angelo dengan penuh harap.


" Baiklah aku tunggu.! " ucap Elena.


" Okey Aku jalan ya, sampai nanti ! Bye.. " ucap Angelo lalu menginjak pedal rem mobilnya.


" Iya hati-hati. Bye... See You again..! " ucap Elena.


Elena memandang mobil Angelo berlalu sampai lenyap di ujung jalan.


Setelah Itu, Elena pun masuk ke dalam Rumah sakit, melewati para Petugas yang sedang sibuk Bersih-bersih.


Elena membuka Ruang kerjanya dan berjalan masuk menuju ke tempat duduknya. Dia mencium aroma harum nya apple memenuhi Ruang kerjanya. Dia senang dengan aroma tersebut.


Tak selang lama ada yang mengetok. pintu,


Tok tok tok


" Silahkan masuk! " seru Elena dari dalam


Pintu di buka, kemudian Rita, OG yang baru bekerja, Masuk dengan membawa nampan yang berisi segelas teh serta sepiring kecil berisi 2 potong Cake. Dia lalu meletakkan di atas meja di depan Elena.


" Silahkan di minum Bu! " Ujar Rita sambil tersenyum.


" Terima kasih Rita. " Ucap Elena.


Setelah itu Rita pun pamit untuk melanjut kan kerjanya, Dia segera keluar dari Ruang kerja Elena lalu menutup pintunya kembali.

__ADS_1


Ketika Rita pergi, Elena mengambil cangkir yang berisi teh itu, lalu meminum nya, terasa ada aliran panas yang mengalir dan memberi kehangatan pada tenggorokan nya.


Tiba-tiba Handphone nya berdering. Dia mengambilnya dari dalam tas, dan di lihatnya. Dari Angelo. Elena lalu menggesek tombol hijaunya.


~ halo Yang, ~ sapa Elena


~ sayang.. maaf ya, Rupanya siang ini aku nggak bisa nemani kamu makan siang, Soalnya aku mendadak ada Meeting ! ~ ujar angelo.


~ Iya nggak papa sayang, aku bisa makan di kantin kok. ~ Kata Elena.


~ Jangan marah ya Sayang. ~ kata Angelo.


~ Nggak kok, Sayang. ~ jawab Elena


~ Please jangan marah ya, sayang. ~ kata Angelo


~ Percaya sayang, aku baik-baik saja! ~ ucap Elena meyakinkan.


~Okey kalau gitu Aku tutup dulu ya.. ~ kata Angelo.


~baik lah sayang. ~ ucap Elena, lalu menekan tombol merah untuk menutup sambungan telpon nya.


Sesudah itu, Elena meletakkan Handphone nya di atas meja, di bagian samping.


Lalu dia mengambil buku di atas meja, untuk memulai pekerjaannya.


Siang hari nya, pada jam istirahat. Virly mengajaknya makan Siang keluar.


Elena lalu membereskan meja kerjanya dan menyusun rapi Berkas-berkas yang ada di atas meja, Lalu dia pun keluar dari Ruang Kerjanya dan Menemui Virly di Ruang Sebelah, Elena mengetuk pintu, Lalu membuka pintu ruang kerjanya Firly. Dia terkejut ketika melihat disana telah ada Mourinho, Yoggy, Meidy dan Mayhoshi.


" Hai !!! " sapa mereka bersamaan.


" Kok semua sudah pada kumpul disini? " Elena pada Mereka.


" Sebenarnya gitu! Tapi tadi kebetulan Angelo telpon, katanya ada Meeting dadakan, maka Angelo tak bisa untuk makan siang bersamaku. " jelas Elena.


" Ayolah kita jalan! " Ajak Mayhoshi.


" Sebentar ya, Aku sedang WA. " Kata Virly yang kelihatan sedang sibuk dengan mengetik di papan keyboard Handphonenya.


" Baiklah! " Ucap Elena. Cukup lama juga Virly Mengirim dan menerima balasan WA dari Handphone nya.


" Ibu ku mengajak kita makan di rumah, bagaimana, setuju nggak?" Tanya Virly.


" Setuju banget, Ada acara apa Firly? " tanya Mayoshi.


" menurut Ibu, Lagi pengen masak banyak, maka Ibu menyuruh ku mengajak kalian pulang makan bareng aku! " Jelas Virly.


" Ibu mu baik banget Firly! " Ucap Meidy.


" Kalau begitu, Ayo kita jalan! " Ajak Virly.


" Ayo !" Ujar Elena, lalu berdiri dari tempat duduknya. Dan Mereka semua pun berdiri mengikuti Elena.


Lalu mereka keluar dari Ruang kerjanya Virly, Virly lalu menutup pintunya.


Setelah berada di Lobby Rumah Sakit, Mourinho mendekati Virly.


" Pakai Mobilku saja ! Kata Mourinho


" Baiklah Aku nurut saja. " Ucap Virly.

__ADS_1


" Bagaimana bila kita pakai 2 mobil saja ? Soalnya nggak cukup nanti klo 1 mobil. " kata Mayoshi.


" Bisa Mayo, biar aku saja yang duduk di bagian belakang. " Ujar Yoggy.


" Okey lah kalau begitu !" Kata Mayoshi. mourinho membuka kan pintu mobil, lalu mereka pun masuk kedalam mobil.


Mourinho pun segera menjalan kan mobilnya keluar dari area Rumah Sakit., Menuju ke rumah Virly.


Ketika tiba di Pekarangan rumah Virly, Mourinho pun memarkir kan mobilnya di depan Garasi, Lalu dia membuka kan pintu mobil, dan mereka semua pun keluar dari dalam mobil. Virly yang berjalan duluan di depan, Mereka yang lain mengikutinya dari belakang.


Setelah dekat pintu masuk, Virly heran kok pintunya di kunci? Virly lalu mengetuk pintunya, tapi tak ada jawaban dari dalam.


Lalu Virly mengambil Handphone di dalam tasnya dan mencoba untuk menelpon Ibunya. Tapi nggak di angkat telponnya.


Virly gelisah. Pikirnya tadi dia nggak salah baca WA dari ibu nya kok, Lalu mengapa sekarang Ibu nya tak ada di Rumah? Tanya Virly dalam hati, apalagi dia telah mengajak teman-teman nya ke rumahnya, dia coba kembali hubungi Ibunya


" Sabar Firly, Mungkin Ibumu nggak dengar! " kata Elena.


Tiba-tiba Pintu di buka , tampaklah Ibu dan Ayahnya beserta kedua adik kembarnya Vino dan Vina juga ada seorang Pemuda yang cukup tampan. Mereka berdiri di tengah tengah pintu. Di tangan Vino memegang Sebuah Kue Tar dengan Lilin yang sedang menyala.


" Surprise!!!" Seru Vino dan mereka semua pun menyanyikan lagu Happy Birthday to Firly.


Elena dan Teman-teman nya pada terkejut, mengetahui bila Virly Ulangtahun hari ini.


Lalu Elena dan yang lain pun turut bernyanyi. Sambil bertepuk tangan.


Virly lalu mengatub kedua tangannya untuk berdoa, sesudah itu dia pun meniup Lilinnya.


" Ya Ampun, Aku sendiri sampai lupa bila hari ini Ulangtahun ku. " ucap Virly. Lalu mereka Semua pun berjabat tangan dengan Virly.


" Selamat Ya Nak. Bertambah setahun lagi usiamu. berarti kamu sudah tambah lebih dewasa, Ingat lah waktu terus bergulir, semoga tahun depan Mama sudah punya menantu. " ucap Ibu nya Virly.


" Ayah juga mendoakan yang terbaik untukmu Nak! " Ucap Ayah nya.


Firly terharu mendengar kan kata-kata kedua Orangtua nya.


" Amin ! " Virly terkejut ketika semuanya meng Amin kan. Dia hanya bisa tersenyum penuh arti.


" Terimakasih Ayah, IBu. Aku nggak janji Bu, tapi Ibu tolong doakan ya, agar harapan Ibu bisa terkabul. " Ucap Virly dengan perasaan terharu, karena selama ini dia belum dapat memenuhi harapan Ayah dan Ibunya, bukan karena tidak ada Pria yang mendekati dirinya, Tapi dia sendiri yang masih menutup hatinya untuk Kaum Pria, Setelah dulu dia pernah di sakiti.


Elena dan Teman-teman nya pun satu demi satu memberi selamat pada Virly, sambil Cipika-cipiki. Juga kedua adik nya dan Pemuda Tampan yang berada di antara mereka.


" Oh ya, Ini Alexander, tetangga baru kami, Pengusaha Muda dari Papua. " Kata Virly, lalu memperkenal kan tetangga barunya itu pada teman-teman nya.


" Alexander, atau panggil saja Alex. " Kata Pemuda itu sambil tersenyum dan meletakkan kedua tangannya di dada.


Lalu Elena dan Yang lainnya pun memperkenal kan namanya satu demi satu.


Setelah itu Ibunya Virly mengajak Mereka semua ke meja makan.


Di meja makan telah tersedia aneka macam makanan yang Enak-enak. Juga terdapat puding, kue-kue dan buah-buahan.


Mereka lalu duduk berhadapan di meja panjang itu, Sambil menikmati makan siang bersama keluarga Firly untuk merayakan Hari Lahirnya Virly.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Bersambung ke Bab 92


Mdo 10072021


πŸ’•πŸ’–πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote, Komen dan juga Hadiah nya ya...πŸ™πŸ™


Dukungan mu adalah Semangatku πŸ’ͺπŸ’ͺ


__ADS_2