Gaun Pengantin Buat Ellena.

Gaun Pengantin Buat Ellena.
Bab 19 Makin dekat


__ADS_3

Jam Sebelas siang ketika Elena selesai mengunjungi pasien pasiennya yang sedang rawat inap.. dia kembali keruang prakteknya dan membuat resep resep yang dibutuhkan pasien, tinggal perawat yang akan membawanya kekamar masing masing pasien. sesudah itu diapun membuat catatan dikartu pasien, tiba tiba telponnya berdering. Elena melihatnya, ternyata dari Angelo.


" hallo Selamat siang.. ! " sapa Elena.


" siang Elena.. aku mau ngajak kamu makan siang.. bisakan ? " suara Angelo terdengar dari telponnya.


" hmm bagaimana ya.. ?! " kata Elena sedikit ragu soalnya biasa dia tidak bisa lama lama ninggalin Rumah sakit. takut jangan sampai ada pasien yang darurat dia dicari.


" ayolah.. nggak lama kok, di MD Resto aja kan dekat dengan Rumah Sakit. ! " seru Angelo.


" hmm baiklah. ! " kata Elena.


lalu sesudah mengahiri pembicaraan dengan Angelo, Elenapun segera masukkan Hand phone kedalam tas lalu diapun segera menyelesaikan pekerjaannya.


Jam 12 diapun mengambil tasnya dan melangkah keluar dari ruang prakteknya menuju jalan keluar keteras rumah sakit.


Tak lama kemudian mobil Angelo telah parkir didepannya dan terlihat Angelo keluar dari mobil dan segera mebuka pintu mobil yang sebelah kiri dan mengajak Elena masuk. Elenapun segera masuk kedalam mobil dan menutup pintunya kembali. lalu Angelopun menjalankan mobilnya keluar dari area parkiran Rumah sakit dan menuju kejalan utama lalu dengan kecepatan standar Angelopun melajukan mobilnya menuju MD Resto.


Setelah memarkirkan Mobilnya Angelo dan Elenapun segera keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam Resto.


Seperti biasa Elena lebih suka memilih tempat duduk di pojokan yang agak redup lampunya dan lebih banyak terhias dengan lampu kecil yang berwarna warni. sehingga menciptakan suasana yang begitu Romantis.


Waiters datang membawa daftar menunya. Angelo menyuruh Elena yang memilihnya.


" Kamu saja yang pilih Elen. " kata Angelo.


" aku yang pilih nanti nggak sesuai selera kamu gimana.? " tanya Elena sambil ragu ragu mengambil buku menu dari tangan Angelo.


" apa yang kamu pilih aku tetap suka. " kata Angelo.


" baiklah klo begitu. " kata Elena.


" 2 porsi Nasi putih


1 porsi Ayam goreng mentega


1 porsi Fu Yong Hai


1 porsi Soup kimlo.


2 gelas es Jeruk


Okey itu saja Mbak.. " kata Elena pada waitersnya .


" baiklah.. ditunggu ya bu. !" kata Waitersnya sambil berjalan masuk kedalam.


" Elena.." ucap Angelo


" hmm ada apa ? " tanya Elena. Angelo tersenyum..


" kamu itu tambak cantik aja... " ucap Angelo


" ahh Kamu gombal aja Angelo" kata Elena


" aku nngak gombal kok.. kamu itu beda dengan yang lainnya. cantikmu itu alami. " ucap Angelo.


" masa iya.. ?! " ucap Elena sambil tertawa.


" aku udah tua kali.. " kata Elena sambil tertawa juga.


" aku khan lebih tua darimu.. " kata Angelo


tiba tiba Angelo memegang tangan Elena, membuat jantung Elena berdebar debar dengan kencangnya.. pipinya jadi merah ketika mata Angelo dan matanya saling beradu. Elena tertunduk malu. Angelo sadar dan segera melepaskan tangan Elena.


" maaf.. " ucap Angelo


" nggak papa " ucap Elena tersipu malu.


" Elena.., hari minggu besok kita main kepantai yuk.." ajak Angelo.


" aku belum bisa beri kepastian Angelo, takut nanti nggak jadi kamu kecewa. " kata Elena


" baiklah aku tunggu kabarmu malam nanti ya.. " kata Angelo


" okey Angelo.. aku akan kasih kabar nanti malam.. ! " kata Elena


" kalau nggak bisa siang, kita pergi sore saja bagaimana ? kita menunggu Sunset dipantai ." kata Angelo sambil memandang Elena.


" baiklah kalau begitu. " kata Elena


" deal ya " ucap Angelo.


" okey deal " jawab Elena


Waiters datang membawa pesanan mereka lalu merekapun makan sambil ngobrol.


Angelo makan dengan lahapnya. Elena melihatnya sambil tersenyum.

__ADS_1


" rupanya kamu laper ya.. ?!" tanya Elena tersenyum


" iya.. tadi pagi aku males makan nasi, aku cuma makan sepotong roti makanya sejak tadi aku sudah merasa laper banget. ! " seru Angelo.


" kasian.., anak mama.. ! " ucap Elena.


Akhirnya semua makanan mereka makan sampai habis.


" kenyang banget aku.. " kaya Angelo


" aku juga kenyang banget. " kata Elena


" Enak juga ya masakannya.. " kata Angelo


" iya.. " ucap Elena.


Setelah mereka menghabiskan minumannya lalu Angelo memanggil Waiters untuk meminta billnya.


Waiters datang membawa billnya dan Angelo mengeluarkan lembaran merahnya lalu memberikan pada waitersnya.


" kembaliannya untukmu saja dek ! " kata Angelo


" terima kasih pak " ucap Waitersnya


" sama sama dek " ucap Angelo


Dan waitersnya pun segera meninggalkan mereka berjalan menuju kekasir.


Lalu Angelo dan Elenapun berdiri dan berjalan keluar dari Resto menuju parkiran.


Angelopun membukakan pintu buat Elena lalu Elenapun masuk kedalam mobil lalu Angelopun menjalankan mobilnya keluar dari parkiran dan menuju jalan kearah Rumah sakit tempat Elena bekerja.


Setibanya dirumah sakit Angelopun menghentikan mobilnya didepan teras Rumah sakit .


" Elena, aku nggak antar kamu masuk ya.. bisakan sendiri? " kata Angelo


" nggak papa Angelo.. sudah biasa sendiri kok" kata Elena sambil tertawa.


" soalnya jam 2 aku ada pertemuan dengan Investor baru dari Bandung. maaf ya.. " kata Angelo


" Jailah nggak apa apa Angelo.. " kata Elena


" terima kasih ya sudah mau menemaniku makan siang. " ucap Angelo


" terima kasih pula atas traktirannya. " kata Elena tersenyum sambil membukakan pintu mobil dan keluar dari mobil Angelo.


" bye Elena.. see you tommorow. " ucap Angelo lalu menjalankan mobilnya keluar dari halaman Rumah sakit. Elena memandangnya sampai menghilang dibalik tikungan barulah Elena melangkah masuk kedalam Rumah sakit dan menuju Ruang Prakteknya. sampai dekat kamar prakteknya Dokter Virly, Elena kaget pintu kamarnya dibuka .


" hhmm Bahagianya yang baru pulang makber.(makan berdua) " kata Virly dari pintu yang baru terbuka membuat Elena tambah kaget.


" iihh kamu Virly.. aku kaget tauu.. ! " seru Elena sambil memukul perlahan bahu Virly.


" lagi ngelamun sichh kamu ." kata Virly sambil tertawa.


" nggak kok.. ! " seru Elena


" gimana Elen... dia udah mengungkap isi hatinya belum.. ? " tanya Virly.


" ihh kepo kamu Vir.. belumlah Vir. masih temanan kok. ! kata Elena


" kamu sich.. Agresif dikit donk ! " kata Virly


" mau ahh. " ucap Elena sambil kedepan ruang prakteknya yang bersebelahan dengan


ruang prakteknya Dokter Virly.


Elena segera membukakan pintu Ruang Prakteknya dan berjalan masuk lalu duduk dibelakang meja kerjanya.


🍀


Sementara itu di kamar inap 202..


Valdo sedang berbaring dan tertidur diatas sofa. semalaman dia tidak bisa tidur katena menemani Ocha yang merasa gelisah dan tidak nyaman karena dada kirinya terasa nyeri. untungnya tadi pagi setelah Dokter Elena memberikan resep obat dan Valdo membelinya diApotik baru diberi minum Ocha obat tersebut dan Ocha tertidur lalu Valdopun memanfaat kesempatan itu buat dirinya tidur. Suster Tessa perawat yang bertugas disiang itu masuk dan menggantikan infusnya Ocha, karena infusnya sudah tinggal sedikit..


sesudah menggantikan infusnya perawatpun berjalan keluar kembali dengan merapatkan pintu kamar..tiba tiba Ocha terbangun.. napasnya ngos ngosan terada dadanya sesak banget.. lalu dia paksakan untuk teriak..


" Susteeerr... " teriaknya dengan terbata bata.


untung Susternya belum masih belum jauh dan mendengar teriakan Ocha lalu diapun kembali dengan tergesa gesa.


Valdo yang sedang tidurpun merasa terkejut dan bangun lalu mendekati Ocha..


" kamu kenapa Ocha?? " tanya Valdo berdebar debar dan merasa bingung.


" Suster... suster. ! " teriak Valdo


Suster Tessapun membuka pintu kamar dan segera kesamping Ocha.

__ADS_1


" bu, kenapa bu ??? " tanya Suster Tessa. tapi Ocha tak bisa menjawab napasnya mulai kencang dan wajahnyapun menjadi pucat.


Suster Tessa berlari keluar dan segera turun kelantai bawah menuju keruang praktek Elena, dan mengetuk pintunya lalu membukanya


" Dokter. ..Dokter.! " panggil suster


" ada apa Suster?! " tanya Elena terkejut


" Dokter pasien 202 sesak napas Dok..cepat Dok.. " kata Susternya


" cepat siapkan oxigen " kata Elena lalu berlari kecil naik kekamar 202.


Elena segera membukakan pintu kamar 202 dan mendekati Ocha yang masih susah bernapas.


" Ocha kamu harus kuat.. " kata Elena


lalu beberapa orang perawatpun masuk dengan membawa Setabung Oxigen lalu merekapun bekerja dengan cepat memasang oxigen dihidungnya Ocha dan membuat Ocha agak tenang sedikit. sedangkan Valdo yang kelihatannya cemas dan takut melihat keadaan Ocha dia sampai menangis memegang tangan istrinya.


Lalu Elena mengajak Valdo agak menjauh dari Ocha..


" Dokter.. tolonglah istri saya Dok.. " kata Valdo memohon.


" saya pasti akan berusaha sesuai dengan kemampuanku Pa Valdo. " kata Elena.


" Iya Dokter.. saya mencintainya, saya takut kehilangannnya.. " kata Valdo sambil menetes kan air matanya.


" dalam hal ini anda harus kuat Pa Valdo., Anda nggak boleh lemah.. karena bila anda lemah, bagaimana anda dapat menjaga Ocha, Ocha butuh perhatian anda. dia tidak boleh lelah. tidak boleh tertekan atau terbebani pikiran.. buatlah agar hatinya selalu bahagia Pa Valdo. " kata Elena.


" iya Dokter, saya akan usahakan selalu menjaganya. " kata Valdo.


Elena lalu mendekati Ocha dan mengambil stateskop dan mengkop dada Ocha, memeriksa nadinya.


" Suster, tolong ditensi tekanan darahnya ya. " kata Elena.


" Baiklah Dokter. " ucap suster Tessa. lalu Tessapun segera tensi tekanan darahnya Ocha dan melaporkan pada Elena.


Elenapun melihat Ocha sudah tenang dan tertidur lalu Elenapun pamit pada Valdo untuk kembali keruang prakteknya.


" baiklah Pa Valdo, Saya kembali ke ruang praktek dulu. kelihatannya Ocha sudah tenang dan tertidur. nanti kalau ada apa apa jangan sungkan panggil saja saya." kata Elena.


" Baiklah Dokter.. terima kasih. " ucap Valdo.


"Suster, nanti tolong untuk sementara setiap setengah jam dikontrol ya. " kata Elena pada Suster Tessa.


" baiklah Dokter. " kata Suster Tessa sambil mengangguk.


Lalu Elenapun melangkah kepintu dan membuka pintunya dan berjalan menuju tangga lalu turun dan berjalan keruang prakteknya.


Elena membukakan pintu kamar prakteknya lalu berjalan kearah wastafel lalu dia mencuci tangannya dan dia segera membuka Kulkas, dia mengambil sekotak jus apple lalu dia duduk diatas sofa dan meminumnya. sejak tadi dia merasa haus.


Pintu diketuk..


" Masuk.. " Kata Elena


pintu dibuka dan Cleaning service masuk


" sore Dokter.. " ucap bu Nelly Cleaning service.


" Sore bu Nelly. " balas Elena.


Lalu bu Nellypun segera membersihkan ruangan tempat prakteknya Elena.


"terima kasih ya bu. " ucap Elena


" sama sama Dokter. " ucap bu Nelly.


sesudah itu bu Nellypun keluar dan menutupkan pintunya.


Elenapun segera bersiap siap untuk kembali kerumahnya.


mdo 17012021


🌻🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Thanks banget untuk pembacaku yang setia 🙏🙏🙏


jangan lupa Untuk Vote ya.. juga Like dan Komen. serta Tip nya 😊


karena semua ini untuk memicu semangat Author untuk lebih rajin lagi meng Up Date Episode yang selanjutnya.


jangan lupa mampir di Novel ku yang lainnya


Melangkah di Tengah Badai


Raja Ampat in Love💘💘


Misi Rahasia Psikolog Cantik

__ADS_1


******,


__ADS_2