Gaun Pengantin Buat Ellena.

Gaun Pengantin Buat Ellena.
Bab 74 Makan Malam Bersama.


__ADS_3

~ Cinta itu indah, bukan hanya karena ucapan, Namun cinta itu butuh tindakan yang nyata dalam wujud perbuatan.


Meski sering kali Cinta Itu sendiri sangat sulit untuk bisa di terjemah kan dalam kata, Tapi dapat terbaca oleh sikap dan perbuatan.~


Angelo telah menyewa 2 unit mobil, Spesial untuk Mereka gunakan selama berada di Munchen.


Semua telah bangun dari tidur siahng, Mereka merasa lega dan rasa lelahnya pun berkurang. Setelah istirahat sebentar, Mereka pun mandi dan berdandan rapi.


Ellena mengajak mereka untuk minum teh sore, sebelum mereka keluar jalan-jalan.


Ernny dan Ellena benar-benar sibuk, tapi kali ini mereka berdua di bantu Oleh Erinna Ibu nya. kembali mereka berkumpul di ruang tamu Apartemen Ellena, Sambil menikmati Teh sore dengan Kueh yang di bawa oleh Bu Lilani dari Surabaya.


Minum teh sambil bercanda dengan gembira. Ellena bahagia melihat orang-orang yang dia cintai itu bahagia.


Setelah itu Mereka semua pun segera turun ke lantai ground dengan lift. Lalu mereka berjalan keluar menuju ke Parkiran.


Mobilnya telah tersedia dan Mereka lalu masuk ke dalam mobil dan Sopir pun menjalankan Mobilnya keluar dari area parkiran Apartemen, ke jalan raya. Dan Selanjutnya Menuju ke Marienplatz, Alun-alun Kota Munich sudah sejak dulu sangat di kenal dan di kunjungi oleh para wisatawan dari berbagai Negara. termasuk juga para Wisatawan dari Indonesia.


Setibanya di Parkiran, Sopir pun membuka kan pintu mobilnya dan Mereka semua keluar dari mobil, lalu berjalan sambil melihat-lihat. Banyak pedagang yang menjajakan dagangan nya di tepi jalan.


Bu Lilani membeli selembar syal rajutan yang sangat indah kreasi warnanya. Sedangkan Bu Sesilia memilih membeli sebuah dompet dari bulu domba.


Sesudah berkeliling dan belanja sekedar nya, Mereka pun mencari Restoran yang terdapat disitu. Lalu Mereka masuk.


Angelo memesan Ruang VIP.


Mereka segera masuk ke dalam, dan duduk mengelilingi meja bundar. Lalu Waiter pun datang membawa buku menu,


Ellena mengambil buku menu dari tangan Waiter dan memberikan pada Bu Sesilia,


Erinna dan Angelo.


" Coba di pilih dulu ." kata Ellena. tapi mereka mengembali kan buku menu nya pada Ellena.


" Kamu saja yang pilih ya, Kami nggak. paham. " kata Bu Sesilia, tersenyum.


" Baiklah, biar aku pilih. " uca Ellena. Lalu dengan di temani Angelo, Ellena memilih jenis-jenis masakan yang dia kira cocok untuk lidah mereka dari Surabaya.


" Lalu Minumnya Apa ? " Tanya Ellena.


" Bagaimana bila orange juice ? " tanya Erinna dan semua menyetujuinya.


Lalu Ellena memesan beberapa jenis masakan serta 9 gelas Orange Juice .


Waiter pun mencatatnya lalu masuk ke dalam. Sekitar 30 menit kemudian, Para Waiters menghampiri mereka dan menghidang kan makanan dan minuman yang mereka pesan, dan menata dengan rapi di atas meja bundar.


Mereka makan sambil menikmati masakan Jerman yang sangat lezat dan cocok bagi lidah mereka.


" Enak ya, Daging Sapi nya sangat empuk!" Kata Bu Lilani.


" Iya Oma, Disini daging sapinya Empuk banget !" Kata Ellena.


" Apa lagi soupnya, ini coba di rasa, Hmm enak. Daun sledri nya sangat harum. " Ucap Bu Sesilia.


" Aku suka Bagel ini, Daging nya begitu empuk dan lembut. " Ucap Erinna.


" Semua nya Enak ! " Ucap Pak Hendra menimpalinya. lalu mereka tertawa.


Mereka makan sambil Ngobrol , melewati malam pertama di Kota Munich. Kota tua yang penuh dengan sejarah.

__ADS_1


Angelo melihat Jam, Sudah jam 08.30, Angelo mengajak mereka untuk pulang ke Apartemen.Mereka lalu menuju ke mobil dan kembali ke Apartemen.


🌿🌿🌿


Pagi Yang cerah, sementara Matahari masih bersembunyi di balik dedaunan. Semilirnya angin lembut membelai bunga-bunga yang sedang bermekaran di Taman.


ada kumbang yang terbang dan hinggap pada bunga untuk. mengisap sari madu nya. Pagi yang indah ini, Ellena dan Ernny mengajak Opa dan Oma nya untuk turun kebawah, Mereka jalan sebentar di atas trotoar, Lalu kembali ke taman Apartemen sambil menikmati udara pagi di Kota Munich yang begitu sejuk.


Ellena gembira dapat membahagiakan Opa dan Oma nya, mereka Duduk-duduk sebentar di taman sambil Ngobrol dengan Santai.


Ellena Melihat di Hand phone, telah menunjuk kan pukul 06.30. Ellena lalu mengajak Opa dan Oma nya kembali ke Apartemennya, Karena Ernny harus kuliah, sedangkan Ellena juga harus ke Kampus untuk persiapan Wisuda nanti besok.


Mereka lalu masuk ke lift dan menuju ke lantai 8. Keluar dari lift, Mereka menuju ke Kamar nomor 10. Ketika tiba di atas, Ellena melihat Ibu dan Ayah nya baru keluar dari Kamar nomor 11 yang berada sebelahnya.


Ellena segera membuka kan pintunya, Lalu dia pun berjalan masuk ke dalam di ikuti oleh Opa dan Oma nya, Juga Ernny serta Ayah dan Ibu nya.


Erinna dan Bu Lilani segera ke dapur, Ellena sera Ernny menuju ke Kamarnya masing-masing lalu mandi, Sedangkan Pak Hendra dan Bryan duduk di ruang TV Sambil nonton Televisi.


Erinna dan Ibunya, Bu Lilani, sibuk di dapur. Mereka membuat sarapan.


Erinna mengambil mie kering di Lemari dapur, dan mengeluar kan daging serta sayur dari kulkas, lalu di bantu Ibunya, Erinna memasak Mie goreng. Setelah selesai memasak, Dia pun menata nya di atas meja makan.


Tak lama kemudian Angelo, Leon dan Bu Sesilia muncul.


Mereka menunggu Ellena dan Ernny, barulah Mereka mulai sarapan


Ellena dan Ernny yang telah selesai mandi dan berdandan, lalu mereka keluar dari kamar dan menuju ke Ruang makan.


Mereka pun duduk sarapan bersama.


Hari-hari yang bahagia Ellena rasakan di saat berada bersama dengan orang-orang yang dia sayangi dan menyayangi nya.


" Pagi ini yang masak adalah Chef khusus dari Indonesia, maka masakan nya beda, Rasanya Enak luar dari biasa." Kata Ellena sambil tersenyum.


" Bisa aja kamu! " ucap Erinna. Mereka semua tertawa.


" Bahagia ya bisa kumpul begini !" ucap Bu Lilani.


" Iya, gembira rasanya. " ucap Bu Sesilia.


Mereka makan sambil bercanda. Ellena dan Ernny merasa sangat gembira. Karena biasanya mereka berdua hanya sarapan sendiri dalam diam.


Ellena tersenyum mendengar candaan-candaan mereka.


Setelah selesai sarapan Ellena dan Ernny lalu pamit untuk ke Kampus.


Ellena hanya pergi sebentar untuk Gladi resik, persiapan Wisuda Besok.


Ellena dan Ernny pun segera ke lantai bawah, di bawah mereka bertemu dengan Meiddy, Mourinho dan Yoggy. Lalu Mereka pun berjalan bareng menuju ke Kampus.


🌿🌿🌿


Sore harinya, Angelo mengajak Ellena keluar, Mereka berdua pergi ke Danau untuk menunggu Sunset tiba.


Langit agak muram, karena Mega kelabu yang menutupinya,


Namun tidak menutupi keindahan pemandangan nya. Karena sinar Matahari tetap menembusi di balik celah-celah awan kelabu itu, sehingga menghadir kan warna yang berbeda dari biasa nya. Semua begitu mengagum kan.


Perlahan-lahan, Namun pasti... Sang bayu menghalau kan semua Mega-mega itu, sehingga tersingkap lah Sinar Jingga yang meronai Cakrawala.

__ADS_1


Dalam diam Angelo memandang Wajah Ellena dengan penuh cinta, Lalu Dia pun menggenggam tangan Ellena dengan lembut.


" Aku ingin dapat selalu menemani diri Mu, Berdua memandang senja. mulai dari sore, sampai Matahari itu benar-benar tenggel dalam peraduannya. "


Ucap Angelo, tersenyum lembut masih terus memandang wajah Ellena.


" Aku juga ingin demikian, sayang.. Ingin selalu berada di samping mu, Dalam suka mau pun duka, sampai maut memisah kan kita. " ucap Ellena, juga menatap wajah Angelo.


" Semuanya akan terasa begitu indah bila kita dapat selalu bersama." Ucap Angelo.


" Bila kita telah menikah kan, kita akan selalu bersama! " ucap Ellena..


" Iya.. Bila Tuhan Mengijinkan, aku ingin menjaga Mu sampai tua nanti. " ucap Angelo. Ellena lalu meletak kan jari telunjuk nya di tengah bibir Angelo.


" Jangan berjanji, Biarlah waktu yang akan menjawab semuanya. " ucap Ellena, sambil tersenyum menatap mata Angelo. Angelo juga ikut tersenyum, di pegang kedua tangan Ellena, Lalu menciumi dahinya.


" Aku sangat mencintai Mu ! Percaya lah, hanya Kamu yang selalu ada di hati ku. " ucap Angelo memandang Ellena dengan lembut.


" Aku juga mencintai Mu ! Dan Aku akan selalu menyayangi Mu. " Ucap Ellena, Lalu menyandar kan kepala di bahu kiri Angelo


" Lihatlah Matahari itu, setiap hari dengan setianya, Dia menerangi bumi ini. Dia selalu memberi sinar nya agar Bumi ini tidak gelap, dan sebelum dia beristirahat, Dia berusaha untuk memberi kan suatu Sensasi yang lain, untuk di nikmati oleh Manusia. Dan besok pagi, dia akan terbit kembali. " ucap Angelo.


Ellena terpukau mendengar kata-kata Angelo.


" Begitu pula dengan kita Manusia, Kita harus selalu menjadi berarti buat orang lain, Karena Manusia tak bisa hidup tanpa menusia lainnya. Agar bila tugas kita di dunia telah usai, Kita telah meninggal kan suatu kesan yang baik buat orang lain. Sehingga walau kita tiada, Namun perbuatan kita selalu di kenang kan! " kata-kata Angelo membuat Ellena terharu.


Membuat Ellena menggenggam tangan Angelo lebih Erat lagi.


" Aku akan selalu ingat Kata-kata Mu, sayang! " ucap Ellena, tersenyum lembut, Angelo pun tersenyum.


Sementara itu, Matahari pun perlahan mulai tenggelam di balik bukit , Sinar keemasan nya membaluti kaki langit di sekitar bukit di sebrang danau tersebut dan memantul kan sinar nya ke dalam air danau, sehingga semua nya nampak begitu indah dan memukau kan.


Angelo dan Ellena menikmati semua itu dengan perasaan yang bahagia, bagi Ellena, Entah kapan lagi dia dapat berdua dengan Angelo di tepian Danau ini. Karena tak lama lagi, Dia akan pulang, dan memulai kembali fokus pada kesibukan Rutinitasnya , mempersembah ilmu yang dia peroleh, untuk melayani sesama.


Dan Mereka berdua juga akan menikah, demi untuk mengabadi kan cinta mereka berdua.


Sementara itu, cahaya senja mulai memudar, Sang Dewi Rembulan mulai bertakhta di angkasa biru.


Angelo dan Ellena pun bangkit dari tempat duduk nya, Dan dengan melangkah perlahan-lahan, Mereka segera meninggal kan tepi Danau itu, Tempat yang indah, telah terukir dalam ingatan mereka. Dan tetap akan menjadi sebuah kenangan yang abadi dan sulit untuk dapat di lupakan.


Mereka pun berjalan melewati orang-orang yang masih berkumpul di taman itu, menuju kembali ke Apartemen Ellena.


β˜€β˜€β˜€β˜€β˜€β˜€β˜€β˜€β˜€β˜€β˜€β˜€β˜€β˜€β˜€


Bersambung ke Bab 75


Mdo 06062021


πŸ’•πŸ’–πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ


Readers tercinta, Jangan lupa untuk. like, Vote, dan Komen ya. Juga rate bintang 5


πŸ™πŸ™πŸ™


Dukungan Mu adalah semangatku! 😍


Author mohon maaf, Gangguan signal membuat terlambat Up date.


'

__ADS_1


__ADS_2