Gaun Pengantin Buat Ellena.

Gaun Pengantin Buat Ellena.
Bab 86 Resah dan Gelisah.


__ADS_3

Sejak bermimpi semalam, Hati Ellena selalu resah dan gelisah, memikir kan apa arti dari mimpi-mimpinya itu.


Kadang Ellena berpikir bahwa itu hanya lah bunga tidur belaka. Memang menurut banyak orang, mimpi hanyalah bunga tidur, Tapi telah 2 kali Ellena bermimpi, dengan Alur ceritanya yang hampir sama. Karena di ujung-ujung cerita, Angelo pergi meninggal kan diri nya.


Dan semua ini membuat Ellena merasa gelisah, Namun dia selalu berusaha untuk menenang kan hati nya, agar tidak berlarut terbawa dari pengaruh mimpinya, yang membuat dia tidak tenang dan selalu merasa gelisah.


Ellena berusaha untuk menyingkirkan Jauh-jauh bayangan mimpi itu. agar dia dapat bekerja dengan tenang.


Siang ini, Ellena melangkah keluar dari Mobil dan Bersama dengan Angelo, mereka berdua berjalan masuk kedalam Mall.


Rencananya hari ini, mereka datang ke Toko Emas untuk memesan Cincin Pernikahan mereka.


Angelo dan Ellena pun memasuki Toko Mas tempat yang waktu itu Mereka membeli hadiah Ulang tahun untuk Ibu Sesilia.


Setelah melihat-lihat, Akhirnya mereka memilih salah satu model Cincin Kawin yang sangat indah, Di atas nya tertata 3 mata Berlian dengan kilaunya yang terpencar di segala arah , apa lagi bila terkena sinar lampu atau pantulan sinar Matahari, berkilau dengan sangat indahnya.


" Bu, Kami pilih yang ini. Ini berapa harganya" Kata Angelo Pelayannya.


" yang ini memakai mata Berlian, masing masing berat nya 6 Gram. Jadi berat keduanya 12 grm. Di tambah Berlian nya. Jadi Harga seluruhnya. 16 juta. "


Ujar Pelayannya dengan ramah sambil tersenyum.


" Baiklah Aku mau yang ini, kira-kira kapan kah sudah bisa kami ambil? " Tanya Angelo.


" Dua hari Lagi Pak ! Tapi kalau boleh aku minta DP nya ya Pak. " ujar pelayannya.


" Oh iya. Aku akan membayar lunas sekalian." ucap Angelo lalu mengeluarkan kartu Debitnya dan memberikan pada Pelayan nya.


Pelayan menerima kartu debit yang di berikan oleh Angelo, Lalu menggeseknya dan mengetik jumlah sesuai harga kedua Cincin itu, Setelah struknya keluar dan dia lalu mengembali kan kartu Debit pada Angelo dan juga memberi Nota Pembelian serta kwitansi nya pada Angelo.


Sesudah itu Pelayannya pun mengukur jari Ellena dan Angelo, agar Cincin nya akan di buat sesuai dengan ukuran jari Mereka berdua.


Setelah selesai urusan Cincin, Mereka mencari tempat untuk makan siang, di dalam Mall itu juga.


🌿🌿🌿🌿


Sementara itu di Kantor HENDRALIN Group.


Sejak Pagi, Erinna sibuk memeriksa Berkas-berkas yang harus Dia tanda tangan nanti.


Erinna usaha kan agar dapat segera selesai, karena pada Jam 10.30 nanti, Dia harus Meeting bersama Bryan dan Staf nya.


Setelah selesai tanda tangan semua Berkasnya, dia lalu memanggil Sekretaris nya Cleo, Agar menyiap kan berkas untuk Meeting nanti.

__ADS_1


Ketika pukul 10.30, Erina bersama Cleo, Sekretaris nya telah berada di Ruang Meeting yang terletak di lantai 3.


Disana juga telah berkumpul Bryan bersama dengan para staf intinya.


Meski pun Mereka adalah sebagai Suami Istri, Namun ketika berada di Kantor, dan di hadapan para Karyawan nya, Mereka selalu bertindak Profesional, Agar dalam mengelola Perusahaan yang sangat besar, dan bertaraf Internasional itu, Mereka berusaha untuk menjaga wibawa dan sikap Mereka.


Pada saat ini Perusahaan yang bergerak di bidang Pangan, yang di kelola oleh Bryan, tengah memproduksi Makanan dalam Kemasan. Seperti : Sate Ayam Madura, Ayam Goreng, Opor Ayam, Sambal goreng Ati dan banyak lagi Produk makanan Tradional lainnya.


Dan acara Launching Produk Makanan Tradional tersebut di adakan di Jakarta pada Awal bulan Januari tahun depan nanti.


Setelah mengurai kan Rencana kerja mereka secara Panjang lebar, Lalu Sekretaris Bryan Bertanya pada Erinna, Sebagai CEO dari Hendralin Group, yang memayungi beberapa Cabang anak Perusahaan dan salah satunya Perusahaan Errin Corp, yang di Kelola oleh Bryan sebagai Direktur Utama nya.


" Jadi menurut Bu Erinna bagaimana, Apakah Ibu setuju dengan apa yang kami rencanakan? Sebagai CEO dari Perusahaan Hendralin Group, Kami sangat mengharap kan Pendapat dari Ibu. " Kata Sean, Sekretaris nya Bryan pada Erinna.


" Terima-kasih ! Saya sangat setuju dengan rencana dari Pimpinan Errin Corp, atas Peluncuran Produk perdana nya, Yaitu Makanan Tradional dalam kemasan, yang akan di Laksanakan di Jakarta, pada Awal Tahun atau awal bulan Januari Tahun depan, Yang tinggal sebulan lagi. . " Ucap Erinna. Semua peserta Rapat memberikan Aplause. Mereka gembira karena Produk Mereka akan lebih dahulu menembus pasaran Ibukota.


" Baiklah, Sebagai Direktur Utama dari PT. ERRIN Corp. Saya sangat berterima-kasih atas dukungan dari Bu Erinna, Sebagai CEO dari Hendralin Group. Dimana Perusahaan kami Ini bernaung, semoga Usaha dan kerja keras kami ini, akan berjalan lancar sampai pada Acara Launching nanti. " Ucap Bryan.


Setelah Rapat berakhir. Mereka semua pun segera meninggal kan Meeting Room untuk kembali ke Ruang kerja mereka masing-masing.


Erinna berjalan keluar di dampingi Bryan dan Sekretaris mereka masing-masing.


Bryan dan Erinna Bekerja dalam satu Gedung, Hanya berbeda lantainya. Kantor Erinna berada di Lantai 8. Sedangkan Bryan Kantornya berada di lantai 5.


" Iya.., Aku kira itu sangat baik, Tapi kita harus usahakan ke Butik untuk memesan pakaian kita semua hari minggu ini, agar tidak tergesa-gesa mereka mengerjakan pakaian kita." Ujar Erinna.


" Baiklah.. Semuanya terserah kamu aja Bu! Aku sih nurut aja. " Ucap Bryan.


" Sekarang kita makan siang dulu ya, Sesudah itu barulah kembali bekerja. " Ujar Erinna, pada Bryan.


" Okey ! " Ucap Bryan, Lalu berjalan mengikuti Erinna menuju ke Lift untuk naik ke atas, Ke Ruang kerjanya Erinna.


Mereka pun duduk makan siang berdua, Karena Makanan telah di tata oleh OG nya.


Selama ini Erinna mengambil Catering pada salah satu Rumah makan terdekat dengan kantor mereka, Selain untuk Dia dan Bryan, juga untuk seluruh Karyawannya.


Itu yang membuat Karyawan nya sangat betah bekerja di Perusahaan Mereka, Karena Erinna dan Bryan selalu memprioritas Mereka. Baik biaya makan maupun pengobatan, Selalu di Utama kan. Dan di bebaskan dari mereka.


Erinna dan Bryan duduk makan sambil menikmati, Menu yang di sajikan hari ini adalah ayam bakar lalapan dan sambel terasi. Di lengkapi juga dengan Tempe dan Tahu bacem goreng.


" jadi ingat Gunung Putri. " Ujar Bryan tersenyum.


" Kok sama! " ujar Erinna. " Nanti pada Acara Lauching di Jakarta, Aku mau ikut ya Pak, Biar kita kunjungi mantan tetangga disana, sekalian mengundang mereka untuk acara Pernikahan Ellena nanti. " kata Erinna.

__ADS_1


" Baiklah jangan lupa, kita membawa oleh-oleh buat mereka nanti. " Kata Bryan.


" Iya, Aku juga pikir begitu. Bagaimana kalau kita bawa saja produk terbaru kita sebagai Oleh-oleh untuk Mereka, Kan sekalian Promosi. " ucap Erinna tersenyum.


" Benar juga bu! Ide Mu sangat Brilliand! Ujar Bryan sambil tertawa kecil


Mereka berdua pun makan dengan nikmatnya, sambil Berbincang-bincang.


🌿🌿🌿🌿


Setelah makan siang bersama dengan Angelo, Ellena pun diantar oleh Angelo kembali ke Rumah-Sakit. Ketika keluar dari Mobil, Ellena melambai kan tangan pada Angelo, karena Angelo langsung pamit untuk kembali ke kantor nya. Ellena menatap kepergian Angelo sampai mobil nya menghilang dari pandangan matanya. Baru lah Ellena melangkah masuk ke Rumah-Sakit.


Ellena menyusuri sepanjang koridor Rumah-Sakit, menuju ke Ruang Kerjanya.


Ellena baru saja berjalan seperempat perjalanan, Dia melihat Virlly dan Meiddy Sementara menuju ke Dalam juga.


" Haii!! " Panggil Ellena, lalu mempercepat kan langkahnya untuk mengejar mereka.


Virlly dan Meiddy pun melihat ke belakang, begitu mendengar suara Ellena memanggil.


" Haiii Ellen!! " Seru Virlly dan Meiddy bareng.


" Kalian dari makan siang ? " Tanya Ellena.


" Iya, Kami makan di Kantin. " jawab Virlly.


" Tadi aku mencarimu, Tapi mungkin kamu telah pergi. Akhir-akhir ini kamu sibuk ya.. " ucap Meiddy.


" Iya.., tadi Angelo menjemput ku, kami ke Mall untuk memesan Cincin Pernikahan. " ucap Ellena.


" Cie.. Udah dekat nih..! " ujar Virlly.


" Iya.., maka itu udah mulai persiapan Kebutuhan-kebutuhannya agar nggak tergesa-gesa nanti. " ucap Ellena.


Lalu mereka terus berjalan menyusuri sepanjang koridor kembali ke Ruang kerja mereka masing-masing.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


πŸ‘‰Bersambung ke Bab


Mdo 05072021


πŸ’•πŸ’–πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ

__ADS_1


Jangan lupa Di Like, Vote dan Hadiah nya ya. Author sangat berterima-kasih atas dukungan dari Readers tercinta. Semoga membawa Berkah bagi kita semua. πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2